
Siao May pun menatap Ricard dengan ganas,ia tak menyangka kalau Ricard menyebut gadis lain sebagai kekasihnya.
Walaupun ia tau kalau Ricard memiliki Merry Chai sebagai kekasih,tapi ia tetap terkejut kalau Ricard begitu mudah mendapatkan gadis lagi.
Ia memang tidak suka kalau Ricard punya banyak kekasih,tapi ia harus berfikir matang.
Tidak mungkin Pria setampan Ricard hanya punya satu wanita,jadi ia pun harus merelakan jika Ricard memiliki kekasih lain.
"Apa hanya dia saja yang menjadi kekasihmu"Tanya Siao May.
"Tidak,aku masih banyak memiliki kekasih lainnya yang tinggal dimansion ku"Jawab Ricard dengan santai.
Siao May pun kaget dan sedikit kesal dengan Ricard.
"Kenapa harus banyak"Tanya Siao May dengan cemberut.
"Manaku tau,mungkin aku terlalu tampan makanya disukai para gadis"Jawab Ricard dengan narsis.
Siao May pun tidak berkata kata lagi,ia langsung duduk dikursi pengemudi dan menjalankan mobil dengan cepat.
Sedangkan Lala,ia sangat bingung harus bereaksi seperti apa sekarang.Ia pun hanya diam seperti kelinci yang sedang ketakutan.
Sebenarnya,Lala juga terkejut kalau Ricard memiliki banyak wanita.Tapi ia juga tak mempermasalahkan itu,ia sudah merasakan bagaimana keperkasaan Ricard jika diranjang.
"Siao May,kita pergi kehotel Gelap Gulita yang berada di......."Tapi,belum selesai ucapan Ricard,Siao May langsung memotongnya.
"Aku tau tempatnya kok"Jawab Siao May dengan cepat.
Ricard pun mengangguk dengan terkekeh lucu.
Ricard tak menyangka kalau Siao May sangat cemburuan.
"Apa kau marah karena aku punya banyak kekasih"Tanya Ricard dengan menahan sedikit tawanya.
"Tidak tau"Jawab Siao May dengan ketus.
"Kau tak perlu cemburu begitu,bukannya bagus kalau aku punya banyak kekasih disisiku"Ucap Ricard.
"Bagus dari mana"Ucap Siao May.
"Kalau aku punya banyak kekasih,kau akan mendapatkan banyak saudari nantinya......Jadi kau pasti punya banyak teman yang nanti bisa kau ajak jalan jalan kalau dirimu lagi suntuk"ucap Ricard.
Siao May pun sedikit memikirkan ucapan Ricard itu.
"Benar juga ya,aku pasti tidak akan bosan kalau tidak ada dirimu dirumah"Jawab Siao May dengan mengangguk ceria.
Tapi Lala sedikit melongo dengan bodoh mendengar jawaban Siao May.
"Apa ini masih Nona Siao May yang terkenal sangat sadis dan kejam diprovinsi Sanghai........"
"Kenapa sekarang seperti kelinci yang mudah ditipu"Pikir Lala.
__ADS_1
Tapi ia tak mau ikut campur dulu,ia masih sedikit takut terhadap Siao May.
Siao May terkenal bukannya sekedar berita bohong saja.Itu semua telah terbukti saat dirinya membunuh orang lalu ia buat rekaman agar ditonton.
Lagi pula polisi tidak akan berani menangkap dirinya,dibelakang Siao May itu ada Keluarga Thod yang selalu mendukungnya waktu itu.
Apa lagi Keluarga Thod mempunyai Mafia Kertas tipis yang menjadi Temeng mereka juga.
Jadi,kalau ada yang berani main main terhadap Siao May,sama saja mereka mencari kematian.
Namun,saat memikirkan hal itu,Lala langsung teringat akan keberadaan Mafia Kertas Putih dibelakang keluarga Thod.
"Astaga,bukannya Keluarga Thod mempunyai Mafia Kertas Putih yang sangat kuat.Bagaimana bisa aku melupakan itu"Ucap Lala dalam hatinya dengan ketakutan.
Ia pun menoleh kebelakang dan memanggil Ricard yang sedang memejamkan matanya.
"Tuan,apakah kau sudah tidur....."Panggil Siao May dengan lembut.
Ricard pun membuka matanya saat ia mendengar Lala memanggilnya.
"Ya ada..."Tanya Ricard dengan bingung terhadap ekspresi Lala yang seperti sedang ketakutan.
