Sang Pemandu

Sang Pemandu
Pertarungan Pulau Misterius II


__ADS_3

Saat Saudara ke 8 muncul didepannya,ia pun hanya tersenyum dan langsung menusuk kearah jantung saudara Ke 8.


Jlebb......


"Uhukk....ti....dakk Mungkinn....."


Itulah kata kata terakhir yang diucapkan Saudara Ke 8 sebelum kematiannya.


Ia masih tak percaya jika Ricard memiliki kemampuan dan kecepatan yang sangat baik.


Hasilnya pun,saat saudara Ke 8 tiba didepan Ricard,ia sudah siap untuk menusuknya.


Ricard langsung membakar kedua mayat itu dengan Skil Api Pelahapnya.


Kedua Mayat Saudara Ke 8 dan ke 9 pun seketika menjadi Abu dengan Skill Api Pelahapnya.


"Paman,ayo kita ketempat mereka sekarang"Ucap Ricard sambil menoleh kearah Begal Linu dan Lholo berdiri.


Begal Linu dan Lholo pun mengangguk menjawab ucapan Ricard.


Mereka bertiga bergegas kearah Markas Ketua yang berada ditengah tengah Pulau.


Sedangkan disisi Ketua,ia saat ini sedang berkumpul bersama Saudara ke1,ke2 dan ke 3 diruangannya.


"Paus Darah Guana telah tewas,aku baru saja mengetahuinya bersamaan dengan tewasnya Saudara ke8 dan ke9 barusan saja"ucap Ketua dengan marah besar.


Ia juga baru mengetahui kalau Beast Kontraknya sudah tewas sekitar 1 jam yang lalu.


Karena ia sedang melakukan kegiatan panas batang dengan batang bersama Saudara Pertama,ia pun melupakan tentang Hewan Peliharaanya.


Ketiga bawahan Ketua pun sangat terkejut mendengarnya.Mereka semua tak menyangka kalau Beast tingkat 5 bisa dibunuh oleh mereka.


Tapi ketiga bersaudara itu sangat yakin jika yang menbunuh Beast tingkat 5 adalah Begal Linu,karena Begal Linu lah orang terkuat dikelompok itu.


"Uhukk....Sebentar lagi mereka akan tiba disini,persiapan diri kalian semua"ucap Ketua dengan terbatuk darah.


Melihat Ketua mereka terbatuk sambil mengeluarkan darah,ketiga bersaudara itu sedikit khawatir.


Mereka Khawatir jika ketua tak bisa bertarung membantu mereka nantinya.


"Ketua apa anda baik baik saja"Tanya Saudara ke 2.


"Aku baik baik saja,ini akibat dari Beast kontrakku.Lagi pula ini akan segera pulih dengan cepat"ucap Ketua dengan datar.


Ketiga Bersaudara itu pun mengangguk.


Sebenarnya,jika para Beast Kontrak tewas,itu akan menimbulkan efek berupa serangan jiwa karena terputusnya koneksi Jiwa dan Qi secara sepihak.

__ADS_1


Hal itu pun membuat Ketua mengalami Luka dalam yang sangat serius karena terputusnya Kontrak Beast itu,apa lagi Beast nya berada ditingkat 5.


Tapi Ketua mengira kalau Luka dalamnya itu hanya masalah kecil saja.


"Meskipun Beast ku sudah tewas,tapi pembunuhnya tidak ikut bersama mereka karena kehabisan energi Qi.Jadi yang akan datang kemari hanya 3 orang saja"ucap Ketua dengan tersenyum.


Hal itu pun seperti angin segar bagi mereka semua,awalnya tiga bersaudara itu cukup tak percaya diri untuk menghadapi Begal Linu karena mengingat kemampuannya.


Tapi saat mengetahui Begal Linu tak akan ikut kemari,mereka semua pun menjadi Bahagi.


Andai saja mereka tau kalau bukan Begal Linu yang menghadapi Beast Ketua,apa lagi Begal Linu juga akan datang kemari bersama Ricard dan Lholo.


Mereka semua pasti akan muntah darah melihat itu.


"Dengan ini kita pasti akan bisa membalas dendam terhadap saudara Kita yang telah tewas sebelumnya"ucap Saudara Ke 2 dengan tersenyum kemenangan.


"Itu benar,bahkan aku juga tak sabar untuk menikmati anak Begal Linu didepannya nanti.....Hehehe....."Tawa Saudara Ke 3 dengan sangat cabul.


Mereka masih mengira jika Carissa anak Begal Linu.


Tapi,saat mereka semua sedang asik tertawa.Pintu Ruangan itu mendadak hancur secara tiba tiba.


Bomm.....


Ricard,Begal Linu dan Lholo pun langsung muncul dihadapan Ketua dan ketiga bersaudara itu dengan tersenyum.


Ketua dan Ketiga Bersaudara itu pun sangat terkejut akan kehadiran Begal Linu bersama Ricard dan Lholo.


"Bagaimana mungkin,jadi siapa yang membunuh Paus Darah Guana"ucap Ketua dengan tidak percaya akan pendangan Begal Linu didepannya.


"Tentu saja orang yang membunuh ketiga orang idiot yang berada di Beijing waktu itu"Jawab Ricard dengan tersenyum menghina.


Ketua dan Ketiga bersaudara itu pun seketika menjadi teringat akan Paman Fei yang menbunuh Saudara Ke4,ke5 dan ke6.


Sebelumnya mereka terlalu mempriotas kan kekuatan Begal Linu,sehingga mereka melupakan akan keberadaan Paman Fei.


"Sial aku melupakan orang itu,aku terlalu terkecoh akan kekuatan Begal Linu"Pikir Ketua dengan terkejut.


Ketiga bersaudara itu juga memikirkan hal yang sama dengan Ketua saat ini.


"Tapi kalian juga bisa apa saat ini,orang itu juga sudah kehabisan energi Qi,jadi dia tak akan bisa membantu kalian"ucap Ketua dengan tenang.


Dia mengucapkan itu supaya bisa mengembalikan mental ketiga bawahannya yang sedang kena Mental.


"Benar juga,tanpa dia kalian semua hanya lah sekumpulan semut.Apa lagi kau seorang penghianat"ucap Saudara Ke3 sambil menunjuk kearah Lholo dengan marah.


Tapi Lholo malah tersenyum mendengar ucapan Saudara Ke3.

__ADS_1


Bahkan Ricard merasa kalau ketiga para bersaudara itu seperti orang bodoh.


"Bahkan tanpa Paman Fei aku masih bisa membunuh kecoak seperti kalian"ucap Ricard dengan menghina.


Ketua dan ketiga Bersaudara pun menjadi marah akan hinaan Ricard.


"Sepertinya kau harus mati duluan anak Muda"ucap Ketua dengan mengeluarkan Aura Membunuhnya kearah Ricard.


Tapi Ricard tak merasakan apa pun.Ketua pun menjadi bingung kenapa Ricard tak terkena efek dari Aura Menbunuhnya.


"Sepertinya kau dan orang itu berasal dari dunia Kultivator juga,sama seperti kami dan Begal Linu ini"ucap Ketua dengan sangat yakin.


"Aku bukan berasal dari sana,aku adalah asli penduduk dunia ini"Jawab Ricard dengan enteng.


Tapi ketua tentu Ketua tidak akan mempercayai ucapan Ricard.


"Tidak ada seorang Kultivator dari dunia ini bocah"ucap Ketua dengan kesal,ia pun langsung melesat kearah Ricard sambil mengayunkan tinjunya dengan kuat.


Saat tiba didepan Ricard,Ketua pun merasakan kalau ada sebuah tendangan mendarat diperutnya.


Bukk...


Ketua pun langsung terpental kebelakang dengan 5 langkah,tapi ia tidak merasakan sakit sama sekali.


Hanya saja ia sangat terkejut karena Gerakan Ricard sangat cepat,bahkan lebih cepat dari gerakannya.


Ketiga Bersaudara itu juga merasakan hal yang sama.Mereka mengira kalau Ricard akan terpental kebelakang akibat serangan mendadak Ketua.


Tapi malah ketua mereka yang mendapat sebuah tendangan.


"Walaupun tendangannya tidak memiliki efek yang serius,tapi kecepatannya sangat cepat dan tak masuk akal.Apa lagi ia masih berusia dibawah 20 tahun,dari mana sebenarnya dia berasal"Pikir Ketua dengan bingung.


Walaupun begitu,ketua masih sangat percaya diri untuk menghabisi Ricard saat ini.


~


~


~


Bersambung


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2