
Tapi jauh dari lubuk hatinya,Xiao Ting masih bingung apa ia harus melanjutkan ini atau tidak.
Ia pun membalikkan tubuhnya sambil menatap Ricard dengan ekspresi serius.
"Apa kau hanya ingin menikmati tubuh Guru atau benar benar menyukaiku.Aku ingin mendengar kejujuranmu saat ini juga"ucap Xiao Ting.
Ricard tersenyum mendengar ucapan Xiao Ting,ia mengelus Pipinya dan menciumnya dengan singkat.
"Kecantikan dan Kebaikan Guru waktu itu telah membuatku menjadi mencintai Guru.Tapi aku juga tak akan berbohong kepada Guru,aku memiliki beberapa kekasih lagi......."
"Tapi mereka tidak tinggal didunia ini bersamaku,mereka tinggal didunia yang sangat jauh dari sini.Tapi yakinlah Guru kalau aku juga sangat mencintaimu"ucap Ricard dengan mengeluarkan jurus rayuan pulau Buaya.
Xiao Ting pun tersenyum bahagia mendengar kejujuran dari Ricard,ia juga tak akan marah karena Ricard memiliki kekasih lain.
Ia tau kalau jenius sepertinya pasti banyak wanita yang mengantri,apa lagi dimasa depan ia sangat yakin kalau Ricard pasti menjadi salah satu Kultivator terkuat dialam ini maupun dialam atas nantinya.
Itu bisa dilihat dari kejeniusan Ricard saat berkultivasi,dimana ia bisa sampai ketingkat Qi Langit tahap puncak dengan waktu 1 bulan saja.
"Aku juga mencintaimu...."Ucap Xiao Ting sambil mencium bibir Ricard dengan singkat,tapi saat ia hendak melepaskan ciumannya itu.
Rupanya tangan Ricard telah bergerak dengan cepat menahan kepala bagian belakangnya.
Akhirnya mereka berdua pun menikmati ciuman itu dalam waktu yang cukup lama.
Namun Xiao Ting yang baru merasakan perasaan bahagia karena mendengar ungkapan cinta dari Ricard pun mulai menginginkan ciuman yang lebih dari kekasih barunya itu.
Ia pun langsung bergerak dengan menindih tubuh Ricard,setelah itu ia mulai memasukkan lidahnya kedalam mulut Ricard.
Meskipun ini pengalaman pertama kali baginya,tapi ia sudah mengetahui langkah selanjutnya karena dia pernah membaca buku tentang paduan bercinta.
Serangan buas Xiao Ting membuat Ricard sangat bergairah,ia pun mengangkat tubuhnya bersama tubuh Xiao Ting.
Setelah Xiao Ting duduk dipangkuannya ia masih meciumnya sambil tangannya bergerak membuka kancing dan pengait gaunnya dengan perlahan.
Bersamaan dengan itu,Ricard juga dengan cepat membuka Bra biru muda yang lagi membungkus Buah Kenyalnya yang cukup besar itu.
Ricard pun melepaskan tautan bibirnya dan menatap buah kenyal Xiao Ting dengan rakus.
"Guru ini sangat indah,bahkan pu.ting guru sudah membesar"ucap Ricard sambil terus menatap keindahan Buah Kenyalnya.
Xiap Ting tentu malu mendengar ucapan Cabul Ricard,dengan kepala menunduk dan kedua tangannya menutup buah kenyalnya,ia pun menjawab ucapan Ricard dengan malu malu.
__ADS_1
"Jan...ngann...menatapnya seperti"ucap Xiao Ting dengan tersipu malu.
Ricard tersenyum mendengar ucapan malu malu Xiao Ting,biasanya ia akan mendengar ucapan yang tegas dan datar darinya,tapi sekarang ia menunjukkan ekspresi yang tersipu malu.
Ricard pun dengan perlahan mulai membaringkan tubuh Xiao Ting,ia ingin secepatnya merasakan kenikmatan dari Buah Kenyalnya itu.
Setelah itu ia melahap dan menghisap pu.ting Xiao Ting dengan lembut.Rasa asin dari buah kenyalnya itu pun membuat Ricard tampak semangat untuk melahapnya.
"Emm.....ahhh....."Xiao Ting mulai mengerang dengan lembut saat merasakan lidah Ricard bermain dibuah kenyalnya.
