Sang Pemandu

Sang Pemandu
Tiara Lee tewas


__ADS_3

Setelah itu,Ricard pun mengangkat tubuh Tiara Lee kearah meja yang ada sebuah kamera.


Ia memposisikan Tiara Lee berjongkok diatas meja tepat dihadapan Kamera itu,dan ia berencana akan menusuknya dari belakang.


Sedangkan Bravo,ia sudah menjadi gila karena tekanan mental,ia melihat ibunya dilecehkan malah keenakan dikamarnya.


Apa lagi saat ini ia melihat lembah sempit ibunya sangat jelas ditelivisi.Tidak hanya itu saja,lembah sempit Tiara Lee juga meneteskan cairan kental Ricard dengan cukup banyak.


Ia sudah frustasi berat sekarang,dikamar itu juga.Bravo hanya berteriak tak jelas bahkan terkadang ia juga tertawa lepas karena sudah gila.


Sementara Tiara Lee,ia mengira kalau Ricard ingin menciptakan gaya yang baru.


Jadi ia tak tau kalau saat ini mereka sedang Live streaming,dan penontonnya adalah anaknya sendiri.


Tiara Lee pun dengan senang berjongkok diatas meje dan sedikit menungging,kira kira ia menungging sekitar 20 derajat.


Ricard pun langsung bersiap siap untuk menusuknya,tapi ia sedikit memperlebar lembah sempit Tiara Lee dengan kedua tangannya.


Saat telah melebar,Ricard menusuknya dengan pelan.


"Ohh...iyaa...emm..ahhh...ini nikmat"erang Tiara Lee sambil terpejam.


Ia sangat menyukai sensasi baru ini,ia pun sedikit membungkuk dan tangannya menyentuh meja.


Tapi,saat tangannya bergeser sedikit kesamping kanan.Ia menemukan sebuah kamera yang cukup transparan didalam sebuah kotak.


Awalnya ia mengira kalau itu mungkin hanyalah kotak biasa,tapi saat ia melihat dengan lebih jelas.Tiara Lee pun terkejut dengan penemuan kamera itu.


"Ahh....ini kenapa ada kamera"ucap Tiara Lee dengan terkejut.


"Hentikan,untuk apa kamera ini"ucap Tiara Lee dengan menghadap kebelakang.


Ricard tidak merasa bersalah akan adanya kamera itu,ia malah tersenyum kearah Tiara Lee.


Sedangkan Tiara Lee,ia langsung marah dengan Ricard.Ia pun langsung mendorong Ricard kebelakang dan turun dari meja.


"Apa kau berniat merekamnya.Hah!"ucap Tiara Lee dengan marah.


Ricard pun maju kedepan lalu memeluk tubuh Tiara Lee dengan erat.Karena Tiara Lee kalah tenaga,jadi ia pun pasrah dipeluk Ricard dari depan.


"Aku tidak berniat merekam kegiatan panas kita sayang"ucap Ricard dengan lembut.


"Jadi untuk apa kamera ini kalau tidak untuk merekam"ucap tiara Lee,ia sedikit ingin menjauh dari wajah Ricard.


Saat ia mencium aroma nafas Ricard,ia akan mabuk kepayang hanya untuk menciun aromanya saja.


Baginya,aroma Ricard sangat memikat bagi kaum wanita.

__ADS_1


"Tentu saja untuk kita Live Streaming sayang"ucap Ricard dengan senyuman santainya.


Tapi,Tiara Lee langsung kaget setengah mati saat Ricard mengatakan kalau mereka berdua sedang Live.


"Mak...maksudmu kita sedang ditonton oleh orang lain"Ucap Tiara Lee dengan gemetar ketakutan,dan Ricard pun membalasnya dengan mengangguk.


Ia pun menjadi takut sekarang.


"Bagaimana kalau jika suamiku akan tau akan perselingkuhan diriku dengan Ricard"Pikir Tiara Lee dengan takut.


Apa lagi ia dari tadi mengerang keras dengan penuh sensasi nikmat.


"Kenapa kau membuatnya secara Live sialan....Bagaimana nanti suamiku tau kalau kita melakukan hubungan ini"ucap Tiara Lee dengan marah.


