Sang Pemandu

Sang Pemandu
Balikan Dengan Dosen Nita


__ADS_3

Setelah berjalan disepanjang lorong kampus,akhirnya Dosen Nita tiba didepan ruangan kantornya.


Ia sedikit melirik kekiri dan kekanan guna melihat apa ada orang disekitar ruangannya.


"Aman,tidak ada orang disekitar sini"pikir Dosen Nita dalam hatinya.


Saat ia telah memastikan tidak ada orang disekitar koridor ruangannya,ia pun bergegas membuka kunci pintunya dan masuk.


"Ayo masuk kedalam....."ucap Dosen Nita dengan suara yang terburu buru.


Ricard pun hanya tersenyum kecil melihat tingkah lucu Dosen Nita,ia seperti seorang pencuri yang ingin mencuri barang seseorang.


Tapi ia tetap melangkah masuk kedalam ruangan Dosen Nita dengan santai,ia kemudian duduk disofa yang telah tersedia.


Ricard juga cukup senang melihat Interior ruangan Dosen Nita yang sangat indah untuk dipandang.


Sedangkan Dosen Nita,ia bergegas mengunci pintu dan menaruh beberapa buku yang dibawanya dari kelas Ricard keatas meja.


Setalah itu ia melihat kearah Ricard dengan perasaan gugup,ia bahkan tak menyangka akan melakukan tindakan seperti ini.


Dimana ia ingin berduaan bersama Ricard didalam Ruangan kantornya.


Sedikit lama ia memandangi Ricard,ia lalu berjalan pelan kearahnya dan duduk disampingnya.


Ricard yang asik memandangi keindahan Ruangan itu pun sedikit terkejut melihat Dosen Nita telah duduk dengan gugup.


Bahkan ia juga melihat kalau pipinya telah memerah.


Tapi Ricard ingin sedikit Cool didepan Dosen Nita dan ingin mengerjainya.


"Ehem.....Bu Dosen,apa maksud ini semua"Tanya Ricard dengan suara yang datar.


Dosen Nita pun bingung mau menjawab apa,ia juga sedikit bimbang kalau ingin mengatakan ia mau berduaan bersama Ricard dan ingin mengungkapkan perasaan rindunya kepada Ricard.


"Emm....Ituu...."Belum sempat Dosen Nita menyelesaikan ucapannya,Ricard langsung memotong ucapannya.


"Bukannya anda ingin menghukum saya karena tidak menyelesaikan Materi yang anda berikan,dan kenapa juga Bu Dosen harus mengunci pintunya"Tanya Ricard dengan datar.


Dosen Nita pun bertambah gugup dan sedikit gemetar,ia bingung apa harus mengungkapkan isi hatinya duluan.


Apa lagi ia juga mendengar suara Ricard yang seperti tak menyukai sikapnya ini.


"Gimana ini....Apa yang harus aku lakukan saat ini"pikir Dosen Nita dengan mata yang mulai sendu.


Lama ia berfikir,akhirnya ia pun mulai menguatkan tekadnya untuk memeluk Ricard dari samping,namun dalam keadaan menangis.


"Hikss.......Aku masih mencintaimu,aku tak mau kita saling menjauh seperti ini..Hikss,maaf karena aku kemarin marah dan menamparmu waktu itu.Tapi aku mohon kita balikan lagi.....Hiks..."Tangis Dosen Nita didalam pelukan Ricard.

__ADS_1


Ia sudah tak peduli lagi akan egonya,yang ia mau sekarang hanya ingin balikan bersama Ricard.Karena ia telah sadar kalau dirinya tak bisa hidup tanpanya.


Sedangkan Ricard,ia sangat terkejut karena Dosen Hot dan keras kepala ini bisa mengungkapkan perasaannya duluan.


Namun ia cukup senang sekarang.


"Bu Dosen,Andalah yang meminta untuk putus dengannku,dan bukannya dirimu juga tak menyukaiku yang memiliki banyak kekasih"Tanya Ricard dengan pelan.


Dosen Nita pun mempererat pelukannya.


"Hiks...Hiks..Maafkan aku,aku sekarang tak peduli jika kau punya banyak kekasih asal kau ada disisiku saja,itu sudah cukup buatku hiks.hikss....."Jawab Dosen Nita dengan suara yang tersedu sedu.


Ricard pun membalas pelukan Dosen Nita ditubuhnya.


