Sang Pemandu

Sang Pemandu
Perkenalan Keluarga


__ADS_3

Setelah menghabiskan beberapa waktu diperjalanan menuju bandara,Ricard dan yang lainnya akhirnya tiba disebuah bandara Shanghai.


Mereka semua pun memesan tiket untuk pulang keprovinsi Ngadiang.


Tak ada yang istimewa diperjalanan mereka hingga tiba dibandara provinsi Ngadiang.


Pukul 12:00 siang mereka tiba diprovinsi Ngadiang,mereka semua pun dijemput sebuah mobil mewah yang cukup besar.


Yang menjemput Ricard dan lainnya adalah Ling'er sendiri.Ia sudah diberitahu Ricard jika ia akan pulang.


Jadi Ling'er pun bergegas menuju bandara.


Didalam mobil,Ricard duduk disamping Ling'er yang sedang mengemudikan mobil,sementara kelima gadisnya duduk dibelakang sambil berbincang dan tertawa.


"Apa ada sesuatu yang terjadi disini saat aku pergi"Tanya Ricard dengan basa basi.


Ling'er pun dengan cepat menjawab.


"Tidak ada Tuan yang terjadi.....Hanya saja Ayah,ibu,kakak dan beberapa wanita Tuan datang berkunjung kemansion"Jawab Lin'er dengan datar,karena itu adalah ekspresi bawaan lahir dari Ling'er.


Ricard pun tersenyum kecut,ia sedikit khawatir bagaimana reaksi ibunya sekarang setelah mengetahui dirinya punya segudang wanita cantik dimansion.


"Padahal baru 3 hari tidak bertemu denganku,kenapa cepat sekali ibu datang"Pikir Ricard,tapi disisi lain ia sangat bahagia jika ibunya berkunjung.


Hanya saja ia khawatir akan reaksi ibunya saat mengetahui ia mengoleksi wanita cantik.


"Kapan mereka tiba di Ngadiang"Tanya Ricard.


"Mungkin sekitar 2 jam yang lalu Tuan"Jawab Ling'er.


"Berarti ibu datang jam 10 pagi"ucap Ricard sambil menyenderkan kepalanya dikursi.


"Benar Tuan....."Jawab Ling'er.


Lama terdiam,Ricard pun ingin sedikit bertanya dengan Ling'er mengenai hal hal dewasa.


"Apa nanti kau bisa memijitku dikamar Ling'er"Tanya Riacard.


"Tentu bisa Tuan"Jawab Ling'er yang masih menunjukkan ekspresi datarnya.


Ricard pun sedikit senang mendengarnya.


"Itu artinya,aku punya peluang untuk membuatnya mende.sah nanti"Pikir Ricard dengan cabul.


"Baiklah.....Saat tiba dimansion,kau langsung saja kekamarku"ucap Ricard.


"Baik Tuan"Jawab Ling'er.


Sebenarnya ia sedikit tau apa yang diinginkan oleh Ricard,tapi ia tak memper masalahkan itu jika Ricard menginginkan tubuhnya.


Dibalik eksprsi datarnya,Ling'er sudah bertekad akan melayani Ricard dengan sepenuh hatinya.Jadi,apa yang diinginkan oleh Ricard pasti ia tak akan menolaknya malahan ia senang jika Ricard masih menginginkan dirinya.

__ADS_1


Setelah mengahabiskan waktu 15 menit diperjalanan.Mereka semua akhirnya tiba dimansion Ricard dan turun dari mobil.


Siao May,Lala dan Merry pun langsung memandangi Mansion Ricard dengan sangat kagum akan kemegahannya.


Bahkan jika mereka bertiga memandingi mansion Ricard dengan Mansion Keluarga Chai dan Thod,maka itu akan kalah jauh.


Mansion Ricard ini bisa disebut layaknya sebuah istana megah.


Mereka semua pun melangkah masuk kedalam Mansion.


Tapi,baru saja mereka masuk keruang tamu.Mereka semua melihat ayah ibu kakak dan beberapa wanita Ricard yang lainnya sedang berkumpul sambil berbincang.


Sementara sebagian dari kekasih Ricard sedang berada di Perusahaan dan Cafe yang sedang mereka urus.


