
Tapi Ricard tetap tersenyum mendengar ucapan ibunya dan kakaknya itu.
"Kalau Ibu dan kakak tidak percaya,tanya saja kepaman Begal Linu"ucap Ricard dengan santai.
Mary Card dan Carissa pun menoleh kearah Begal Linu sambil menatapnya.
"Hey Tua Bangka,beri tau umur berapa sekarang"ucap Mary Card dengan judes.
Sedangkan begal Linu yang mendengar ucapan Mary Card pun menoleh kearah Rimark Stive sambil tersenyum.
"Menurutmu,berapa umurku Adik Rimark"Tanya Begal Linu dengan senyumannya.
Mereka semua pun menatap Rimark Stive atau ayah Ricard dengan intens.
Glukk.....
Suara ludah tertelan dengan kasar pun terdengar.
Rimark yang melihat istrinya menatap dengan begitu pun,seperti sedang berhadapan dengan seekor singa yang lagi kelaparan.
Rimark Stive pun menjelaskan pertemuanya dengan Begal Linu
"Aku bertemu denganya saat aku berumur 12 tahun,itupun wajahnya masih tetap begini.Aku sekarang berumur 52 tahun....."
"Jadi perkiraan kasar ku,umurnya sudah 100 tahun lebih"ucap Rimark dengan sedikit gugup.
Lagi lagi Mary Card dan Carissa terkejut mendengar ucapan Rimark Stive.
"Bagaimana Mungkin....."ucap Mary Card dan Carissa bersamaan dengan terkejut.
"Tapi,bagaimana ia bisa mencapai umur segitu,dan kenapa ia tidak mati juga"ucap Mary Card yang masih terkejut akan umur Begal Linu.
Tapi Begal Linu malah kesal mendengar ucapan Mary Card.
"Apa kau ingin aku cepat mati adik ipar"ucap Begal Linu dengan kesal.
Tapi Mary Card tak menjawab ucapan Begal Linu,ia menatap Ricard dan bertanya.
"Lalu bagaiman kau tau umur Situa bangka ini"Tanya Mary Card.
"Rahasia......."ucap Mary Card dengan tersenyum.
Tapi Mary Card langsung kesal dibuat Ricard,ia pun menarik kuping Ricard dengan lumayan Kuat.
itupun membuat Ricard langsung kesakitan tapi sedikit bingung.
"Ibu ampun....sakit aduhh"ucap Ricard dengan kesakitan,Mary Card pun langsung melepaskan jewerannya.
Setelah terlepas dari jewerannya,Ricard langsung bertanya kepada Cang'yi.
"Cang'yi kenapa aku bisa merasakan sakit hanya sebuah jeweran kecil dari ibuku"tanya Ricard dalam hatinya dengan bingung.
__ADS_1
Cang'yi juga memperhatikan dari awal hingga akhir pembicaraan mereka semua dari dunia jiwa.
Pikiran,Mata dan telinga Ricard itu selalu Terhubung dengan Cang'yi.Jadi apa yang Ricard lihat dan dengar,cang'yi bisa tau.
Tapi itu tergantung cang'yi nya juga.Apa Cang'yi mau melihat atau mendengarnya juga.Sementara untuk pikiran,cang'yi dan Ricard akan selalu terhubung.
"Saya Juga tidak tau Tuan,mungkin kekuatan dan kekebalan tubuh Tuan tidak terpengaruh dengan Ibu Tuan.Atau bisa disebut kena Counter oleh Ibu Tuan"ucap Cang'yi dengan menjelaskan sedikit.
Sedangkan Ricard yang mendengar ucapan Cang'yi pun tidak bertanya lagi.
"Huft....Itu artinya aku tidak boleh membuat ibu marah"ucap Ricard dalam hatinya.
Ricard pun menoleh dan melihat ibunya sedang cemberut.Ia pun berniat memberikan sedikit hadiah agar ibunya tidak cemberut.
"Apa ibu mau Pil yang bisa membuat kulit tetap awet muda dan wajah yang akan bertambah cantik"ucap Ricard dengan lembut.
Mary Card yang mendengar itupun langsung saja bahagia,ia menatap Ricard dengan penuh antusias.Bahkan Carissa pun juga ikut ikutan menatap dan duduk disamping Ricard.
"Mana sayang,ibu mau satu"ucap Mary Card dengan antusias.
"Aku juga mau adik"ucap Carissaa yang tak kalah semangat juga.
Mendengar ucapan Ibunya dan kakaknya,Ricard pun langsung berpura pura merogoh sakunya dan mengambil satu botol yang berisi 2 pil.
