
Anton duduk kembali dikursi sambil mencoba mengingat sesuatu.
Tak butuh waktu lama,ia pun ingat kalau ia ingin bertanya soal istrinya.
"Oh ya Tuan Muda,apa istriku ada kesini sebelumnya"Tanya Anton Lholo.
Ricard pun langsung bernafas lega,ia mengira kalau dirinya ketahuan sedang memandu kasih dengan Citra Kong,istri Anton Lholo.
Rupanya hanya bertanya tentang keberadaan istrinya.
"Situa bangka ini hampir membuat jantungku berhenti berdetak"Pikir Ricard dengan cemberut,tapi ia tetap menjawab pertanyaan Anton Lholo dengan ramah.
"Aku tidak tau Paman,Bibi belum ada kesini sama sekali.Memang ada apa paman sehingga bertanya tentang Bibi"Tanya Ricard dengan pura pura tidak tau.
Tapi Disisi lain,Citra Kong yang awalnya panik karena suaminya duduk kembali pun sekarang malah bertambah panik saat mendengar suaminya bertanya tentang dirinya.
Ia bahkan melepaskan tongkat Ricard dari mulutnya dengan sedikit paksa dan mulai gemetar takut.
Bagaimanapun juga,perbuatan yang ia lakukan saat ini adalah sebuah kesalahan besar.Wajar ia takut ketahuan dengan suaminya itu,walaupun disisi lain ia juga sangat menikmatinya.
"Tadi ia bilang ingin pergi ketoilet,saat 10 menit berlalu dia belum muncul juga diruangannya.Makanya aku bertanya apa dia kesini sebelumnya"Jawab Anton Lholo dengan sedikit terkekeh.
Ricard pun mengangguk paham.
"Mungkin setelah dari toilet,Bibi pergi kesuatu tempat Paman"Ucap Ricard dengan santai.
Ia kemudian menurunkan tangan kirinya sedikit kebawah dan membawa kepala Citra Kong kearah tongkatnya lagi.
Citra Kong yang lagi kesal akan jawaban Ricard pun langsung mencubit pahanya dengan kuat,ia cemberut karena Ricard mengatakan kalau dirinya ada disuatu tempat.
Ia takut kalau suaminya itu menyadari keberadaannya.
Tapi ia tetap memasukkan tongkat Ricard kedalam mulutnya.
Ia melahapnya dengan pelan sambil mendengar percakapan Ricard dan suaminya itu.
Setelah 10 menit percakapan tak jelas antara ia dan Anton Lholo,Ricard pun mulai merasakan tanda tanda akan keluar sekarang.
Tangan Kirinya pun memegang kepala Citra Kong dan sedikit menghambat pergerakan lahapannya.
Ia tak mau mengeluarkan cairannya disaat situasi seperti ini.Bisa gawat kalau Anton Lholo menyadari raut wajah leganya.
Tapi Citra Kong pun sedikit memahami situasi Ricard saat ini,ia adalah Milf muda yang berpengalaman.Tentu ia tau tanda tanda pria akan keluar.
"Ujung tongkatnya sudah sangat hangat dan berdenyut kuat,Tuan Muda pasti hendak keluar.Tapi kenapa Tuan Muda memperlambat gerakan mulutku ya"Ucap Citra Kong dalam hatinya.
Tapi setelah beberapa saat berfikir,ia sepertinya tau kenapa Ricard melambatkan gerakan mulut Citra Kong.
"Sepertinya Tuan Muda tak ingin suamiku tau akan raut wajah leganya nanti...."
"Ini sepertinya momen yang pas untuk mengerjai Tuan Muda"Pikir Citra Kong.
Tanpa berlama lama.
__ADS_1
Kedua Tangan Citra Kong pun langsung memegang Tongkat panjang Ricard,ia mengaduk dengan cepat bersamaan lidahnya menari diujung tongkat Ricard.
Sesekali ia akan menghisapnya dengan kuat supaya mempercepat keluarnya cairan hangat Ricard.
Sementara Ricard,ia malah bertambah panik saat ini.Ia sedikit tak senang jika Anton Lholo melihat ekspresi legahnya nanti.
Tapi disisi lain,ia juga tak bisa menolak lahapan nakal Citra Kong.Emutan Milf muda itu benar benar menggairahkan.
"Siall....Ini nikmat sekali.....Bibi sepertinya ingin mengerjaiku"Pikir Ricard dengan nikmat.
Ricard masih sekuat tenaga menahan Cairan hangatnya untuk keluar.
