
Tanpa berlama lama lagi,Ricard langsung membuka seluruh bajunya dan berbaring disamping Xiao Ting.
"Guru ayo sekarang giliranmu untuk memainkan tongkatku dengan mulut nakalmu itu"ucap Ricard dengan tersenyum cabul.
Xiao Ting hanya mengangguk dengan malu malu,ia pun langsung sedikit berlutut didepan tongkat besarnya Ricard.
Ia menggenggam tongkat Ricard sambil menatapnya dengan sangat terpesona.
"Ini benar benar sangat besar,bahkan dibuku paduan bercinta tidak sebesar ini ditulis"Pikir Xiao Ting.
Ricard pun hanya terseyum kecil melihat Xiao Ting yang terpesona akan keperkasaan tongkatnya.
"Guru ayo telan Tongkatku,aku sudah tidak bisa lagi menahannya"ucap Ricard dengan menggoda.
Dengan perasaan yang sedikit bedebar,ia mulai melahap tongkat Ricard secara perlahan.
Ia memaju mundurkan mulutnya diujung kepala tongkat Ricard.
Ricard hanya sedikit merasakan sensasi nikmat dengan permainan Xiao Ting.
"Guru ayo lahap semuanya dan jangan lupa mainkan lidahmu diujung tongkatku itu"ucap Ricard sambil mengelus kepala Xiao Ting dengan lembut.
Xiao Ting cepat tanggap akan maksud Ricard itu,ia langsung melahap Tongkat Besarnya sambil memainkan lidahnya.
Tapi karena mulut Xiao Ting sedikit kecil,ia belum sanggup untuk melahap seluruh tongkat Ricard
.Hasilnya tongkat besar dan panjang itu hanya bisa masuk setengah saja kedalam mulutnya.
Namun Ricard tetap merasakan sensasi nikmat dari permainan nakal Xiao Ting.
"Iyaa.....oohhyah.....Guru sambil hisap dengan kuat......"
"Iya seperti itu....Guru memang yang terbaik dalam melakukan ini"ucap Ricard sambil kenikmatan.
Ia sangat puas karena Xiao Ting sangat pintar dalam melahap tongkatnya,pada hal ini baru pertama kalinya bagi dia menghisap tongkat pria.
Tapi ia sangat cepat tanggap dalam menyenangkan Ricard.
Xiao Ting juga sangat bahagia akan pujian Ricard,ia pun dengan lihai lagi melahap Tongkat besar itu.
Setalah 5 menit berlalu,mulut Xiao Ting sedikit kaku karena terus menghisap dan melahap tongkat Ricard tanpa henti.
Ia pun melepaskan tongkat Ricard dari mulutnya itu dengan nafas yang sedikit tersengal.
"Hahh....Ini pertama kalinya bagiku untuk melakukannya,mulutku sudah sangat kaku karena melahap tongkatmu yang sangat besar itu"ucap Xiao Ting dengan lelah.
Namun ia juga sedang tersipu malu karena melihat wajah Ricard yang sangat cabul itu.
__ADS_1
Ricard pun mengangakat tubuhnya dan mulai membaringkan tubuh Xiao Ting diatas kasur.
"Sekarang biar lembah sempit Guru yang melahap semua tongkatku ini"ucap Ricard sambil mengarahkan tongkatnya didepan Lembah sempitnya.
Dengan perasaan yang sedikit gugup,ia pun mengangguk untuk menanggapi ucapan Ricard.
Wajar saja ia gugup karena ini adalah pertama kalinya ia akan melakukan kegiatan panas.Apa lagi lembah sempitnya akan dimasukkan oleh tongkat Ricard yang super panjang dan besar.
"Kumohon pelan pelan saja,ini pertama kalinya bagiku"ucap Xiao Ting dengan gugup melihat tongkat besar Ricard itu.
Ricard pun tersenyum dengan sangat cabul,apa lagi ia akan menjadi pria pertama yang mengambil keperawanan Xiao Ting.Itu membuat dirinya cukup senang dan bahagia.
"Guru tenang saja,awalnya akan sedikit sakit karena ini pertama kalinya bagi Guru.Tapi lama kelamaan Guru akan merasakan sensasi nikmat surgawi yang tiada batas setelah ini"ucap Ricard dengan bangga akan keperkasaannya.
Xiao Ting hanya mengangguk saja.
