Sang Pemandu

Sang Pemandu
Tuan Geli


__ADS_3

Disaat lagi merasakan benda besar itu diselang.kangannya,suara Ricard terdengar kembali.


"Kenapa kau melamun,apa kau sedang berpikir tentang hal hal cabul"Tanya Ricard dengan tersenyum.


"Ti...dakk....Tuann.....Aku hanya bingung saja,benda besar apa yang ada ditengah tengah selang.kanganku itu"ucap Sheila dengan gugup.


Tapi Ricard malah mengkerutkan keningnya.


"Huft...Aku menjadi marasa bersalah jika merusak gadis polos ini"Pikir Ricard dengan tak enak hati.


"Tapi ini seperti sangat enak"Pikir Ricard lagi dengan cabul.


Ia juga penasaran bagaimana rasa lembah sempit dan suara merdu dari gadis polos seperti Sheila.


"Apa kau mau melihatnya"Tanya Ricard.


Sheila mengangguk dengan gugup.


Ricard pun mengubah posisinya saat ini,ia bebaring dengan telentang dan kaki membentuk huruf V,ia juga menyuruh Sheila untuk berjongkok ditengah tengah pahanya.


"Ayo buka celanaku sayang"Ucap Ricard dengan lembut.


Sheila pun salah tingkah dengan wajah yang memerah saat Ricard memanggilnya dengan sebutan sayang.


Tapi ia tetap menuruti permintaan dari Ricard.


Ia menarik celana boxer dan cd Ricard hingga terlepas semuanya.


Namun,Sheila langsung membulatkan matanya saat ia melihat tongkat panjang tebal Ricard berdiri dengan menantang.


Tapi disisi lain ia tak tau apa kegunaan dari tongkat Ricard itu.


Ia pun menuruti nalurinya untuk menyentuh batang tongkat itu.


"Tuan apa kegunaan dari benda ini"Tanya Sheila dengan polos,ia bertanya tapi masih menggenggam tongkat Ricard.


Sangking tebalnya tongkat Ricard,Sheila tak bisa menggenggam seluruh tongkat Ricard.


Tapi disisi lain,Ricard mau muntah darah saat mendengar pertanyaan polos dari Sheila.


"Apa kau memang tak tau kegunaan benda ini Sheila"Tanya Ricard.


Sheila pun menggeleng yang menandakan kalau ia memang tak tau kegunaan Tongkat Ricard.


"Huft...Benda itu berfungsi untuk menyenangkanku.Tapi harus ada yang mau membantuku"Ucap Ricard dengan bohong.


Sheila pun sedikit penasaran.


"Bagaimana caranya Tuan,aku mau membantu Tuan.Apapun yang membuat Tuan senang,aku akan mencobanya untuk Tuan"Ucap Sheila dengan semangat.


Ricard pun tersenyum puas.


"Apa kau memang mau menyenangkanku Sheila"Tanya Ricard lagi.


Sheila pun dengan cepat mengangguk dengan mata bebinar.


"Baiklah....Kau hanya cukup untuk menjilati tongkatku,nikmati seperti kau menikmati Ice Cream"Ucap Ricard dengan senyum cabul.

__ADS_1


Sheila sedikit aneh,ia baru pertama kali mendengar hal hal seperti itu.Tapi ia tetap mencoba melakukannya.


Ia pun menggenggam Tongkat Ricard dengan erat lalu mengarahkan mulutnya kearah ujung tongkatnya.


Sheila menjilati dengan pelan pelan.


Karena baru pertama kali baginya,kadang giginya akan terkena ujung tongkat Ricard.


"Sayang.....Usahakan jangan sampai terkena gigimu,sekalian juga kau hisap dengan kuat"ucap Ricard sambil memejamkan matanya.


Ia sangat menikmati lidah lembut Sheila diujung tongkatnya.


Sedangkan Sheila,ia dengan cepat menuruti permintaan Ricard itu.


Ia juga melihat kalau Ricard sangat menikmatinya,ia pun menjadi semangat untuk menyenangkan Ricard.


"Ini sangat asin dan hangat,tapi sangat enak dimulutku"Pikir Sheila dengan polos.


Slurpp


Slurpp......


Suara hisapan Sheila pun terdengar cukup kuat.


Sangking nikmatnya,Ricard mengelus kepala Sheila dengan sangat lembut.


"Ini sangat nikmat sayang,hisap terus jangan lepaskan"ucap Ricard dengan suara yang kenikmatan.


Ricard juga tak menyangka kalau Sheila cepat tanggap,hanya sekali perintah ia langsung mengerti.


Lagi Lagi Sheila merasa senang dan bertambah semangat,ia pun memajukan kepala mengikuti irama tangan Ricard dikepalanya.


Tal butuh waktu lama,hanya 10 menit Ricard mulai merasakan tanda tanda akan keluar.


Kedua tangannya pun bergerak memegang kepala Sheila,ia menekan dengan kuat lalu mengangkatnya kembali.


Ia akan melakukan itu berulang ulang hingga tak lama kemudian....


Cr00tttt.......


Crr000ttttttt.......


Ricard pun menembakkan cairan kental dan hangatnya ditenggorokan Sheila.


Ia juga masih menekan kepalanya hingga ujung tongkatnya menembus kebagian tenggorokan Sheila juga.


Hingga beberapa saat,Ricard pun mengangkat kepala Sheila kembali.


Saat telah terlepas dari tongkatnya,Ia melihat Sheila terbatuk cukup keras tapi ia tetap menelan cairan hangat dan kental Ricard semuanya.


"Uhukkk..Uhukk...Cairan hangat apa itu Tuan,kenapa sangat enak dan nikmat sekali"ucap Sheila dengan wajah yang sangat memerah


Ia juga baru menyadari kalau tindakan dirinya ini sudah mengarah kehal hal orang dewasa.


Tapi ia juga masih tak tau Cairan apa yang dikeluarkan Ricard dimulutnya tadi.


"Apa kau mau lagi Cairan yang seperti itu Sayang"Tanya Ricard sambil mengelus kepala Sheila.

__ADS_1


Sheila langsung malu malu kucing dengan perlakuan lembut Ricard lagi.


"Iya.....Aku mau lagi Tuan"Jawab Sheila dengan wajah merah sambil menunduk malu.


Ricard pun berdiri dan membaringkan tubuh Sheila dikasur.


Ia menatap wajah Sheila yang sangat polos itu.


"Apa aku boleh membuka semua bajumu ini Sayang"Tanya Ricard dengan wajah yang sangat cabul.


Sheila pun mengangguk dengan malu malu.Selama ini belum ada yang melihat tubuh bu.gilnya,dan sekarang ia akan menunjukkannya dihadapan Ricard.


tentu ia malu malu,tapi disisi lain ia juga sangat bahagia kalau Ricard sangat lembut dan sudah mau menginginkan tubuhnya.


Awalnya ia mengira kalau Ricard tak menginginkan dirinya.Ia memang polos,tapi ia juga berharap Ricard mau melihat tubuh telan.jangnya.


Jika Ricard sudah melihatnya,ia baru yakin kalau Ricard menyukai tubuhnya.


Tapi pemikiran Sheila salah.Ricard tidak hanya melihat,ia juga akan menikmati tubuh Sheila.Tentu Sheila tak memikirkan itu.


Sedangkan disisi Ricard,ia sudah membuka seluruh baju beserta pakaian da.lamnya.


Tubuh telan.jang Sheila sudah terlihat dengan jelas dihadapan Ricard.Apa lagi garis lembah sempitnya sangat kecil dengan ditumbuhi kebun sayur yang cukup lebat dan panjang.


Karena tak pernah ditebang,jadi kebun sayur Sheila sangat lebat.Tapi itu tetap indah jika dipadu dengan lembah yang bewarna Pink.


"Apa ini bisa masuk ya"Pikir Ricard saat melihat lembah Sheila sangat sempit.


Disisi lain,Sheila sudah sangat malu karena Ricard terus menatap lembah sempitnya dengan terpesona.


Wajahnya sudah menunjukkan sangat merah padam.


Namun tak lama kemudian,Ricard membuka kaki Sheila dengan lebar dengan membentuk huruf M.


Ricard menunduk dan mencium aroma lembah sempitnya itu.


Sangat Harum,itulah kata yang terucap Ricard saat mencium aroma lembah sempit Sheila.


Ricard pun membuka bagian sisi lembah sempit Sheila dengan kedua jempolnya,ia menjulurkan lidahnya untuk masuk kedalam Lembah sempit itu.


Disisi Sheila,ia pun membulatkan matanya karena merasa sangat geli saat ujung lidah Ricard mengorek bagian dalam lembah sempitnya.


"Emm.....Tuann...geliii...."Ucap Sheila dengan suara melengking.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2