Sang Pemandu

Sang Pemandu
Ricard Bingung


__ADS_3

Ricard yang telah menyelesaikan kegiatan panasnya dengan Citra kong,akhirnya pun pulang ke villanya.


Ia mengendarai Lamborghininya dengan pelan dan santai.Namun tiba tiba saja Ricard kepikiran tentang Statusnya.


"Sistem cek Status"ucap Ricard ke Sistem Sambil menepikan mobilnya dipinggir jalan untuk mengecek Statusnya.


"STATUS"


( NAMA )


- Ricard Stive (19) - (10)


( KECERDASAN )


- 71 +


( KHARISMA )


- 72 +


( SKILL )


- Skil Beladiri


- Skil Bercinta


- Skil Mengemudi


- Skil Asassin Super


- Skil Bisnis Super


- Skil Mata Cahaya


- Skil Pengobatan Kuno


- Skil Langkah bayangan


- Skil Api Pelahap


( SALDO )


- 45 Triliun


( POINT SISTEM )


- 200 000


( PASANGAN )


- Mita(24)


- Bella Olivia(26)


- Dosen Nita(29) ( - )


- Amanda Lotus(26)


- Clara Bekil(19) ( - )


- Sara Mikela(26)


- Dinda Long(25)


- Natalia Wang(25)


( ASET )


- Villa Elit No 01 Dikawasan Gadingan


- Perusahaan Hotela Com


- Perusahaan Pele Company

__ADS_1


- Perusahaan Pencintra Skin


- Mall Campony


( KENDARAAN )


- Motor Honda CBR 150R


- Audy A8 L


- Lamborghini Aventandor SVJ


- Dua buah Lamborghini Roaster Coaster


- Bugatti Chiron White


"Astaga aku melupakan hal penting ini, seharusnya aku juga memberikan resep Pemutih kulit yang kudapat dari Sistem ke paman Anton"gerutu Ricard dengan sedikit kekesalan.


"Huft...besok pagi mungkin aku harus mengunjungi Perusahaan lagi...Tapi tak apalah,yang penting milf harus kunikmati lagi hehehe"pikir Ricard dengan terkekeh kecil.


"Sistem gunakan Kartu pemilihan Bawahan tingkat D"ucap Ricard kepada Sistem.


Ia juga mengingat kalau dirinya mendapatkan sebuah kartu pemilihan bawahan tingkat D dari hadiah menolong seorang pengemis tua.


[Ding!pemilihan Bawahan tingkat D diilakukan]


Setelah itu munculah beberapa gambar seseorang beserta keterangannya.


•Qin Sheila


-Seorang wanita kultivator berusia 100 tahun yang berada ditingkat Qi dewa.Ia memiliki elemen Angin dan air.


•Gong ***


-Seorang Pria kultivator berusia 150 tahun yang berada ditingkat Qi dewa.Ia menguasai tombak dan elemen tanah.


•Bab Feng


"Aku memilih yang ini saja,Qin Sheila"ucap Ricard yang langsung menghentikan ucapan Sistem tersebut.


Ricard memilihnya karena melihat wajah wanita tersebut sangat Cantik tapi terkesan dingin dan datar,apalagi bentuk tubuhnya yang seperti gitar spanyol dan sangat montok.


Walaupun masih kalah montok dan indah dari bentuk tubuh Sistem,Ricard tetap ingin melihat wajah cabul dari wanita tersebut sambil mengerang.


[Ding!pemilihan selesai,pengiriman akan datang selama 5 detik.Harap Tuan menunggu diluar mobil anda].


Ricard pun tanpa berlama lama langsung membuka pintu mobilnya dan menunggu kehadirannya diluar Mobil.


[Ding!hitungan mudur dimulai 1-2-3-4-5.Hitungan selesai]


Setelah hitungan detik selesai,kini terlihat pusaran angin ditengah tengah jalan dan keluarlah seorang wanita yang sedang berjalan kearah Ricard.


Sesampainya dihadapan Ricard,Wanita tersebut langsung berlutut.


"Salam Tuan.Saya Qin Sheila akan melayani anda dengan sepenuh hati"ucap Sheila dengan wajah datar dan kepala menunduk lalu melihat Ricard lagi.


"Apa kau akan benar benar melayaniku dan menuruti apa yang kukatakan"Tanya Ricard sambil menatap Sheila.


"Benar Tuan,keinginan anda adalah perintah bagi saya"ucap Sheila dengan tegas dan datar.


Ricard pun mengangguk paham"Baik ayo masuk kemobil...Apa kau bisa menyetir"Tanya Ricard.


"Bisa Tuan,Nona Tersebut sudah memberi tau saya informasi tentang dunia ini.Termasuk juga siapa saja kekasih anda Tuan"ucap Sheila.


"Baiklah kau menyetir..."ucap Ricard lalu ia masuk kekursi penumpang samping pengemudi.


