
Tapi Mary Card langsung memasang wajah garang menatap Ricard.Ia tak menyangka kalau putranya akan mendapatkan satu gadis cantik lagi.
"Apa kau berencana untuk menikahi semua gadis cantik di China ini nak"Ucap Marya Card sambil menatap tajam Kearah Ricard.
Ricard tentu saja gugup dan gemetar saat ditatap ibunya.
"Bukan se....."belum sempat ucapannya selesai,Mary Card malah langsung memotongnya.
"Apa kau juga dipaksa olehnya nak"ucap Mary Card dengan lembut kearah Meysa.
Tapi Meysa sedikit memahami maksud dari ucapan Ibu Ricard.Ia pun menjawab ucapan Ibu Ricard dengan gugup.
"Itu...Tidak seperti itu bu,saya juga mau bersama Tuan"Ucap Meysa dengan gugup.
Mary Card pun hanya menghela nafas berat,ia mengira kalau putranya terlalu tampan makanya para gadis ini bisa dibodohi olehnya.
"Baiklah..Ibu tetap merestui kalian,tapi kau tau kan kalau Ricard memiliki banyak kekasih,salah satunya Qin Sheila"ucap Mary Card.
Sedangkan Qin Sheila,ia sudah terbang bahagia karena mendengar dia kekasih Ricard juga.
"Meysa juga sudah mengetahuinya bu,Meysa tak apa apa jika Tuan Ricard memiliki banyak kekasih"Ucap Meysa dengan lembut.
"Baiklah........Tapi kalian berdua harus akur.Apa kalian paham Meysa Sheila"ucap Mery Card sambil melirik kearah mereka berdua.
"Paham Bu...."ucap Meysa dan Sheila dengan serempak.
"Sudah pukul 02:00 siang,aku harus berangkat sekarang bu......."
"Dan juga sampaikan ke Chika dan Gisel,sepertinya mereka tak bisa ikut.Aku sedang terburu buru sekali Bu"ucap Ricard dengan merasa bersalah karena tak bisa membawa Chika dan Gisel.
"Baiklah ibu paham,nanti ibu akan menyampaikannya kepada mereka berdua"ucap Mary Card.
"Sheila Meysa ayo kita berangkat.Bu aku pamit dulu"ucap Ricard dengan lembut.
"Ibu,kami juga pamit dulu......."ucap Sheila dan Meysa dengan serempak.Mary Card juga langsung mengangguk saja.
Mereka bertiga pun pergi menuju keparkiran Mobil dan langsung masuk.
Namun saat akan masuk kemobil,Meysa dan Sheila melakukan perdebatan kecil.
Mereka berdua berebut ingin duduk dikursi penumpang samping Ricard.
"Aku duduk didepan bersaama Tuan"ucap Meysa dengan melotot.
"Tidak Bisa.....Tadi kau sudah duduk didepan saat menuju kesini,sekarang giliranku"ucap Sheila dengan melotot juga,Sheila menebak kalau Meysa pasti sudah duduk didepan samping Ricard.
Ricard pun hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua gadis itu.
"Jika kalian tak bisa akur juga,kalian berdua bisa tinggal disini saja"ucap Ricard dengan datar.
Ia berkata seperti itu hanya untuk membuat Sheila dan Meysa menghentikan perdebatan tak jelas mereka.
__ADS_1
"Maaf Tuan........"Ucap Meysa dan Sheila dengan kepala menunduk kebawah.
"Kalian Berdua duduk dibelakang saja"ucap Ricard.
Meysa dan Sheila pun langsung mengangguk dengan patuh,mereka duduk dikursi belakang dengan diam tanpa berbicara lagi.
Mobil sudah melaju,Ricard juga melihat kedua gadisnya dari kaca hanya diam sambil menunduk.
Ricard pun tersenyum dan tak habis pikir dengan sifat mereka berdua.
Setelah Ricard mengambil teleponnya untuk menelepon Paman Fei.
Tutt....
"Hallo Paman....."ucap Ricard.
"Hallo Tuan Muda,ada keperluan apa menelepon saya"ucap Paman Fei.
"Aku saat ini sedang pergi kebandara untuk pulang keprovinsi Ngadiang.Aku hanya ingin menyampaikan Tugas untuk paman"ucap Ricard.
"Tugas apa itu Tuan Muda"Tanya Paman Fei.
"Aku hanya ingin Paman Fei menjaga keluargaku di Beijing ini......."ucap Ricard sambil menjelaskan pertemuan dirinya dengan keluarganya.
"Baik Tuan Muda,saya akan melakanakan Tugas yang anda berikan"Jawab Paman Fei dengan tegas.
"Baik terimah kasih Paman,kalau begitu aku akan matikan dulu teleponnya"Jawab Ricard.
"Aku begitu bodoh karena sudah membuat Tuan marah lagi denganku"ucap Sheila dalam hatinya dengan sedih.
"Maafkan aku Tuan,aku berjanji akan akur dengan Sheila dan membuat Tuan bangga denganku"ucap Meysa dalam hatinya.
Ricard tak tau apa yang dipikirkan oleh kedua gadisnya,tapi ia yakin kalau Meysa dan Sheila berniat untuk akur.
Ricard pun membawa mobilbya dengan pelan dan sedang.
Tapi,saat ia sedang melewati jalan yang cukup sepi.Ia melihat mearah gank sempit dimana ada seorang wanita yang hendak dibawa paksa oleh 5 orang Pria berbadan besar.
Ricard pun membawa mobilnya menuju kearah Gank tersebut.Saat ia telah tiba didepan Gank.
Ia melihat kalau salah satu pria berbadan besar tersebut hendak membuka tali pinggang celananya.
Dan empat lainnya hanya melihat sambil tertawa kearah gadis tersebut.Gadis tersebut kondisinya sedang menangis sambil terbaring ditanah.
Ricard yang melihat kelakuan mereka pun mengerutkan keningnya
"Apa mereka sudah tak punya otak lagi,ini masih siang.....Bahkan ini dekat dengan jalan raya.Bagaimana nanti jika ada orang yang melihatnya....."
"Kebayakan nonton pilem jav ni orang,Burung tegang carinya gadis yang lewat digank sempit"ucap Ricard dalam hatinya.
Ricard pun berniat untuk menolong gadis tersebut.
__ADS_1
"Kalian berdua tunggu disini,jangan kemana mana"ucap Ricard yang langsung turun dari mobil.
Qin Sheila dan Meysa Zee pun mengangguk dengan patuh.
Ricard langsung mengahampiri para penjahat kela.min itu.
Saat celana para Penjahat Kela.min itu sudah terbuka,Ricard memanggil mereka dengan lantang.
"Hey kalian berlima,menyingkirkalah dari pandanganku dan serahkan gadis itu kepadaku"Ucap Ricard dengan lantang.
Para penjahat Kela.min itu pun mulai melihat kearah Ricard,termasuk juga pria yang baru membuka celananya.
Ia mulai memasang celananya lagi dan berteriak kearah Ricard.
"Sialan......Kau mau mati rupanya...Kau bunuh saja dia"ucap Pria itu yang sepertinya adalah pemimpin dari para penjahat Kela.min itu.
Pria yang ditunjuk dari pemimpinnya pun mulai mengeluarkan Pisau dari celananya dan berlari menuju kearah Ricard.
Ricard juga diam saja melihat pria berlari kaarahnya.Saat sudah hampir tiba didepannya,Ricard menendang perut Pria itu.
Brukkk.....
Gedebukkk......
Pria itu pun terjatuh dan langsung pingsan ditempat itu.
Para penjahat Kelamin lainnya hanya bisa melebarkan mata saat melihat kejadian itu.Termasuk juga gadis yang hampir diperkaos oleh pemimpin penjahat kela.min itu.
Gadis tersebut membulatkan matanya saat melihat Pria yang sedang berkelahi dengan para penjahat kela.min itu.
"Dia Pria yang waktu itu....."ucap gadis tersebut dalan hatinya.Gadis tersebut ingin berdiri tapi tak bisa.Ia sedang menahan sakit dibagian perutnya akibat terkena tendangan yang cukup kuat dari pemimpin penjahat kela.min itu.
~
~
~
( Besambung )
~
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1
(Maaf hanya bisa 1 bab,soalnya ada masalah ditulisan bab 92)