Sang Pemandu

Sang Pemandu
Hukuman


__ADS_3

Setelah perbincangan singkat dengan Sistem tentang dunia jiwa.Ricard sekarang sedang bersiap siap untuk menghadiri rapat diperusahaannya.


"Apa aku harus pakai jas atau baju kaos saja Sistem"Tanya Ricard dalam pikirannya.


"Itu terserah Tuan saja,mana yang membuat Tuan nyaman ya pakai"jawab Sistem.


"pakai ini ajalah,aku kurang nyaman dengan setelah jas ini"ucap Ricard yang langsung memakaikan baju kaos dan celana panjangnya.


Ricard bergegas kebawah sambil memanggil paman fei untuk pergi ke perusahaan.


"Apa Tuan muda sudah siap berangkat"ucap Paman Fei setelah melihat Ricard datang kepadanya.


"Sudah.....ayo kita berangkat"ucap Ricard.


Mereka berdua pun pergi dengan menggunakan Mobil Lamborghini Roller Coaster milik Ricard.


~ ~


"Apa rapatnya belum dimulai"ucap Ricard yang sudah ada diruangan pribadinya atau Ruangan direktur.


"Belum kau kecepatan sayang datangnya"Ucap Bella sambil menyandarkan kepalanya dipundak Ricard.


Melihat kelakuan Bella,Ricard pun mengangkat tubuh Bella dan mendudukkan dipangkuannya.


Tidak ada penolakan dari Bella,malahan ia terlihat senang kalau Ricard menginginkan tubuhnya sekarang.


"Apa sudah tidak tahan lagi sayang"ucap Bella sambil mengantungkan tangannya dileher Ricard.


"Masih jam 11 siang kita bisa mantap mantap dulu sebentar"ucap Bella sambil mencium bibir Ricard.


Mereka berdua saling melilitkan lidahnya dengan antusias.Tapi tak lama kemudian pintu ruangan dibuka secara mendadak oleh seorang wanita.


"Nona Bella ada ber.........."ucap wanita terhenti saat ia melihat wakil direkturnya sedang berciuman dengan Tuan Besarnya atau pemilik perusahaan Terbesar no 10 ini.


Wanita itu juga tau kalau Nona Bella adalah seorang tangan kanan Pemilik Perusahaan Hotela Com.

__ADS_1


Mendengar suara memanggilanya,Bella pun langsung melepaskan ciumannya dari Ricard dengan perasaan kesal.


Ia turun dari pangkuan Ricard sambil membenarkan posisi Roknya,lalu berdiri didepan wanita itu.Yang tak lain adalah wakilnya,Sara Mikela.


"Sara apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu baru masuk hah!"Ucap Bella dengan kesal.


"Maafkan saya Nona,saya pikir anda sedang sendiri.Saya juga tidak mengetahui kalau Nona sedang bersama Tuan Muda"ucap Sara dengan ketakutan.


Ia takut kalau Bella akan marah dan langsung memecatnya,sedangkan ia membutuhkan pekerjaan ini untuk bertahan hidup dan sambil menyekolahkan adiknya.


"Huft.......Sudah tidak apa apa.....Apa aku harus menandatangani beberapa Berkas lagi....Dan kau tak perlu takut lagi"ucap Bella.


Ia juga memaklumi keadaan Sara Mikela,Ia tau kondisi ekonomi keluarga Sara yang pas pasan.Lagipula biasanya Sara memang tidak mengetuk pintu kalau ingin bertemu dengannya.


"Terimah kasih Nona......Nona harus menandatangani beberapa berkas penting lainnya Nona"ucap Sara.


"Baiklah kau juga harus meminta maaf Ke Ricard............Sayang aku pergi dulu"ucap Bella sambil mengedipkan matanya baru melangkah keluar sambil mengunci pintu.


Melihat tingkah Bella,Ricard pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu akan berdiri saja disitu"Tanya Ricard saat ia melihat sara hanya berdiri sambil menundukkan kepalanya.


"Kemari dan duduk disamping saya"ucap Ricard yang langsung memotong ucapan Sara.


Mendengar permintaan Ricard,Sara pun melangkah maju dan duduk disamping Ricard dengan ketakutan.


"Layani saya maka kamu tidak saya hukum"ucap Ricard dengan tersenyum.


Tapi tidak dengan Sara,ia ingin sekali menangis karena mendengar permintaan Tuan mudanya.


Ia sebenarnya ingin menolak,Tapi ia berfikir kalau menolaknya,maka keluarga nya makan apa.Sedangkan ia adalah tulang punggung keluarganya.


Sara pun mulai duduk dipangkuan Ricard dan mencium Bibirnya.Ini adalah pengalaman pertama Sara,karena ia selama ini tidak pernah sekalipun dekat dengan laki laki lain selain adiknya.


Ricard mulai mengigit bibir bawah sara sampai bibirnya terbuka.Saat sudah terbuka,Ricard mulai memasukkan lidahnya dan mulai melilit lidah Sara.

__ADS_1


Ciuman yang awalnya biasa biasa saja,perlahan mulai menjadi liar saat Ricard mengigit bibir bawah Sara.


Bahkan nafas Sara mulai menggebu gebu dan tubuhnya mulai terasa panas,ia begitu menikmati sensasi yang Ricard berikan.


Perlahan Ricard mulai melepaskan Ciumannya dan melihat ekspresi Sara yang seperti ibu muda yang sedang kehausan dengan wajah memerah dan nafas sengal sengal.


Diusianya yang menginjak 25 tahun,Sara memang belum pernah melakukan hal semacam ini.Jadi wajar kalau ia menunjukkan Ekspresi seperti itu.


Perlahan Ricard mulai melucuti habis kameja dan dalaman yang dikenakan oleh Sara.Ricard melemparkan asal kameja dan dalaman Sara kesembarang tempat.


Ricard menatap tubuh telanj*ng dada sara dengan nafsu yang memburu.Sadar dengan tatapan Ricard,Sara mulai menutupi buah kenyal dengan tangannya.


"Bisakah kau menyingkirkan tanganmu itu,aku tidak bisa melihat buah kenyal mu itu"ucap Ricard dengan tersenyum cabul.


Meski merasa sangat malu Sara tetap melukukan apa yang diminta oleh Ricard


dengan wajah yang memerah.


Sara mulai menunjukkan Aset buah kenyalnya yang sudah dijaganya selama 25 tahun ini.


Melihat buah kenyal yang terpampang jelas Ricard mulai.......


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2