
Setelah lama menunggu tak ada jawaban dari dalam ruangan,Citra Kong pun langsung membuka pintunya untuk melihat apa suaminya ada didalam atau tidak.
Ceklekkk...
"Suami,apa kau didalam"Ucap Citra Kong sambil melihat ke segala ruangan untuk mencari suaminya,namun ia tetap tak melihat suaminya didalam Ruangan itu.
Ia pun akhirnya mengehela nafas ringan.
"Huft....mungkin suamiku sudah pulang kerumah,lagi pula sekarang sudah jam 06:00 sore"pikir Citra Kong.
ia juga melihat kalau ruangan Pribadi suaminya itu sudah tertata rapi.
Citra Kong pun keluar dari dalam ruangan Pribadi suaminya dan bergegas pulang kerumahnya dengan memesan taksi
Saat taksi telah terlihat,ia lalu masuk kedalam.
"Antar saya ke alamat ini pak"ucap Citra Kong kearah supir taksi.
"Baik bu...."Jawab Supir taksi dengan cepat.
Taksi pun berlalu dengan pelan dijalan yang sangat padat akan kendaraan.
Sesampainya dirumah,Citra Kong pun turun dari dalam taksi dan membayarnya.
Setelah itu ia bergegas masuk kedalam kerumahnya.
"Ibu sudah pulang....."tanya seorang anak kecil saat melihat Citra Kong masuk kedalam rumah.
Anak kecil itu pun berlari kedalam pelukan Citra Kong dengan tersenyum riang.
Citra Kong juga langsung memeluknya sambil mencium pipi anak kecil itu.
"Putri ibu bau sekali,apa intan belum mandi tadi"Tanya Citra Kong sambil mengelitik perutnya.
"Ibuu....geli haha.......Intan udah mandi sama Bi kery tadi kokk..."Jawab Intan sambil menahan heli akibat gelitikan Citra Kong.
Citra Kong pun membawa Putrinya itu dalam gendongannya,lalu ia duduk disofa panjang dengan intan didalam pangkuannya pahanya.
"Apa ayah sudah pulang"Tanya Citra Kong sambil memeluk putrinya itu.
Intan pun mengangguk.
"Iya ayah sudah pulang barusan,mungkin ayah lagi didalam kamar bu ganti bajunya"Jawab Intan.
"Intan main saja dulu ya sama Bi kery,ibu mau menemui ayah dulu sekarang"ucap Citra Kong dengan lembut.
Intan pun mengangguk,ia turun dari pangkuan Citra Kong lalu pergi kearah dapur.
Citra Kong juga langsung pergi menuju kamarnya untuk menemui Anton Lholo.
__ADS_1
Setibanya didepan pintu kamarnya,ia lalu membuka pintu itu dan menemui Anton Lholo sedang memainkan Laptopnya disebuah meja.
Ia menghampiri Anton Lholo yang lagi dihadapan Laptopnya itu dan duduk disampingnya.
"Tadi kau kemana saja sayang,kenapa tidak ada di Perusahaan tadi siang"Tanya Anton Lholo saat ia menyadari Citra Kong telah duduk disampingnya.
Citra Kong pun mulai menjelaskan kenapa ia tak ada diperusahaan tadi siang,tapi dengan berbohong.
"Maafkan aku suami,tadi aku pergi keluar sebentar untuk membeli kebutuhanku untuk bekerja nanti.Tapi aku tak sengaja malah ketemu teman lamaku sewaktu disma........"
"Aku pun berbincang dengannya sampai lupa waktu,maafkan aku ya karena sudah membuat suami khawatir"ucap Citra Kong dengan berbohong.
Tak lupa juga ia memasang wajah yang memelas karena merasa bersalah akibat perbuatannya itu.
Anton Lholo juga percaya dengan ucapan Citra Kong,ia tak mempermasalahkan itu dengan lebih lanjut lagi.
"Tak apa kok,tapi lain kali kau hubungi aku dulu kalau ingin keluar.Kejadian tadi jangan diulangi lagi ya"ucap Anton Lholo sambil mengelus kepala Citra Kong.
