Sang Pemandu

Sang Pemandu
Nama Sistem Lan Cang'yi


__ADS_3

Mendengar kata kata manis dari Ricard tentunya Sistem sangat bahagia,apalagi sekarang ia sudah menjadi manusia seutuhnya.


Saat ini,ia hanya mau merasakan kebahagiaan ini dengan sangat lama tanpa memikirkan apapun.


"Tuan ingat baik baik......Nama Sistem adalah Lan Cang'yi,Tuan bisa memanggil Sistem dengan nama itu saja"Sistem sambil menatap Ricard.


"Nama yang cantik seperti orangnnya"ucap Ricard dengan menggoda Sistem atau Lan Cang'yi sambil mengelus kepalanya dengan lembut.


Lan Cang'yi yang merasakan perlakuan Ricard pun merasakan hangat dihatinya.Ia mulai tersenyum malu dengan bahagia.


Kemudian Ricard mulai mengangkat tubuhnya bersamaan dengan tubuh Lan Cang'yi.


Ia menduduki Tubuh Lan Cang'yi dipangkuannya.Lan Cang'yi pun juga tak tinggal diam,ia mulai melingkarkan tangannya dileher Ricard.


"Bisa aku memulainya dengan bibirmu sayang"ucap Ricard dengan tersenyum.


Lan Cang'yi yang mendengar ucapan Ricard pun tersenyum,ia menganggukkan kepalanya dengan malu malu.


Ricard mulai memegang bagian belakang kepala Lan Cang'yi dan menekannya kearah bibirnya.


Mereka berdua mulai saling melu*mat satu sama lain dengan rakus.Aksi mereka berdua seperti orang yang kehausan yang tidak minum air selama beberapa bulan.


Ricard yang masih menekan kepalanya dan Lan Cang'yi memegang kedua pipi Ricard dengan erat.


Mereka seperti sudah terhipnotis dengan irama panas mereka saat ini.


Setelah menghabiskan waktu beberapa menit dengan melilitkan lidah,mereka pun mulai melepaskan bibir mereka dengan nafas yang terengah engah.


Terlihat juga air liur mereka yang masih menyatu dengan membentuk seperti jembatan.


"Kau sangat pandai sayang"ucap Ricard sambil menyentuh dan mengusap bibir Lan Cang'yi dengan jempolnya.


Lan Cang'yi pun tersenyum malu malu,ia malu mengungkapkan kalau selama ini ia terus memperhatikan Ricard yang sedang melakukan kegiatan panas bersama para Kekasihnya.


"Kenapa wajah mu memerah sayang....oh apa kau selama ini selalu mengintipku melakukan kegiatan panas bersama kekasihku yang lain"ucap Ricard dengan menggodanya.


Dan itu pun membuat Lan Cang'yi menjadi salah tingkah,ia pun dengan cepat langsung menenggelamkan wajahnya didada Ricard.


Melihat tingkah Lan Cang'yi,Ricard hanya mengeleng gelengkan kepalanya.


"Apa kita bisa melanjutkannya sayang"ucap Ricard sambil mengusap punggung Lan Cang'yi.


Mendengar itu,Lan Cang'yi pun mengangkat kepalanya dan menatap Ricard.


"Iya,ayo kita lakukan"ucap lan Cang'yi dengan semangat.


Ricard pun mulai membaringkan Lan Cang Yi dikasur empuk tersebut.


Ia secara perlahan mulai mengecup dan menjilati leher putih dan mulus Lan Cang'yi dengan intens.


Sesekali Ricard juga mengigit lehernya menghisap telinga Lan Cang'yi.Ia benar benar tak tahan dengan mencium aroma dan rasa dari kulit halus Lan Cang'yi.


"emm..ahh...Tu....ahhh...."

__ADS_1


"Tuan.....ahhh...."


Erangan merdu Lan Cang'yi pun menggema ditelinga Ricard.ia menjadi lebih rakus melahap lehernya.


Setelah puas bermain area leher dan telinga Lan Cang'yi.Kini Ricard perlahan turun kearea buah kenyal yang montok itu.


Ukurannya hanya segenggam tangan tapi bentuknya sangat bulat dan menonjol keatas seperti gunung kokok,dan itu juga membuat Ricard lebih mudah untuk meremas dengan kuat.


Ricard secara kasar mulai meremas dan mengigit put*ng Pink itu dengan rakus.


"Ahhhh....Tuann....jangan keras...keras..."


"Ahhhhh.......Tu...annn...."


