
Saat sedang asik menikmati sensasi berciuman dengan penuh gairah.Tiba tiba saja Ricard mendapatkan sebuah telepon dari seseorang.
Kring....
Kring......
Dengan perasaan teramat kesal,Ricard pun mau tidak mau menyudahi sesi berciumannya dengan Dosen Nita.
"Aku angkat telepon dulu sayang,nanti kita lanjutkan lagi"ucap Ricard sambil membelai wajah Dosen Nita.
Dosen Nita pun hanya mengangguk sambil tersipu malu,walaupun ia juga sangat jengkel dan kesal karena ada yang mengganggu momen romantisnya.
Tapi ia juga mengerti kalau itu pasti dari seseorang yang ingin menyampaikan hal penting.Karena telepon Ricard berdering sebanyak 2 kali.
Ia pun turun dari pangkuan Ricard sambil sedikit merapikan pakaiannya yang cukup berantakan.
Setelah itu,ia menyiapkan beberapa cemilan dan minuman dingin untuk ia nikmati bersama Ricard nantinya.
Sedangkan Ricard,ia sangat bingung kenapa Paman Fei meneleponnya.
Tapi ia tak ambil pusing,ia mengangkat telepon itu dan berjalan kearah jendela untuk menyender dengan santai.
"Hallo Paman,ada apa meneleponku siang siang begini.Apa ada sesuatu yang sangat penting?"Tanya Ricard.
"Em....Tuan Muda,sejujurnya saya ingin meminta maaf terlebih dahulu karena saya telah lalai menjalankan tugas yang ada berikan"Jawab Paman Fei dengan gugup.
**Bahkan dari nada suaranya ia seperti sedikit takut untuk membalas pertanyaan Ricard.
Hal itu pun membuat Ricard mengerutkan keningnya,ia bingung kenapa Paman Fei seperti merasa bersalah dan sangat takut kepadanya.
"Paman jelaskan saja,jangan buat aku bingung.Apa ada masalah tertentu di Beijing"Tanya Ricard dengan penasaran**.
"Ituu......Nona Carissa diculik oleh sekelompok orang Tuan Muda"Jawab Paman Fei dengan terbata bata.
**Tapi Ricard masih bisa mendengar dengan jelas jawaban dari Paman Fei.Ricard pun langsung meluapkan amarahnya dengan mengeluarkan sedikit aura kemarahan.
"Apa yang Paman katakan itu benar terjadi"Tanya Ricard dengan penuh penekanan**.
"Itu benar Tuan Muda"Jawab Paman Fei dengan gemetar ketakutan.
**Ia juga merasa bersalah karena telah gagal menjalankan tugas yang diberikan Ricard.
"Baik tunggu aku disana,aku akan segera berangkat sekarang menuju Beijing"ucap Ricard dengan suara yang marah.
Tapi sebisa mungkin Ricard menahan kemarahannya,ia ingin mengambil solusi yang tepat dengan keadaan kakaknya ini**.
"Baik Tuan Muda...."Jawab Paman Fei.
__ADS_1
**Setelah itu,Ricard pun mematikan sambungan teleponnya dan bergegas pergi.
Tapi sebelum itu,Ricard mau berpamitan dulu dengan Dosen Nita,karena ia telah melihat kalau dia telah berdiri disampingnya dengan perasaan khwatir.
"Apa ada masalah sayang,kenapa kau tampak sangat marah"Tanya Dosen Nita dengan lembut,tapi dalam hatinya ia sangat khawatir.
Ia telah mendengar percakapan Ricard dengan Paman Fei,tapi ia tak tau inti dari permasalahannya.
Tapi,melihat Ricard yang sangat marah pun membuat dirinya khawatir.Ia takut Ricard akan melakukan hal nekat seperti berkelahi.Karena yang ia tau,biasanya anak muda akan melakukan hal itu jika sedang marah.
"Aku akan pergi ke Beijing sekarang,dan juga kau tinggal dimansionku saja mulai hari ini.Aku mau kau berkenalan dengan semua suadarimu yang lain"Jawab Ricard.
Walaupun Dosen Nita bahagia karena telah tinggal bersama Ricard mulai sekarang,tapi ia juga khawatir karena Ricard mengatakan akan pergi keprovinsi Beijing sekarang juga.
"Kenapa kau pergi sangat jauh,apa ada seseuatu yang besar makanya membuat kau harus pergi kesana"Tanya Dosen Nita dengan cemas.