Citra Kong pun mengangguk dengan tersenyum cerah,tapi entah kenapa ia sedikit tak menyukai tangan Suaminya itu berada diatas kepalanya.
Berbeda dengan Ricard sewaktu tadi,ia sangat menyukai elusan Ricard saat dikepalanya.
"Iya lain kali aku akan menghubungimu terlebih dahulu.......Aku permisi dulu ya suami,aku mau mandi badanku sangat bau keringat sekarang"ucap Citra Kong dengan berbohong.
Ia hanya ingin cepat cepat menyikirkan tangan suaminya itu dari kepalanya saat ini.
Anton Lholo pun mengangguk.
"Baiklah...."Jawab Citra Kong,lalu ia pergi menuju arah kamar mandi.
Sesampainya dikamar mandi,ia membuka seluruh baju sambil menuju kearah cermin yang terpajang didinding.
"Banyak sekali tanda kissmark Tuan Muda diseluruh tubuhku.....Huft....tapi sayang sekali aku harus menghapusnya sekarang ini"ucap Citra Kong dengan menghela nafas berat.
Ia sangat menyukai tanda tanda yang diberikan Ricard.Andai suaminya tidak ada saat ini,sudah dipastikan kalau tanda Kissmark Ricard akan selalu melekat ditubuhnya.
Namun,saat tengah memandangi tubuh telan.jangnya.Ia melirik kearah lembah sempitnya.
Citra Kong mengingat sesi bercintanya dengan Ricard yang sangat nikmat tadi.
Dimana Ricard selalu saja menembakkan cairan hangatnya didalam lembah sempitnya.
Tapi ia juga sedikit khawatir.
"Semoga saja aku tak akan hamil"pikir Citra Kong sambil memegang lembah sempitnya.
Walaupun sesi bercinta dengan Ricard begitu nikmat,apa lagi ia juga sudah menyukai Ricard karena ketampanan dan keperkasaan tongkat panjangnya.
Tapi ia masih belum siap jika harus memiliki anak bersama Ricard.
__ADS_1
Mau enaknya,tapi nggak mau anaknya.Itu lah yang Citra Kong ingini saat ini.
Ia pun langsung mandi dan membersikan seluruh tubuhnya.Setelah itu,ia memakai bajunya dengan rapi dan pergi kearah meja makan untuk makan bersama suami dan anaknya.
~
PULAU TAK BERPENGHUNI.
~
Dipulau yang tak terlalu luas,bahkan tak ada penghuni manusia bumi sama sekali.
Terlihat ditengah tengah pulau tersebut berdiri sebuah rumah yang sangat kokoh dan cukup besar.
Tapi anehnya,rumah itu tampak seperti bernuansa zaman kuno.
Dimana disetiap dinding rumah itu terdapat simbol simbol yang cukup aneh,bahkan disekitar rumah itu ditumbuhi pohon pohon besar dan rindang.
Apa lagi aura disekitar pulau tersebut memiliki energi Qi yang cukup tipis.
Meskipun begitu,itu akan membuat seorang kultivator seperti Ricard atau paman Fei dan Fai akan sangat terkejut melihatnya.
Yang mereka tau kalau dibumi ini tak ada energi Qi sama sekali,jadi itu pasti ada seseorang yang membuatnya.
Didalam rumah tersebut,telah duduk seorang Pria paruh baya disebuah kursi megah layaknya seorang raja ataupun kaisar.
Pria paruh baya itu memancarkan aura Qi yang sangat kuat,apa lagi tatapan matanya terpancar sangat tajam dan dingin.
Ia memandangi 2 orang Pria paruh baya yang tengah berlutut dengan gemetar ketakutan.
Disisi kanan orang berlutut tersebut,ada 3 orang pria paruh baya juga yang berdiri dengan bingung melihat kedua orang yang berlutut itu.
"Jadi,siapa yang membunuh ketiga saudara kalian bahkan sampai melepas kekuatan Pengorbanan Darah"Tanya Pria paruh baya yang duduk dikursi megah itu dengan dingin.
Ia memandangi kedua orang yang berlutut itu dengan mata yang penuh kemarahan.
~
~
~
Bersambung
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
__ADS_1
Dukungan kalian semangatkuš