
Tak menunggu waktu lama,Ricard pun mengeluarkan sebuah Pil Pembentuk Tubuh tingkat menengah dari udara kosong.
Semua orang juga tak terkejut akan kemampuan Ricard,mereka semua mengira kalau Ricard memiliki sebuah Cincin dimensi.
Cincin dimensi adalah sebuah Artefak yang berfungsi untuk menyimpan barang dengan jumlah berapa pun.
Tapi Cincin dimensi tak bisa menyimpan makhluk hidup.Cara menggunakannya adalah dengan mengalirkan sedikit Qi dan memberikan setetes darah untuk menandai pemiliknya.
Tapi pemikiran mereka salah,Ricard mengeluarkan Pil tersebut dari Sistem.
Ricard pun berdiri dan memberikan Pil Pembentuk Tubuh tersebut ke Gisel Linu.
"Telanlah Pil ini,aku akan membantumu untuk penyerapannya"ucap Ricard yang menyodorkan Pil tersebut ketangan Gisel Linu.
Gisel Linu pun membalas ucapan Ricard dengan mengangguk,ia mengambil dan menelan Pil tersebut.
Setelah Pil tersebut tertelan,Gisel Linu pun langsung duduk bersila untuk menyerap Khasiatnya.
Tak lupa juga Ricard menempelkan Tangannya dikepala Gisel guna membantu proses penyerapannya.
Terlihat juga kalau dileher Gisel Linu mulai bersinar dengan lumayan terang.
Kakek sambo,Begal Linu dan Wati Hong pun hanya melihat saja proses penyembuhan yang dilakukan Ricard.
Mereka juga tak biaa melakukan apa apa karena mereka bukan seorang Alkemis atau Akupuntur.
Setelah 15 Menit lamanya,sinar yang ada dileher Gisel Linu pun mulai redup dan hilang.Ricard juga melepaskan tangannya dari kepala Gisel Linu.
Gisel Linu pun membuka matanya dan dan melihat semua orang.Mereka semua menatap Gisel Linu dengan semangat.
"aa.....yaahh...i..bu...ka...kekk"ucap Gisel Linu dengan terbata bata.
Wajar jika Gisel Linu kesusahan mengucap kan kata demi kata,karena ini adalah pertama kalinya ia mengeluarkan suaranya selama 40 tahun.
Semua orang pun menjadi bahagia dan gembira.Mereka lalu berpelukan satu sama lain dengan serempak.
Gisel Linu juga sangat bahagia,ia bahkan sampai menangis terharu karena sudah bisa bicara.
Ia bahkan sudah memantapkan hatinya untuk menjadi haremnya Ricard.
Ia pun melepaskan pelukannya dari mereka dan melihat Ricard yang sudah duduk disofa lagi.
Sedangkan Paman Fei yang daritadi hanya diam pun menjadi bosan.
Bagaimana Tidak,dari awal ia datang dengan Ricard sampai sekarang.Tidak ada yang mengajaknya berbicara.
"Tuan Muda aku kemobil saja untuk tidur,aku sudah bosan"bisik Paman Fei dan Ricard pun membalasnya dengan mengangguk.
Setelah kepergian Paman Fei,Gisel Linu pun berjalan kearah Ricard.
"Teri...ma....ka..sih..."ucap Gisel dengan terbata bata.
Ricard pun tersenyum dan menyuruhnya untuk duduk saja dulu.
__ADS_1
"Sama sama......Duduklah tak usah canggung begitu"ucap Ricard sambil tersenyum.
Sedangkan Gisel Pun lagi lagi terpesona dengan senyuman Ricard,ia bahkan berdiri dan menatap Ricard dengan bodoh.
Melihat putrinya yang masih berdiri dan menatap Ricard.Begal Linu dan Wati Hong pun tersenyum sambil mengeleng gelengkan kepalanya.
"Ehmm....cucuku kenapa berdiri terus"Ucap Kakek Sambo yang langsung membuyarkan lamunan Gisel Linu.
Mendengar suara kakeknya,Gisel Linu pun langsung tersadar dan menjadi malu.
Ia pun duduk dengan kepala menunduk dan meremas ujung gaunnya.
Mereka semua pun langsung tertawa melihat tingkah Lucu Gisel Linu.
"Jika sudah mengenal cinta,beginilah jadinya...."ucap Begal Linu dengan terkekeh.
Gisel Linu pun bertambah malu dengan ucapan ayahnya,namun ibunya datang dan langsung memeluknya dari samping.
"Tak apa sayang....tidak usah malu begitu"ucap Wati Hong dan Gisel pun hanya mengangguk saja.
"Oh iya nak Ricard.....Apa tujuanmu pergi kedunia Kultivator"Ucap Kakek Sambo.
