Sang Pemandu

Sang Pemandu
Informasi Dari Mei'er


__ADS_3

Didalam mobil,Meysa duduk dikursi penumpang samping Ricard,ia juga memiliki suasana hati yang sangat gembira.


Ia bahagia karena bisa berjalan berdua dengan Ricard sekarang.Karena kemarin ia sempat jengkel dengan Ricard karena tak jadi diajak jalan jalan.


"Oh iya Tuan,ini mobil siapa?.Bukannya Mobil Paman Fei sedang dibawa?.Lalu dimana juga tikus kecil itu Tuan (Qin Sheila)?"Tanya Meysa dengan sedikit bingung.


"Apa kau merindukan Sheila karena tak bertemu dengannya sehari"Jawab Ricard sambil sedikit terkekeh.


"Siapa juga yang merindukannya Tuan,aku hanya penasaran dimana dia"Jawab Meysa sambil sedikit cemberut karena dibilang merindukan Sheila oleh Ricard.


Melihat Meysa yang cemberut,Ricard pun mulai menceritakan kejadian kemarin dan kenapa ia sampai menginap disana.


Ricard menceritakannya mulai dari ia penasaran dengan nama belakang pemilik Hotel SuiteFull,lalu ia berencana untuk membeli Hotel SuiteFull, menyembuhkan Kakaknya,dan mengetahui kebenaran kalau mereka kedua orang tua kandungnya.


Ricard juga mengatakan kalau Sheila sedang bersama ibunya sekarang.


Meysa juga sedih karena mendengar cerita haru Ricard,ia tak menyangka kalau Ricard selama ini diasuh oleh orang tua angkat,dan sekarang ia baru bertemu dengan kedua orang tua kandungnya.


"Aku senang akhirnya Tuan bisa bertemu dengan kedua orang tua kandung Tuan,Tapi boleh tidak aku bertemu dengan mereka juga Tuan"Tanya Meysa dengan penuh harap.


"Tentu saja bisa,hanya saja mereka sedang bekerja sekarang.Jadi lebih baik kita menghabiskan waktu bersama dulu.Mungkin berbelanja ke Pusat perbelanjaan atau mencari hiburan lain"Jawab Ricard dengan sedikit bohong.


Ia hanya malas pulang kerumah,karena saat ini ia sedang kesal dengan kakaknya.Bagaimana tidak,pas lagi tegang tegangnya malah disuruh berhenti.


Tapi Meysa sudah berbunga bunga hatinya mendengar ucapan Ricard.


"Tentu saja Tuan....."Jawab Meysa dengan terpancar kebahagian dimatanya.


"Apa Tuan menyukai ku,makanya ia ingin berjalan jalan denganku"Pikir Meysa dengan wajah yang sudah memerah.


Padahal Ricard hanya tak mau bertemu dengan kakaknya saat ini,ia sekarang hanya ingin memperbaiki suasana hatinya yang buruk dengan mengajak Meysa jalan jalan.


Mungkin Meysa akan menangis dalam hatinya jika mengetahui niat Ricard itu.


Ricard juga hanya mengeleng gelengkan kepalanya saat melihat Meysa yang senyum senyum sendiri.


Setelah 30 kemudian.......


Ricard saat ini telah tiba disalah satu Mall Besar di Beijing,mungkin setara dengan Mall di Hotel SuiteFull milik ayahnya itu.


Mereka berdua pun turun dari mobil ayah Ricard.Mereka memasuki Mall tersebut dan berjalan menuju ketoko pakaian.


Meysa juga sedikit bingung kenapa Ricard membawanya ketoko pakaian,padahal ia tak meminta Ricard untuk membelinya pakaian.Tapi Meysa hanya mengikuti Ricard saja,kemana Ricard pergi ia akan mengikutinya.


Sesampainya disana,mereka berdua disambut oleh 2 wanita pelayan toko.


"Selamat datang Tuan dan Nona ditoko kami"Ucap kedua pelayan itu dengan tersenyum.


"Iya......"Jawab Meysa dengan ramah,tapi hanya mengangguk saja menjawab ucapan kedua pelayan itu.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan"ucap Salah satu pelayan itu ke Ricard sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Tolong bantu saya mencari pakaian yang bagus untuk Dia"ucap Ricard sambil menunjuk Meysa.


"Baik Tuan.....Mari Nona saya akan menunjukkan beberapa pakaian yang sangat cocok untuk kecantikan anda Nona"Ucap Pelayan itu dengan tersenyum.


Sebenarnya Meysa ingin sekali menolak,tapi karena mendengar perkataan pelayan itu tentang dirinya cantik didepan Ricard.


Tentu saja Meysa senang,ia pun mengikuti kedua pelayan itu.


Sedangkan Ricard duduk disebuah kursi untuk menunggu Meysa.


Tapi baru saja duduk,teleponnya berbunyi dengan cukup keras.


Kringg......


"Ada apa Mei'er menelepon ku,apa ada masalah di Ngadiang"Pikir Ricard saat ia melihat layar teleponnya,kalau Mei'er yang menghubunginya.


"Hallo ada Mei'er......."Tanya Ricard.


"Saya ingin memberi informasi penting Tuan"Jawab Mei'er.


