Sang Pemandu

Sang Pemandu
Ajaran Sesad Yin Shi


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu 15 menit diperjalanan menuju bandara.


Akhirnya mereka berempat telah tiba disebuah bandara besar.Ricard langsung menyuruh Meysa untuk memesan 4 tiket Kelas atas.


Sedangkan Sheila,Ricard menyuruhnya untuk menemani Chu Yin Shi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan berganti baju.


Karena tadi Ricard tak sempat untuk menyuruhnya membersihkan tubuhnya yang kotor itu.


Diperjalanan menuju Kamar mandi,Sheila masih ragu dan bingung untuk memulai percakapan.


Sebenarnya,jauh dari lubuk hatinya,ia masih kesal dengan Yin Shi karena sudah berani merendahkan Ricard.


Tapi karena Ricard sudah menyuruhnya untuk harus akur kepada semua wanitanya.Ia pun mau tidak mau harus menurutinya.


Disisi Yin Shi,ia juga bingung untuk memulai percakapan.Ia masih minder dengan Sheila.


"Aku tau kau pasti masih kesal denganku,tapi aku benar benar meminta maaf kepadamu karena sudah berani merendahkan Tuan Ricard"Ucap Yin Shi dengan rasa bersalah.


Ia mengatakan itu karena tau kalau Qin Sheila masih kesal dengannya.Itu terlihat dari cara ia memandang dirinya.


Qin Sheila juga luluh hatinya saat mendengar suara rasa bersalah Yin Shi.


"Tak apa apa.....Lagi pula Tuan juga menyuruhku untuk harus akur dengan mu"Ucap Sheila,tapi ia masih memasang wajah cemberutnya.


Tapi Yin Shi malah merasa gemes saat melihat wajah cemberut Sheila.


"Tidak hanya cantik....Ia benar benar imut,pipinya bahkan tembem sekali..Aku ingin sekali mengelus dan mencubit pipinya"Ucap Yin Shi dalam hatinya.


Tapi Yin Shi langsung tersadar saat melihat mata Sheila sedang melihatnya dengan aneh.


"Ahh itu...Maafkan aku......Kita belum berkenalan.Aku Chu Yin Shi,siapa namamu?"Tanya Yin Shi.


"Namaku adalah Qin Sheila,aku pengawal kesayangan Tuan Ricard"ucap Sheila dengan bangga menyebut ia pengawal kesasayangan Ricard.


"Gadis sepolos ini pandai berkelahi"Pikir Yin Shi dengan tidak percaya.


Lagi Pula siapa yang akan percaya,kalau Sheila seorang ahli beladiri.Wajah cantik dan imutnya benar benar tak mendukung dirinya untuk berkelahi.


Apa lagi jika ia tersenyum,itu pasti akan membuat para lelaki burung belang merasa ingin memilikinya.


Tapi itu baru Qin Sheila,bagaimana jika Yin Shi bertemu dengan Lan Cang'yi.Gadis tercantik dan paling aduhai bodinya.Pastinya Yin Shi akan minder tujuh turunan.


"Sepertinya aku harus belajar beladiri supaya Tuan Ricard kagum denganku,aku tak mau menjadi beban untuk Tuan"ucap Yin Shi dalam hatinya dengan penuh tekad kuat.


Mereka berdua pun tiba disebuah kamar mandi,Yin Shi pun bergegas untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya yang telah diberikan oleh Sheila.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya,Yin Shi dan Qin Sheila duduk sebentar untuk minum disebuah Cave yang terdapat dibandara.

__ADS_1


"Kita duduk dulu untuk minum disitu,aku haus sekali"Ucap Sheila.


"Tuan sedang sendirian disana"ucap Yin Shi dengan bimbang,ia tak enak membuat Ricard menunggu.


"Tak apa,aku sudah mengabari Tuan lewat telepon untuk minum dulu dicave sebentar.Disana juga sudah ada Meysa yang menemani Tuan,ia telah selesai memesan tiket pesawat........"


"Lagi Pula kita berangkat 1 jam lagi"ucap Sheila.


Mendengar itu,Yin Shi mengangguk saja.Ia juga sebenarnya sudah merasa haus dari tadi.


