Sang Pemandu

Sang Pemandu
Sebuah Alasan


__ADS_3

Paman Fei pun tersenyum mendengar ucapan dari saudara Ke4.


"Apa itu...."Tanya Paman Fei.


"Uhukk.....Apa kau berasal dari dunia Kultivator,sama sepertiku"Tanya Saudara Ke4 dengan terbatuk.


"Benar,aku memang berasal dari dunia Kultivator,tapi aku tak akan mengatakan kepadamu apa tujuanku berada didunia ini"Jawab Paman Fei.


Mendengar itu,saudara ke4 pun tak bertanya lagi.Ia hanya menutup matanya sambil menunggu pedang tajam itu menebas lehernya.


Paman Fei juga tak mau berlama lama lagi,ia secepatnya langsung menebas leher saudara ke4 tanpa ragu sedikit pun.


Slasshh.....


Bukk....


Saudara ke4 pun langsung tewas dengan leher yang terpotong rapi.


"Huftt......sepertinya kedua orang itu sudah melarikan diri saat orang ini menggunakan teknik Pengorbanan darah"Pikir Paman Fei saat menyadari kalau saudara ke8 dan ke7 sudah tak ada lagi ditempatnya.


Ia pun tak terlalu memikirkan itu,paman Fei langsung membakar jasad Saudara ke4 bersama jasad saudara ke5 dan ke6 yang telah mengering karena darahnya telah terhisap hingga layu.


Setelah itu,ia pergi meninggalkan tempat itu lalu menjemput Carissa,karena itu adalah tugasnya untuk menjaga keluarga Ricard.


~


Diperusahaan Pencitra Skin.


Saat ini Ricard sedang berbaring dikasur ruangan pribadinya bersama Citra Kong yang tidak menggunakan sehelai benang pun ditubuhnya.


ia memeluk Citra Kong dari belakang dengan perasaan nyaman.


Karena waktu telah menunjukkan pukul 05:30 sore,Ricard pun berniat untuk membangunkan Citra Kong yang lagi tertidur lelah.


Ia sedikit tak enak jika harus membuat Citra Kong disini terus,apa lagi suaminya nanti akan berfikir yang tidak tidak dengannya karena telah menghilang dari jam 12 siang.


"Bibi ayo bangun,ini sudah jam 05:30 sore nanti pamam mencari Bibi karena menghilang sangat lama"ucap Ricard sambil mengoyangkan bahu Citra Kong.


Citra Kong pun langsung terbangun saat tidurnya merasa terganggu,ia juga mendengar suara Ricard membangunkan dirinya sambil menggoyangkan bahunya.


Ia membalikkan tubuhnya dengan menghadap Ricard sambil menguap.


"Huam....Kenapa Tuan Muda mengganggu tidurku sih,aku masih sangat lelah"ucap Citra Kong dengan mata yang setengah terpejam.


Ia memang sangat kelelahan karena digempur Ricard habis habisan tanpa henti.Itu pun membuat tubuhnya sangat susah digerakkan dan sedikit kaku.

__ADS_1


"Bibi ini jam berapa,nanti paman Anton mencarimu.Apa lagi Bibi sudah disini dari jam 12 siang"Ucap Ricard sambil mengelus kepala Citra Kong dengan lembut.


Citra Kong pun tak menghiraukan ucapan Ricard,ia hanya ingin merasakan usapan lembut yang diberikan Ricard dikepalanya.


Ricard yang melihat Citra Kong hanya diam sambil terpejam pun mengeleng gelengkan kepalanya.


"Bibi ayo bangun,bagaimana nanti paman Anton akan curiga kepada Bibi"ucap Ricard sambil mengehela nafas berat.


Citra Kong pun menjadi cemberut mendengarnya.


"Siapa yang membuat tubuhku sangat kelelahan seperti ini,bukankah itu ulah Tuan Muda"ucap Citra Kong.


Ricard pun akhirnya tersenyum kecut,ia menyadari kalau dirinya lah yang tadi sangat buas terhadap lembah sempit Citra Kong.


Bahkan ia juga tak membiarkan Citra Kong beristirahat untuk mengisi tenaganya kembali.


"Hehehe.....Maaf Bibi,lembah sempit mu tadi sangat nikmat,itu membuatku sangat ketagihan untuk terus menggempurnya tadi"Jawab Ricard dengan terkekeh.


Citra Kong pun tersipu malu mendengar ucapan cabul Ricard,ia membenamkan wajahnya didada Ricard lalu mencubit perut Ricard.


"Tuan Muda sangat cabul"ucap Citra Kong dengan malu malu.


Ricard tersenyum geli melihat kelakuan lucu Citra Kong.


"Bibi ayolah bangun,nanti paman bisa mencurigaimu.Kalau Bibi tak mau bangun juga,aku akan menyodok lembah sempit mu lagi"Ucap Ricard sambil tangannya bergerak kearah bongkahan pantat montoknya.


"Baiklah aku akan segera bangun......Tapi baju dalamanku telah sobek,bisa aku meminjam kaos Tuan Muda.Aku tak mau nanti ada yang melihat cara berpakaianku yang sangat terbuka itu"ucap Citra Kong dengan malu malu.


Karena baju ********** telah disobek Ricard,ia pun sangat tak enak kalau hanya memakai kameja putih dan bra hitam saja.


Ia berfikir kalau dirinya memakai pakaian seperti itu,pasti banyak karyawan yang mata keranjang yang melihat kearahnya nanti.


Bahkan itu pasti membuat suaminya curiga,karena biasanya ia akan memakai baju dalaman untuk pergi keperusahaan.


Ricard pun mengangguk mendengar permintaan Citra Kong.


"Tentu saja Bibi,lagi pula dilemariku banyak kaos yang bisa Bibi pakai"Jawab Ricard.


Citra Kong gembira mendengar jawaban Ricard.


"Baiklah,aku akan segera memakainya sekarang"Ucap Citra Kong,ia pun mulai berdiri dan membersihkan tubuhnya.


Setelah itu,ia pun memungut kameja,rok dan bra nya dilantai untuk ia pakai bersamaan dengan kaos Ricard.


Setelah ia selesai memakai pakaian lengkap dan rapi,Citra Kong pun menghampiri Ricard.

__ADS_1


Ia sedikit bingung alasan yang tepat untuk menghilangkan kecurigaan suaminya nanti,karena ia yakin pasti Anton Lholo sudah mencarinya karena dirinya telah menghilang dari jam 12 siang.


"Tuan Muda,apa alasan yang pas untuk membohongi suamiku nanti,aku sangat yakin dirinya pasti sudah mencariku seharian ini"Tanya Citra Kong sambil duduk dipangkuan Ricard disofa.


"Umm....Bibi bilang saja kalau seharian ini Bibi pergi keluar sebentar dan tak sengaja bertemu dengan teman lama Bibi,lalu setelah itu Bibi berbincang dengannya hingga seharian penuh.Lalu Bibi minta maaf kepaman karena telah membuat dirinya khawatir"Jawan Ricard dengan santai.


Citra Kong pun mengangguk,ia juga menyetujui usul yang diberikan Ricard kepadanya.


"Itu alasan yang pas,kalau begitu aku pergi dulu Tuan Muda"ucap Citra Kong.


Ia mencium bibir Ricard dengan singkat dan bergegas keluar dari Ruangan pribadi Ricard dengan langkah cepat.


Citra Kong pergi keruangan Anton Lholo untuk memastikan apa ia masih disana atau sudah pulang kerumah.


Ia juga sedikit khawatir untuk bertemu dengan suaminya saat ini.


Setelah tiba didepan ruangan pribadi Anton Lholo,ia mengambil sebuah kaca dari dalam tas nya untuk memastikan apa penampilannya sudah rapi atau belum.


"Tidak ada yang berantakan,hanya ada tanda kissmark dari Tuan Muda dibawah leherku"ucap Citra Kong dalam hatinya sambil tersipu malu.


Ia memandangi tanda Kissmark dari Ricard dilehernya dengan malu saat mengingat momen mereka berdua.


Setelah selesai memandangi dirinya dari balik kaca.Ia kemudian menyimpan kaca itu kedalam tasnya dan mengetuk pintu ruangan suaminya itu.


Terlihat juga kalau Citra Kong sedikit gugup saat ingin mengetuknya.


Tok.....


Tok....


"Suami apa kau didalam"tanya Citra Kong dari depan pintu.


~


~


~


Bersambung


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2