Sang Pemandu

Sang Pemandu
Batu Giok Hijau


__ADS_3

Mendengar ucapan polos Gadis kecilnya itu,Mary Card pun hanya tersenyum kecut.


Ia menoleh dan membelai kepalanya dengan lembut.


"Bukankah itu bagus jika dia menjadi wanita,pasti dia akan terlihat sangat cantik jadinya"ucap Mary Card.


Qin Sheila pun memikirkan ucapan Mary Card itu,ia sedikit mengangguk membenarkan ucapannya.


"Ibu benar juga"ucap Sheila.


Ricard pun langsung gemetar kepanikan saat ini melihat Sheila sepertinya sangat menyetujuinya,ia berfikir bagaimana nantinya Sheila benar benar akan melanggar hukuman dari ibunya.


Menbayangkan dirinya menjadi wanita Ricard pun ketakutan setengah mati,apa lagi ia sempat membayangkan dirinya akan disodok oleh seorang pria sambil mengerang.


Ricard pun merasa bahwa ia tak akan semangat menjalani hidup bila seperti itu.


Namun,suara Sheila terdengar lagi ditelinganya saat ini.


"Walaupun itu memang terlihat cantik nantinya,tapi Tuan pasti tak akan bisa memberikanku anak bu.Aku hanya mau Tuan yang membuat anak denganku,aku tak mau orang lain"ucap Sheila dengan wajah yang terlihat sedih.


Ricard pun merasa lega dihatinya saat mendengar pembelaan dari Sheila.


Mary Card pun mengangguk.


"Itu tergantung dirimu gadis kecil,apa kau akan menjalani hukuman dengan baik atau tidak"Jawab Mery Card.


"Aku akan menjalani dengan baik hukuman yang ibu berikan"ucap Sheila dengan mengangguk cepat.


Setelah perbincangan keluarga itu,Ricard keluar dari Mansionnya menuju halaman.


Disana sudah ada Kontrak Budaknya yang sedang menunggu kehadiran Ricard.


Melihat kehadiran Ricard telah tiba,ia pun langsung mengambil posisi tegap dan hormat dengan Ricard.


"Salam Tuan,ada perlu apa memanggil hamba Tuan"Tanya Kontrak Budak itu dengan sopan.


Ricard tak segera menjawab,ia duduk dibangku yang telah tersedia dihalaman Mansionnya.


"Kenapa Paman Fai bersembunyi dipohon itu"Ucap Ricard saat ia merasakan aura Paman Fai sedang dipohon sebelahnya.

__ADS_1


Sementara kontrak budak Ricard,ia malah kebingungan saat ini.Dari tadi ia berdiri disitu tidak ada merasakan adanya aura sesesorang,ia pun menoleh kekanan dan kekiri untuk mencari orang yang dipanggil Ricard.


Saat mendengar suara Ricard,Paman Fai pun keluar dengan tersenyum canggung.


"Maaf Tuan Muda,aku tadi hanya sedikit penasaran kenapa orang ini berdiri terus disitu.Makanya aku bersembunyi dan melihat apa yang akan dilakukan orang ini"Ucap Paman Fai sambil menunjuk kontrak budak Ricard,ia memang belum tau apa apa tentang kontrak budak Ricard.


"Sudahalah,Paman Fai dan kau Lholo duduklah dibangku itu,ada yang ingin aku tanyakan denganmu Lholo"ucap Ricard,ia sekarang memanggil kontrak budaknya dengan sebutan Lholo.


Paman Fai dan Lholo pun duduk dibangku hadapan Ricard.


"Saya akan menjawab semua yang saya tau tentang pertanyaan Tuan Muda"ucap Lholo dengan tegas.


"Kemarin salah satu saudara paman Fai yaitu Paman Fei,dia bertemu dengan 5 orang kultivator diprovinsi Beijing.Mereka semua merencanakan untuk mencari keberadaan Keluarga Linu disana......"


"Namun yang aku bingungkan,apa yang sebenarnya kalian cari sehingga mengejar keluarga Linu sampai didunia yang tidak ada Qi ini.Tidak mungkin bukan hanya untuk dibunuh,kalau iya bukankah itu sebuah pekerjaan yang konyol"ucap Ricard dengan menatap serius Lholo.


