Sang Pemandu

Sang Pemandu
Perbincangan Kedua Gadis dengan Ricard


__ADS_3

Ricard hanya tersenyum sambil mengeleng gelengkan kepalanya dengan tingkah manja Natalia.


Ia pun duduk disofa dengan dikiri ada Natalia dan dikanan ada Gisel.


Natalia memeluk lengan Ricard dan tidak berniat untuk melepaskannya.


"Apa kau akan terus memelukku seperti itu"Tanya Ricard sambil tersenyum.


"Belakangan ini kau tak ada waktu untuk ku,aku sangat merindukanmu"ucap Natalia dengan cemberut.


"Aku kemarin sangat sibuk sayang"ucap Ricard.


"Apa sibuk mencari gadis cantik lagi"Tanya Natalia yang masih terlihat cemberut.


"Tentu saja tidak,kalian semua sudah cukup untukku"Jawab Ricard.


"Pembohong......."ucap Natalia.


"Kau sangat imut kalau lagi cemberut begitu"Ucap Ricard dengan menggombal.


Natalia pun menjadi salah tingkah dan malu mendengarnya.


"Dasar mulut manis"ucap Natalia dengan wajah yang memerah.


"Oh ya,ini saudarimu yang baru,namanya Gisel Linu"Ucap Ricard sambil memperkenalkan Gisel dengan Natalia.


Natalia pun sedikit terkejut,sangking senangnya ia bertemu Ricard.Ia tak menyadari kalau ada gadis lain disamping Ricard juga.


Natalia pun sedikit tak enak hati.


Padahal dari tadi Gisel selalu disamping Ricard,tapi Natalia tak memperhatikan dirinya.


"Ehh....Hallo namaku Natalia Wang"ucap Natalia memperkenalkan dirinya dengan sedikit kikuk.


Gisel pun membalas jabatan tangan dari Natalia.


"Hallo juga,namaku Gisel Linu"Jawab Gisel dengan ramah.


Ia tak mempermasalahkan Natalia yang tidak memperhatikan dirinya dari tadi.


"Maaf ya aku tak melihatmu dari tadi"ucap Natalia dengan merasa bersalah.


"Tak apa apa,aku tak mempermasalakan itu kok"Ucap Gisel.


Natalia pun sedikit lega mendengarnya.


"Dia akan menjadi Asistenmu mengurus Perusahaan ini juga"ucap Ricard kearah Natalia.


"Wahh.....Itu bagus,dengan begini kami berdua akan menjadi sangat dekat"Ucap Natalia dengan semangat.


"Tentu,tapi aku sedikit tak punya keahlian dalam bisnis"Ucap Gisel dengan pelan.


"Saudari tenang saja,aku juga tak ada keahlian dalam bisnis.Kalau Perusahaan ini bangkrut,Ricard juga tak akan mempermasalahkan itu kok"ucap Natalia dengan tersenyum lebar.


Sementara Ricard malah tersenyum kecut mendengar ucapan Natalia.


"Hihi....Itu pasti seru"ucap Gisel dengan terkekeh.


Belum sempat Natalia menjawab,Ricard sudah angkat bicara dulu.

__ADS_1


"Tapi kalau Perusahaan ini bisa mau dengan pesat,aku akan memberi kalian berdua hadiah yang bagus"ucap Ricard sambil mengelus kepala mereka berdua.


Natalia dan Gisel Linu pun mendadak kegirangan.


"Wahh....Hadiah apa itu"Ucap Natalia dengan semangat.


"Iya,hadiah apa itu,apakah sesuatu yang sangat enak"Tanya Gisel dengan mata yang bebinar.


Gisel adalah gadis yang sangat menyukai segala jenis makanan.


Tapi itu tidak akan membuat dirinya menjadi gendut,malahan tubuhnya terlihat sangat ideal dan mont0k.


Mungkin karena dirinya juga seorang kultivator,makanya porsi makannya sangat banyak,dan kenapa ia tak gendut.


Itu karena ia setiap harinya hanya berlatih beladiri dan belajar menggunakan sebuah pedang.


"Tentu saja hadiah ini sangat bagus dan enak......Karena aku akan memberikan kalian berdua mencicipi sebuah batang yang tebal nantinya"ucap Ricard dengan tersenyum bangga.


Natalia dan Gisel pun menjadi kebingungan.


"Batang??....Apa maksudnya sihh"Tanya Natalia,walaupun ia sudah pernah merasakan dan mencicipinya dua kali.


Sifat polosnya itu tidak akan pernah menghilang.


"Apa itu sayang"Tanya Gisel.


"Tentu saja batang kont.l,kan kau sudah mencicipinya Natalia...Ini sangat enak dan nikmat"ucap Ricard senyum cabul.


