
Mendengar penjelasan beberapa daftar nama nama Perusaahaan Besar,Ricard pun hanya mengangguk.
"Apa Kakak mau tau siapa pemilik Perusahaan Pele Company"Tanya Ricard.
Sedangkan Carissa yang mendengar ucapan Ricard pun sedikit penasaran tentang pemiliknya.Ia tau kalau Pemilik Perusahaan tersebut sangat misterius.
Ia pun menghentikan permainannya dan mulai melihat Ricard kesamping sambil menyenderkan kepalanya disofa.
Mereka berdua bermain Play Station duduk dilantai dengan alas karpet lembut sambil bersandar dibelakang Sofa.
Tapi saat Carissa menatap Ricard,ia lagi lagi menelan salivanya.Ia benar benar tak tahan melihat tubuh sempurna Ricard.
Glukk...
"Benar benar sempurna"pikir Carissa,tapi ia tersadar kembali.
"Memangnya kau mengetahuinya siapa pemilik Perusahaan itu,kau saja hanya bekerja sebagai dokter keliling"ucap Ricard dengan sedikit mengejek Ricard.
Tapi Ricard yang mendengar ucapan Carissa pun sedikit kesal.
"Siapa yang dokter keliling,asal kakak tau ya.Aku ini pemilik dari Perusahaan Pele Company"Ucap Ricard bangga saat ia menyebut pemilik perusahaan pele company.
Tapi Carissa menganggap kalau Ricard sedang bercanda saja.
"Wowww.....Hebat.......Tapi kakak tidak percaya"Ucap Carissa dengan nada mengejek.
Ricard pun mulai jengkel dibuat Carissa,ia pun meletakkan Stik Ps nya sambil mengambil dompetnya.
Ia mulai merogoh dompetnya lalu mengeluarkan Kartu Pengenalnya.Kartu itu bewarna Emas dan dipinggirnya bewarna Hitam dengan lambang Negeri China.
Kartu tersebut juga tertulis kalau Ricard adalah pemilik Perusahaan Pele Company.
"Apa kakak sudah percaya"Ucap Ricard sambil menunjukkan Kartu Pengenalnya.
Carissa pun menjadi terkejut setelah melihat kartu itu,ia langsung percaya kalau Ricard benar benar pemilik Perusahaan Pele Company.
Karena Kartu Pengenal yang dipegang Ricard dibuat Langsung oleh Pihak Bank China.Kartu itu juga tak akan bisa dibuat oleh sembarangan orang,karena siapa yang ketahuan membuat kartu tersebut secara sembarangan.
Maka orang itu akan dipenjarakan karena sudah melanggar kode Etik dan meniru Barang Pihak negara.Jadi Kartu itu tidak akan bisa ditiru,dan kartu itu juga tak sembarangan orang bisa memilikinya.
Kartu itu hanya diberikan kepada orang yang memiliki Perusahaan 20 terbesar keatas,karena Perusahaan Ricard masuk posisi 10 terbesar.Otomatis Ricard akan mendapatkan Kartu Pengenal itu.
"Ini Benar benar Kartu Gold....bahkan ini sama persis dengan milik ayah"ucap Carissa dengan terus menatap Kartu Gold Ricard.
Kartu itu bernama Kartu Gold,karena kartu itu dibuat dengan emas murni.
Melihat kakaknya terpana dengan kartunya,Ricard pun mulai menunjukkan wajah sombongnya.
"Apa sudah percaya kak......"Ucap Ricard dengan menunjukkan wajah sombongnya.
Melihat wajah sombong Ricard,Carissa pun langsung jengkel.
__ADS_1
"Ini aku kembalikan,lagi pula hanya sebuah kartu.Apa istimewanya"Ucap Carissa dengan memajukan bibirnya.
Ricard pun mengambil Kartu Goldnya dan mulai menyimpan didompetnya.
"Tentu saja ini sangat istimewa,kita akan bisa pamer didepan para wanita cantik"ucap Ricard dengan bangga.
Tapi Carissa langsung tersenyum cerah setelah mendengar ucapan Ricard.
Ricard yang melihat kakaknya tersenyum pun sedikit bingung.
"Aku akan memberi tau ibu bagaimana cara kau menggoda seorang gadis hehehe......"ucap Carissa dengan tertawa mengejek.
Ricard yang mendengar ucapan Carissa pun panik,tapi ia mencoba untuk tetap tenang dulu.
"Dasar Pengadu......Anak Manja...."ucap Ricard dengan pura pura tenang,padahal dalam hatinya ia sudah ketakutan kalau Carissa langsung melaporkan keibunya.