"Aku juga menyukaimu Bu Dosen"Ucap Ricard lalu ia menarik tubuhnya untuk duduk dipangkuan pahanya.


Dosen Nita tak menyadari kalau tubuhnya telah diangkat,ia masih bahagia didalam pelukan Ricard saat mendengar ucapannya.


"Hiks...Hikks....Apa itu artinya kita balikan lagi"Tanya Dosen Nita sambil terisak.


"Itu benar,tapi ada syaratnya"Bisik Ricard ditelinga Dosen Nita.


Dosen Nita pun sedikit menggigil mendengar bisikan Ricard.Namun,saat menyadari ucapannya yang mengatakan ada syaratnya.


Ia sebagai wanita yang sudah dewasa pun paham akan syarat yang ingin diajukan Ricard.Dirinya pun bahkan tersipu memikirkan apa yang akan diucapkannya.


"Apa itu?"Tanya Dosen Nita sambil menenggelamkan wajahnya didadanya.


Ricard pun sedikit tersenyum,tentu ia menyadari kalau Dosen Nita hanya berpura pura tidak tau.


Tangan nakalnya pun langsung bergerak kearah pantat montoknya sambil ia elus.


"Apa Dosen dewasa ini akan berpura pura tidak tau akan permintaanku"Tanya Ricard sambil menepuk pantat Montok Dosen Nita dipangkuannya.


Dosen Nita pun menjadi tersipu lagi,ia juga sudah menyadari kalau dirinya sedang diatas pangkuan Ricard.


Apa lagi dirinya juga sudah merasakan kalau tongkat panjang Ricard sedang berdenyut disela sela lembah sempitnya.


Dosen Nita pun mempererat pelukannya karena malu.


"A..kuu....tidak mengerti apa yang kau katakan"Jawab Dosen Nita dengan gugup.


"Masih berpura pura ternyata.....Baiklah aku ingin mencicipi lembah sempitmu Sayang"Bisik Ricard sambil menjilati telinganya.


"Emm....Riicard...Ge...lii"Erang Dosen Nita.


Tapi hatinya sangat bahagia dan menjadi malu malu mendengar permintaan Ricard.

__ADS_1


Sedangkan Ricard,ia terus mengecup telingannya dengan intens dan sangat rakus.Bahkan ia mulai turun kearah leher halus dan putihnya.


Mendapat serangan yang cukup agresif dari Ricard,ia pun semakin mengerang dengan kuat dan bertambah bergairah.


Ia sangat menikmati sensasi permainan lidah Ricard dilehernya itu,tangannya bahkan mulai memeluk kepala Ricard dengan erat.


"Emm...ahhh....Gelii..ahh.ahh"Erang Dosen Nita dengan nikmat.


Puas dengan menikmati leher jenjangnya yang halus dan lembut itu,Ricard mulai melepaskannya kecupannya sambil menatap mata Dosen Nita.


Ia tersenyum saat melihat wajah gairah Dosen Nita,tapi tak lama kemudian Dosen Nita merubah raut wajahnya dengan teripu malu.


Bahkan terlihat juga kalau dipipinya sudah sangat memerah,dirinya sempat melupakan rasa malunya dan mengerang dengan keras akan kenikmatan yang diberikan Ricard.


"Bu Dosen,anda sangat nakal juga ternyata"ucap Ricard sambil menetap wajah malu malu Dosen Nita.


"Ka...uu sangat cabull..."Jawab Dosen Nita dengan gugup.


"Aku ingin lebih,bisa kita berdua melakukannya sekarang"Tanya Ricard dengan lembut sambil mengelus pantat montoknya.


Dosen Nita pun mengangguk dengan malu malu,tentunya ia sangat mau melakukan kegiatan nikmat itu bersama Ricard.


Mendapat jawaban darinya,Ricard mulai mencium bibirnya dengan lembut.


Dosen Nita juga tak menolak ciuman dari Ricard,ia menerima bibir itu dan sedikit membuka celah bibirnya.


Namun,baru sebentar ia membukanya celahnya,lidah Ricard secara agresif masuk kedalam mulutnya.


Ricard menjelajahi kedalam mulut Dosen Nita dengan lidahnya,setelah itu ia melilitnya dan menghisapnya air liurnya dengan rakus.


Semakin lama,Dosen Nita pun merasakan kalau tubuhnya semakin memanas.


~


~


~


Bersambung


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2