Sang Pemandu

Sang Pemandu
Kenikmatan Clara


__ADS_3

Melihat kepergian Dosen Nita,Ricard pun hanya menghela nafas berat.Ia tak menyangka kalau Dosen Nita akan tetap dengan pendiriannya.


Tapi disisi lain,Clara sangat malu dan bahagia mendengar kejujuran dari Ricard tadi.


Saat telah merapikan bajunya,ia pun berdiri dan menatap Ricard dengan tersipu.


"Kenapa kau mengatakan kalau kita sedang bercinta tadi"Tanya Clara dengan malu malu.


Ricard pun melirik kearah Clara.


"Ya....Aku hanya tak mau berbohong saja"Jawab Ricard dengan santai,padahal ia tadi hanya ingin melihat respon dari Dosen Nita.


"Sekarang kita akan ngapain"Tanya Clara yang tak tau mau ngapain.


Mendengar itu,Ricard pun sedikit memikirkan apa yang harus ia lakukan saat ini.


Lama berfikir,ia pun sedikit mendapatkan ide untuk bersenang senang.


"Aku belum pernah merasakan suasana didalam kelas saat melakukan kegiatan panas"Pikir Ricard dengan cabul.


Ia pun bergegas kearah pintu dan menutupnya sambil menguncinya.


Ricard kembali lagi kearah Clara dan mendudukkan tubuhnya dipangkuannya.


Ia mulai mencium bibir mungil Clara dengan rakus sambil memegang pinggul lembutnya.


Sementara Clara,ia tak menyangka akan mendapatkan serangan ganas dari Ricard.


Awalnya ia berfikir Ricard pasti ingin melakukan ini dihotel.Tapi pikirannya salah,Ricard malah melakukannya didalam kelas.


Walaupun begitu,ia tetap menikmati setiap sentuhan dari Ricard.ia membalas ciuman dari Ricard dengan intens dan rakus juga.


Namun,saat sedang menikmati momen ciuman itu.Clara merasa kalau ciuman mereka lama kelamaan menajdi lebih memanas.


Apa lagi ia merasakan kalau Ricard telah mengigit bibir bawahnya,ia pun sedikit mengangkat bibirnya.


Saat bibirnya telah terbuka,lidah Ricard pun langsung masuk dan mulai melilit lidahnya.


tapi ia juga tetap menerima serangan lidah Ricard itu,sebenarnya Clara sudah mulai merasakan sensasi nikmat dari keagresifan Ricard.


Mereka pun bertukar ciuman dan air liur dengan waktu yang cukup lama.


Setelah itu,Ricard mulai melepaskan bibirnya dan menatap Clara dengan senyum cabulnya.


sementara Clara,nafasnya sudah terlihat tersengal.Apa lagi ia melihat tatapan cabul dari Ricard,wajahnya pun menjadi tersipu dan memerah.


"Sayang aku ingin melakukan sekarang didalam kelas"Ucap Ricard dengan lembut.


Clara pun menjadi salah tingkah,ia hanya mengangguk malu malu sambil menunduk.


Mendapat persetujuan darinya,Ricard pun mulai menurunkan Clara dari pangkuan pahanya.Lalu Ia menyandarkan tubuh Clara disebuah meja.


Posisinya saat ini sedang menyender tidur diatas meja,buah kenyalnya ia tekan kebawah sambil melihat kebelakang arah Ricard.


Apa lagi pantatnya sedang menungging dengan indah,Ricard pun menjadi tak sabar untuk menikmatinya.


Sedangkan Clara,ia tak paham akan posisinya ini.Dirinya hanya mengikuti apa kemauan dari Ricard sambil melihat kebelakang.

__ADS_1


Ia juga sedikit malu saat melihat tatapan Ricard kearah pantatnya dengan sangat cabul.


Ricard pun mulai mengelus pantat montok Clara dengan lembut.


Plakk...


Plakk....


Sesekali ia menepuk pantat itu dengan ringan.Puas dengan memandangi dan menepuk pantatnya.


Ricard pun mulai merobek gaun dan celana pendeknya Clara yang ada disekitar lembah sempitnya dengan cukup lebar,mungkin robekan sepanjang dari jari jempol hingga kejari kelingking.


Setelah itu,ia sedikit menggeser Cdnya kearah samping dan mulai mencolok lembah sempitnya dengan jarinya.


"Emm.....Ri..cardd....ahhh..."erang Clara saat ia merasakan Lembah sempitnya dicolok dengan jari tengah Ricard dengan sangat cepat.


"Ahh......emmm...enak....ahhh...."


Ricard terus mencoloknya dengan cepat sambil tangan kirinya ia menepuk pantat Clara.