"Apa kau bilang anak bau"Ucap Carissa dengan kesal.
"Tidak ada....Lagi pula aku tidak bau,kakak bisa mencium aroma tubuhku"ucap Ricard sambil mendekatkan tubuhnya.
Glukk...
"Aku jadi ingin memakan adikku"ucap Carissa dalam hatinya sambil menelan salivanya lagi,ia juga melupakan kekesalannya dengan Ricard.
Carissa benar benar sudah tak tahan melihat tubuh Ricard,tapi ia mencoba untuk tetap menahan hasratnya itu.
Namun usahanya gagal,karena sudah tak tahan.Carissa mulai berdiri dan duduk dipangkuan Ricard,ia menyenderkan kepalanya dileher Ricard sambil mencium aromanya disekitar leher Ricard.
"Apa yang kakak lakukan"ucap Ricard dengan pura pura bersikap tenang.
"Tidak ada,hanya ingin mencium aroma mu saja,apa kau bau atau tidak"Ucap Carissa,tapi ia sudah melayang saat menciumi aroma leher Ricard.
Ricard juga tak tahan karena geli saat nafas Carissa berada dilehernya.Bahkan Tongkatnya sudah mulai mengeras.
Karena Carissa hanya memakai celana da.lam dan Sot yang sangat ketat.Ia pun mulai merasakan tongkat Ricard disela sela lembahnya.
Ricard juga merasakan lembah surga Carissa yang berada ditongkatnya.
Bahkan Ricard sedikit merasakan kalau lembah surga Carissa sudah mulai badah dan hangat.
"Siall.....Sepertinya kakak memiliki naf.su yang sangat tinggi.Ia hanya melihat dada bidangku dan aroma tubuhku,dan ia langsung teran.sang......"
"Kalau begini terus,aku bisa lepas kendali"Ucap Ricard dalam hatinya,tapi ia juga menikmati sentuhan lembah surga Carissa ditongkatnya.
Namun Ricard tiba tiba membeku saat mendengar bisikan Carissa tepat ditelinganya.
"Apa adikku ini teran.sang dengan kakaknya"bisik Carissa dengan lembut,ia sedikit merasakan kalau tongkat Ricard makin lama makin mengeras.
Ricard sudah gugup dan tak tau mau apa lagi,ia hanya pasrah dengan keadaan ini.
"Kakak turunlah aku masih ingin bermain Play Station"Ucap Ricard dengan gugup.
__ADS_1
Tapi Carissa sedikit tersenyum saat merasakan kegugupan Ricard.
"Kenapa tidak bermain bersama kakak saja"Bisik Carissa.
"Kurasa memang sudah konslet otak kakakku.....Aku ini adikmu bodoh,tidak mungkin aku mau melakukan itu....Tapi tongkat ku ini malah menikmati sentuhan lembah surganya"Rutuk Ricard dalam hatinya.
"Kak aku cuman mau main Play Station saja"ucap Ricard yang masih gugup.
Mendengar Ricard yang bertambah gugup,Carissa pun semakin senang.
"Tapi dengan kakak kau akan keenakkan"Bisik Carissa sambil memeluk dan mengelus kepala Ricard.
Ricard juga tak menjawab ucapan Carissa,ia diam sambil menikmati sentuhan kakaknya itu.
Semakin lama Ricard semakin tak tahan dengan keadaannya ini,bahkan tongkat panjangnya sudah berdenyut disela sela lembah surga kakaknya itu.
Carissa juga sudah merasakan kalau tongkat Ricard berdenyut dengan kuat.Ia pun semakin menjadi jadi.Carissa bahkan langsung menjilati telinga Ricard.
"Adik....Hanya mencium aroma lehermu saja,kakak mau pipis......Ini tak lama lagi akan keluar"ucap Carissa yang sepertinya sudah mulai melakukan pelelasannya.
Tapi Ricard tetap diam saja,ja memeluk Pinggang Carissa dan mengelusnya.
Slurrrrrr.......
Akhirnya Carissa pun pipis dicelana Ricard,ia pipis bahkan sampai membasahi seluruh Tongkat Ricard dan celananya.
Ricard juga langsung menikmati kehangatan yang membasahi tongkatnya itu.
Karena Carissa sudah melakukan pelepasannya,ia pun sedikit tersengal dan menenggelamkan bibirnya dileher Ricard.
Ricard juga sudah lepas kendali,ja benar benar sudah tak tahan lagi.Ia pun mengangkat tubuh Kakaknya itu dan membaringkannya diatas kasur.
Ricard pun menindihnya dan mulai mencium bibir Carissa.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatmuš
__ADS_1