Akhirnya nasib baik ada dipihak Ricard,Anton Lholo pun bersiap siap untuk kembali keruangannya.
"Kalau begitu saya akan kembali dulu Tuan Muda"Ucap Anton Lholo dan mulai bangkit berdiri.
"Baik Paman......"Jawab Ricard dengan lembut.
"Cepatlah Tua bangka,aku mau Cr0.ottt sialan"ucap Ricard dalam hatinya.
Cairan hangatnya bahkan sudah diujung tanduk,itu tinggal nyari tempat saja untuk menembaknya.
Akhirnya waktu yang dinanti natikan pun tiba,Anton Lholo telah kembali keruangannya.
Ricard pun menyenderkan tubuhnya dikursi dan kedua tangannya mengayun kepala Citra Kong dengan sangat cepat.
"Gluugghhh....Glugghhhh....."Suara benturan ujung tongkat Ricard dimulut Citra Kong pun langsung terdengar dengan merdu,dan akhrinya pun...
Cro.otttt.....
Ricard pun langsung menembakkan cairan hangatnya didalam tenggorokan Citra Kong sambil menahan kepalanya dengan kuat.
Ia akhirnya baru bisa bernafas lega karena dari tadi ia harus menahan beban yang sedikit menyakitkan dalam hidupnya.
"Uhh.....ini nikmat sekali"ucap Ricard lalu melepaskan kepala Citra Kong dari dalam tongkatnya.
Ricard lalu mengelus kepala Citra Kong saat melihat ia menelan semua cairan hangatnya.
Terlihat juga matanya sedikit berkaca kaca karena harus menahan nafas dan sesak akibat Tongkat Ricard memenuhi seluruh mulutnya saat pelepasan.
Ricard terus mengelus kepalanya dengan lembut.
Sedangkan Citra Kong sedikit melihat keatas arah Rcard dengan wajah cemberut.
"Ada apa Bibi"Tanya Ricard dengan lembut.
"Tuan Muda tadi membuatku sangat panik saja"Jawab Citra Kong dengan cemberut.
Tapi dalam hatinya ia sangat bahagia mendapat perlakuan lembut Ricard,ia ingin terus merasakan elusan tangan Ricard dikepalanya itu.
"Hehehe......Tapi itu kan hanya sebentar Bibi"Jawab Ricard dengan terkekeh.
Citra Kong pun memajukan bibirnya dengan cemberut.
__ADS_1
"Tapi rasanya jantungku mau lepas saat suamiku bertanya tentang keberadaanku tadi"Ucap Citra Kong.
Tapi Ricard malah terkekeh mendengarnya.
"Hehehe....lagi pula sekarang paman sudah pergi Bibi,apa yang kita lakukan selanjutnya"Tanya Ricard sambil menarik tubuh Citra Kong agar duduk dipahanya.
Ia pun menoleh kebelakang dan menatap Ricard dengan nakal.
"Apa yang ingin Tuan Muda lakukan emangnya"Jawab Citra Kong dengan menggoda.
"Oh iya aku hampir melupakannya,apa Bibi tadi berniat mengerjaiku hah"Tanya Ricard sambil menggelitik perut Citra Kong.
"Tuan Muda Geli...Kapan aku mengerjai Tuan Muda"Tanya Citra Kong dengan tertawa kecil karena digelitik Ricard.
"Kenapa Bibi mempercepat lahapan Bibi saat aku sedang ingin menghambatnya untuk keluar"Tanya Ricard lalu mulai meremas kedua Buah kenyal Citra Kong dengan tangannya.
"Emmm.....Itu....Tuan Muda yang lebih dulu mengerjaiku"Jawab Citra Kong sengan mengerang lembut.
Ricard pun semakin memperkuat remasannya.
"Kalau begitu Bibi harus dihukum sekarang"Ucap Ricard lalu mengecup leher Citra Kong dari belakang
Karena posisi Citra Kong duduk dengan membelakangi Ricard,Ricard pun menjadi lebih leluasa untuk meremas kedua buah Kenyalnya.
"Tuan...Muda...emmm...ahhh....remas lebih kuat lagi ahhh.....Aku menginginkan hukuman dari Tuan Muda juga"Ucap Citra kong dengan mengerang.
"Baiklah Bibi...."Jawab Ricard.
Ia pun mulai meremas dengan sedikit lebih kuat lagi sambil menjilat dan menghisap leher putih Citra Kong.
Tapi,saat sedang menikmati remasan dari Ricard.Mereka berdua lagi lagi mendengar sebuah ketukan.
Tok....
Tok....
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1