Ricard pun mengangguk dan membelai wajah Dosen Nita dengan lembut.
"Itu benar,kakak kandungku diculik sekelompok orang di Beijing.Makanya aku bergegas kesana untuk menyelidiki siapa pelakunya"Jawab Ricard.
"Tapi,tak bisakah aku ikut denganmu juga"Tanya dosen Nita,ia tentu percaya apa yang Ricard katakan.
Ricard pun menggelengkan kepalanya.
"Tidak bisa,aku belum tau siapa musuhku disana,aku juga tak mau kau kenapa napa nantinya"Jawab Ricard dengan lembut.
Akhirnya Dosen Nita pun mengangguk pasrah,ia menyetujui keputusan yang Ricard ambil untuk dirinya.
Melihat Dosen Nita telah setuju dengan keputusannya,Ricard pun langsung mengandeng tangannya untuk pulang menuju Mansionnya.Sekaligus memberi tau berita kalau Carissa diculik.
Tentu ia tak akan berbohong kepada ibunya dengan keadaan Carissa.Karena ia juga sangat yakin kalau ibu dan ayahnya pasti telah mendapat kabar itu juga.
Karena ayah dan ibunya juga memberi pengawal pribadi untuk Carissa di Beijing.
"ayo kita pulang kemansionku"ucap Ricard sambil menarik tangan Dosen Nita dengan lembut.
Mereka berdua pun menuju keparkiran mobil Ricard untuk pulang,sementara Mobil Dosen Nita ia tinggal saja diparkiran kampus.
Lagi pula tak akan ada orang yang berani mencuri mobilnya.
Setelah menghabiskan waktu beberapa saat diperjalanan.Akhirnya mereka berdua telah tiba dimansion Ricard.
Ricard dan Dosen Nita pun turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam.
Didalam Mansion juga telah terlihat kalau beberapa wanitanya telah berkumpul dalam keadaan sedih dan panik.
Apa lagi ibunya sedang menangis dengan tersedu dan ayahnya sangat cemas akan berita penculikan Carissa.
__ADS_1
Ricard pun berjalan kearah ibunya dengan Dosen Nita mengikuti dirinya dari belakang.
"Ibu jangan bersedih gitu,aku akan segera berangkat ke Beijing untuk mencari kakak sekarang"ucap Ricard sambil berusaha menenangkan Mary Card,ibunya.
"Tenang bagaimana kau bilang.Hah!.Dia masih kakakmu,Ibu mau kakakmu itu dicari sampai ketemu sekarang,barulah ibu bisa tenang"Ucap Mary Card dengan marah dan menangis.
Tentu Ricard paham akan kesedihan ibunya sekarang,ia pun mengangguk sambil tersenyum lembut.
"Ibu tenang saja,aku akan segera mencari kakak sekarang.Lagi pula aku mempunyai banyak bawahan yang terlatih dan kuat,aku akan segera menyuruh mereka untuk bergerak"Jawab Ricard.
Mary Card pun hanya mengangguk dengan lemah sambil menangis.
Sebelum pergi,Ricard memperkenalkan Dosen Nita dengan beberapa kekasihnya yang ada disitu terlebih dahulu.
Setelah itu,ia pun bergegas pergi menuju bandara untuk berangkat.Namun,baru berjalan kearah Pintu,Qin Sheila memanggil dirinya.
"Tuan Tuanggu...."Panggil Sheila.
Ricard pun menoleh dan melihat kearah Sheila.
"Ada apa Sheila"Tanya Ricard dengan lembut.
"Tuan,apa perlu Sheila ikut bersama Tuan untuk menca......"Tapi ucapan Sheila pun langsung dipotong oleh Ricard.
"Tidak perlu,kau jaga ibu saja sekarang ini.....Lihat,ibu sekarang sedang bersedih jika kau ikut denganku,aku yakin ibu pasti bertambah bersedih nantinya"Jawab Ricard.
Sheila pun mengangguk,ia juga tak tega untuk meninggalkan Mary Card dalam keadaan bersedih sekarang.
"Baiklah,Tuan Hati hati dijalan"ucap Sheila dengan wajah yang sedikit cemberut sedih.
Ricard memahami perubahan raut wajah Sheila,ia pun langsung mencium bibirnya dengan singkat dan pergi menuju mobilnya.
~
~
~
Bersambung
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš**
__ADS_1