
Saat Pintu Sudah terbuka,mereka berdua pun masuk kedalam.Tapi saat mereka sudah didalam,mereka mendengar sebuah suara wanita sedang memohon untuk berhenti.
Suara wanita itu terdengar sangat sedih dan pilu.Karena hal itu,Mary Card pun menjadi geram.
Ia menuju kesalah satu Ruangan Closet tempat suara itu berasal.
Kondisi Ricard saat ini......
"Tuan....emm....Kumohon hentikan.......ini sakit ahhhhh...."bertepatan ucapan Chika selesai.
Ricard sudah melakukan pelepasannya didalam Rahim Chika dengan sangat banyak,bahkan itu memenuhi rahimnya.
Tapi,Ricard belum juga melepaskan tongkatnya dari lembah Surga Chika,ia membiarkannya dulu karena merasa nikmat saat pelepasannya.
Nafas Ricard dan Chika sudah naik turun.Badan mereka berdua sudah dipenuhi dengan keringat,tapi kondisi Chika saat ini sedikit berantakan.
Rambutnya acak acakan,perutnya sudah banyak sekali cairan ma.ni Ricard yang sudah lengket,Ricard juga beberapa kali melakukan pelepasannya diperut Chika.
"Badanku terasa lemas semua.....Tapi ntah kenapa cairan Tuan sangat hangat dan nikmat dirahimku"ucap Chika dalam hatinya.
Ricard belum menyadari kalau dirinya saat ini dalam bahaya,mungkin masih merasakan nikmat.Jadi ia melupakan semuanya.
Saat Ricard sudah mulai bersiap siap ingin menggoyangkan pinggulnya.Tapi Chika mencoba menghentikan Ricard.
"Tuan....Kita sudahi dulu aja,aku sudah tak kuat"ucap Chika dengan lemas.
"Seka......"
Belum selesai ucapan Ricard,mereka berdua mendengar sebuah gedoran keras dibalik pintu closet dan suara orang marah.
Brakk....
Brakkkk.....
"Ricard apa yang kau lakukan didalam sialan.....Cepat kau buka pintu ini"ucap Suara itu.
Tapi Ricard mengetahui suara siapa itu,ia pun berdiri dan mulai merapikan bajunya dengan tergesa gesa.
"Tu......."
"Cepat kau rapikan dirimu"ucap Ricard yang langsung memotong ucapan Chika.
Ricard saat ini sangat panik dan takut sekarang.Chika yang melihat Ricard sangat ketakutan pun mulai merapikan bajunya juga.
Ia merapikan bajunya secara perlahan,karena kondisinya saat ini benar benar lemas.Apalagi didaerah lembah surganya,itu masih terasa sangat perih.
Ricard juga sudah selesai merapikan bajunya,tapi saat ia melihat Chika belum juga selesai.Ia pun menyuruhnya untuk didalam sini sebentar.
"Kau cepat selesaikan disini,sementara aku akan mencoba menahan pintu"ucap Ricard dengan lembut tapi masih ada kepanikan dalam dirinya.
"Baik Tuann......."ucap Chika dengan lemah.
Ricard yang melihat kondisi Chika saat ini pun merasa bersalah.Tapi ia menyamping kan itu dulu,ia harus memikirkan keadaan mereka supaya bisa selamat dulu.
Tapi gedoran pintu mulai terdengar lagi,Ricard pun bertambah panik saat ini.
Brakkkk.....
Brakkk......
"Apa kau sudah tak bisa mendengar ucapan Ibu lagi Ricard.....Cepat kau buka pintu ini"ucap Ibu Ricard,atau Mary Card.
__ADS_1
"Iya bu....Sebentar lagi selesai"ucap Ricard panik.
Tapi Mary Card malah salah mengartikan,ia mengira kalau Ricard masih ingin menuntaskan kegiatan panasnya bersama seorang wanita.
"Apanya yang sebentar lagi sialan...Cepat kau buka pintu ini"ucap Mary Card dengan kemarahannya.
Chika pun juga sudah sangat ketakutan,ia tak menduga kalau Mary Card yang berada dibalik pintu.
Ia pun mulai mempercepat merapikan bajunya,Ricard juga sudah mulai keluar dan menutup pintu lagi.
"Ibu kenapa bisa berada disini"ucap Ricard dengan ketakutan,Ricard juga melihat Qin Sheila berada dibelakang ibunya dengan menunduk.
"Ini pasti ulah sipolos dingin ini...Aku akan menghukummu nanti saat dimassion"Ucap Ricard dalam hatinya.
"Seharusnya ibu yang bertanya,sedang apa kau didalam.Hah...."Tanya Mary Card sambil menatap tajam Ricard.
Ricard juga tak tau mau menjawab apa,ia sudah mati kutu saat ini.
"Mampuslah aku..."Pikir Ricard dengan sedih.
"A...kkuuu....sedang......."
"Minggir kau dulu"ucap Mary Card yang langsung memotong ucapan Ricard.
Ia mendorong Ricard kesamping dan membuka pintu Closet.Saat pintu dibuka,Mary Card membulatkan matanya saat melihat kalau wanita yang berada didalam adalah Chika Lauren,Gadis yang terkenal baik ramah dan sangat lembut.
