
Setelah selesai makan siang,kini mereka semua berkumpul dan asik lagi berbincang bincang.Mereka tampak seperti keluarga yang sangat bahagia.
sedangkan Begal Linu masih menjadi pendengar setia dari cerita mereka.
Namun,saat mereka asik bercerita berbincang bincang.Pintu Ruangan terbuka,dan Qin Sheila masuk keruangan itu dengan wajah angkuh dan dinginnya.Ia juga sedang membawa 5 tas belanjaan yang isinya tidak tau apa aja.
Sheila Melirik kekanan dan kiri,setelah melihat Ricard.Wajahnya langsung tersenyum dengan ceria,ia berjalan dan menghampiri Ricard.
"Tuan aku kembali,aku juga membeli beberapa baju dan aksesoris Pria.Tuan pasti menyukai ini"ucap Sheila dengan tersenyum sambil memamerkan semua belajaannya.
Ia bahkan tak menghiraukan tatapan semua orang yang sedang melihatnya dengan aneh.
"Apa ia benar benar hanya seorang pelayan putraku"Pikir Mary Card dengan bingung.
"Wanita ini tidak memiliki sopan santun sekali"Pikir Rimark Stive dengan sedikit jengkel.
"Cantik sekali pelayan Adikku......"Pikir Carissa yang sedikit iri akan kecantikan Sheila.
Sedangkan Begal Linu hanya mengeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Aku merasakan kalau ia lebih kuat dari Ricard dan 2 pengawalnya yang waktu itu"ucap Begal Linu dalam hatinya.(Maksud begal Linu disini,Paman Fei dan Fai)
"Kau menghabiskan waktu 3 jam lamanya hanya untuk sebuah baju"ucap Ricard saat ia melirik jam tangannya.
Qin Sheila pergi jam 11:00 dan tiba keruangan ini pukul 14:00 siang.Wajar Ricard sedikit jengkel dibuatnya,karena ia pergi belanja dengan waktu yang lumayan lama.
Sheila yang mendengar ucapan Ricard pun sedikit sedih.
"Maaf Tuan....."ucap Sheila dengan wajah yang tertunduk sedih.
"Aku bodoh sekali sudah membuat Tuan kesal"ucap Sheila dalam hatinya.
Sedangkan Mary Card yang melihat Sheila tertunduk sedih pun tersenyum licik.
"Ricard......Pelayanmu ini tidak kompeten,kau pecat saja dia.Masih banyak orang yang bekerja dengan lebih baik darinya"ucap Mary Card dengan tersenyum kearah Ricard,Ricard juga paham akan maksud dari ibunya itu.
Tapi Sheila langsung kesal dan marah setelah mendengar ucapan Mary Card.
"Hey kau Wanita Tua,siapa kau berani sekali menyuruh Tuanku untuk memecatku Hah!"ucap Sheila dengan kemarahannya.
tapi Mary Card langsung senang karena ia berhasil mengerjai Sheila.
"Apa kau mau tau siapa aku gadis kecil"ucap Mary Card dengan tersenyum.
Sheila yang dipanggil gadis kecil pun bertambah marah.
"Kuperingatkan kau untuk tidak memanggilku dengan perkataan seperti itu,hanya Tuan yang boleh memanggilku seperti itu.Apa kau paham Wanita Tua....."
"Memang kau siapanya Tuan Hah!"Tanya Sheila dengan suara yang terdengar kesal.
__ADS_1
"Hehehe......Beneran kau mau tau gadis kecil"ucap Mary Card dengan terkekeh lucu akan tingkah gemas Sheila.
Sheila memiliki wajah yang sangat cantik dan pipo yang gemoy,jadi tak sesuai ia memasang wajah dingin dan marah itu.
Jika Sheila tetap memasang wajah seperti itu,ia hanya akan terlihat sangat gemas dan lucu bagi orang yang melihatnya.
Itulah kenapa Mary Card sangat gemas dengan tingkah Sheila.
"Kau......Cepat katakan saja,kau siapanya Tuan Hah"ucap Sheila yang sudah diatas kesabarannya.
Tapi Begal Linu,Rimark Stive dan Carissa pun hanya mengeleng gelengkan kepala sambil tertawa dalam hati.
"Istriku ini pandai sekali membuat orang kesal"Pikir Rimark Stive.
"Ibu ada ada saja hahhah"ucap Carissa dengan tertawa dalam hatinya.
"Aku tidak tau Ricard bisa mendapatkan dia dari mana.Tapi Ricard memang beruntung mendapatkan pengawal setia seperti dia"ucap Begal Linu dalam hatinya.
"Dengar baik baik ya gadis kecil.....Aku ibunya Ricard"ucap Mary Card sambil tersenyum.
