
Setelah perbincangan itu,Ricard lalu menyuruh Lholo untuk memata matai pergerakan dari mantan kelompoknya itu.
Ia sedikit yakin kalau Kelompok yang mengincar Keluarga Linu sudah bergerak keprovinsi Beijing,apa lagi mereka juga sudah kehilangan 3 anggota mereka.
"Baik Tuan Muda,saya akan berangkat sekarang"ucap Lholo dengan hormat,ia langsung melesat pergi entah kemana,dan Paman Fai juga langsung kembali ke pos penjagaannya.
Melihat kepergian Lholo,Ricard langsung masuk kedalam Mansionnya.Ia berniat untuk tidur karena ia menjalani hari yang cukup melelahkan,apa lagi bersama Milf Citra Kong tadi siang.
~Pagi Hari,pukul 7:30
Ricard bangun dengan semangat dan langsung menuju kemeja makan.Disana juga sudah terlihat semua wanitanya termasuk ayah dan ibunya.
Mereka semua makan dengan riang sambil sesekali bercanda.
"Pagi semua...."ucap Ricard sambil duduk dimeja makan.
"Pagi sayang,apa kau pergi kekampus pagi ini"Tanya Mary Card.
Ricard pun mengangguk.
"Benar bu,hari ini aku ada jadwal dikelas pagi""Jawab Ricard sambil menuangkan nasi kepiringnya.
"Apa kau dikampus juga menyimpan beberapa wanita"Tanya Mary Card dengan tiba tiba saja.
Uhukk...
Uhukk..
Ricard pun tersedak mendengar ucapan ibunya itu,ia takut mau menjawab apa.
"Untuk apa kau menanyakan itu,bukannya bagus jika Ricard memiliki banyak kekasih sayang"Tanya Rimark Stive atau ayah Ricard dengan terkekeh.
"Bagus kepalamu...."Jawab Mary Card dengan cemberut,Ayah Ricard pun terkekeh canggung.
"Itu pasti ada Bu,lagi pula Ricard kan tampan pasti ada beberapa gadis yang sudah mencintainya bahkan sampai tergila gila"Ucap Mita dengan terkekeh senang,Mei'er dan Bella pun juga mengangguk dengan tersenyum.
"Mungkin saja Ricard juga memiliki 10 kekasih dikampusnya"ucap Sara sambil tersenyum juga.
Sedangkan Qin Sheila,Dinda Long,Chu Yin Shi dan Merry Chai,mereka hanya diam sambil tersenyum kecil,mereka adalah gadis yang pemalu dan tak terlalu banyak bicara.
Mary Card pun menatap Ricard dengan tajam saat mendengar semua ucapan kekasih Ricard.
"Hey apa yang kalian bicarakan,aku hanya memiliki satu dikampus"Jawab Ricard dengan gugup.
"Ibu tak percaya,disini saja kau memiliki 18 kekasih.Pasti duluar sana kau juga memiliki puluhan wanita"Ucap Mary Card dengan menatap Ricard.
__ADS_1
Mary Card sedikit tak menyukai jika Ricard selalu menambah kekasih,ia takut jika Ricard bosan dengan mereka semua ia akan mencampakkan.
Apa lagi ia melihat kalau semua kekasih Ricard adalah wanita baik baik,ia tak rela jika suatu saat nanti putranya itu akan bosan dengan mereka dan bertindak kasar.
Padahal Ricard tak memiliki niat seperti itu,tapi hati seseorang siapa yang tau.
"Ibu percaya saja denganku,aku hanya memiliki kekasih satu,dan itu hanya adik angkat Amanda.Kalau ibu tak percaya tanya saja dengan Amanda"ucap Ricard sambil melirik Amanda.
"Itu benar bu kalau adik angkatku adalah kekasih Ricard juga"Jawab Amanda.
Mary Card pun mengangguk.
"Oh ya,dimana Natalia,Natasha dan Gisel kenapa mereka tak ada disini"Tanya Ricard dengan bingung.
"Mereka tadi berangkat pagi pagi karena ada urusan tentang pembangunan Perusahaan BodyStell"Jawab Bella dan Ricard juga langsung mengangguk.
Setelah sarapan paginya telah selesai dengan keluarganya,Ricard pamit untuk berangkat kekampus.