Ricard yang mendengar pertanyaan Kakek sambo pun memikirkan hal itu,ia sebenarnya tak tau apa tujuannya kesana.Tapi hatinya selalu ingin kesana.
"Aku juga tak tau Kek.......Aku hanya ingin mengikuti kata hatiku saja"ucap Ricard dengan bingung mau menjawab apa pertanyaan dari kakek sambo.
Sedangkan Kakek sambo yang mendengar ucapan Ricard pun hanya mengangguk saja.
"Mungkin ini sebuah jalan takdirnya"Pikir Kakek Sambo dalam hatinya.
Ricard pun menggeleng dengan cepat,ia sebenarnya membantu Gisel Linu tanpa menginginkan imbalan sedikit pun.
"Aku tak menginginkan apa apa Paman,aku membantu Keluarga paman tulus dari hatiku"ucap Ricard dengan lembut.
Mereka semua yang mendengar ucapan Ricard pun menjadi kagum dengan sosok dirinya.Mereka semua mengetahui kalau baik dunia ini maupun didunia Kultivator,sangat jarang ada orang yang membantu tanpa menginginkan imbalan sedikit pun.
"Apa nak Ricard menginginkan Putriku"tanya Wati Hong dengan tersenyum.
Gisel Linu pun menjadi malu dan gugup saat mendengar perkataan ibunya,tapi ada ekspresi bahagia terpancar dimatanya.
"a....."perkataan Ricard pun langsung dipotong oleh Begal Linu.
"Sayang kita tak bisa memaksa kehendak putri Kita,kita harus bertanya dulu kepadanya"ucap Begal Linu sambil melihat kearah putrinya.
"Apa kau ma........"perkataan Begal Linu pun juga dipotong langsung oleh Putrinya.
"A...ku....maaauu...ay...aahhh"ucap Gisel Linu dengan gagap tapi terlihat semangat.
Mereka semua pun tertawa lagi dengan tingkah lucu Gisel Linu.Ucapan Ayahnya saja belum selesai,tapi Gisel Linu sudah langsung memotongnya.
Gisel Linu pun mendadak menjadi malu malu lagi.
"Tapi kita harus bertanya dulu kepada Ricard,apa ia mau bersama cucuku"ucap Kakek Sambo.
__ADS_1
"Apa nak Ricard bersedia melakukan perjodohan dengan cucuku"Tanya Kakek Sambo kearah Ricard.
Mereka semua pun menatap Ricard dengan penuh harap.Termasuk juga Gisel Linu.
Ia menatap Ricard dengan harap dan matanya juga tampak berkaca kaca.Terlihat jelas kalau raut wajahnya bersedia bersama Ricard.
Ricard pun awalnya ingin menolak perjodohan yang mereka berikan,tapi setelah ia melihat ekspresi Gisel Linu yang tampak penuh harap.Ia pun memutuskan dengan berat kalau dirinya bersedia.
"Aku bersedia saja Kakek,tapi aku juga memiliki 7 kekasih yang tinggal bersamaku.Apa dirinya tetap mau bersamaku"ucap Ricard sambil bertanya.
"A......"
"A....kkuu....te...tap...mauuu"ucap Gisel linu yang lagi lagi memotong ucapan Ayahnya.
Lagi lagi mereka semua tertawa,termasuk juga Ricard.Ia benar benar tak habis pikir dengan tingkah polos dan konyol Gisel Linu.
"Gadis ini benar benar polos"ucap Ricard dalam hatinya.
"Duduklah disamping nak Ricard dan berkenalan"ucap Wati Hong kepada putrinya sambil melepaskan pelukannya.
Gisel Linu pun dengan cepat mengangguk,ia berdiri dan berjalan dengan menunduk menuju ketempat duduk Ricard.
Ia duduk disamping Ricard dengan kepala menunduk sambil meremas ujung gaunnya.
Hal itu pun membuat semua orang tertawa lagi,mereka sudah habis pikir dengan tingkah polos Gisel Linu.
"Masa muda memang susah diartikan dengan cinta"ucap Wati Hong dengan terkekeh geli melihat kelakuan putri satu satunya itu.
"Kalau begitu kami akan menonton tv disebelah saja,kalian berkenalanlah supaya menjadi lebih dekat"ucap Kakek sambo dan mulai meninggalkan kedua anak muda itu,Begal Linu dan Wati Hong pun juga ikut pergi.
Kini,diruangan itu hanya ada Ricard dan Gisel Linu.Gisel Linu begitu gugup dan malu malu saat disamping Ricard.
Padahal kalau dilihat dari umur,Gisel Linu sudah berusia 40 tahun walaupun wajahnya tampak berusia 22 tahunan.
Sedangkan Ricard masih 19 tahun,tapi malah Gisel Linu yang begitu gugup.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
~
**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
__ADS_1
Dukungan Kalian semangatkuš**