Sang Pemandu

Sang Pemandu
Citra Kong Merindukan Ricard


__ADS_3

Ricard berjalan kembali ketempat duduknya dengan perasaan yang sangat kesal.


"Tuan Muda,kapan aku mulai bekerja disini"Tanya Cici dengan gugup.


Ia sedikit khawatir kalau Ricard tak jadi mempekerjakan dirinya di Perusahaan Pencitra Skin.


"Kau bisa bekerja sekarang,posisimu Manager Keuangan.Dan ini beberapa berkas yang nanti bisa kau pelajari dan pahami"Ucap Ricard sambil menyerahkan berkas berkas tentang statistik keuangan Perusahaan.


Cici pun menjadi gembira karena bisa diterima bekerja disini,ia mengambil berkas dan mulai memahami isinya.


"Terima kasih Tuan Muda,aku akan bekerja dengan giat"Ucap Cici dengan bahagia.


"Tentu saja,tapi nanti jam pulang kantor kau harus keruanganku"ucap Ricard dengan tersenyum cabul.


Cici pun menjadi salah tingkah dan tersipu malu,ia tau apa yang akan dilakukannya diruangan Ricard nanti.


Tapi ja juga sudah menguatkan hatinya untuk menyerahkan dirinya.Ia sudah sangat mencintai Ricard,walaupun itu pertemuan pertama kalinya bagi mereka berdua.


Tapi baginya,karena Ricard menyukai tubuhnya tanpa melihat kekurangan darinya.Itu sudah cukup membuat ia yakin kalau Ricard memang menyukainya.


"Baik Tuan Muda"ucap Cici dengan malu malu.


Ricard pun keluar dari ruagan itu sekalian mengantar Cici ketempat ruangannya bekerja.


Setelah ia mengantarnya,Ricard menuju keruangan Pribadinya.


Sesampai diruangan Pribadinya,Ricard langsung menelepon Citra Kong wakil Manager Perusahaan untuk segera keruangannya.


Ia juga adalah istri dari Anton Lholo Manager Perusahaan.


Karena Ruangan Manager dan Wakil Manager terpisah,Ricard jadi leluasa untuk menelepon Citra Kong.


Ia juga yakin kalau Anton Lholo tidak ada diruangan Citra,karena tugas perusahaan lagi menumpuk.


Itu diakibatkan besarnya permintaan dari produk yang telah dijual Perusahaan Pencitra Skin,terutama dari Produk Skincare yang dibuat Ricard.


"Hallo Bibi,tolong segera keruanganku sekarang ya"ucap Ricard dari teleponnya.


"Baik Tuan Muda,saya akan kesana sekarang juga"ucap Citra Kong dengan lembut.


"**Baik...."ucap Ricard lalu menutup teleponnya kembali.


Ia pun menyenderkan tubuhnya dikursi sambil memejamkan matanya.


Ricard menunggu kehadiran Citra Kong atau Milf muda itu dengan sabar.


Sementara disisi Citra Kong,ia sudah sangat bahagia karena Ricard mengunjungi Perusahaan lagi.


Ia memang dulu pernah diperkosa oleh Ricard disamping suaminya yang lagi mabuk.


Tapi karena pemerkosaan itu,ia menjadi candu dan ketagihan dengan tongkat Ricard yang super panjang dan tebal.

__ADS_1


Dirinya bahkan terus membayangkan tongkat Ricard masuk kembali kedalam lembah sempitnya.


Bahkan untuk ukuran tongkat Suaminya Anton Lholo,itu masih kalah jauh dan ia juga sangat cepat melakukan pelepasan.


Itu membuat Citra Kong tak puas,karena tak puasnya itu ia menjadi memikirkan tongkat Ricard yang menggempur lembah sempinya.


"Aku sudah sangat merindukan tongkat Tuan Muda,Panjang Tebal dan tahan lama......Bahkan aku sudah mulai meneteskan cairan beningku"ucap Citra Kong sambil mengelus lembah sempitnya yang sudah sangat basah.


Ia pun tak mau lagi membuang waktu,ia bergegas menyimpan semua berkasnya dan membawa beberapa berkas yang penting saja untuk sekedar basa basi nantinya.


Ia berjalan keluar pintu,namun saat hendak keluar dari ruangannya.Tiba tiba saja muncul Anton Lholo,suaminya.


"Istriku,kau mau kemana"Tanya Anton Lholo dengan sedikit bingung.


Citra Kong pun seketika menjadi gugup dan panik.Tapi ia sebisa mungkin untuk menahan kegugupannya itu.Ia tak mau nanti suaminya itu curiga dengan dirinya.


Ia pun memikirkan alasan yang tepat,tak mungkin ia mengatakan ingin pergi keruangan Ricard.Bisa bisa suaminya berfikir kalau ia sedang selingkuh ataupun yang lainnya.


"Em itu sayang,aku mau kekamar mandi dulu.Aku benar benar sudah kebelet"ucap Citra kong sambil memperagakan orang yang kebelet pipis.


Anton Lholo pun langsung percaya saja,ia yakin kalau istrinya itu tak mungkin berbohong.


"Oo aku pikir kau mau kemana,kalau begitu aku kembali keruanganku dulu ya"Ucap Anton lalu ia pun pergi kembali keruangannya.


Citra Kong pun mulai bernafas lega,ia tak menyangka kalau suaminya sangat gampang untuk dibodohi.


"Sibodoh ini tak berfikir,ngapain ke wc bawa berkas berkas penting"Pikir Citra Kong dengan mengeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan bodoh suaminya itu.


Citra Kong pun tak memperdulikan kebodohan suaminya itu lagi,ia bergegas dengan cepat keruangan Ricard.


Sesampainya didepan Pintu Ruangan.


"Aku tak sabar lagi"pikir Citra Kong saat tiba didepan pintu Ruangan Pribadi Ricard.


Ia pun mengetuk pintu itu dengan hati yang sedikit bedebar dan gugup.


Jujur saja ia masih malu malu kalau ingin bertemu dengan Ricard.


Kejadian pemerkosaan Ricard masih teringat jelas dipikirannya.


Tok....


Tok....


"Masuk saja....."ucap Suara Ricard dari dalam Ruangan.


Citra Kong pun membuka pintu itu dengan pelan dan menutupnya kembali.


Ia berjalan kearah kursi yang telah tersedia dihadapan meja Ricard dengan hati yang sangat gugup.


Setelah itu,ia duduk dan memandang Ricard dengan malu malu.

__ADS_1


Sementara Ricard,ia tersenyum tipis saat mengetahui Citra Kong sedang gugup dan memandangnya dengan malu malu.


"Apa Bibi cantik ini hanya akan memandangku dengan malu malu begitu"Tanya Ricard dengan tersenyum.


Ia juga sangat yakin kalau Citra Kong pasti sudah merindukan keperkasaan Tongkat Panjangnya.


Citra Kong pun tersipu malu saat mendengar suara Ricard yang lembut,ia seperti gadis muda yang sedang jatuh cinta sekarang.Padahal ia sudah berumur 32 tahun dan beranak satu.


"I..tuu...anuu.....Ini berkas berkas dari Perusahaan Amerika yang meminta Produk dari Kita Tuan Muda,dan bagian tentang berkas jawaban dari kita ada ditangan Nona Bella"Jawab Citra Kong dengan tersipu malu.


Entah kenapa ia juga bahagia saat mendengar Ricard mengatakan dirinya cantik.


Ricard pun mengambil dan melihat Berkas berkas itu.


Ia mulai memperhatikan dengan teliti berkas itu dan sedikit mengangguk,ia juga sangat terkejut kalau Perusahaan Amerika berani membeli Resep pemutih kulit dan Skincare darinya dengan harga yang sangat tinggi.


Disisi Citra Kong,ia sangat terpana akan ketampanan Ricard,ia terus menerus memandang Ricard dengan lekat lekat tanpa berkedip.


"Wajahnya benar benar Tampan,apa lagi ia juga sangat perkasa dan kuat.Aku jadi merindukan ia memperkosa lembah sempitku lagi"Pikir Citra Kong dengan senyum senyum sendiri,ia masih terus memandang Wajah Tampan Ricard.


"Tawaran mereka sangat bagus dan harga nya pun juga sangat tinggi,tapi kita tak perlu menjual resep kita.Aku akan mengirim jawaban mereka esok,bibi hanya fokus untuk menjual Produk kita hingga keluar negri saja.Apa Bibi paham"Tanya Ricard sambil memandang berkasnya.


Tapi Ricard tak mendengar jawaban dari Citra Kong.Ia pun mengangkat kepalanya dan melihat kearah Citra Kong.


"Huft.....Bibi Milf ini rupanya sudah sangat merindukanku,bahkan ia tak mendengar ucapanku"pikir Ricard saat ia melihat Citra Kong masih saja memandang dirinya.


"Eheemm......."


Ricard pun terbatuk keras untuk menyadarkan Citra Kong.


Karena batukan Ricard cukup keras,Citra Kong pun langsung tersadar dari lamunannya itu.


Ia pun tersipu malu karena sudah ketahuan memandangi wajah Tampan Ricard.


"Ada apa Tuan Muda"Tanya Citra Kong dengan sedikit menunduk malu.


Ia tak berani menatap mata Ricard yang mempesona itu.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2