"Itu Tuan......Bukannya Keluarga Thod mempunyai Mafia Kertas Putih yang mendukung mereka"Ucap Lala dengan pelan.
"Huft...Kukira ada apa,soal itu kau tenang saja.Mafia Kecil itu sudah aku bantai 2 hari yang lalu bersama pengawalku"Ucap Ricard lalu memejamkan matanya kembali.
Tapi Lala dan Siao May langsung terkejut mendengar ucapan santai Ricard.
"Mereka pusing siapa yang mencari pelakunya,ternyata pelakunya musuh mereka juga......"
"Untung saja mereka semua sudah mati dan sedang disiksa,kalau tidak mereka pasti akan terkejut dineraka sana"Pikir Siao May sambil mengeleng gelengkan kepalanya.
Tak lama kemudian,mereka bertiga pun akhirnya tiba dihotel Gelap Gulita pukul 11:00 malam.
Ricard turun dari mobil Marcedes Benz diikuti Lala dan Siao May dari belakang.
Walaupun sudah malam hari,Hotel itu masih ramai didatangi pengunjung dari berbagai usia.Mulai dari yang muda hingga yang sudah tua.
Tapi diperjalanan mereka,banyak orang yang melihat kearah Lala dan Siao May dengan ketakutan dan bingung.
Mereka takut karena Siao May sangat terkenal dengan rumor pembunuh kejam.Sedangkan Lala mereka juga takut karena ia adalah seorang ahli beladiri yang kuat,meskipun tak sekuat Siao May.
Tapi itu sudah cukup untuk membunuh empat orang sekaligus.
Dan untuk Ricard,mereka cukup bingung dan bertanya tanya kenapa Ricard bisa bersama Lala dan Siao May.Apa lagi Ricard berjalan dengan diikuti mereka berdua layaknya seorang Tuan Muda.
Tapi mereka hanya bisa memendam pertanyaan itu,mana berani mereka untuk bertanya.
Setelah itu,Ricard tiba dipintu kamar Sara dan Mei'er.Ia masuk kedalam dan melihat kalau kedua gadisnya sedang tertidur lelap.
Ricard lalu menyuruh Lala dan Siao May masuk dan sambil duduk disofa dulu,sedangkan ia mau mandi untuk membersihkan badannya.
__ADS_1
Saat Ricard sudah masuk kedalam kamar mandi,ternyata Mei'er membuka matanya lalu berdiri dihadapan Siao May.
Ia sudah tau kalau Ricard akan tiba,tapi ia sangat heran kenapa Ricard bisa membawa gadis seperti Siao May.
Mei'er sangat sensitif akan aura gelap yang dimiliki oleh Siao May.
"Wanita ini adalah seorang pembunuh berdarah dingin,tak tau berapa banyak orang yang telah disiksanya....."
"itu bisa terlihat dari auranya yang cukup gelap"Pikir Mei'er sambil menatap Siao May dengan sengit.
Mungkin karena Siao May seorang pembunuh,makanya Mei'er sedikit berhati hati dengannya.
Sedangkan Siao May juga menatap Mei'er dengan sengit juga.
Ia cukup kesal dengannya,baru saja duduk disofa malah langsung ditatap layaknya seorang musuh.
"Auramu cukup gelap,itu menandakan kalau kau seorang pembunuh berdarah dingin......Tapi tetap saja,dimataku kemampuan yang kau punya masih jauh dibawah rata rata"ucap Mei'er dengan dingin.
Tapi Sioa May sedikit marah dengan ucapan Mei'er.Selama ia mendapat julukan wanita terkejam,tidak ada yang berani berbicara seperti itu kepadanya.
Siao May memang mengakui kalau Mei'er mempunyai kemampuan,tapi ia tak percaya kalau Mei'er bisa mengalahkan dirinya.
Ia pun berdiri dan berjalan kearah Mei'er dengan marah.Jarak antara mereka berdua saat ini hanyalah setengah langkah saja.
Siao May dan Mei'er saling menatap dengan tajam.
"Kau cukup berani berbicara seperti itu kepadaku"ucap Siao May.
Namun,bukannya menjawab ucapan Siao May,Mei'er malah menghirup aroma nafas yang dikeluarkan Siao May.
"Nafasmu kenapa ada aroma Tuan"Ucap Mei'er dengan santai.
Disisi lain,Lala yang dari tadi cukup tegang dengan tekanan suasana mereka berdua pun sekarang langsung melongo.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1