Bahkan ia melihat kondisi Chika Lauren sangat berantakan.Wajahnya terlihat sangat lesu,rambutnya acak acakan bahkan ia baru selesai mengancingi baju kamejanya.
Tapi berbeda dengan Chika,ia mendapat tatapan dari Mary Card sangat ketakutan.Ia berfikir akan mendapat amukan dari Mary Card selaku Nyonya Bos pemilik Hotel SuiteFull.
Chika bahkan menundukkan kepalanya dengan ketakutan,terlihat juga kalau matanya sudah berkaca kaca.
tapi ia sangat terkejut saat mendapat pelukan dan suara lembut dari Mary Card.
Chika juga tak menjawab pertanyaan Mary Card,ia hanya diam sambil tertunduk.
Melihat pertanyaaannya tak dijawab,Mary Card hanya memiliki satu pemikiran,pasti Ricard sudah mengancamnya.
Mary Card pun melepaskan jaket tebalnya dan memberikannya ke Chika untuk dipakai.Mary Card sangat sering memakai Jaket tebal saat dimalam hari.
Jadi secara kebetulan melihat kondisi Chika saat ini,ia pun memberikannya ke Chika.
Chika juga tak berani menolak pemberian dari Mary Card,ia pun langsung memakainya.
"Ayo kita keluar...."Ucap Mary Card sambil memeluk bahu Chika dari samping,Chika juga membalasnya dengan anggukan dan keluar bersama Mary Card.
Saat sudah didepan pintu,mereka berdua melihat Ricard yang sudah tertunduk dengan takut bersama Sheila
"Kau ikut ibu keruang Bisnis A.01 sekarang ....."ucap Mary Card dengan marah,dan Ricard pun menjawabnya dengan anggukan.
"Sheila kau disamping ibu saja,nanti kau diapa apain oleh Ricard ini"ucap Mary Card,Sheila pun juga mengangguk paham.
Mereka Berempat pun pergi menuju Ruang Bisnis A.01.Sesampainya disana Mary Card langsung menduduki Chika disamping Carissa.
Semua orang juga bingung saat melihat kondisi Chika yang sedikit berantakan ditambah lagi Ricard yang sedang ketakutan.
"Kenapa dengan Chika....."Tanya Rimark Stive kearah Mary Card.
"Ada dengan Chika bu...."Tanya Carissa juga.
Tapi Begal Linu hanya sedikit tersenyum sambil mengeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Dasar anak Muda... "ucap Begal Linu dalam Hatinya.
Sedangkan Mary Card yang mendapat pertanyaan dari Suami dan anaknya,ia tidak segera menjawabnya.Melainkan mengambil sebuah rotan kecil yang terselip disamping Tv.
Mary Card selalu menyimpan rotan kecil diruang A.01 untuk memukul pantat suaminya jika ia dibuat kesal.
Ricard pun langsung panik saat ia melihat ditangan ibunya ada rotan kecil.
"Mampuslah aku......Cang'yi tolong bantu aku"ucap Ricard dalam pikirannya.
Tapi Ricard tak mendapat balasan dari Cang'yi.Ia pun hanya bisa mengutuk Cang'yi dalam hatinya.
"Disaat seperti ini kau tak mau menbantuku....."Gerutu Ricard ke Cang'yi.
Sedangkan didunia jiwa,Lan Cang'yi sedang terkekeh geli saat melihat wajah Ricard yang ketakutan.
"Hihihi......Tuan akhirnya mendapat hukuman dari ibu,nikmatilah Tuan"ucap Cang'yi dari dunia jiwa saat ia melihat kondisi Ricard saat ini.
Saat ini Mary Card sudah ada didepan Ricard sambil menjewer telinga Ricard,ia memukul pantat Ricard dengan rotan kecilnya.
Cetass....
Cetasss
"Dasar kau sialan......baru pertama kali bertemu,bukannya membanggakan ibumu.Kau malah mempermalukan ibumu"ucap Mary Card dengan geram.
Ricard pun merasakan sakit saat telinganya dijewer dengan kuat,ditambah lagi pantatnya dipukul dengan rotan.
"Bu ampuni aku.....Tadi aku tak sengaja"ucap Ricard sambil merasakan sakit.
"Tak sengaja kau bilang sialan....."ucap Mary Card dengan marah saat ia mendengar ucapan Ricard.
Cetass.........
Cetassss........
Semua orang pun hanya tertawa dengan keadaan Ricard saat ini,kecuali Qin Sheila dan Chika Lauren.
Mereka berdua merasa kasihan dengan Ricard,mereka berdua pun menyalahkan dirinya saat ini.
"Ini salahku.....Andai tadi aku tak mengatakan dimana Tuan tadi,pasti Tuan tak dimarahi ibu"Pikir Sheila dengan merasa bersalah.
"Andai tadi aku menolak ajakan Tuan,pasti keadaannya tak seperti ini"Pikir Chika Lauren dengan sedih saat melihat kondisi Ricard.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
__ADS_1
Dukungan kalian semangatkuš