"Hehehe.....Tentu saja suamimu itu tidak akan tau.Lagi pula jika suamimu tau atau tidak pun aku akan tetap membunuhnya nanti"Ucap Ricard dengan santai.


Tapi Tiara Lee sangat terkejut mendengar ucapan Ricard.


Ia tau kalau suaminya itu memiliki kemampuan beladiri yang sangat kuat,bagaimana Ricard nanti membunuhnya.Apa lagi suaminya memiliki banyak pengawal yang ahli beladiri.


"Tapi bagai......"


"Kau tak perlu memikirkan itu,bagiku dia dan semua pengawalnya adalah semut dimataku"ucap Ricard yang langsung memotong ucapan Tiara Lee.


"Lalu dimana kau siarkan Live ini"ucap Tiara Lee dengan pasrah akan keadannya.


Tiara Lee pun langsung syok,ia memang sudah mencintai Ricard,apa lagi mengenai hal keperkasaannya.


Tapi Bravo tetaplah anaknya,bagaimana ia bisa menerima Live dirinya dengan Ricard ditonton oleh anaknya.


"Kau sialan....Kenapa kau melakukan itu bajingan,dia tetaplah anakku"ucap Tiara Lee dengan marah.


Tapi Ricard sedikit tak senang dirinya diteriaki seperti itu.


"Apa kau sudah tau apa saja yang sudah diperbuat oleh anakmu diluar sana dan suami bodohmu itu"ucap Ricard dengan menahan kemarahan.


Tiara Lee pun terdiam,ia memang tau apa saja yang dilakukan oleh suami dan anaknya itu.


Seperti membunuh,menghancurkan keluarga lain,bahkan sampai memperkosa beberapa gadis pun ia tau tentang itu.


Dan Tiara Lee juga hanya menutup mata dan telinga saja jika ia mengetahui kegiatan mereka berdua.


"Aku tau apa yang mereka lakukan diluar sana,untuk suamiku aku tak peduli dengannya.Tapi untuk Bravo,ia tetaplah anakku sialan"ucap Tiara Lee yang masih marah.


"Lagi pula anakmu pasti sudah gila sekarang,jadi kau tak perlu memikirkan itu.Bentar lagi aku akan membunuhnya juga"ucap Ricard dengan santai.


Mendengar ucapan Ricard,Tiara Lee pun seketika menjadi marah besar.

__ADS_1


"Tidak....Kau memang sialan bajingan,aku akan menbunuhmu"ucap Tiara Lee yang tak menerima kalau anaknya akan menjadi gila.


Ricard pun langsung gelap mata dibuat mendengar ucapan Tiara Lee itu.


"Jadi kau akan menyudahi hubungan kita saat ini"Tanya Ricard dengan dingin.


"Lebih baik aku mati,dari pada harus bersama orang kejam seperti dirimu"ucap Tiara Lee,ia pun hendak menyerang Ricard dengan tangannya.


Tapi,karena ia hanyalah manusia biasa yang tak memiliki apa apa.Ricard pun dengan mudah mencekik dirinya.


Ricard tak mau berlagak kasian didepan wanita seperti ini,ia pun langsung mematahkan lehernya.


Krakkk....


Tiara Lee pun langsung mati ditangan Ricard dan Ricard langsung membuang tubuh Tiara Lee keatas kasur.


"Akhir yang menyedihkan,padahal kalau kau berfikir sedikit rasional.Aku pasti akan mengampuni nyawamu....."


"Tapi kau malah memilih anakmu yang kurang ajar itu.Dasar bodoh,jika kau memang menyayangi anakmu,setidaknya kau didik dia dengan baik....."


"Bukan membiarkan dirinya bertindak secara bebas untuk membunuh ataupun melecehkan orang lain.Mungkin ini adalah karma yang kau dapatkan"ucap Ricard dengan panjang lebar.


Ia pun memakai bajunya dengan rapi,lalu keluar dari kamar Tiara Lee.


Dirinya berniat untuk membantai semua orang kecuali para pelayan ataupun penjaga Massion ini.


Ricard tau mana yang berbuat sesuka hati mereka mana yang tidak.


"Pasti banyak juga orang dikeluarga ini yang terpaksa melakukan itu"pikir Ricard.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2