Ricard pun menyerahkan botol itu ketangan Mary Card.
"Ibu satu dan kakak satu,tapi itu harus dikomsumsi saat mandi dan berendam dengan diair hangat saja"ucap Ricard.
"Carissa nanti ibu berikan,sekarang ibu simpan dulu......Tapi Ricard,apa ini ampuh"Tanya Mary Card,dan Carissa juga hanya mengangguk saja.
"Lihatlah kulitku dan wajahku ibu"ucap Ricard yang memamerkan kulit dan wajahnya.
Mereka berdua pun memperhatikan kulit dan wajah Ricard dengan seksama.
"Wah...benar benar halus,ini bahkan lebih halus dari kulitku bu....."ucap Carissa dengan menyentuh kulit tangan Ricard yang halus.
"Benar,berarti Pil ini ampuh"ucap Mary Card dengan bahagia.
Sedangkan Rimark Stive dan Begal Linu hanya mengeleng gelengkan kepala saja dengan kelakuan mereka berdua.
Lagi pula,wanita mana yang tidak ingin tampil cantik.Pasti mereka berdua ingin cantik,itulah mengapa mereka berdua tampak sangat bersemangat.
"Oh iya Ricard,apa kau sudah memiliki kekasih"Tanya Rimark keputranya itu.
Tapi belum sempat Ricard menjawab,Begal Linu sudah tertawa dengan keras.
"Hahaha.....Kalian tau,Ricard sudah menjadi kekasih putriku.....Tidak hanya putriku saja,Ricard juga memiliki 7 kekasih lainnya"ucap Begal Linu.
Mereka semua pun terkejut lagi dengan Ricard setelah mendengar ucapan Begal Linu.
"Benarkah itu nak,Apa mereka semua tak marah kau memiliki kekasih sebanyak itu"tanya Mary Card,ia pasti paham kalau ada beberapa wanita yang tidak ingin diduakan.Termasuk dirinya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Begal Linu dan ditambah lagi dengan pertanyaan ibunya,membuat Ricard sedikit pusing.
"Huft...Itu benar Ibu,dan mereka semua juga tak masalah dengan itu,asal aku harus bersikap adil terhadap mereka semua"ucap Ricard.
"Baguslah kalau begitu nak,itu artinya kau harus cepat menikahi mereka semua dan memberikan ibu cucu yang banyak"ucap Mary Card dengan kegirangan.
Dan lagi lagi Ricard dibuat pusing oleh antusias ibunya.
"Iya bu...Tapi aku belum bisa menikahi mereka dengan cepat,aku harus menyelesaikan Kuliah ku dulu dan membangun Bisnisku sampai keluar Negri"ucap Ricard dengan lembut kepada ibunya.
Mary Card pun mengangguk paham dengan sikap Ricard itu.
"Ibu paham nak dengan keinginanmu itu,tapi kau juga jangan sekali kali menyakiti hati mereka semua.Kalau saja sampai terdengar,ibu harap kau hati hati"ucap Mary Card dengan sedikit ancaman.
Ricard pun mengangguk patuh,ia juga tidak akan bisa berbuat apa apa jika bersama ibunya ini.
"Kapan kau rencana mempertemukan mereka dengan ibu"Tanya Mary Card.
"Itu terserah ibu saja,aku bebas mau mempertemukan mereka dengan ibu kapan saja"Jawab Ricard.
"Baiklah....Besok ibu akan bertemu mereka sekalian mengajak putri begal linu.Ibu yakin kalau putri Begal Linu belum bertemu dengan para wanitamu kan"Tanya Mary Card.
"Baiklah besok kita berangkat.Soal itu benar ibu,aku baru tadi malam menjadi kekasih Gisel Linu"Jawab Ricard.
Sebenarnya,Rimark Stive dan Mary Card sudah pernah bertemu dan mengenal Gisel Linu,tapi karena kondisi tubuhnya yang bisu waktu itu.Ia tak ingin keluar Massion dan hanya mau didalam massion sambil berlatih beladiri dan berpedang.
"Baguslah nanti malam kau tidur dimassion ibu saja ya.Sekarang kita makan siang dulu......."
"Lihat sudah pukul 13:30 .Ini karena kita keasikan berbicara hingga lupa waktu untuk makan siang"Ucap Mary Card.
"Baik bu,aku menurut saja dengan keinginan ibu"ucap Ricard.
Setelah mereka semua puas berbincang dan saling mengenal.Mereka semua pun memesan makanan ke ruang Bisnis A.01 dan mulai makan siang.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš**
__ADS_1