Tapi Natalia menjadi malu malu,ia pun menutupi wajahnya dilengan Ricard.


"Kau sangat cabul"ucap Natalia sambil mencubit pinggang Ricard.


Namun Ricard tak merasakan apa apa dari cubitan Natalia.


Walaupun ia terlihat seperti berumur 23 tahun,sebenarnya ia sudah berumur 50 tahunan.Tentu saja ia sedikit penasaran menyangkut kegiatan orang dewasa atau sepasang kekasih.


Ricard pun mengangguk membalasnya.


"Tanya saja sama Natalia"ucap Ricard.


Sementara Natalia pun semakin mempererat dekapannya dilengan Ricard.


Wajahhnya sangat memerah karena salah tingkah.


"Itu benar saudari Gisel"ucap Natalia dengan lirih dibalik lengan Ricard.


Gisel pun menjadi semakin penasaran akan rasanya.


"Tuan apa aku bisa mencicipi batang yang kau bilang itu"Tanya Gisel dengan wajah imutnya.


"Tentu saja,tapi kalian harus bisa membuat Perusahaan ini maju.Baru aku akan memberi kalian hadiah"Jawab Ricard.


"Aku akan berusaha semampuku sayang"ucap Gisel dengan bertekad.


Ia pun menoleh kearah Natalia yang masih menyembunyikan wajahnya dibalik Lengan Ricard.


"Saudari Natalia kenapa harus malu begitu,bukannya itu hal wajar bagi sepasang kekasih melakukan itu"Ucap Gisel dengan santai.


Mendengar itu,Natalia pun sedikit demi sedikit mulai menunjukkan wajahnya,tapi dipipinya masih terlihat memerah.

__ADS_1


"Gadis yang pemalu"pikir Ricard sambil tersenyum.


"Kalian berdua sangat cabul"ucap Natalia dengan malu malu.


"Tidak...Aku belum pernah merasakannya itu,tapi kau sudah pernah merasakan punya Ricard......Jadi menurutku saudari Natalia lah yang cabul"ucap Gisel dengan menggoda Natalia.


Lagi lagi Natalia menjadi salah tingkah.


"Sudahlah,liat wajah Natalia sudah sangat memerah"ucap Ricard sambil mengelus kepala Natalia.


Gisel sedikit cemberut karena Natalia yang mendapat elusan dikepala dari Ricard.


"Sayang aku juga mau dibuat begitu"ucap Gisel,Ricard pun akhirnya mengelus kepala mereka berdua.


"Oh iya Natalia.....Apa kau sudah menyebarkan tentang perusahaan BodyStill yang membuka jasa keamanan atau bodyguard dimedia"Tanya Ricard.


"Tentu saja sudah,apa dirimu tak melihat ditelevisi kalau seminggu lagi Perusahaan ini akan mulai beroperasi.....Bukan hanya itu saja,banyak komentar positif dari pihak lain tentang kita"ucap Natalia dengan bangga.


"Bagus,itu artinya akan menjadi langkah awal dalam membangun Perusahaan ini"ucap Ricard.


Natalia dan Gisel pun mengangguk.


"Oh iya satu lagi,aku ingin nanti seluruh para Pekerja Bodyguard kita menyelidiki beberapa orang yang dibaju bagian dada mereka ada tanda setiga bewarna merah nantinya.....Tapi ingat harus diam diam saja,mereka bukan dari kelompok biasa"ucap Ricard.


Natalia pun sedikit dan terkejut bingung.


"Memangnya ada apa dengan mereka Tuan"Tanya Natalia.


Gisel pun mulai menjelaskan tentang asal usul mereka,pencarian mereka terhadap keluarga dirinya dan salah satu mereka hendak melakukan penyerangan kemansion Ricard tadi.


Natalia pun marah mendengar informasi dari Gisel.


"Tenang saja,aku akan menugaskan beberapa orang yang tepat untuk menyelidiki mereka"Ucap Natalia dengan suara yang terdengar sangat geram.


Tapi Ricard langsung menenangkan Natalia.


"Sudahlah,lagi pula kan tidak ada yang terluka juga.Kau tak perlu marah begitu"Ucap Ricard sambil mengelus kepalanya


Natalia pun sedikit tenang mendapat perlakuan lembut Ricard.


"Tapi kita harus secepatnya mencari mereka,aku tak mau nanti kalau salah satu saudari kita celaka oleh para bajingan busuk itu"ucap Natalia dengan cemberut.


"Saudari tenang saja,aku juga akan berusaha mencari mereka"Ucap Gisel.


Natalia pun mengangguk sambil bersandar dibahu Ricard.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2