"Aku berangkat dulu bu"ucap Ricard lalu ia pergi keparkiran mobilnya.
Ia mengendarai mobilnya dengan pelan dan tenang.
Namun ditengah perjalanannya,ia tak sengaja melihat Dosen Nita sedang ditarik paksa oleh seseorang pemuda dari mobilnya.
Ricard mengetahui siapa pemuda,karena ia pernah melihat pemuda itu jalan bersama Dosen Nita kemarin pagi saat dikampus.
Disisi Dosen Nita.
"Lepaskan sialan...Apa yang ingin kau lakukan"Teriak Dosen Nita sambil menahan tubuhnya untuk tidak keluar dari mobilnya.
Pemuda itu pun tersenyum cabul.
"Hehehe....Lebih baik kau temani aku kehotel,kita akan bersenang senang hari ini"Ucap Pemuda itu sambil menarik tangan Dosen Nita kearah mobilnya.
"Lepaskan sialan.....Inilah kenapa aku menolakmu kemarin,kau hanyalah seorang bajingan"Ucap Dosen Nita dengan marah.
Pemuda itu pun seketika marah mendengar ucapan Dosen Nita,ia pun langsung melayangkan sebuah tamparan kepipinya.
Plakk.....
"Inilah yang kau dapatkan jika menolak diriku,lebih baik kau layani aku dihotel atau kubuat kau sengsara sekarang"Ucap pemuda itu dengan marah.
Namun Dosen Nita tetap tak bergeming,ia sekuat tenaga mencoba melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Pemuda itu,walaupun pipinya sedang menahan sakit akibat tamparan dari pemuda itu.
"Aku tak sudi sialan..."Teriak Dosen Nita.
__ADS_1
"Lagi pula jalanan ini sepi,atau dijalan ini saja aku mencicipi tubuh indahmu"ucap pria itu dengan terkekeh cabul.
Mendengar itu,Dosen Nita pun langsung gemetar ketakutan.Ia memang sudah menyadari kalau jalanan ini sangat sepi.
Namun,ketakutan itu hanya sementara saat ada sebuah Lamborgini berhenti disamping mereka berdua,dan tak lama kemudian pintunya terbuka.
"Ricard......."
itulah kata yang Dosen Nita keluarkan saat melihat Ricard turun dari mobil,ia sangat bahagia karena Ricard akan menolongnya.
Sementara Pemuda itu sangat marah karena rencananya akan terganggu oleh orang asing,tapi saat mendengar ucapan Dosen Nita.Ia bertambah marah karena ia sangat yakin kalau pemilik mobil inilah yang disukai oleh Dosen Nita.
Sesaat Ricard turun dari mobilnya,ia langsung memandang dengan tajam kearah pemuda yang sedang menarik Dosen Nita.
"Kau lepaskan dia jika kau ingin tubuhmu utuh tanpa rasa sakit saat pulang kerumah"Ucap Ricard sambil menatap Pemuda itu dengan dingin.
Pemuda itu pun sangat marah karena mendengar ucapan angkuh dari Ricard.
"Apa kau tak tau siapa aku sialan"Tanya pemuda itu sambil menggertakkan giginya karena menahan marah.
"Aku tak tau dan tak mau tau,yang aku ingin kau lepaskan tangan kotormu dari tangannya"ucap Ricard dengan dingin.
"Bagus bagus.....sangat bagus,asal kau tau sialan.Aku adalah Tuan Muda dari keluarga Chi,dan namaku adalah Ban Chi,apa kau masih berniat untuk melawanku"Tanya Ban Chi dengan pandangan remeh kearah Ricard.
Sementara Ricard,ia hanya mengeleng gelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Bodoh dari Ban Chi.
Ia sudah kaya dan memiliki kekuasaan yang sangat besar diprovinsi Ngadiang ini,seluruh keluarga besar dan kecil sudah tau siapa Ricard.
Dan saat mendengar ucapan angkuh Ban Chi,ia pun merasa sedang berhadapan dengan seorang anak katak.
"Keluarga Chi?Keluarga kecil dari mana itu,maaf aku tak mengetahuinya"Ucap Ricard dengan santai.
Ban Chi pun sudah tak bisa lagi menahan amarahnya.
~
~
~
Bersambung
~
~
__ADS_1
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš