Sang Pemandu

Sang Pemandu
Pelayan Yang Pasrah


__ADS_3

Setelah keluar dari kamar Tiara Lee,Ricard langsung menuju kamar Bravo thod.Ia berencana untuk menghabisi Bravo dulu baru yang lainnya.


Ricard berjalan dengan tenang menuju kamar Bravo tanpa mengeluarkan suara apapun.


Ceklek....


Tiba didepan pintu kamar Bravo,Ricard membuka pintu kamar lalu menutupnya kembali.


Didalam kamar Bravo,Ricard tersenyum saat melihat Bravo sudah menjadi gila.


Ia berteriak teriak akan membunuh Ricard,setelah itu ia tertawa secara tiba tiba.


Ricard pun langsung berdiri dihadapan Bravo sambil tersenyum.


"Kau....Aku akan membunuh hahaha setelah itu aku akan menikmati ibuku itu hahaha...."ucap Bravo dengan gila saat melihat Ricard didepannya.


Ricard tersenyum sambil mengeleng gelengkan kepalanya.Ia lalu mengambil sebuah pedang tajam dari inventory Cang'yi.


Slahhsss....


Tanpa ragu sedikit pun,Ricard menebas kepala Bravo lalu ia keluar dari kamar itu.


Dilantai 2 tempat Bravo Thod dan Tiara Lee,ia membunuh beberapa pengawal Keluarga Thod tanpa tersisa satu pun.


Sementara orang yang dianggap Ricard tak adanya aura jahat pun ia suruh pergi.


Tapi Ricard menyuruhnya pergi tanpa mengeluarkan suara apapun,karena ia berniat untuk membunuh semua orang tanpa menimbulkan sebuah keributan.


Orang yang disuruh Ricard pergi dengan cepat mengangguk.


Setelah itu,Ricard turun kelantai bawah tempat Ken Thod sedang tidur telan.jang bersama pelayannya.


Ia masuk kedalan Ruangan itu lalu ia menutupnya kembali.


Ken Thod yang memiliki kemampuan beladiri yang cukup hebat pun seketika langsung terbangun karena ia mendengar suara pintu terbuka.


Ia berdiri dengan sedikit sempoyongan sambil telan.jang bulat.Penglihatannya juga sedikit kabur,jadi ia tak melihat dengan jelas kalau ditangan Ricard ada sebuah pedang tajam yang berlumuran darah.


Sementara pelayan yang menemani Ken Thod tidur pun juga terbangun karena merasakan adanya pergerakan dari Ken Thod.


Tapi ia langsung waspada terhadap Ricard.Pelayan itu sedikit menguasai beladiri,jadi ia bisa menilai kalau Ricard pasti orang yang juga ahli beladiri.


Itu terbukti kalau ia Ricard bisa masuk kedalam Mansion tanpa keributan.Bahkan ia melihat sebuah pedang berlumuran darah ditangan Ricard.


"Hey bocah.....Kenapa kau bisa masuk kedalam Massion ku Hah!"Bentak Ken Thod sambil sempoyongan.


"Bajingan Tua ini malah langsung menprovokasinya.Jika kau bukan Kepala Keluarga Thod,aku pasti langsung menbunuh dirimu"ucap Pelayan itu dalam hatinya dengan emosi.


Ricard juga hanya tersenyum mendengar ucapan Ken Thod.Tanpa basa basi,Ricard langsung melesat kearah Ken Thod.

__ADS_1


Slahss.......


Bukk....


Kepala Ken Thod pun terjatuh kelantai dengan mata setengah sadar.


Sementara pelayan itu langsung kaget,ia tak dapat melihat pergerakan Ricard.Saat ia menolah kesamping,ia melihat Ricard dan kepala Ken Thod sudah terjatuh kelantai.


"Ba....bagaimana bisa?"ucap Pelayan itu dengan gemetar.


Ia pun melihat kearah Ricard dengan ketakutan.Tanpa berlama lama,ia langsung berlutut dihadapan Ricard.


"Tuan ampuni nyawa saya Tuan....Saya masih memiliki adik yang saat ini sedang sakit....Kumohon berbelas kasihlah Tuan"ucap Pelayan itu dengan suara yang sedih.


Ia memang tak berbohong,pelayan itu hanya terpaksa melayani Ken Thod dan menjadi pelayan dikediamannya baru satu bulan.


