Sang Pemandu

Sang Pemandu
Artifak Jiwa


__ADS_3

Setelah Mei'er melepaskan teknik yang lumayan besar ke arah Beruang Api Darah.


Kini Beruang Api Darah sudah mati dengan tuhuh yang setengah hancur.Beruang tersebut terkena tebasan dengan jarak yang begitu dekat,sehingga ia tidak bisa menghindar lagi.


Melihat Beruang Api Darah sudah tewas,Mei'er langsung pergi menuju ke arah Ricard.


"Tuan kita berhasil membunuh beruang sialan itu"ucap Mei'er dengan tersenyum penuh makna.


"Ada apa dengan senyuman mu itu"ucap Ricard dengan kebingungan saat ia melihat senyum Mei'er.


"Tuan tidak akan melupakan janji Tuan sebelum kita kesini kan"tanya Mei'er dengan atusias.


Mendengar ucapan Mei'er Ricard pun langsung mengingat tentang janjinya.


Dimana ia dan Mei'er akan melanjutkan kegiatan panas mereka setelah mencari barang yang ada di goa ini.


"Hahaha.....Tentu nanti kita bisa melanjutkannya"ucap Ricard sambil tertawa.


"Baik Tuan......cup...."selesai menjawab ucapan Ricard,Mei'er langsung saja mencium bibir Ricard.


"Kau sudah menjadi gadis nakal sekarang ya"ucap Ricard yang mulai memeluk Mei'er dan melahap Bibirnya.


Mei'er pun membalas lahapan bibir Ricard dengan lebih agresif.Ia mulai memegang kedua pipi Ricard dan menahannya.


Mendapat perlakuan Mei'er yang agresif, Ricard pun langsung meremas pantat mont0k Mei'er dengan kedua tangannya.


Keduanya melakukan pertarungan lidah selama 5 menit sampai suara Sistem terdengar.


"Tuan cabul.....ambil dulu barang itu baru melakukan kegiatan panas"ucap Sistem ketus yang menyadarkan kegiatan Ricard dengan Mei'er.


Setelah mendengar suara ketus Sistem,Ricard langsung menghentikan pertarungan lidahnya dengan Mei'er.


"Hehehe maaf maaf Sistem imutku,aku akan mengambilnya"ucap Ricard dalam pikirannya.


"Tuan jalan aja kedepan 50 meter disitu ada kolam selebar mulut sumur bewarna putih susu.Barangnya mengapung ditengah tengah Kolam itu"ucap Sistem tapi masih dengan suara ketusnya.

__ADS_1


"Oke sayangku"Ricard langsung menjawab dengan antusias dan semangat karena ia akan mendapatkan barang yang bagus.


"Mei'er nanti kita lanjutin ya,barang yang aku cari ada 50 meter didepan kita"ucap Ricard sambil mengusap ujung kepalanya.


Awalnya Mei'er sedikit menahan kekecewaan karena ia harus menghentikan pertarungan lidah mereka.


Tapi setelah mendengar Ricard akan melanjutkan kegiatan tadi.Ia langsung semangat dan menjawab ucapan Ricard dengan mengangguk sambil tersenyum manis.


Sepertinya dipikiran Mei'er sekarang adalah kegiatan panas saja.Ia seperti sudah kecanduan dengan tongkat super panjang dan tebal milik Ricard.


"Ayo kita harus cepat"ucap Ricard.


"Baik Tuan"jawab Mei'er.


Mereka berdua pun menyusuri goa itu sejauh 50 meter lagi.Mereka bergerak dengan cepat.


Setelah sampai ditempat yang diucapkan Sistem atau ujung goa.


Kini mereka melihat sebuah kolam dengan lebar sebesar mulut sumur.


Tapi yang anehnya air kolam itu bewarna putih susu dan ditengah tengah nya ada sebuah Batu bewarna Hitam dengan garis garis bewarna biru muda.


"Ya Tuan.....Batu itu sangat istimewa"ucap Sistem.


"Hah?yang benar saja.Kau menyuruhku pergi kedaerah terjal gunung ini sambil melawan beruang sialan hanya untuk sebuah.......BATU"gerutu Ricard sambil mengucapkan kata batu dengan penuh penekanan.


"Hey Tuan Cabul.......Batu itu disebut dengan artifak jiwa.Bahkan sangking istimewanya,jika itu dijual maka harus 100 miliar planet kosong baru bisa menghargai batu itu"jawab Sistem dengan ketus becampur kesal.


"Lalu jika Tuan ingin melihat wajah Sistem yang Cantik,imut dan manis ini.Tuan harus menggabungkan Artifak Jiwa itu dengan Jiwa Tuan"jawab Sistem dengan narsis seperti biasa lagi.


"Hahaha.......lalu bagaimana aku menggabungkan Batu atau Artifak Jiwa itu dengan jiwaku.Aku harus cepat melihat wajah Sistem ku yang amat baik sejagat raya ini"ucap Ricard dengan semangat yang membara.


"Tuan hanya perlu berendam Dikolam itu sambil menggemgam Artifak Jiwa itu dan membayar 1 juta PS.Selebihnya biar Sistem yang mengurus"ucap Sistem.


Mendengar harga Ps yang diucapkan Sistem,Ricard pun berasa ingin muntah darah.Menurutnya harga PS kali ini benar benar gilaa.

__ADS_1


"Huftt......Apa harus sebesar itu harga PS yang aku bayar"tanya Ricard dengan lesu.


"Tuanku Yang Cabul........dengar baik baik,Artifak jiwa ini sungguh sungguh......"


"Aku utang dulu,kita langsung pasang saja"ucap Ricard yang langsung memotong ucapan Sistem.


"Segera Tuanku Muach....."ucap Sistem dengan suara yang terlihat amat bahagia.


"Tuan kenapa anda melamun"ucap Mei'er yang melihat Ricard melamun selama 5 menit.


Padahal selama 5 menit itu,Ricard sedang berbicara dengan Sistem.


"Aku sedang berbicara dengan wanita yang pernah menjemputmu untuk menjadi bawahanku lewat telepati"ucap Ricard dengan santai.


Lagi pula Sistem pernah bertemu dengan Mei'er,jadi untuk apa ia menyembunyikan keberadaan Sistem pikir Ricard.


Sebenarnya Ricard pernah berfikir kenapa Mei'er bisa bertemu dengan Sistem sedang kan ia tidak bisa.


Tapi Ricard tidak bertanya soal itu,karena ia berfikir pasti ada alasan kuat kenapa ia tidak bisa bertemu dengan Sistem.


"Benar juga,Nona itu pernah mengatakan kalau ia tinggal didalam tubuh Tuan"ucap Mei'er dengan mengerti.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2