
Setelah Ricard menemukan wc yang khusus wanita.Ricard pun menyuruh Chika untuk masuk dan menunggunya didalam.
Chika juga hanya mengangguk dengan ketakutan,ia sebenarnya ingin menolak perintah Ricard.Tapi tidak bisa,karena ia berfikir jika ia menolaknya pasti Ricard akan menyakitinya.
"Apa Tuan menginginkan tubuhku..."pikir Chika dengan kesedihan.
Ricard pun mulai mencari tanda Wc rusak,setelah ia menemukannya.Ricard pun menaruhnya didepan pintu Wc supaya tidak ada orang yang masuk.Lebih tepatnya supaya tidak ada orang yang mengganggunya.
Tak lupa juga Ricard menguncinya dari dalam,setelah semuanya sudah beres.Ricard pun membawa Chika kesalah satu ruangan Closet,ia mendudukinya dicloset sambil menatapnya.
"Tuan untuk apa kita masuk kesini..."ucap Chika dengan ketakutan dan sedih.
Ia sudah ketakutan dibuat Ricard,mulai dari ia dibawa dengan agak paksa dan masuk ke Wc wanita sambil mengunci pintu dari dalam.
Ricard pun mulai sedikit membungkuk dan memegang kedua pipinya,ia mendekatkan mulutnya ketelinga Chika lalu berbisik.
"Layani aku...."bisik Ricard sambil menjilati telinga Chika.
Chika yang mendengar bisikan Ricard pun mulai setengah ketakutan,setengahnya lagi ia sedang merasa geli saat Ricard menjilati telinganya.
Ricard mulai mengecup telinga Chika hingga turun kesisi lehernya.
Mendapat perlakuan begitu,tubuh Chika mulai sedikit gemetaran dan bergairah.
"Tu......annn....emmm..Hen.....tikan......Ini tidak boleh.....aahh...emm"desa.han Chika pun mulai terdengar saat Ricard menjilati lehernya sambil meremas kedua buah kenyalnya.
Tapi Ricard tak menghentikan tindakannya,gairah juga sudah memuncak saat ia melihat bentuk tubuh Chika dengan Skil Mata Cahayanya.
Ricard mulai perlahan lahan melepaskan kancing baju Chika.Setelah terlepas sepenuhnya.Ricard melihat tang.top yang dikenakan Chika dengan ketat.
"Kenapa ia memakai banyak baju dalaman"gerutu Ricard dalam hatinya.
Ricard juga tidak tanggung tanggung,ia juga melepaskan tang.top dan Bra hitam Chika dengan cepat.
Tapi anehnya Chika seperti tidak menolak perlakuan Ricard.Ia sudah pasrah apa yang akan dilakukan Ricard ketubuhnya.
Ia sebenarnya sangat ingin melawan,tapi Chika juga sadar kalau ia dari keluarga kecil.
Keluarga Chika juga kaya,tapi itu masih jauh dari Keluarga Stive.Ia juga takut kalau membuat Ricard marah keluarganya akan terancam.
Sebenarnya,keluarga Chika tak menyetujui kalau Chika bekerja ditempat lain.Mereka hanya ingin Chika mengurus perusahaan mereka saja.
Tapi karena itu adalah penawaran dari Carissa,mereka pun menurut saja.Mereka juga berfikir itu bisa mendekatkan mereka dengan Keluarga Stive yang terkenal dengan kekuatannya dan bidang Bisnisnya.
__ADS_1
Dan Juga posisi yang diberikan Ke Chika tidak buruk,ia mendapatkan posisi Wakil Manager.Jadi keluarga Chika sangat menyetujui itu.
Itulah sebabnya ia pasrah saja apa yang akan Ricard lakukan kedirinya.Ia ingin sekali menangis,tapi sebisa mungkin ia tahan karena takut membuat Ricard tak senang.Padahal Ricard tak ada pemikiran seperti itu.
Tapi,ntah kenapa lama kelamaan tubuh Chika juga sangat merespon semua perlakuan Ricard.
Ia sangat menikmati semua sentuhan Ricard,mulai dari telinga leher bahkan buah kenyalnya.
Ricard yang saat ini sedang memijit buah kenyal Chika sambil mengecup lehernya pun ingin berganti gaya.
