Sang Pemandu

Sang Pemandu
Perbincangan Konyol


__ADS_3

"Pertanyaan macam apa ini....Tadi mereka berdua saling tatap dengan permusuhan yang sengit,sekarang malah begini"Pikir Lala dengan bingung.


Sementara Siao May,ntah kenapa ia malah gugup mendengar pertanyaan Mei'er.


Tapi ia tetap mencoba mengontrol kegugupannya itu.


"Apa yang kau katakan sialan"ucap Siao May dengan pipi sedikit memerah sambil berpura pura marah.


Tapi Mei'er tetap bisa melihat kalau Siao May sedang gugup dihatinya.


"Karena kau wanita Tuan juga,itu artinya kita adalah saudari sekarang....."


"Namaku Lin Mei,kau bisa memanggilku dengan Mei'er"ucap Mei'er dengan tersenyum.


Siao May sedikit mengerutkan keningnya saat Mei'er memperkenalkan dirinya.


"Kenapa dengan dia,tadi ia menatap diriku dengan permusuhan,lalu bilang kalau mulutku ada aroma Ricard,sekarang malah memperkanalkan dirinya...."


"Wanita ini sedikit aneh"pikir Siao May.


Tapi ia tetap membalas ucapan Mei'er.


"Namaku Siao May,aku telah berteman dengan Ricard dari kami kecil.Dan kami baru saja bertemu"ucap Siao May sambil menyatakan hubungan dirinya dengan Ricard.


Mei'er hanya mengangguk saja sambil tersenyum,ia lalu melirik kearah Lala.


"Dan kau siapa....."Tanya Mei'er dengan tersenyum juga.


Lala pun dengan cepat berdiri.


"Namaku Lala....."Jawab Lala dengan sedikit gugup.


Mei'er pun mengangguk dan duduk ditengah tengah mereka.


Mereka bertiga pun akhirnya menghabiskan waktu dengan berbincang sambil menunggu Ricard selesai mandi.


Tak lama kemudian,Ricard pun keluar dari kamar mandi dan sudah selesai dengan menggunakan baju tidur.


Ia juga melihat kalau ketiga gadisnya itu sedang berbincang sambil tertawa dengan riang.


Ricard pun menghampiri mereka.


"Sepertinya kalian sangat bahagia malam ini ya"ucap Ricard sambil duduk disofa hadapan mereka.


"Ini urusan wanita Tuan"Jawab Mei'er dengan tersenyum.


"Ya aku tau......Besok kita akan berangkat keprovinsi Ngadiang pagi hari"ucap Ricard.


"Kenapa sangat cepat,apa urusan dengan Keluarga kecil itu sudah selesai Tuan"Tanya Mei'er dengan basa basi.

__ADS_1


Ia juga sebenarnya hanya ingin tinggal di Mansion Ricard saja,sambil bertemu dengan saudari yang lainnya.


Mei'er juga sudah menceritakan semua kekasih Ricard saat ini,Siao May dan Lala sangat terkejut mendengarnya.


Tapi saat Mei'er menceritakan tentang keperkasaan Ricard diranjang,Siao May pun sedikit menantikan hal itu.Berbeda dengan Lala yang sudah mendapatkan dari Ricard tadi.


"Ya aku hanya ingin kembali saja,lagi pula beberapa hari lagi aku akan kelulusan dikampusku"Jawab Ricard.


"Kalau itu sudah keinginan Tuan,aku nurut saja"Ucap Mei'er dengan santai.


"Besok kita juga akan sekalian menjemput Merry Chai,salah satu kekasihku yang lainnya"Ucap Ricard.


Ketiga gadis itu pun mengangguk saja.


Lagi pula mereka sudah tau kalau Ricard adalah Pria yang suka mengoleksi gadis cantik.


Mereka berempat pun naik ketempat tidur yang sudah ada Sara disana.


Untung saja Tempat tidur Hotel Gelap Gulita cukup lebar untuk mereka tidur dikasur yang sama.


Pagi Harinya......


Ricard saat ini sedang mengendarai Mobil Marcedes Benz dengan kelima gadisnya didalam.


Merry Chai sudah mendapatkan Izin dari kedua orang tuanya untuk tinggal bersama Ricard di Shanghai.


Awalnya kedua orang Tua Merry Chai tak menginzinkannya pergi,tapi karena Ricard sudah memberitahu asal usulnya dan siapa orang tuanya kepada Wan Chai dan Shu May.


Jadi mereka pun mempercayai putri mereka dengan Ricard,sekaligus menjadi salah satu kekasih Ricard yang kedelapan belas.


Walaupun cukup membagongkan,tapi inilah Ricard.Sang Pengoleksi Wanita cantik.


Sudah banyak gadis perawan dan para Milf yang ia nikmati,tapi ia masih berniat untuk menambah lagi.


Jadi,dimasa depan akan ada lagi wanita cantik yang bertambah sebagai kekasih Ricard.


Disisi lain,Ricard juga sangat puas akan perubahan Buah Kenyal Merry Chai saat ini,buah kenyalnya sudah bertambah besar mungkin sekarang sudah berukuran Segenggam tangan orang dewasa.


Ia pun sedikit menoleh kekursi belakang sudut kanan.


"Buah kenyalmu sudah bertambah besar sekarang Merry,kemarin rata seperti jalan aspal,sekarang sudah seperti gunung yang siap meletus saja"ucap Ricard dengan tersenyum cabul.


Merry pun menjadi malu malu kucing,ia sebenarnya juga tak menyangka kalau efek Pil yang diberikan Ricard sangat ampuh.


Ia pun memerasnya dipagi hari saat bangun,tapi ia sedikit kecewa karena buah kenyalnya tidak mengeluarkan air susu.


Namanya juga baru tumbuh besar makanya ia tidak tau apa apa.


"I...tuuu...ber...kat pil mu ya sangat ampuh"Jawab Merry dengan malu malu kucing sambil menunduk kebawah.

__ADS_1


"Bentuknya juga sangat indah,aku jadi ingin memegangnya"Ucap Ricard lagi.


Lagi lagi Merry menjadi malu,wajahnya sudah sangat memerah.Ia pun tidak membalas ucapan Ricard,dan hanya menunduk kebawah sambil meremas ujung gaunnya.


"Sudahlah,jangan Tuan goda lagi gadis kecil ini"ucap Mei'er dengan merangkul Merry yang sudah sangat memerah itu.


"Mungkin kapan kapan kita akan mencoba Sixsome"ucap Ricard dengan terkekeh.


Merry yang tidak tau apa itu Sixsome pun bingung.


"Apa itu Sixsome....."Tanya Merry dengan bingung.


"Kau masihlah gadis kecil,jadi kau tak perlu tau sekarang"ucap Siao May yang mulai buka suara.


Ia adalah gadis dewasa,jadi ia cukup tau walaupun belum sama sekali pernah melakukannya,tapi ia sedikit ingin mencoba yang pertamanya dengan ramai ramai bersama saudarinya.


Namun Merry langsung cemberut karena dibilang gadis kecil.


"Aku sudah berusia 21 tahun,aku sudah dewasa dan bukan gadis kecil lagi.Bahkan buah kenyalku sudah besar"Ucap Merry dengan memamerkan buah kenyalnya sambil ia angkat.


"Walaupun buah kenyalmu sudah besar sekarang,tapi itu juga belum bisa mengeluarkan air susu"Jawab Sara dengan sedikit meremehkan,padahal ia juga belum bisa mengeluarkan air susu.


Tapi Merry langsung terdiam,ia mengira kalau hanya dirinyalah yang belum bisa mengeluarkan air susu.


"Mungkin sekarang belum bisa,tapi aku yakin nanti Ricard akan membuat buah kenyalku bisa mengeluarkan air susu"Ucap Merry dengan santai.


Lala yang duduk didepan samping Ricard pun hanya tersenyum kecut akan perbincangan konyol mereka.


"Kenapa kau yakin aku bisa mengeluarkan air susumu"Tanya Ricard.


"Karena kau bisa membuat buah kenyalku besar,pasti kau juga bisa membuat buah kenyalku mengeluarkan air susu"Jawab Merry dengan santai.


Mereka semua pun hanya menggeleng gelengkan kepala sambil tertawa akan kebodohan Merry.


Bahkan Ricard tak menyangka kalau gadis angkuh ini akan bodoh jika berurusan hal hal yang dewasa.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2