Sedangkan Ricard,ia bingung informasi apa yang diberikan Mei'er,sedangkan ia tak menyuruh Mei'er untuk menyelidiki siapapun.


Ia hanya ingat kalau menyuruh Mei'er dan Ling'er untuk menjaga Perusahaan Hotela Com dan wanitanya yang berada diperusahaan.


"Informasi apa itu....."Tanya Ricard.


"**S**aya mendapatkan informasi penting kalau..........adalah seorang mata mata"Jawab Mei'er dari seberang telepon.


"Apa informasi ini sudah akurat"Ucap Ricard dengan suara yang penuh penekanan.


"*Tuan,informasi ini sangat akurat....Saya awalnya juga sedikit curiga kenapa dia tak mau tinggal bersama Dimassion Tuan.....


"Jadi saya pun menyelidikinya bersama Saudari Ling'er......Saat saya sedang memata matainya,saya melihat dan mendengar dia sedang menelepon seseorang kalau data Perusahaan Hotela Com sudah ia pegang"Ucap Mei'er dengan hati hati,ia takut kalau ia salah bicara dengan Ricard*.


Tapi Ricard sudah sangat marah saat ini.Ia merasa dikhianati untuk kedua kalinya oleh orang kepercayaannya.


"Baik,tetap awasi pergerakannya saja dulu.....Aku akan pulang ke Ngadiang nanri sore"Ucap Ricard dengan dingin.


"Baik Tuan.....Kalau begitu saya tutup dulu teleponnya"Jawab Mei'er dengan hati hati.


"Henmm......"Ucap Ricard dengan singkit.


Tuutttt......


Ricard pun langsung mematikan teleponnya.Tapi,saat ia ingin menyimpan teleponnya.Bahkan emosinya saja belum mereda.


Muncul seorang pria jelek bersama wanitanya menghampiri Ricard.


"Hey kau menyingkirlah,aku ingin duduk disini"Ucap Pria jelek itu dengan angkuh.


Ricard yang saat ini sedang emosi pun berdiri,ia berniat ingin membunuh pria jelek itu disini.

__ADS_1


Namun Meysa tiba tiba saja datang menghampiri Ricard dengan senyum cerah.


"Tuan.....Saya sudah memilih beberapa pakaian yang bagus"Ucap Meysa dengan tersenyum bahagia.


Emosi Ricard pun segera menghilang saat mendengar suara merdu Meysa.Ia pun tak memperdulikan Pria jelek itu dan menemui Meysa.


"Apa sudah selesai kau memilihnya"Tanya Ricard dengan tersenyum lembut.


"Saya sudah memilih 2 setel pakaian yang bagus untuk Tuan dan saya"ucap Meysa dengan tersenyum cerah sambil menunjukkan beberapa pakaian pilihannya.


Ia juga yakin kalau Ricard pasti menyukai pakaian pilihannya.


Tapi Ricard malah mengkerutkan keningnya saat melihat pakaian pilihan untuk Meysa.


Pakaian pilihan Meysa sangatlah murah,mungkin untuk Ricard tak masalah.


Tapi Ricard tak mau membelanjakan beberapa barang murah untuk wanitanya,ia juga sudah menganggap Meysa sebagai wanitanya sekarang.


"Meysa kau sudah kuanggap salah satu kekasihku,jadi tak usah sungkan memilih pakaian mahal untuk dirimu"Ucap Ricard sambil mengelus kepala Meysa.


Meysa tentu saja bertambah bahagia mendengar ucapan Ricard tentang dirinya sudah menjadi kekasih Ricard.


Tapi saat mendengar Ricard mengatakan salah satu kekasihnya,Meysa pun berfikir kalau Ricard pasti memiliki banyak wanita lain.


"Tak apalah,yang penting aku sudah menjadi kekasih Tuan"Ucap Meysa dalam hati dengan wajah tersenyum bahagia.


Dan untuk alasan kenapa ia memilih pakaian murah untuk dirinya.


Ia tak mau dianggap oleh Ricard sebagai wanita matre,ia juga sebenarnya tak suka dengan barang mewah.Menurutnya, bersama Ricard saja sudah anugrah terindah dalam hidupnya.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


~


KALAU NGGAK SUKA KARYA SAYA,NGGAK USAH BACA JUGA NGGAK APA APA BRO.NGAK PERLU MAIN REPORT KAYAK ANAK KECIL,NGGAK SUKA KARYA ORANG DIREPOT......


KEMARIN SAYA DAPAT PEMBERITAHUAN DARI PIHAK NT KALAU KARYA SAYA BANYAK MENDAPAT LAPORAN DARI PEMBACA,MEREKA NGEREPOT KARYA INI KARENA BANYAK ADEGAN DEWA.SANYA


JADI SAYA DUTEGASKAN OLEH PIHAK NT UNTUK DIKURANGI ADEGAN DEWA.SANYA,KALAU TIDAK KARYA INI BAKAL DIHAPUS.

__ADS_1


SUMPAH LUCU NIAN YANG NGEREPOT TUH,NGGAK SUKA KARYA ORANG MALAH DIREPOT.....ITU SALAH SATU ORANG YANG NGGAK PUNYA PENDIDIKAN.


KALAU INGIN CERITA YANG SESUAI DENGAN KRITERIA,BUAT SENDIRI CERITANYA BRO.


__ADS_2