Lholo pun sedikit kebingungan untuk menjawab pertanyaan Ricard.


"Apa aku harus menjawabnya saja,bodoh amatlah sekarang aku hanyalah budak Tuan Ricard.Bukan budak situa bangka sialan itu"pikir Lholo dengan tegas.


"Menjawab Tuan,awalnya kami hanyalah pasukan kecil dari keluarga Cung yang ingin menyerang dan membantai keluarga Linu....."


"Namun disaat penyerangan,kami semua yang berjumlah 10 orang dan 1 ketua tak sengaja melihat kalau Begal Linu beserta istri dan patriak mereka sedang membuka gerbang teleportasi.Bukan hanya itu saja,kami semua juga melihat kalau ditangan Ayah Begal Linu atau Sambo Linu ada satu Batu Giok Hijau yang sedang dipegangnya......"


"Tapi untungnya hanya kami dan ketua saja yang melihat itu,Ketua pun menyuruh kami semua untuk mengejar Keluarga Linu masuk kegerbang teleportasi itu dan mengambil Batu Giok Hijau dengan imbalan kami akan mendapatkan Harta Juga darinya"Jawab Lholo dengan panjang lebar.


Ricard memang mendengarkan secara teliti dan seksama,tapi ada satu yang dia bingungkan.


"Penjelasan kau memang masuk akal kenapa kau mengejarnya hingga kedunia ini.Namun,ada satu yang aku bingungkan dari penjelasanmu"Tanya Ricard sambil mengelus dagunya yang tak ada jenggot.


Sedangkan Paman Fai,ia sangat terkejut mendengar penjelasan dari Lholo mengenai Batu Giok Hijau,karena Batu itu memang sangat langka.Bahkan bisa membuat semua kerajaan berperang.


Tapi mendengar keraguan Ricard,ia pun penasaran apa yang membuat Ricard sedikit memiliki keraguan.


"Apa itu Tuan Muda"Tanya Lholo.


"Jika Batu Giok Hijau itu sangat langka dan istemewa,kenapa tidak digunakan oleh keluarga Linu waktu itu.Bukankah itu bisa membuat kekuatan Kultivasi mereka meningkat,dan perang itu juga pasti dimenangkan oleh Keluarga Linu"Jawab Ricard.


Paman Fai dan Lholo pun mengkerutkan keningnya,mereka berdua membenarkan apa yang Ricard katakan.

__ADS_1


"Yang dikatakan oleh Tuan Muda benar juga"Ucap Lholo dengan mengangguk.


"Bagaimana kalau Tuan Muda tanya saja ke Begal Linu mengenai Batu Giok Hijau itu"Ucap Paman Fei.


Ricard juga mengangguk.


"Aku berencana untuk menanyakan hal itu juga,tapi tidak sekarang"Jawab Ricard.


"Oh yaa...Seberapa kuat Mantan Ketuamu itu Lholo"Tanya Ricard sambil menoleh kearah Lholo.


"Menjawab Tuan,dia sudah berada ditingkat yang cukup tinggi yaitu Qi Bumi tahap 5,tapi karena Prinsip dunia ini,jadi kultivasinya hanya di Qi Awal tahap 3 Tuan Muda"Jawab Lholo.


"Cukup Tinggi,tapi jika dia berniat untuk menyentuh keluargaku atau wanitaku maka disitulah akhir hidupnya"Jawab Ricard dengan serius.


Glukk.....


Lholo pun sedikit takut,ia yakin kalau Ricard bisa membunuh mantan ketuanya itu,apa lagi disampingnya ada Paman Fai.


Ia tidak tau tingkat pastinya kekuatan dirinya,tapi jika ia bisa menyamarkan bahkan sampai dirinya tak tau.Maka dirinya sangat yakin kalau dia juga dipuncak dunia dalam hal Kultivasi.


Tingkatan Kultivasi ada 6 tingkat,setiap tingkatan memiliki 9 tahap.


-Qi Awal


-Qi Tubuh


-Qi Jiwa


-Qi Alam


-Qi Bumi


-Qi Langit


Bersambung


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2