Ini pertama kalinya ia merasakan nikmat duniawi,apa lagi saat Ricard menggigit Pu.tingnya,itu seperti menambah rasa panas ketubuhnya.
"Ahhh.......Emmm......Jangan terlalu kuat menggigitnya"Erang Xiao Ting.
Walaupun ia berkata jangan,tapi hatinya merasa ingin meledak akan kesenangan yang Ricard berikan.
Ia pun tanpa sadar mulai menjambak rambut Ricard dengan kuat,bahkan desahannya juga terdengar sangat keras saat ini.
Ricard tidak main main untuk melahap Buah Kenyal itu,ia menggigit sambil kedua tangannya menekan salah satu buah kenyalnya
Ricard melakukan itu agar air susu Xiao Ting keluar dengan deras,padahal yang sebenarnya keluar hanyalah air keringat.
Karena air susu itu bisa keluar untuk wanita yang sudah melahirkan.
Ricard merobek kain itu dan menarik Cd hitamnya hingga terlepas,setelah itu ia melemparkannya kesembarang tempat.
Saat keindahan surgawi dari lembah sempit Xiao Ting telah terpampang dengan jelas,Ricard pun terpesona dan menjilati bibirnya dengan cabul.
Xiao Ting sangat malu saat melihat Ricard terus memandangi lembah sempitnya tanpa berkedip.
Ia menutup lembah sempitnya dengan kedua tangannya.
"Jangan melihatnya begitu...."Ucap Xiao Ting sambil menoleh kesamping karena tersipu malu.
Ricard pun tersenyum dan menyingkirkan kedua tangannya yang menutup lembah sempit itu.
"Guru kenapa kau menutupnya,ini sangat indah.Lihat bulu bulu kecil yang halus ini seperti menambah keindahan dari lembah sempitmu"ucap Ricard dengan mengelus lembah sempitnya.
Wajah Xiao Ting pun menjadi merah padam,ia benar benar sangat malu Ricard memuji lembah sempitnya.Tapi hatinya juga sangat bahagia karena Ricard masih menyukai bentuknya.
"Kalau kau menyukainya jangan hanya dilihat saja,itu membuat Guru sangat malu"ucap Xiao Ting yang masih tersipu malu.
__ADS_1
"Guru tenang saja,sebelum tongkatku masuk kesini,lidahku dulu yang akan menjelajahi kedalaman lembah sempitmu ini"Ucap Ricard dengan menggoda.
Tanpa berlama lama lagi,lidah Ricard dengan cepat mulai menjilati sela sela lembah sempit itu.
Rasa asin dan panas pun Ricard rasakan dilidahnya,ia pun dengan lihai menjelajahi dan menerobos masuk kedalam dengan lidahnya.
Xiao Ting yang baru pertama kali merasakan kenikmatan itu pun langsung mendesahh dengan gila.
"Ahhh.....Itu sangat ge...lii ahhhh"erang Xiao Ting dengan mata yang terpejam.
Ia benar benar menikmati permainan Lidah nakal Ricard dilembah sempitnya itu,ia mendesahh dengan keras sambil tubuhnya sedikit bergerak seperti cacing kepanasan.
Bahkan hanya dalam waktu 5 menit Ricard menjelajahi lembah sempitnya itu,ia langsung merasakan akan keluar.
"Ahhhh.....Ricard....Guu..ruuu mau pipis ahh.....emm....ahhhh"erang Xiao Ting dengan keras.
Kakinya yang halus itu juga sudah melilit leher Ricard bersamaan dengan kedua tangannya menjambak Rambut Ricard dengan kuat.
Blurr.........
Blurr........
Cairan bening Xiao Ting pun keluar dan langsung menembak keseluruh wajah Ricard.
"Hah......Hahh......Maa....aaf...aku tak bisa menahannya tadi"ucap Xiao Ting dengan nafas yang sangat kelelahan,ia mulai melepaskan jambakan dan lilitan kakinya dileher Ricard.
Ricard tentu tak mempermasalahkan air surgawi yang mengalir diwajahnya itu,ia mengelap seluruh cairan itu dan menatap Xiao Ting dengan sangat cabul.
~
~
~
Bersambung
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
__ADS_1
Dukungan kalian semangatkuš