Qin Sheila pun seperti tersambar petir karena terkejut,tapi ia tetap mencoba untuk tenang dulu.Sheila menoleh kebelakang dan menatap Ricard.
Ricard yang paham akan tatapan itu pun mengangguk seakan mengatakan itu adalah sebuah kebenaran.
Sedangkan Sheila yang melihat anggukan Ricard,ia pun menjatuhkan belajaannya dan berlutut sambil memegang kaki Mary Card.
Mereka semua pun tercengang dengan tindakan Sheila itu,termasuk juga Mary Card.
"Tadi ia seperti singa yang ganas,sekarang malah seperti anak kucing yang akan kehilangan induknya"ucap Mary Card dalam hatinya.
Melihat Mary Card hanya diam saja,Sheila pun bertambah sedih.Ia seakan merutuki nasibnya yang malang itu.
"Nyonya.....hikss....Kumohon jangan pecat aku..hikss....hikss..."ucap Sheila terisak lagi,dan itu pun membuat lamunan Mary Card buyar.
Mary Card pun memegang pundak Sheila dan mengangkatnya untuk duduk disampingnya.
"Udah jangan nangis lagi,tadi hanya becanda doang kok"ucap Mary Card sambil mengusap air mata Sheila.
Sheila yang mendengar itupun sedikit bernafas lega.
"Hiks..Benarkah Nyonya besar,saya tidak akan dipecat"ucap Sheila dengan berharap.
"Benar Gadis kecil.......Tapi apa boleh aku memanggilmu dengan sebutan gadis kecil.Dan siapa namamu"Tanya Mary Card,ia ntah kenapa sangat ingin sekali memanggil Sheila dengan sebutan gadis kecil.
Mungkin karena wajahnya sangat cantik dan gemoy,itu terlihat sangat imut.Apalagi saat wajah marah dan dinginya keluar,Mary Card sangat ingin mencubit pipinya.
Qin Sheila pun mengangguk dengan bahagia mendengar ucapan Mary Card.
"Nama Saya Qin Sheila Nyonya,dan Nyonya boleh memanggilku dengan sebutan apa saja."ucap Sheila dengan kegirangan.
__ADS_1
"Sepertinya ia sudah jatuh hati dibuat Putraku ini"pikir Rimark Stive dan Mary Card dengan bersamaan.
"Oh iya,kau belanja apa saja tadi gadis kecil"tanya Mary Card.
Sedangkan Sheila,ia pun bergegas mengambil 5 tas belajaanya yang berada didepannya dan memamerkannya ke Mary Card.
"Nyonya liat saya membeli banyak Baju untuk Tuan.....Ini juga juga ada jam tangan yang sangat indah"ucap Sheila dengan senyum bahagia saat ia memamerka belajaannya ke Mary Card.
Tapi saat Mary Card membuka salah satu tas belajaan Sheila.Ia pun membulatkan matanya dengan terkejut.
Semua orang yang melihat Mary Card terkejut begitu pun menjadi penasaran,termasuk juga Ricard.Ia penasaran apa saja yang dibeli Sheila sampai membuat ibunya terkejut.
"Ini apa gadis kecil......"tanya Mary Card sambil menunjukkan Sebuah kotak seukuran tangan.
Sebenarnya Mary Card tau kotak apa itu,tapi ia berpura pura tidak tau dan bertanya ke Sheila.
Bahkan semua orang termasuk Ricard sudah melebarkan matanya karena melihat kotak itu.
"Siapa yang mengajarinya membeli itu"pikir Ricard dengan bingung.
"Gadis ini...Apa ia tidak tau kotak apa itu,kenapa dibawa dan dipamerkan"pikir Rimark dan Begal Linu bersamaan
Sedangkan Carissa,tentu saja ia tau kotak apa itu.Walaupun ia belum pernah mencobanya.Tapi banyak temannya yang sudah mencobanya,jadi ia tau itu kotak apa.
"Apa putraku yang menyuruhnya untuk membeli ini.....Kalau memang benar,aku akan menghukumnya karena sudah merusak gadis kecil yang polos ini"pikir Mary Card dengan melotot kearah Ricard.
Mary Card menganggap Sheila masih polos,karena tingkahnya tadi itu terkesan seperti anak anak.Jadi yang ada dipikiran Mary Card,kalau Sheila belum mengetahui apa apa,dan putranya mencoba untuk merusaknya.
Sedangkan Ricard yang mendapatkan tatapan tajam ibunya pun tersenyum kecut.
"Pasti aku akan disalahkan....Huft....."Pikir Ricard dengan pasrah.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš**
__ADS_1