Sang Pemandu

Sang Pemandu
Awal kehancuran Keluarga Thod


__ADS_3

Siao May pun bahagia mendengar ucapan lembut Ricard,tapi kebahagian itu hanya sebentar saat ia mengingat tugas yang diberikan oleh Ken Thod kepadanya.


Ia bingung saat ini,disisi lain ia begitu menyayangi Ricard,tapi disisi lain ia juga bimbang apa harus menghianati Keluarga Thod.


Keluarga Thod telah merawatnya saat ia kehilangan kedua orang tuanya.Apa lagi Keluarga Thod yang juga telah mengajari dirinya beladiri.


Ricard yang memperhatikan Siao May pun menyadari perubahan raut wajahnya itu.


"Apa kau sudah menjadi bagian dari keluarga Thod?"Tanya Ricard.


"Itu....A....ku......"Siao May pun bingung mau menjawab apa pertanyaan Ricard.


"Apa aku harus memperjuangkan cintaku dengan Ricard,dan menghianati Keluarga Thod"Pikir Siao May dengan bingung.


"Sekarang kau bisa memikirkannya dulu saat ini,aku akan pergi dulu sebentar.Ada beberapa urusan yang perlu aku selesaikan saat ini......"


"Aku akan kesini lagi sekitar jam 11 malam"Ucap Ricard yang mulai berdiri untuk meninggalkan Siao May didalam Ruangan pribadinya.


Karena jam telah menunjukkan Pukul 09:00 malam,Ricard saat ini berniat untuk segera pergi kekediaman Keluarga Thod.


Siao May juga hanya terdiam ditempat tidur,ia tidak menghentikan Ricard untuk pergi.


"Apa yang harus kupilih......"Pikir Siao May dengan bimbang.


Ricard.


Setelah keluar dari Bar Enak,Ricard langsung memesan sebuah taksi untuk kekediaman Keluarga Thod,ia berniat untuk menyelinap kedalam Massion Thod dengan diam diam.


Didalam Taksi.


"Antar aku kemassion Keluarga Thod"ucap Ricard terhadap supir taksi.


"Tapi......."


"Apa ini cukup"ucap Ricard yang langsung memotong ucapan sang supir taksi itu sambil menunjukkan beberapa jumlah uang yang banyak.


Melihat jumlah uang yang sangat banyak ditangan Ricard,mata supir taksi itu pun langsung bebinar.


"Cukup.....cukup,kita akan berangkat sekarang"Ucap Supir taksi itu yang langsung mengambil uang dari tangan Ricard.


Ia takut kalau Ricard nanti berubah pikiran.


Taksi pun berjalan menuju kekediaman Keluarga Thod.Saat telah tiba,taksi itu menyetopkan mobilnya yang tak jauh dari Massion Keluarga Thod.


Ia sedikit takut untuk mengantar Ricard sampai kedepan gerbang,tapi Ricard juga tak mempermasalahkan itu.


Ia turun dari taksi dan melesat masuk kedalam Massion sambil menghindari beberapa penjaga.


Didalam Massion,Ricard mencari keberadaan kamar Bravo Thod.Tidak ada satu pun yang menyadari kehadiran Ricard didalam Massion.


Ricard pun membuka Skil Mata Cahayanya dan melihat sebuah kamar dilantai 2.


"Jadi disitu kau rupanya hehehe"ucap Ricard dengan pelan.


Ia pun masuk kedalam kamar Bravo sambil melihat keadaannya.

__ADS_1


"Cukup menyedihkan keadaanmu ini heheh.....Dan televisi ini cukup besar juga Hehehe"Pikir Ricard dengan licik,ia sedikit mendapatkan sebuah ide sebelum membantai Keluarga Thod ini.


"Ini akan menjadi awal kehancuran Kelaurga Kalian,tapi aku akan sedikit besenang senang dulu"pikir Ricard dengan jahat.


Ricard pun keluar dan mencari kamar Ken Thod dan Istrinya,Tiara Lee.


Namun,saat ia menemukan sebuah kamar yang sangat mewah tak jauh dari kamar Bravo.Ricard hanya melihat Tiara Lee yang sedang tidur sendiri didalamnya.


Ricard pun membuka Skil Mata Cahayanya hingga batas maksimum.


"Rupanya kau lagi mabuk dilantai bawah Pak Tua"Ucap Ricard dengan Menyeringai.


Ia melihat kalau Ken Thod berada disebuah ruangan pribadi mewah,dengan seorang pelayan yang cukup cantik sambil tertidur telan.jang akibat mabuk.


"Ini sangat Sempurna Hehehe......"Pikir Ricard dengan terkekeh.


Ia pun masuk kedalam kamar Istri Ken Thod,Tiara Lee.


Didalam kamar.


Tiara Lee tertidur dengan pulas dan hanya memakai sebuah daster tanpa pakaian dalaman.


Ricard pun menjilati bibirnya saat melihat pemandangan didepan matanya itu.


