
Qin Sheila yang mendengar ada orang yang menghina Ricard pun langsung naik pitam.
Ia melirik dan menatap pemuda gendut yang jelek itu dengan marah.
"Hey pencundang sialan....Dengan tubuh gendut dan wajah yang jelek seperti babi itu,kau ingin menjadikan diriku sebagai pemuas nafsumu......."
"Bermimpilah sampah.......Bahkan untuk melihat wajahmu saja aku merasa ingin muntah....."ucap Sheila dengan marah.
Pemuda gendut dan jelek itu yang mendengar ucapan Sheila pun langsung marah.Tapi ia tak tau mau membalas ucapan Sheila seperti apa.
Bahkan kekasihnya yang berada disamping pun tertawa,tapi ia hanya berani tertawa dalam hati.
Sedangkan para pengunjung lainnya,mereka menatap wajah Sheila dengan tidak percaya.
"Aku tak menyangka,salah satu gadis dengan wajah seperti bidadari memiliki ucapan seperti itu"ucap pemuda satu yang berada Dimall itu.
"Iya aku juga tak menyangka,lihat sigendut itu.Ia sudah sangat marah,tapi tak bisa membalas ucapan gadis itu"ucap pemuda kedua.
"Dari sini kita paham,kalau orang yang berduit akan kalah dengan fisik yang menarik"ucap Pemuda tiga.
"Ya jelas kalahla bodoh lihat baik baik, sijelek ingin mengambil wanita dari sitampan.Itu sangat lucu sekali"ucap salah satu wanita dimall tersebut.
"Benar,aku akan mendukung pria tampan itu"ucap wanita kedua.
"Huft... semua wanita selalu saja memandang Pria dari fisik dan wajahnya saja"ucap Pemuda pertama tadi.
"Tidak juga bro asalkan kau tau ya tidak semua wanita memandang pria dari wajahnya....Yakinlah disetiap sudut Bumi ini,pasti ada wanita yang tidak memandang pria dari wajahnya"ucap pemuda 2 dengan bijak.
"Tapi bukannya bumi bulat?"ucap pemuda 3.
Pemuda pertama dan pemuda kedua yang mendengar ucapan sipemuda ketiga pun langsung terdiam.
"Benar juga ya..."pikir sipemuda pertama dan kedua dalam hatinya.
Sedangkan sipelayan yang melihat keributan semakin besar pun mulai menelepon Manager Mall dengan telepon hitamnya.
"Hallo Nona,ada keributan dilantai 2 tempat toko pakaian"ucap pelayan yang merendahkan Ricard tadi.
"Baik tunggu saya,usahakan meredakan keributan sebentar setelah saya tiba"ucap Manager Mall yang langsung bergegas menuju lantai 2 dari lantai 5.
Manager Mall tersebut turun dengan Lift Khusus bagi pegawai yang bekerja di mall itu.
Setelah ia tiba dilantai 2,ia melihat seorang wanita cantik yang sedang marah keseorang pemuda gendut.
Manager tersebut mengetahui siapa pemuda itu.Ia salah satu keponakan Jon Bekil selaku Manager Diperusahaan Hotela Com.
Apalagi Mall Compony ini dibawah naungan Perusahaan Hotela Com.
Jadi Manager tersebut tidak mau menyinggung pemuda gendut itu.
__ADS_1
"Ada keributan apa ini"ucap Manager Mall itu yang langsung membuat mereka terdiam.
Semua orang pun menolehkan pandangan mereka ke asal suara itu,termasuk juga pemuda gendut itu.
Pemuda gendut itu yang melihat Manager Xania,matanya pun langsung bersinar.
"Oh akhirnya anda datang juga Manager Xania.Ini kedua orang miskin ini mencoba menghina saya dan mengusir saya dari sini"ucap Pemuda gendut itu dengan bohong.
Ia sebenarnya sudah tertarik sama Manager Xania,hanya saja pamannya atau Jon bekil melarangnya untuk mendekati Manager Xania.
Ia tidak diberi tau alasannya apa,tapi ia menurut saja dengan ucapan pamannya itu.
Sedangkan Qin Sheila yang mendengar kebohongan dari pemuda gendut itu pun bertambah marah.
"Hey babi,kau jangan berbohong sialan.Jelas jelas kau yang menghina kami,dasar drum minyak sialan"ucap Sheila dengan marah.
Ricard yang mendengar kemarahan Sheila pun sedikit terhibur.
"Dia sangat lucu jika marah"ucap Ricard dalam hatinya dengan terkekeh.
