
Walau jauh dari lubuk hatinya ia sangat ingin sekali,tapi ia masih belum memiliki pemikiran untuk meninggalkan suaminya apalagi memiliki anak dari Ricard.
Ia sudah memiliki seorang putri yang berusia 8 tahun dengan suaminya,Anton Lholo.
Dirinya sedikit pahit jika ingin memisahkan putrinya dari ayah kandungnya,itulah mengapa Citra Kong masih ingin mempertahankan rumah tangganya.
Walaupun ia sudah menyelingkuhi suaminya itu,tapi dirinya tetap egois untuk mempertahankan rumah tangganya.
"Tuan Muda,aku belum siap harus memiliki anak darimu,maaf jika ak....."
Belum selesai ucapan Citra Kong,Ricard sudah lebih dulu memotongnya.
"Tak usah dijawab lagi Bibi,aku paham kalau Bibi masih ingin mempertahankan Rumah tangga Bibi kok"Jawab Ricard dengan mengelus kepala Citra Kong.
Citra Kong pun bahagia karena Ricard sangat pengertian dan lembut.
"Terima kasih Tuan Muda,tapi apa boleh dimasa depan kita akan melakukan ini lagi Tuan Muda"Tanya Citra Kong dengan mata penuh harapan.
Ricard tersenyum mendengarnya.
"Tentu saja Bibi,kapan Bibi ingin melakukannya denganku.Bibi bisa langsung meneleponku ataupun mencariku"Jawab Ricard dengan tersenyum cabul.
Ia juga tak mungkin membiarkan seorang Milf muda yang Montok ini kesepian.
Citra Kong pun bahagia mendengarnya,ia langsung mencium bibir Ricard dengan singkat dan tersenyum dengan tersipu malu.
"Kalau begitu dimasa depan aku tak akan ragu mencari Tuan Muda"Ucap Citra Kong dengan malu malu
Mendapat ciuman malu malu dari Citra Kong,Ricard pun ingin sedikit menggoda Citra Kong.
"Apa Bibi berniat menggodaku lagi"Tanya Ricard sambil meremas pantat montok Citra Kong.
Karena posisi Citra Kong sedang berbaring diatas tubuhnya,jadi Ricard pun dengan mudah untuk meremasnya.
Apa lagi tongkat panjangnya masih berdiri dan menancap dengan keras dilembah sempit Citra Kong.
Sedangkan Citra Kong,ia langsung panik lagi.Jika ia ingin memaksakan untuk merasakan kenikmatan itu lagi,ia pasti berakhir dengan pingsan dan kelelahan.
Tubuhnya sudah tak kuat lagi menahan keperkasaan Tongkat Ricard.
"Tuan Muda...nanti saja melanjutkanya kegiatan panas ini,aku saat ini benar benar tak kuat lagi"ucap Citra Kong dengan wajah yang memelas.
Ricard pun tersenyum,tentu ia tak akan memaksakan keinginannya sendiri.
"Tentu Bibi,beristirahalah sekarang dan pulihkan tenaga bibi dulu.Setelah itu kita akan melanjutkan kegiatan panas ini lagi nanti"Ucap Ricard dengan mengelus kepala Citra Kong.
Citra Kong pun tersipu malu,dirinya juga tak menyangka akan kecanduan dengan tongkat panjang Ricard.
Jangankan dirinya,semua wanita Ricard saja kecanduan setelah merasakan keperkasaan Ricard.
__ADS_1
Citra Kong pun mengangguk dengan malu malu,ia bebaring diatas tubuh Ricard dan mulai tertidur.
Entah kenapa dirinya juga merasa sangat nyaman saat berbaring diatas tubuh Ricard.
Apa lagi dengan tongkatnya yang masih menancap didalam lembah sempit dirinya dengan diam.Itu seperti menambah sensasi dirinya untuk tidur dengan nyaman
Tak butuh waktu lama,Citra Kong pun langsung tertidur pulas diatas tubuh Ricard.
Terlihat juga dari mulutnya mengalir air liur kedada Ricard.Itu menandakan kalau ia tidur dengan sangat pulas.
Ricard pun hanya mengeleng gelengkan kepalanya saat melihat cara tidur Citra Kong.