Qin Sheila pun mengangguk dan masuk kedalam mobil.


"Sheila dari mana kau berasal"tanya Ricard tapi ia tidak melihat kearah Sheila.Pandangannya hanya terfokus kelayar handphonenya.


Ricard sudah tau apa jawaban dari Sheila yang akan ia katakan.Ia bertanya hanya untuk sekedar basa basi saja dan ingin menjahilinya.


"Emmm...itu..Maaf Tuan,untuk pertanyaan seperti itu.Saya belum bisa menjawabnya"ucap Sheila.

__ADS_1


"Bukankah kau bilang apa yang kumau akan kudapatkan.Aku mau tau dari mana kau berasal,hanya itu saja"ucap Ricard yang pura pura kesal.


Sedangkan Qin Sheila yang melihat Ricard kesal pun merasa tak enak hati.Ia baru pertama bertemu,tapi malah mengecewakan Tuannya.


"Maafkan Saya Tuan.Nona tersebutlah yang belum memperbolehkan saya untuk memberi tau anda dari mana saya berasal"Ucap Sheila dengan sedih.


"Baiklahh,tapi kau tetap akan kuhukum nanti"ucap Ricard dengan wajah yang pura pura cemberut.


"Baik Tuan,saya akan menerima hukumannya"ucap Qin Sheila.


"Hehehe.....Hukumannya pasti enak kok"ucap Ricard dalam hatinya.


"Wajah Tuanku sangat Tampan,tapi ia sangat mudah merajuk.mungkin aku harus memiliki Kesabaran yang banyak"pikir Qin Sheila dalam hatinya.


Mungkin kalau Ricard mendengar ucapan Qin Sheila dalam hatinya,ia pasti akan tertawa keras.Karena ia hanya berpura pura kesal dan cemberut.


Saat Ricard sedang menikmati suasana dalam mobilnya.Ia tiba tiba saja melihat seorang yang familiar didepan sebuah restoran.


"Sheila menepi kekiri sebentar"ucap Ricard.


Ricard pun menoleh kekiri jendela mobilnya sambil melihat siapa orang itu.


Namun saat ia mengetahuinya siapa orang itu.Ia pun sangat marah dan kecewa terhadap Clara.


Ricard melihat kalau Clara Bekil sedang mengandeng tangan seorang Pria yang kira kira berusia 24 tahunan masuk kedalam mobil,mungkin mereka akan hendak pulang.


Wajahnya tersenyum riang dan mungkin ia melupakan kalau dirinya dan Ricard sedang betengkar kecil.


"Padahal 4 hari kemarin kami hanya ribut kecil dikampus dan tidak saling menghubungi.Tapi sekarang ia sedang bersama Pria lain"ucap Ricard marah dalam hatinya sambil menatap kearah mereka.


Ricard benar benar marah dan ingin menghampiri mereka tadi,tapi suara Sistem terdengar dipikirannya.


"Tuan tenang,jangan terlalu terbawa emosi"ucap Sistem menenangkannya.


Ricard pun sadar akan tindakannya,ia perlahan tenang dan tidak jadi menghampiri mereka.Clara dan Pria itu pun akhirnya pergi dengan mobil mereka.


Setelah kepergian kedua orang itu,Sistem pun bersuara lagi.


"Tuan dari kejadian ini anda harus paham kalau tidak semua makhluk hidup itu baik,ada dari mereka yang mendekati seseorang hanya untuk sebuah keperluan atau bisa juga hanya untuk sebuah kebutuhan.Hanya segelintir orang saja yang memiliki hati yang tulus"ucap Sistem dipikiran Ricard.


Ricard yang mendengar itupun mulai mencerna ucapan dari Sistem.


"Jadi maksudmu kalau ada salah satu dari ketujuh wanitaku hanya mendekatiku karena ada maunya saja,bukan karena mereka menyukaiku"ucap Ricard dengan sedikit kemarahan.


"Tidak tau juga..."ucap Sistem.


mendengar ucapan Singkat dan datar dari Sistem pun,Ricard mengkerutkan keningnya.


"Apa maksudmu?"tanya Ricard dengan bingung.


"Maksudnya,Sistem tidak tau berapa banyak yang tidak tulus berhubungan dengan Tuan.....Manatau salah satu,salah dua atau salah semua.Sistem tidak tau"ucap Sistem.


Mendengar itu Ricard pun benar benar marah.


"Apa Citra mendekatiku hanya ada maunya?Tapi apa?Bukannya ia mengetahui aku bahwa aku miskin dari awal,apa sekarang ia berubah?Atau ia tau dari amanda kalau aku kaya?terus bagaimana dengan laki laki itu?"ucap Ricard dalam hatinya dengan kebingungan.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🥰


Dukungan kaian semangatku😘**

__ADS_1


__ADS_2