Sementara Clara,tentunya ia merasakan sensasi nikmat dari sentuhan Ricard yang belum pernah ia rasakan sama sekali.


Hingga tak lama kemudian,Clara pun langsung mengeluarkan cairan beningnya saat jari Ricard masih mencolok.


Ia pun menjadi sedikit lelah dan mulai memejamkan matanya.


Tapi tak lama kemudian,ia langsung melebarkan matanya karena ada benda yang sangat besar telah menembus lembah sempitnya,ia pun merasakan sedikit sesak dan perih.


Ia hanya menoleh kebelakang dan melihat kerah Ricard yang ternyata telah memasukkan Tongkat panjang sambil mengoyangkan pinggulnya dengan pelan.


"Ahh...sakit...pelan pelan saja......emm aahhh"Erang Clara dengan sedikit perih.


Tangan kanannya juga langsung memegang tangan Ricard yang sedang memegang pinggulnya.


Ia melakukan itu untuk menghambat pergerakan Ricard supaya lebih pelan.


"ahhh....lebih....pelan saja....emmm"erang Clara,ia masih belum terbiasa dengan tongkat besar Ricard.


Namun Ricard tak mengehentikan pergerakannya,ia terus melajukan pinggulnya dengan lembut,sesekali ia juga menepuk pantat Clara dengan pelan.


Clara pun akhirnya hanya pasrah saja dengan keinginan Ricard itu,ia sekuat tenaga untuk menahan perih yang sementara itu.


Hingga tak lama kemudian,suara merdu Clara yang kenikmatan pun akhirnya mulai terdengar.


Ia sudah melupakan rasa perih itu dan menikmati tongkat besar Ricard itu.


"Emmm...ahhh....Ricard lebih cepat..... ahhh"erang Clara yang sudah merasakan nikmat duniawi.


Ricard pun mulai senang,ia pun menambah kecepatan pinggulnya.


Mendapat gerakan cepat dari Ricard,Clara pun akhirnya mengerang dengan keras.


"Ahh...iyaa...ini nikmat sekali"Erang Clara.


"Ternyata kau juga bisa mengeluarkan suara cabul itu dengan merdu sayang"ucap Ricard sambil mengoyang pinggulnya.


Clara pun sedikit merasa malu.

__ADS_1


"Ahhh....itu semua...karnamu..."Jawab Clara sambil mengerang.


Ricard pun tak segera menjawab ucapan Clara,ia sedikit mengangkat tubuhnya dan mulai meremas buah kenyal Clara yang sedang terbungkus kain itu.


"Ahhhh....Kau sangat rakus"Ucap Clara,ia tak menyangka kalu Ricard akan meremas buah kenyalnya saat seperti ini.


"Tapi ini cukup kecil sayang,aku akan memperbesarnya sekarang"ucap Ricard dengan cabul.


Ia pun meremas buah kenyal itu dengan sangat kuat.


Clara tentu saja sedikit sakit saat Ricard meremasnya dengan kuat,tapi disisi lain ia juga menikmati itu.Entah kenapa seluruh tubuhnya sangat panas dan ingin meminta hal yang lebih keras lagi.


"Ahhh....lebih cepat sayang ahhh.....dan juga lebih keras,remas dengan kuat"ucap Clara dengan mengerang lebih gila.


Tentu saja Ricard menuruti keinginan Clara itu,ia menambah tempo lajunya dan meremas buah kenyal itu dengan cukup kuat lagi.


Clara pun menjadi lebih gila karena kenikmatan itu.


"Ehh...emmm..iyaa..enak...sayang ini sangat nikmat...ahhh..."erang Clara dengan mata melihat keatas,ia sudah tak tau harus mengucapkan apa karena kenikmatan ini.


Hingga 1 jam telah berlalu.....


Ricard pun mulai merasakan tanda tanda kalau ingin keluar.


"Aku akan keluar sayang,dan aku juga akan mengeluarkannya didalam"bisik Ricard dengan menjilati daun telinga Clara.


"Emm....ahhh...iya boleh sayang,tubuh ini milikmu kok ahhhh....."erang Clara dengan sangat merdu.


Akhirnya waktu yang dinantikan pun tiba juga.


Cr00tttt......


Cr00tttttt.......


Ricard langsung melakukan pelepasannya didalam lebah sempit Clara,ia juga meremas dengan kuat buah kenyalnya itu.


"Hahh..hah...ini sangat hangat dan nikmat didalam rahimku"ucap Clara dengan kelelahan.


Ricard pun duduk dibangku sambil membawa tubuh Clara kepangkuannya,ia juga belum melepaskan tongkat besarnya dari dalam lembah sempit Clara.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2