Ricard pun menyuruh keempat gadis yang ia bawa untuk duduk dikursi yang masih kosong.


Sementara Ricard langsung duduk disamping ibunya.


"Kenapa ibu dan ayah cepat sekali datang kesini"Tanya Ricard.


Tapi Mary Card atau ibu Ricard sedikit mengkerutkan keningnya dengan kesal.


"Apa kau tak suka jika ibu datang berkunjung kemari"Tanya Mary Card sambil menatap Ricard dengan sedikit tajam.


Ricard pun langsung panik.


"Siapa yang bilang tidak suka,hanya saja aku bingung kenapa ibu secepat ini berkunjung.Bukannya pekerjaan ayah dan ibu cukup banyak......."


"Ibu hanya ingin melihat semua calon menantu ibu saja,lagi pula Gisel dan Chika ingin tinggal bersamamu disini sekarang"ucap Mary Card.


Ricard pun melihat kearah Gisel dan Chika yang sedang menunduk.Mereka hanya duduk diam dari tadi tanpa bersuara.


"Apa mereka sudah mendapatkan izin dari keluarga mereka"Tanya Ricard.


"Apa yang perlu kau diragukan,lagi pula mereka ini calon menantu ibu dimasa depan"Jawab Mary Card.


Mendengar itu,Ricard hanya mengangguk saja.Lalu ia pun mulai memperkenalkan ketiga gadis barunya.


"Oh ya ibu,ini kekasih baruku lagi"Ucap Ricard sambil menunjuk kearah Lala Siao May dan Merry.


Mary Card sedikit cemberut karena Ricard mendapatkan mekasih baru lagi.


Tapi perhatiannya mendadak menjadi tak senang saat ia melihat kehadiran Siao May disini.


"Apa kau Siao May Tetua keempat dari Keluarga Thod"Tanya Mary Card dengan tajam.


Mary Card tentu saja tau siapa Siao May dan hal kejam apa saja yang telah ia dilakukan bersama keluarga Thod.


Sedangkan Siao May yang ditanya seperti itu pun menjadi gugup.


"Be...naar Bibi....Saya juga telah berteman dengan Riacard dari kami kecil"Jawab Siao May dengan gemetaran.

__ADS_1


Ia takut kalau Mary Card nanti tak merestui dirinya bersama Ricard.


"Apa ia memang sudah menyukai putraku yang bodoh ini"Pikir Mary Card,tapi ia mengesampingkan itu dulu.


Ia percaya terhadap Ricard jika ia tak akan salah memilih kekasih.


Mary Card pun melirik kearah Merry Chai.


"Dan kau pasti Merry Chai dari Keluarga Chai kan"Tanya Mary Card.


Merry pun dengan cepat mengangguk dan terlihat malu malu,ia juga sangat bahagia karena bisa dikenal dan bertemu oleh orang terkaya No 2 Dichina ini.


"Kalau yang ini"Tanya Mary Card sambil menunjuk Lala.


"Salam Nyonya,nama saya Lala"Jawab Lala sambil membungkuk dengan sopan.


Mary Card cukup puas dengan mereka semua,tapi ia tetap berhati hati terhadap Siao May.


Walaupun Siao May sudah menjadi kekasih Ricard,tetap saja Mary Card belum percaya terhadap seorang mantan pembunuh.


Saat semua orang sedang berbincang dan saling mengenal.Ricard diam diam pergi menuju kamarnya untuk mendapatkan servis dari Ling'er.Gadis dengan wajah datar dan dingin.


Ia pun membuka pintu kamarnya dan menutupnya kembali dengan pelan pelan.


Saat telah masuk kedalam kamarnya,ia pun langsung bernafas dengan lega.


"Aku merasa seperti pencuri saja"pikir Ricard.


Ia pun menoleh kearah Ling'er yang sedang duduk sambil memakai sebuah lingeria tipis.


Ricard langsung terdiam dengan bodoh melihat pemandangan didepannya.


Tubuh Ling'er langsung tercetak dengan sempurna dibalik Lingeria itu,bahkan bagian terlarangnya sedikit terlihat dengan samar.


"Siapa yang mengajari gadis datar ini memakai baju seperti itu"Pikir Ricard.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2