Mereka pun duduk sambil minum Es dingin dengan santai.


"Apakah kau tau bagaimana cara supaya Tuan tidak marah lagi dengannku"Tanya Sheila dengan polos.


Sheila bertanya seperti itu karena merasa bersalah membuat Tuan kesal dengan dirinya tadi.


Jadi ia berniat bertanya bagaimana cara menyenangkan Tuan dengan Yin Shi.


Padahal tadi itu Ricard hanya berpura pura saja,tapi Sheila mengira kalau Ricard serius.


Sedangkan Yin Shi,ia berfikir sedikit tentang pertanyaan Sheila itu.


"Mungkin dengan cara menyenangkan Tuan"Ucap Yin Shi dengan sedikit ragu.


Tapi Qin Sheila langsung senang dan bahagia mendengar jawaban Yin Shi.


"Karena Tuan Ricard adalah seorang Pria,jadi kau bisa melayani Tuan"Jawab Yin Shi,ia sebenarnya sangat ragu mengatakan itu.


Ia takut kalau Ricard mengira ia mengajarkan yang tidak tidak dengan gadis Polos Ini.


"Aku sudah melayani Tuan dengan baik,contohnya jika Tuan menyuruhku untuk Pergi kesana,kesini.Aku selalu siap mengerjakannya"Ucap Sheila yang benar benar tidak tau maksud dari ucapan Yin Shi.


Tapi Yin Shi merasa ingin mengubur dirinya setelah mendengar jawaban Sheila itu.


"Astaga....Kenapa kau begitu polos Sihh"rutuk Yin Shi dalam hatinya.


"Bukan seperti itu Sheila...Apa kau tau Tongkat Pria"Tanya Yin Shi.


"Tentu saja aku tau,tongkat pria itu yang selalu dipegang dan dibawa kemana maan,kadang mereka juga akan mengelus dan mengelapnya sampai benar benar bersih....."


"Itu juga digunakan untuk memukul orang..."Jawab Sheila dengan mantap.


Tapi Yin Shi langsung membulatkan matanya mendengar jawaban lantang Sheila.


"Apa ia pikir tongkat untuk memukul itu"pikir Yin Shi dengan memijit keningnya.


Ia benar benar tak tau lagi bagaimana menjelaskannya dengan Sheila.

__ADS_1


"Maksudku kau melakukan hubungan badan bersama Tuan,dan tongkat yang kumaksud adalah tongkat yang ada di bagian selang.kangan......."


"Mungkin dengan cara itu,Tuan pasti akan merasa senang dengan pelayanan yang kau berikan"Ucap Yin Shi dengan lembut.


Sheila pun langsung malu mendengar ucapan Yin Shi itu.walaupun ia polos,pasti ia tau maksud dari hubungan badan.


Karena ia juga wanita dewasa yang telah hidup lama.


"Apa itu benar benar harus dilakukan Yin Shi"Tanya Sheila dengan malu malu,bahkan ia menjawabnya sambil menundukkan kepalanya kebawah.


"Tentu saja....Aku yakin Tuan masih pria normal,pasti ia butuh itu juga.Bahkan jika Tuan mau dengan tubuhku,aku tak akan ragu memberikannya"ucap Yin Shi dengan mantap.


Sheila yang mendengar ucapan Yin Shi yang serius pun mulai terpengaruh.


"Baiklah.....Aku pasti akan melayani Tuan dengan baik nanti"ucap Sheila dengan tekad yang kuat.


Andai saja Yin Shi tau siapa sebenarnya Ricard,pasti ia tak akan memberi saran seperti itu kepada Sheila.


Terkadang,orang dari luar belum tentu baik dari dalam.....Tapi,jika keluar didalam itu jauh lebih baik....eaaaa


Setelah menghabiskan waktu 10 menit mengobrol,mereka berdua pun pergi menuju ketempat Ricard berada.


Mereka juga tak mau membuat Ricard menunggu terlalu lama.


Terlihat juga kalau mereka berdua semakin dekat,bahkan mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan.


Namun,saat mereka baru melangkah.Ada tiga orang yang menghadang jalan mereka berdua.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2