Ricard pun langsung memajukan pinggul nya secara perlahan,ia melakukan itu agar membuat Xiao Ting merasa nyaman.
Tapi Xiao Ting tetap merasa perih karena lembah sempitnya dimasukkan tongkat yang super besar itu.
"Aaah.....Saa....kitt....lebih pelan"ucap Xiao Ting dengan lirih saat selaput lembahnya telah robek sepenuhnya.
Bahkan darah perawannya keluar dengan sangat banyak disekitar pangkal pahanya.
Ricard juga tak tega melihat Xiao Ting yang kesakitan itu,tapi karena telah berpuasa selama 3 bulan lebih tidak merasakan lembah sempit gadis perawan.
"Saaa...kiittt..ahhh....kumo......."
Belum sempat ucapan lirihnya selesai,ia langsung merasakan kalau mulutnya telah ditutup dengan mulut Ricard.
Bahkan lidah Ricard telah masuk kedalam mulutnya sambil melilit lidahnya.Ia pun akhirnya hanya bisa pasrah sambil menahan perih dilembah sempitnya.
Namun,setelah 5 menit berlalu Ricard menggoyang pinggulnya,Xiao Ting pun akhirnya secara perlahan mulai merasakan nikmat dari genjo.tan Ricard.
Tangannya pun langsung ia lingkarkan dileher Ricard,bahkan kakinya juga ia lingkarkan pinggul Ricard yang sedang menggen.jot lembah sempitnya.
"Emm......Ehmm......"
Dengan nafas yang telah memburu dan tubuh yang sudah sangat memanas,ia mulai menyerang balik mulut Ricard dengan sangat buas.
Ricard tentu mengetahui kalau Xiao Ting telah merasakan sensasi nikmat,ia pun juga langsung menggen.jot lembah sempitnya dengan cepat dan ganas.
Bersama dengan itu,ia juga langsung melepaskan tautan bibirnya dari bibir Xiao Ting,ia ingin melihat wajah cabul dari gurunya itu.
"Ahhh.....yaaa......Ahhh......lebih cepat kumohon le...bihh...cepatt ahhh....."Erang Xiao Ting dengan keras.
Ricard pun langsung menambah tempo laju pinggulnya lagi,ia sangat senang melihat wajah cabul dari gurunya itu.
__ADS_1
"Guru anda sangat cabul ternyata"ucap Ricard dengan main main.
Namun Xiao Ting tak menghiraukan ucapan Ricard itu,ia sudah sangat menggila karena genjo.tan Ricard yang sangat nikmat itu.
"Ahhh....yaahh....ini sangat nikmat..ahhh"
"Ahh.....enakk....sangat enakk...ahhh lebih keras lagi ahhhh........"Erang Xiao Ting dengan lebih gila.
Dengan nafas yang telah memburu,Ricard pun menjadi lebih ganas lagi menggen.jot lembah sempit Xiao Ting.
"Ahhh....enakkk....Aahh ini sangat nikmat ahhh......"Erang Xiao Ting dengan keras karena tiada henti hentinya ia merasakan sensasi nikmat surgawi itu.
Setelah pertempuran panjang yang menghabiskan waktu 1 jam lamanya dikamar itu.Ricard pun langsung merasakan tanda tanda akan keluar.
"Guru aku akan keluar......"Bisik Ricard sambil menggen.jot lebih cepat lagi.
"Iyaa....Guru juga mau keluar lagi,kita keluarkan bersama sama aahh....emm... ahhh........."Erang Xiao Ting.
Akhirnya waktu yang telah dinantikan pun tiba,Ricard langsung menembak cairan hangatnya dilembah sempit itu bersamaan dengan Xiao Ting yang mengeluarkan Cairan beningnya.
Cr00tttl.....
Cr00tttl....
Dengan tongkat panjangnya yang masih berdenyut,Ricard pun langsung memeluk tubuh Xiao Ting dengan erat dibawah tubuhnya.
"Hah.....Hahh.....Cairanmu Ini sangat banyak dan hangat,bahkan tongkatmu masih berdenyut didalam lembahku"ucap Xiao Ting dengan kelelahan sambil memeluk tubuhnya Ricard dengan erat diatasnya.
Bahkan seluruh tubuhnya telah dibasahi oleh keringat,apa lagi keringat Ricard juga becampur dengan keringanya.
Perasaanya benar benar sangat bahagia saat ini.
~
~
~
Bersambung
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1