Ia melakukan itu demi mendapatkan uang untuk biaya pengobatan adiknya.Untuk kedua orang tuanya,mereka sudah tidak ada.Jadi satu satunya keluarga pelayan itu yang tersisa pun hanyalah adiknya.


Namun,bukannya mendengar suara sedih pelayan itu,Ricard malah memandangi tubuh telan.jang pelayan itu.Apa lagi ia melihat 2 buah kenyal padat yang sedang menggantung.


Saat beberapa detik berlalu,pelayan itu tidak mengangkat kepalanya.Ia masih berlutut didepan Ricard sambil menunggu Ricard bersuara.


Cukup lama menunggu,bukannya mendapatkan sebuah jawaban dari Ricard.Ia malah mendapatkan sebuah sedokan dilembah sempitnya dari belakang.


Pelayan itu cukup kaget,lembahnya yang masih sempit,harus menerima sodokan tongkat panjang dan tebal dari Ricard.


Ia memang sudah tak perawan lagi,tapi lembahnya hanya dimasuki tongkat Ken Thod yang sebesar jari telunjuk saja.


Saat tongkat Ricard masuk kedalam lembah sempitnya,seketika saja darah segar pun menetes dengan banyak dipangkal pahanya.


"Ahhhh..saa...kitt......."ucap Pelayan itu dengan sedikit lirih.


Ia pun sedikit menoleh kebelakang karena belum tau kalau Ricard lah yang menyodok dirinya lembah sempitnya.


Namun ia langsung terkejut saat melihat Ricard yang menyodoknya.Pelayan itu pun hanya bisa pasrah dan berharap dengan begini dirinya tak dibunuh oleh Ricard.


"Kau tenang saja,kau cukup cantik jadi aku berniat merekrutmu sebagai salah satu bewahanku.....Lagi pula kau memiliki kemampuan yang cukup hebat"ucap Ricard sambil memajukan pinggulnya dengan pelan.


Ricard juga cukup kaget kalau pelayan Pak Tua Ken Thod masih perawan.


"Mungkin tongkatnya sangat kecil dan itu pasti tak cukup menyobek selaput keperawanan dirinya"pikir Ricard sambil menikmati lembah sempit pelayan itu.


Sedangkan Pelayan itu,ia pun menjadi bahagia dengan penawaran Ricard.


ia juga tak meyangka kalau akan direkrut oleh orang yang kuat seperti Ricard.


"Apa lagi Tongkatnya sangat panjang dan tebal....Ini sedikit sakit diawal,tapi lama kelamaan menjadi enak.....Berbeda dengan situa sialan itu"pikir Pelayan itu sambil keenakan dengan sodokan Ricard.


Ricard yang melihat kalau pelayan itu sudah merasa nikmat pun langsung mempercepat laju temponya.

__ADS_1


Hasilnya pun pelayan itu menjadi mende.sah dengan keras dan penuh nikmat.


Mungkin dimasa depan dirinya lah yang akan meminta sambil memohon dengan Ricard untuk menyodoknya lagi.


Setelah 1 jam lamanya......


"Ahh.....iya...enak...Tuan....."erang Pelayan itu.


"Aku akan mengeluarkannya"ucap Ricard lalu memacu temponya dengan lebih cepat.


Tapi Pelayan itu sedikit panik,ia takut kalau dirinya akan hamil kalau Ricard mengeluarkan didalam rahimnya.


Namun ia juga tak bisa menolak keinginan Ricard itu,ia takut kalau Ricard malah berubah pikiran dan berakhir dirinya akan dibunuh.


Jadi ia pun hanya menikmati alur dari permainan Ricard saja saat ini.


Tak lama kemudian.


*********...........


Crrooooottt.............


Ricard pun langsung mengeluarkan cairan kentalnya didalam lembah sempit Pelayan itu.


"Ini sangat hangat dan nikmat"Ucap Pelayan itu dengan lemas dan terbaring dilantai sambil dipeluk Ricard.


"Padahal baru satu jam,aku berencana akan memulai lagi"ucap Ricard sambil memeluk tubuh pelayan itu dari belakang.


Pelayan itu pun langsung melebarkan matanya,ia juga merasakan kalau Tongkat Ricard masih keras dilembah sempitnya.


Ia pun langsung panik,tubuhnya sudah tak kuat lagi untuk melanjutkan kegiatan panasnya.


Tapi ia juga tak berani untuk mengatakan tidak dengan Ricard,ia takut akan menyinggung Ricard jadinya.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2