Ricard ingin melahap Pu.ting Chika,tapi saat ia melihat karet yang sedang membungkus Kedua pu.tingnya pun sedikit bingung.
"kenapa kau membungkus kedua pu.tingmu"tanya Ricard dengan bingung.
Mendapat pertanyaan Ricard,Chika pun mulai mengatur nafasnya yang sempat ia tahan karena kenikmatan.
"I...tuu.....anu.. .sebenarnya saya sudah bisa mengeluarkan asi tuan,tapi saya memiliki asi yang berlebihan dan sering keluar.Makanya saya bungkus,itu juga saran dokter Tuan"ucap Chika dengan malu malu sambil menundukkan kepalanya.
Sebenarnya Chika sudah bisa menghasilkan asi,tapi karena ia memiliki hormon yang berlebihan.Ia pun menghasilkan asi dengan sangat berlebihan walaupun ia masih pera.wan.
Karena hal itu juga,terkadang asinya bisa keluar sendiri,itulah mengapa Chika membungkus kedua pu.tinya supaya tidak tumpah.
"Apa kau sudah menikah dan melahirkan"tanya Ricard dengan penasaran.
"Belum Tuan.......Aku tidak punya suami atau pacar"ucap Chika dengan menunduk.
Ricard mulai menikmati lagi setiap lekuk tubuh Chika,Ricard bahkan tak melewati semua keindahan itu.
Dan secara perlahan Ricard mulai mengendorkan tali pinggang yang melilit Rok Chika.Saat sudah mulai kendor,ia mulai mengangkatnya keatas perutnya,dan menarik sot beserta celana da.lam Chika.
Ricard pun mulai membuka lebar lebar kaki Chika,ia melihat lembah surga chika yang begitu tembem dan ditumbuhi beberapa bulu halus.
"Ini sangat indah......"ucap Ricard pelan.
Tapi Chika masih bisa mendengarnya,ia begitu malu saat lembah surganya dilihat Ricard dan dibilang sangat indah.
Ricard pun mulai menjulurkan lidahnya kelembah surga Chika,ia mulai mengoyangkan lidahnya sambil beberapa kali menghisapnya.
"Emmmm......Tu.....annn...geli....."
"Umm....ahh....aahh....."
"Tu.....ann....geli.....ahhh"desa,han Chika pun mulai menggema didalam Wc tersebut.
__ADS_1
Beruntung Ricard mengunci pintu dan menaruh tanda wc rusak,jadi tidak akan ada orang yang menganggu mereka.
Tapi Chika lama kelamaan mulai menikmatinya.Sejak awal hatinya ingin sekali menolak,tapi saat ia merasakan kenikmatan yang diberi Ricard.
Ia ingin menginginkan lebih dari sekedar ini.Chika bahkan menjambak rambut Ricard sambil menahan kepalanya dilembah surganya.
"Emm.....Aahh....Tu...ann....
"Yaa.........aahhhh....."
"Tu......aaannn......aku mau pipiss"ucap Chika sambil mende.sah kuat.
Ia sudah mabuk kepayang dibuat Ricard.Sekarang ini,ia hanya mau menikmati setiap sentuhan yang diberikan Ricard saja.
Karena Ricard sudah mulai merasakan Kalau Chika ingin keluar.Ia mulai berdiri dan menghisap Pu.ting Chika yang juga dari tadi sudah menetes dengan banyak.
Ricard pun mulai merasakan enaknya rasa asi Chika,ia juga merasakan kalau cairan bening Chika keluar dicelananya.
"Ini sangat enak,mungkin aku akan ketagihan menghisapnya"ucap Ricard sambil menghisap Pu.ting Chika.
Chika ntah kenapa juga sangat senang mendengar ucapan Ricard.Ia bahkan memeluk kepala Ricard dan menekannya dibuah kenyalnya.
"Aku tau ini perbuatan tak baik,tapi entah kenapa tubuhku merasa nikmat saat Tuan menyentuhnya"Pikir Chika dalam hatinya.
Karena Ricard sudah kenyang meminum Asi Chika,Ricard mulai melepaskan mulutnya dari pu.ting Chika,ia lalu berdiri dan membuka tali pinggangnya.
Ia mulai melepaskan celananya berserta celana da.lamnya
Namun,saat semuanya terlepas Chika membulatkan matanya sambil melongo saat melihat pemandangan didepannya ini.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
__ADS_1
~Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš