
Sekarang jam menunjukkan pukul 17:30 sore.Saat ini Ricard sedang berada didalam Lamborghininya disebuah jalan raya.
Ia sedang menuju ke Perusahaan Pencitra Skin guna menandatangani Berkas tanda perpindahan kepemilikan.
Namun tiba tiba saja,Ricard mendapatkan sebuah misi dari Sistem.
[Ding!Misi ditemukan,Selamatkan seorang pengemis dari para Preman Pasar.Alamat dijalan menuju Pasar kowntol]
[Hadiah misi]
PS 500 000
Uang 5 Miliar
Kartu bebas memilih bawahan ( E )
2+ Kharisma
[Hukuman]
Tongkat akan mengecil sebesar jempol
Ricard yang mendengar misi menolong pengemis dengan hadiah yang sangat istimewa pun langsung tersenyum lebar.
Tapi itu semua hanya berlangsung beberapa detik saja,raut wajahnya langsung berubah saat ia mendengar hukuman dari Sistem jika misi gagal.
"Hah?Hey Sistem jangan memberi hukuman seenaknya dong.Apa apaan hukuman itu,asal kau tau ya.Aset beharga dari seorang Pria adalah memiliki tongkat yang super panjang dan tebal"ucap Ricard dengan super kesal.
"Kalau tidak mau ya sudah,Sistem akan langsung memotong Tongkat Tuan sekarang"ucap Sistem dengan ketus.
Mendengar ucapan Sistem,Ricard pun langsung merubah raut wajahnya.
"Tidak....bukan begitu sayang.Aku sangat gembira kok menerima misi tentang menolong seorang yang sedang membutuhkan bantuan"ucap Ricard dengan lembut.
"Hanya menolong pengemis,itu pasti misi yang mudah"Pikir Ricard.
Tanpa berlama lama,Ricard langsung mengarahkan Lamborghininya ke jalan Kowntol dekat pasar.
Saat ia tiba disana,ia langsung melihat seorang pengemis pria tua yang sedang dipalak oleh 3 preman,Ricard pun langsung menepikan mobilnya dipinggir jalan.
ia melihat bagaimana keadaan pengemis itu dan para warga yang hanya melintas saja tanpa rasa peduli.
"Banyak mata yang melihat tapi tak satu pun hati yang mau bergerak......"
"Mereka bertiga memiliki kaki dan tangan yang lengkap tapi mereka malah memilih menjadi penjahat......"
"Seorang Pria tua yang sedang mengais Rezeki tapi mereka memalaknya demi sebuah kepuasan hati......"
"Kita hidup didunia dimana kita menolong seseorang harus menggunakan kamera demi sebuah konten belaka......"
"Miris tapi ini sebuah Realistis"
Ricard hanya bisa mengucapkan kata kata itu lewat hatinya.Ia pun turun dari mobilnya dan menghampiri 3 preman itu.
__ADS_1
"Oi pak tua,mana uangnya.Hah!"ucap salah satu preman yang memiliki badan besar
Sedangkan 2 lainnya memiliki badan kecil yang sedang melihat kearah pria tua itu dengan senyuman sinis.
"Maaf Tuan,uang ini akan saya gunakan untuk membeli makanan dan minuman saya belum makan dari siang Tuan"ucap pengemis tua itu,ia benar benar tak berdaya saar ditindas oleh para preman itu.
Sedangkan semua orang yang berada disitu hanya lewat saja tanpa memperdulikan keadaan orang lain.
Mendengar ucapan pria tua itu,preman berbadan besar itu pun marah.Ia pun langsung menendang kepala pria tua itu.
Tapi sebelum kakinya sampai dikepala pengemis tua itu,ada sebuah kaki yang menendang kaki preman itu.
"Bughh...."Suara kaki berbenturan pun terdengar ditelinga ketiga preman itu.
"Apa kalian bertiga tidak memiliki hati,memalak seorang pria tua yang sedang mencari sesuap nasi"ucap Ricard dengan sinis kearah tiga preman itu.
Para preman itu yang mendengar ucapan Ricard pun langsung emosi.
"Siapa kau sialan!Beraninya kau menghentikan tendanganku.Hah!"ucap preman berbadan besar dengan suara yang terdengar marah.
"Memangnya kenapa jika aku menghentikan tendaganmu?"Tanya Ricard dengan santai.
Para preman yang mendengar ucapan Ricard pun sudah tak bisa lagi menahan emosinya.
"Kalian berdua,patahkan kedua kaki dan tangannya!Cepat!"ucap Preman berbadan besar itu kearah kedua temannya.
"Siap bro!"ucap keduanya.
Mereka berdua pun bergegas kearah Ricard sambil mengarahkan tinjunya kearah Ricard.
Ricard yang melihat mereka menyerang pun langsung menendang kedua perut mereka.
Bukk!...Gedebuk...
Bukk!...Gedebuk...
Melihat itu,Preman berbadan besar pun mulai sedikit takut kepada Ricard.
"Mungkin mereka berdua sedang lapar,makanya sekali tendang langsung pingsan"Pikir Preman berbadan besar.
Ia sepertinya tak percaya kalau Ricard kuat,makanya preman berbadan besar itu mengira kalau kedua temannya sedang lapar.
Mungkin jika Ricard mendengar ucapan preman berbadan besar itu pasti langsung muntah darah.Karena memiliki pikiran yang tak logis.
Preman berbadan besar itu pun mulai mengendalikan dirinya dan langsung menatap Ricard dengan tajam,ia tak terima kedua temannya ditendang seperti itu.
Ia pun langsung mengambil pisau yang terselip dipinggang celananya.
"Mati kau sialan!"ucap Preman berbadan besar yang langsung maju dengan membawa pisaunya.
Sementara itu,Ricard hanya diam saja saat preman berbadan besar itu bergerak kearahnya,Ricard hanya menatapnya dengan datar.
Saat pisau hampir mengenai perutnya,Ricard memutar sedikit tubuhnya kesamping dan meraih pergelangan tangan preman itu.
Ricard memutarnya sedikit sampai pisau itu terjatuh ke tanah.
arrgghhhhh......
Saat pisau sudah jatuh,Ricard memutar tangan preman itu lagi.Tangan preman itu pun langsung patah.
Ricard langsung melepaskannya dan membuat Preman itu tersungkur ditanah,ia meringis kesakitan sambil memegangi pergelangan tangan kanannya yang patah.
__ADS_1
Ricard yang melihat preman berbadan besar tersungkur pun langsung meraih pisau yang berada dikakinya.
Jleep!!
Ia menancapkan pisau itu dipaha preman itu,darah segar pun keluar dari paha preman itu dengan lumayan banyak.
"aarhhhhh.......am...punn...Tuan"ucap Preman itu dengan suara kesakitan.
Para warga yang sempat melihat pertempuran mereka pun langsung terkejut saat Ricard menancapkan sebuah pisau dipaha preman itu.
"Enyahlah dari pandangannku dan bawa kedua teman jelek mu itu"ucap Ricard dengan jijik.
"Ba...baik...Tuan...."ucap preman itu dengan gemetar ketakutan.
Ia pun langsung berdiri dengan susah payah sambil membangunkan kedua temannya yang pingsan itu dengan cara menendang kepala mereka.
Tanpa memperdulikan para preman dan warga disana.Ricard menghampiri pengemis tua itu.
"Apa anda tidak apa apa"Tanya Ricard ke arah pengemis tua itu.
"Sa...ya..tidak apa apa tuan muda"ucap pengemis tua itu dengan gemetar.
Tanpa basa basi,Ricard mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu,dan menyerahkan ke arah pengemis itu.
"Ini ada sedikit rejeki untuk anda,mohon diterima"ucap Ricard.
"Tidak usah tu...."
"Ambil aja,bukannya anda bilang belum makan siang.Jadi ini untuk anda saja"ucap Ricard yang langsung memotong ucapan pengemis tua itu.
Melihat ketulusan Ricard,pengemis tua itupun langsung mengambil uang Pemberian Ricard.
"Terima kasih Tuan muda,semoga kebaikan anda menjadi berkah bagi semua orang"ucap pengemis tua itu.
"Sama sama....saya permisi dulu"ucap Ricard yang langsung pergi kearah mobilnya.
Melihat kepergian Ricard pengemis tua itu pun tersenyum lebar.
"Anak Muda Yang Menarik"ucap pengemis tua itu lalu menghilang tanpa diketahui semua orang.
~ ( Bersambung )
~
~
~
~
~
~
(Lelah bro,baru pulang kerja langsung nulis novel😪...)
~
-Ayo dukung karya ini dengan like vote ya teman teman🥰
__ADS_1
-Dukangan kalian semangatku😘