Sang Pemandu

Sang Pemandu
Pulang Ke Ngadiang


__ADS_3

Qin Sheila dan Chu yin Shi yang melihat 3 orang menghadang jalan mereka pun sedikit tak senang.


Mereka terdiri dari 1 orang pemuda dan 2 orang Pria berbadan besar,mereka menggunakan kacamata hitam dan berpakaian hitam lengkap layaknya seorang bodyguard kuat.


Pemuda itu tersenyum sambil menjilati bibirnya saat memandang Qin Sheila dan Chu yin Shi.


Pemuda itu maju sambil mengulurkan tangannya kearah Sheila.


"Nona,maukah kau ikut bersamaku hari ini,aku berjanji akan membuatmu terbang dengan penuh kenikmatan"ucap pemuda itu dengan lembut sambil terseyum.


Pemuda itu juga memiliki keyakinan kalau Sheila dan Yin Shi pasti mau mengikutinya,ia berfikir siapa yang tak mengenal dirinya dikota Beijing ini.


Buukk.......


Tapi,bukan sebuah jawaban yang ia dapatkan dari Sheila.Melainkan sebuah tendangan yang cukup keras mengarah kebiji kema.luannya.


Ia pun melebarkan matanya dengan menahan sesak diulu hatinya.Pemuda itu sedikit membungkuk dan menatap tajam kearah Sheila.Tapi dengan wajah yang seperti menahan nafas.


Bahkan kedua pria badan besar yang dibelakang pemuda terdiam dengan syok.Mereka berdua juga memegang tongkatnya seperti ikut merasakan kesakitan pemuda itu.


Mereka berdua juga sedikit takut dengan Sheila.Pasalnya,mereka berdua tak dapat melihat pergerakan dari tendangan kuat Sheila.


Gerakan yang ditunjukkan Sheila benar benar sangat cepat.


Plakk....


Belum lagi mereka selesai terkejutnya, Sheila sudah menampar pipi Pemuda itu dengan cukup keras.


Hasilanya,tiga buah gigi pemuda itu terlepas dari rahangnya.


Beruntung Sheila masih bisa mengontrol kekuatannya untuk tidak membunuh pemuda itu.


Tapi,bagi pemuda yang mendapatkan tamparan itu.Dirinya langsung pingsan ditempat itu juga.


Banyak orang yang melihat kejadian itu,tapi mereka tetap acuh aja dan tidak mau menganggu momen bagus itu.Dimana seorang wanita menampar pipi Tuan Muda hingga membuatnya pingsan ditempat.


"Tidak boleh ada yang memandang ku seperti itu,hanya Tuanku yang boleh.Kalau kalian masih melanggarnya aku tak akan segan segan membunuh kalian"Ucap Sheila dengan penuh penekanan.


Kedua pria badan besar itu hanya mengangguk saja,mereka sudah ketakutan melihat kebrutalan Sheila.


Ternyata badan saja yang besar,nyali kecil.Baru dilihat begituan langsung down.


Mereka berdua juga berfikir bahwa Tuan dari wanita ini sungguh beruntung,Tidak hanya kuat tapi juga sangat cantik.


Tapi,saat ini Yin Shi juga benar benar tercengang dibuat tindakan Sheila.


"Ternyata,dibalik kepolosannya terdapat kekuatan yang sangat menakutkan,aku beruntung tidak membuatnya kesal denganku.....Jika tidak,mungkin aku bakal jadi roti gepeng dibuat Sheila"ucap Yin Shi dalam hati.


"Ayo Yin Shi kita ketempat Tuan"ucap Sheila dengan wajah yang tak berdosa.


Ia seperti tak memperdulikan nyawa pemuda itu.

__ADS_1


Sedangkan kedua pria badan besar itu hanya membiarkan kedua gadis itu pergi.Ia mulai mengangkat tubuh Pemuda itu yang tak lain adalah Tuan Muda mereka.


~


DIRUANG TAMU KELUARGA STIVE......


"Ibu kenapa cepat sekali pulangnya,ini masih jam 02:30 siang"tanya Carissa sambil melirik kearah jam tangannya.


Ia heran kenapa ibunya pulang begitu cepat,apa lagi ia hanya pulang sendirian dan tak membawa Sheila.


Sedangkan Mary Card yang mendengar pertanyaan putrinya hanya diam dan duduk disofa.


"Ibu hanya sedang lesu saja nak"Jawab Mary Card dengan lesu.


"Emang ibu kenapa"Tanya Carissa lagi.


Mary Card pun mulai menceritakan kepulangan Ricard ke Ngadiang tadi siang.Ia sebenarnya sangat bahagia dengan kembalinya Ricard dikeluarga Stive.


19 tahun putranya menghilang,tentu sang ibu pasti sangat merindukan putranya itu.Dan saat ia kembali pulang kekeluarganya,ia pun menjadi bahagia.


Namun,kebahagian itu hanya bertahan satu hari saja.Karena ia harus berpisah lagi dengan putranya.


Putranya pulang ke Ngadiang karena ada sedikit masalah diperusahaannya.Walau pun ia masih bisa bertemu dengan Ricard nanti,tetap saja ia merasa begitu cepat Ricard pulang Ke Ngadiang.


Makanya ia sedikit lesu,untuk menghilang kan kejenuhannya itu.Mary Card pun pulang kerumah dan ingin beristirahat.


Tapi Carissa Stive memikirkan hal yang berbeda.Ia merasa kepulungan Ricard berkaitan dengan dirinya.


"Apa Ricard marah denganku karena tindakanku tadi pagi"Pikir Carissa dengan merasa bersalah.


Mary Card juga tak menghiraukan itu,ia berfikir mungkin Carissa sedih karena ditinggal adiknya lagi.


KEMBALI KE RICARD......


"Kenapa kalian begitu lama,sebentar lagi kita akan berangkat"Tanya Ricard kearah Sheila.


Mereka berdua baru saja tiba dari kamar mandi,dan Sheila juga hanya izin untuk minum sebentar.


"Tadi ada beberapa tikus yang ingin mengganggu ku Tuan"Jawab Sheila dengan wajah cemberut.


"Apa kau membunuhnya Sheila"Tanya Ricard.


"Tidak Tuan,aku hanya menendang selang.kangannya saja"Jawab Sheila dengan polos.


Glukk....


Ricard pun menelan ludahnya dengan kasar,ia sedikit merinding dengan ucapan Sheila itu.


Padahal kalau Ricard betarung,ia juga senang sekali menendang Biji mereka.Tapi saat Sheila melakukan hal sama ia malah merinding.


"Sudahlah yang penting kau tidak apa apa"ucap Ricard dengan lembut.

__ADS_1


Tapi Sheila langsung bahagia mendengar ucapan Ricard.


"Ternyata Tuan sangat peduli denganku"ucap Sheila dalam hatinya dengan malu malu.


Mereka bertiga pun hanya mengeleng gelengkan kepalanya saat melihat Sheila sedang malu malu kucing sambil tersenyum.


"Baru dibilang begitu,ia langsung terbang dengan bahagia"ucap Meysa dalam hatinya.


"Padahal ia tadi seperti singa marah,tapi sekarang ia seperti kucing yang lagi malu malu"Ucap Yin Shi dalam hatinya.


Yin Shi juga sedikit bingung dengan pola pikir Sheila,dihadapan musuh ia akan menjadi gadis angkuh,dan dihadapan Ricard ia akan menjadi gadis yang pemalu.


"Sudahlah.....Kita harus bersiap siap,30 menit lagi kita akan berangkat"ucap Ricard.


"Tapi bagaimana dengan mobil Tuan"Tanya Yin Shi.


"Biar saja disitu..Kalau ada yang mau, ambil saja bilang"ucap Ricard dengan santai.


Yin Shi pun tersenyum kecut mendengar ucapan Ricard itu.Ia baru sadar kalau Ricard orang kaya.


"Orang kaya memang beda"pikir Yin Shi.


Tak lama kemudian,suara seorang wanita menggema diseluruh bandara.


"Untuk penerbangan keprovinsi Ngadiang segera bersiap siap untuk memasuki pesawat"


Ricard dan ketiga gadisnya pun mulai memasuki pesawat yang sudah diberitahu oleh suara itu.


Didalam pesawat,seperti biasa Sheila dan Meysa akan berebut kursi samping Ricard.Tapi Ricard langsung melerai perdebatan mereka.


"Aku akan duduk disamping Yin Shi,kalian berdua didepan ku saja"ucap Ricard sambil melirik kearah Yin Shi.


Sheila dan Meysa pun menghentikan perdebatan mereka,kedua gadis itu hanya menurut saja mendengar ucapan Ricard.


Karena Ricard memesan ruangan kelas A.Tempat duduk mereka memiliki 4 kursi yang saling berhadapan.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2