Ricard sebenarnya masih ingin melihat pemuda gendut itu dihina habis habisan oleh Sheila.Tapi karena ia sedang ingin cepat cepat ke Perusahaan Pencitra Skin,ia pun langsung angkat suara.
"Xania Wort kau usir saja sigendut ini,aku sudah bosan melihat wajahnya"ucap Ricard dengan suara yang lumayan keras.
Semua orang pun langsung ternganga dibuat Ricard.Ia berani sekali memanggil Manager Xania dengan langsung nama lengkapnya,itulah mungkin yang ada dipikiran semua orang.
"Tuan Muda anda disini...."ucap Xania Wort yang langsung memotong ucapan pemuda gendut itu.
"Apa kau tidak mendengarkan ucapanku,Xania"ucap Ricard dengan dingin.
Xania Wort yang mendengar ucapan Ricard pun berkeringat dingin.
Ia tidak mau mengecewakan Ricard akibat ulahnya.Karena berkat dirinya ia bisa bekerja disini dengan gaji yang besar.
Ia dulunya bekerja sebagai Asisten Jon Bekil Diperusahaan Hotela Com,tapi karena kinerja bagus.
Jadi ia diangkat sebagai Manager Mall ini dengan gaji yang sangat tinggi,jadi Xania Wort takut kalau Ricard marah dan menurunkan jabatannya.
"Maaf Tuan muda,akan saya lakukan"ucap Xania,lalu ia melirik Ke pemuda gendut itu.
"Kau keluar dari sini.....Asal kau tau,orang yang kau hina ini adalah pemilik Mall ini sekaligus Perusahaan Hotela Com"ucap Xania dengan dingin.
Pemuda gendut itu pun langsung gemetar ketakutan setelah mendengar ucapan Manager Xania.
"Bagaimana mungkin....Mampuslah aku"ucap Pemuda gendut itu dalam hatinya,ia pun langsung berlutut dihapan Ricard.
"Ma....afkan...saya tuan muda,saya bodoh karena tidak....."
"Kau keluarlah sebelum aku berubah pikiran dengan membuatmu menjadi gembel......"ucap Ricard yang langsung memotong perkataan Pemuda gendut itu.
__ADS_1
"Baik Tuan Muda...Sekali lagi saya mohon maaf"ucap Pemuda gendut itu yang langsung berdiri sekalian menarik tangan kekasihnya untuk pergi.
Disisi lain,Pelayan yang merendahkan Ricard pun sudah ketakutan.Ia ingin sekali menangis dalam Hatinya karena sudah berani menghina pemilik Perusahaan Hotela Com sekaligus pemilik Mall ini.
"Xania kau potong gajinya setengah"ucap Ricard sambil menunjuk ke arah pelayan.
Pelayan itu pun sangat berterima kasih karena tidak dipecat oleh Ricard.Ia pun bergegas berlutut didepan Ricard
"Tuan muda teri......"
"Cepat kau pilih baju untuknya"ucap Ricard yang langsung memotong perkataan Pelayan itu.
"Baik Tuan Muda,Nona Mari"ucap pelayan itu.
"Begini kan lebih baik.Asal kau tau,aku adalah pengawal pribadi Tuan Muda....."
"Jadi aku bisa saja membunuh mu dengan mudah.Tapi karena Tuan Muda tidak menyuruhku untuk membunuhmu,maka kau harus berterima kasih Ketuan Muda.Apa kau Paham"ucap Sheila dengan menyombongkan dirinya.
"Paham Nona,sekali lagi maafkan saya"ucap pelayan itu dengan ketakutan.
"Betapa bodohnya diriku ini.Menghina pemilik Mall dan menantang orang yang memiliki kemampuan beladiri kuat"Pikir pelayan itu dalam hati yang lesu.
Ricard dan Xania yang mendengar kesombongan Qin Sheila pun hanya mengeleng gelengkan kepalanya.
"Gadis dingin ini bisa juga ternyata bersikap sombong"ucap Ricard dalam hatinya.
"Apa ada masalah atau pekerjaan yang tidak bisa diurus dimall ini"Tanya Ricard dengan melirik kearah Xania Wort.
"Sejauh ini tidak ada Tuan Muda"ucap Xania setelah mendengar pertanyaan dari Ricard.
Ricard pun mengangguk saja dan memilih untuk duduk disalah satu kursi disitu sambil menunggu Qin Sheila memilih beberapa baju.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš**
__ADS_1