"Milf yang sangat sempurna Hehe"Pikir Ricard.


Tongkatnya pun langsung berdiri dibalik celananya,tapi ia menahannya dulu,ia mau sedikit bermain dengan Bravo Thod.


Ricard pun memasang sebuah kamera dikamar Tiara Lee,ia mendapatkan itu dari sebuah Ruangan alat alat di Massion Thod.


Tak mau menunggu waktu lama,Ricard langsung memasangkan sebuah kabel agar terhubung dengan Televisi besar dikamar Thod.


Bipp......


Ricard langsung menyalakan Televisi itu dan Tayangan Tiara Lee sedang tertidur pun terpampang dengan jelas.


Tidak hanya itu saja,kejernihan gambar Televisi itu pun sangat bagus,tayangan Tiara Lee sedang tertidur tampak sangat nyata.


Bahkan suaranya juga sangat terdengar jelas kalau Tiara Lee sedang mendengkur lembut.


Ricard pun membesarkan volume Televisi itu hingga ke100.


Setelah itu,ia pun melihat kearah Bravo dan memasukkan sebuah pil kedalam mulutnya.Ricard menelankan pil itu kedalam mulut Bravo dengan paksa.


Pil yang diberilan Ricard adalah sebuah pil yang akan membuat korbannya akan kesusahan untuk mengedipkan matanya.


Pil itu bernama Pil Begadang.


Lalu Ricard mengangkat Bravo kesebuah kursi tepat dihadapan ditelevisi itu.Ia mengikatnya dengan sangat kencang agar tak bisa bergerak dengan bebas.


"Ternyata dia tertidur seperti babi gemuk"Pikir Ricard saat ia melihat kalau Bravo tak terganggu tidurnya.


Namun,efek Pil itu mulai bekerja ditubuh Bravo.Ia membuka matanya secara langsung melihat kearah Ricard.


Lalu ia melihat dirinya terikat,tidak hanya itu saja.Bahkan ia melihat dilayar Televisi kalau ibunya sedang tertidur dengan pulas.

__ADS_1


Ia pun sangat marah sehingga tak menyadari kondisinya itu.


"Bajingan,apa yang kau lakukan didalam Massionku.Hah!"Teriak Bravo dengan marah.


"Untung saja kamar mu kedap suara,jadi tak akan ada yang bisa mendengarmu berteriak,dan suara desa.han ibumu nanti hahaha"Ucap Ricard dengan tertawa mengejek.


Bravo pun sangat marah,ia ingin teriak sekuat kuatnya.Tapi ia menyadari kalau kamarnya ini kedap suara,jadi mustahil kalau ada orang yang mendengarnya.


"Nikmati Pertunjukkan ini ya teman"Ucap Ricard lalu pergi keluar kamar.


Ricard meninggalkan Bravo dengan terikat disebuah kursi tepat dihadapan layar Televisinya.


Jadi Bravo nanti akan menonton kegiatan panas ibunya dengan Ricard sampai selesai.Karena ia sudah memakan Pil begadang,jadi ia tak akan bisa tidur.


Tapi tanpa disadari Ricard,rupanya Pil yang diberikannya itu juga bisa menghilangkan indra perasa.Jadi Bravo tak akan merasakan sakit ditangan dan kakinya saat ia ingin memberontak untuk lepas dari tali itu.


Saat ingin melepaskan tali dari ikatan ditubuhnya,Bravo mendengar suara pintu yang sudah terkunci dari luar.


Ia pun hanya bisa menggertakan giginya dengan marah.


"Sia...lan....akan kubunuh kau anjing,kau tidak akan selamat dari Keluarga Thod...."


"Sialan cepat lepaskan"Teriak Bravo dengan tak jelas,tapi itu percuma saja karena kamarnya kedap suara.


Sedangkan Ricard,saat ini ia sudah berada dikamar Tiara Lee.Ia mengunci pintu dan berjalan kearah kamera dulu.


"Nikmati ya teman"Ucap Ricard dengan pelan.


Tapi Bravo bisa mendengar suara Ricard dengan sangat jelas,suara Ricard cukup menggema dikamar Bravo.


Itu baru suara pelan Ricard,bagaimana dengan suara Tiara Lee Mende.sah nanti.


"Bajingan akan kubunuh kau"Teriak marah Bravo.


Ricard tau betul seperti apa ekspresi yang ditampilkan Bravo saat ini,jadi ia hanya tersenyum mengejek kearah kamera dan mulai membuka seluruh bajunya hingga tak bersisa satupun,atau bisa dibilang telan.jang bulat.


Tapi,sebelum ia ketempat tidur Tiara Lee atau Ibu Bravo.Ricard menyempatkan untuk menunjukkan Tongkat panjang dan tebalnya kearah kamera.


"Dengan ini aku akan membuat ibumu mende.sah dengan merdu teman.Kau tenang saja,aku pasti menjamin kau tidak akan mendapatkan adik baru"ucap Ricard sambil memegang tongkatnya dengan bangga.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2