"Apa Bibi memang tidur harus mengeluarkan air liurnya"Pikir Ricard dengan sedikit bingung.
Ricard pun mengendong tubuh Citra Kong dan membaringkan tubuhnya diatas kasur.Ia juga memiliki sebuah kasur didalam Ruangan Pribadinya.
Ia lalu mencabut tongkatnya dari lembah sempitnya.
"Emmm...."Erangan merdu Citra Kong pun terdengar saat Tongkat Ricard telah dicabut.
Setelah itu,Ricard menyelimuti tubuhnya dan pergi menuju sebuah kamar mandi.Ia ingin membersihkan tubuhnya yang penuh keringat itu.
10 menit berlalu......
Ricard pun keluar dari kamar mandi dengan memakai celana Boxer dan baju kaos saja,tanpa memakai pakaian dalam.
"Masih Pukul 02:00 siang,masih punya banyak waktu untuk menghajar lembah sempit Bibi lagi"Pikir Ricard dengan cabul.
Ia pergi menuju tempat tidur yang Citra Kong tiduri,lalu ia berbaring disamping Citra Kong sambil memeluk tubuhnya.
Ricard ikutan tidur sambil meremas buah kenyal Citra Kong dengan lembut.
Hingga 1 jam berlalu.
Citra Kong mulai menunjukkan kalau ia akan segera bangun.
Saat dirinya terbangun,ia merasakan kalau ada tangan kekar yang lagi memeluk tubuhnya dari belakang.
Ia pun membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang sedang memeluk dirinya.
Saat mengetahui siapa yang lagi memeluk tubuhnya,ia pun tersenyum dengan sangat malu.
Dirinya juga mengingat kegiatan panas yang mereka berdua lakukan tadi siang hingga 2 jam lamanya.
"Bagaimana bisa aku menjadi sangat cabul tadi"pikir Citra Kong dengan tersipu malu,ia pun membenamkan wajahnya didada Ricard.
Tapi tangannya juga langsung turun kearah Tongkat Ricard yang masih keras itu dan sedikit mengelusnya.
"Benda ini yang membuat aku gila akan kenikmatan,bahkan membuat diriku berakhir dengan kelelahan"ucap Citra Kong dengan pelan,ia benar benar sangat malu saat mengingat kegiatan panasnya tadi.
__ADS_1
Hingga beberapa saat,timbul keinginan untuk Citra Kong mencicipi tongkatnya saat Ricard lagi tertidur.
Ia berniat untuk memasukkannya kedalam mulutnya dan sedikit bermain.
"Tuan Muda lagi tidur,aku sangat ingin mencicipi benda ini saat Tuan Muda lagi tidur"Pikir Citra Kong.
Ia pun langsung membuat Ricard tidur dengan telentang dan turun kearah selang.kangan Ricard.
Citra Kong menutupi tubuhnya dengan selimut sambil menarik boxer Ricard kebawah.
"Beruntung sekali,Tuan Muda tak memakai celana da.lam sekarang hehehe....."Pikir Citra Kong dengan terkekeh senang.
Ia pun memegang batang tongkat Ricard dan memandangi keperkasaannya,apa lagi ia juga sangat mengagumi bentuknya itu.
"Bagaimana bisa aku memiliki pemikiran cabul begini"pikir Citra Kong dengan malu malu.
Tapi ia tetap memasukkan tongkat Panjang Ricard kedalam mulutnya.
Ia hanya melahap ujung tongkat Ricard dan membuat lidahnya menari nari diatas ujung tongkatnya itu.
Sesekali tangannya mengaduk batang tongkat Ricard dengan mulutnya menyedot tongkat Ricard.
Tapi tanpa diketahui dirinya itu,Ricard ternyata telah menyadari aksi nakal Citra Kong.
Ia hanya membiarkan keinginan nakalnya itu dan menikmati sensasi lidahnya yang lagi menari diatas ujung tongkatnya.
"Bibi ini sudah mulai nakal ternyata,aku akan menghukumnya nanti......"
"Ayo....terus sedot Bibi,lebih kuat Bibi ohh yahh...."Ucap Ricard dalam hatinya.
Ia terus membiarkan Citra Kong bermain ditongkatnya itu,ia juga sangat menikmati permainannya yang terkesan sembunyi malu malu.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1