Erang Lan Cang'yi dengan keras sambil menjambak rambut Ricard,ia tak tahan lagi menahan gejolak hasrat lembah surganya karena ia sedang menahan pipis.


Sampai akhirnya,ia pun mulai mengeluarkan cairan beningnya yang sangat banyak di area pahanya.


Itu adalah pelepasan Pertamanya sebagai wanita.


Hah!....Hah!...Hah!....Nafas Lan Cang'yi pun mulai tersengal sengal.


Tapi Ricard belum juga berhenti sampai disitu,ia bahkan malah bertambah kuat mengigit dan menyedot Put*ing Pink Lan Cang'yi.


Walaupun tidak mengeluarkan air susu,tapi Ricard tetap merasa nikmat karena aroma harumnya dan rasa asin keringat dari Lan Cang'yi.


Wanita yang bisa mengeluarkan air susu hanya wanita yang sudah pernah melakukan pembuahan atau melahirkan.


Sedangkan Lan Cang'yi belum pernah pembuahan,jalankan itu ia saja masih peraw*an.


"Ahhh.....emmm....iya....."


Lagi lagi Lan Cang'yi mengerang dengan keras,ia merasakan nikmat atas permainan Ricard dalam tubuhnya.


Ricard pun menyudahi kegiatan Buah kenyal Lan Cang'yi,ia pun melirik Area lembah surga Lan Cang'yi yang temben dan Pink itu.


"Hah....hah...hah..Tuan tunggu sebentar aku ma......ahhhh"ucapan Lan Cang'yi pun terputus saat ia merasakan nikmat yang menjalar dilembah surganya.


Tubuhnya bahkan sesekali bergetar hebat saat merasakan itu.


Ricard ternyata langsung memasukkan lidahnya kedalam lembah surga Tembem dan pink itu sambil mencubit tonjolan kecil yang ada diatas lembah surganya.


Karena nikmatnya sudah menjalar keseluruh Tubuhnya,Lan Cang'yi mulai melingkarkan kakinya dileher Ricard dengan erat.


Karena goyangan lidah Ricard begitu nikmat dilembah surgnya,Lan Cang'yi pun merasakan getaran akan mau pelepasan.


"Ahh....emmm.....oohhh....."


"Tu.....an.....aku mau pipis....."


"Aku tak tahan lagi ahhhhh....."


Akhirnya,Lan Cang'yi pun melakukan pelepasan keduanya dimulut Ricard.Ia menahan kepala Ricard dengan erat sambil bergetar.

__ADS_1


Setelah itu,ia mulai melepaskan kakinya dari leher Ricard dengan nafas yang tersengal.


Ricard pun berdiri sambil membuka seluruh baju dan celananya.Melihat tongkat Ricard yang keras dan menjulang tinggi,Lan Cang'yi pun langsung terpesona.


"Ini pertama kalinya aku melihat tongkat panjang Tuan yang sangat besar secara langsung"pikir Lan Cang'yi dengan meneguk air liuranya.


"Mari kita pemanasan dulu sayang"ucap Ricard sambil menarik tangan Lan Cang'yi.


Lan Cang'yi pun hanya menurut saja,ia mulai berdiri dan menunduk dihadapan Tongkat Ricard.


Ricard berbaring terlentang sambil menunjukkan tongkat panjangnya diwajah Lan Cang'yi.


"Ayo jilatin sayang"ucap Ricard sambil berbaring.


Lan Cang'yi pun mengangguk dan mulai mengeluarkan lidahnya secara perlahan.


Ia begitu gugup karena ini adalah pertama kalinya baginya untuk menjilati tongkat seorang pria.


Apalagi Tongkat itu memiliki Ukuran yang sangat panjang dan tebal.


"Biasanya aku akan melihat ini dari dunia jiwa saja,sekarang aku sudah bisa merasakannya"pikir Lan Cang'yi dengan bahagia.


Lan Cang'yi pun mulai melahap tongkat Ricard dengan pelan.


"Siall....Lidah dan mulut begitu nikmat ohh"pikir Ricard dengan nikmat sambil mengelu kepala Lan Cang'yi.


"Terus sayang.....lidahmu sangat nikmat"ucap Ricard.


lan Cang'yi yang mendengar ucapan Ricard pun merasa senang.Ia mulai lebih bersemangat melahap tongkat Ricard dengan mulutnya.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


...****************...


~


~

__ADS_1


Maaf ya,bisanya up 1 Chapter dulu.Soalnya ada beberapa kendala dengan 1 Chapter lainnya.


__ADS_2