Sang Pemandu

Sang Pemandu
Ternyata Kotak Itu


__ADS_3

Melihat Mary Card yang bertanya dan menunjukkan sebuah kotak


Qin Sheila pun melihatnya dan mulai menjelaskan kotak apa itu dengan tersenyum bangga.


"Itu kotak yang bisa membuat hubungan Tuan dengan saya akan terus membaik dan sangat erat Nyonya"Ucap Sheila dengan tersenyum bangga.


Bahkan ia menjelaskan itu sambil membusungkan dadanya.


Tapi semua orang sudah sangat terkejut,mereka seakan ingin muntah darah mendengarnya ucapan Sheila yang ambigu itu.


"Adikku ini selain tampan,rupanya ia sangat cabul"pikir Carissa dengan mengeleng gelengkan kepalanya.


"Astaga Ricard,kau sudah mangajari yang tidak tidak kegadis polos ini"Pikir Begal Linu.


"Aku sudah tak tau mau memikirkan apa lagi.Kepolosan gadis ini sudah diluar nalar dan akal sehat"pikir Rimark Stive sambil memijit keningnya.


"Putraku,kau sepertinya sangat menikmati beberapa gadis polos ya.."ucap Mary Card dengan tersenyum kearah Ricard.


Ricard yang melihat senyuman ibunya pun sudah tak tau lagi mau apa.


"Benar dugaanku,ibu pasti menyalahkan aku"pikir Ricard dalam hatinya.Ia seperti ingin menangis karena kepolosan Sheila.


"Ibu aku tidak menyuruhnya untuk membeli itu"ucap Ricard dengan lesu.


Sedangalan Mary Card,tentu saja ia tak percaya dengan perkataan Ricard.


"Ibu tak percaya......Lagi pula buktinya sudah didepan mata"ucap Mary Card dengan dingin sambil menunjukkan kotak yang dipegangnya.


Sedangkan Qin Sheila yang mendengar perdebatan Ricard dan Mary Card pun bingung dibuatnya.


"Kenapa Nyonya seperti kesal dengan Tuan"pikir Qin Sheila dengan bingung.


"Nyonya kenapa?Apa ada masalah dengan kotak itu?.Lagi pula Tuan pasti senang dengan kotak ini"Tanya Sheila dengan tingkah polosnya.


Lagi lagi semua orang ingin muntah darah dibuat Sheila.


"Ada masalah?.....Sepertinya otak gadis ini yang bermasalah.Tentu saja putraku sangat senang"Pikir Rimark dengan jengah karena kepolosan Sheila.


"Dimana adik mendapatkan gadis yang sangat polos ini"pikir Carissa dengan memijit keningnya.


"Putraku ini memang perusak para gadis"pikir Mary Card yang lagi lagi menatap tajam Ricard,sedangkan Ricard yang ditatap taham lagi pun sudah tak tau mau apa lagi.


Ia hanya bisa pasrah akan keadaan yang menimpanya saat ini.


"Gadis kecil Kotak ini tidak ada masalah..."


"Tapi apa Ricard pernah berkata, dia ingin memakanmu"tanya Mary Card.


sheila pun sedikit berfikir dengan ucapan Mary Card.


"benar Nyonya,Tuan pernah bilang akan memakanku saat tengah malam....."


"Aku hanya berfikir kalau Tuan sedang lapar saat malam,jadi aku harus siap membawanya makanan....."

__ADS_1


"Memang ada apa Nyonya"tanya Sheila dengan bingung kepada semua orang.


Ia bingung kenapa mereka semua menatapnya seperti itu.


"Ini murni kalau otaknya sering dicuci pakai Rinso,jadi otaknya selalu bersih"pikir Rimark Stive.


"Adik...Tak kusangka kau sangat cabul"pikir Carissa.


"Putraku buat apa kau menyuruh gadis kecil ini membeli pengaman Kond●m Hah!"Tanya Mary Card dengan kesal.


Saat ia mendengar bahwa gadis kecilnya mau dimakan Ricard saat malam hari,ia pun kesal dibuatnya.


"ibu aku tak pernah menyuruhnya untuk membeli pengaman itu....Coba ibu tanya ke Sheila dari mana ia mendapatkan itu"ucap Ricard yang sedikit panik.


"Mampuslah aku......"Pikir Ricard dalam hatinya.


"Ibu tak percaya dengan ucapanmu"ucap Mary Card dengan jengkel.


Mendengar ucapan ibunya yang seperti itu,Ricard pun melirik Sheila.


"Sheila coba kau jelaskan pada ibu,bagaiman kau mendapatkan pengaman Kond●m itu"ucap Ricard ke Sheila.


Sheila yang mendengar ucapan Ricard pun mulai mejelaskan kepada mereka bagaimana ia bisa mendapatkan pengaman itu.


"Waktu saya sedang jalan jalan bersama Resepsionis Mika di Hotel SuiteFull......"(Wanita Resepsionis yang mengantar Ricard keruagan ini)


"Saya melihat sebuah kotak dengan gambar Pria dan Wanita yang sedang berpelukan sambil tersenyum......."


"Resepsionis mika pun menjawabnya,ini kotak yang bisa mempererat hubungan seseorang katanya....."


"Aku pun senang mendengar ucapan Resepsionis mika....."


"Aku langsung saja membelinya,karena aku ingin selalu berhubungan baik dan erat dengan tuan"ucap Sheila dengan menceritakan bagaimana pengaman itu dibelinya.


"Ternyata Resepsionis Mika ini tidak menjelaskan secara rinci benda apa itu"pikir Rimark Stive.


"Ternyata ini bukan salah adik.Tapi tetap saja ia cabul,karena mau memakan Gadis polos ini"Pikir Carissa.


Ricard yang mendengar penjelasan Sheila pun sedikit lega.


"Ibu dengar kan,bukan aku yang menyuruhnya untuk membeli itu"ucap Ricard.


"Tetap saja,kau akan memakan Sheila nantinya"ucap Mary Card dengan ketus.


"Nyonya memang kotak apa ini"tanya Sheila dengan bingung.


"Ini kotak untuk para buaya darat"ucap Mary Card dengan melirik kearah Ricard.


Semua orang pun tertawa mendengarnya.Sedangkan Ricard,ia hanya bisa tersenyum kecut.


"Untuk buaya darat?maksudnya apa itu nyonya"tanya Sheila lagi,ia masih bingung dengan penjelasan Mary Card.


"Itu sebenarnya untuk suami istri,atau juga untuk berkultivasi ganda"ucap Begal Linu.

__ADS_1


Sheila yang mendengar penjelasan Begal Linu pun menjadi malu,ia tentu saja paham akan maksud dari begal Linu.


"Kalau Tuan mau,Sheila juga tak apa apa kok"ucap Sheila dengan senyum malu malunya.


Mereka semua pun terdiam dibuat ucapan Sheila,tapi Mary Card malah mencubit pipi Sheila dengan gemas.


"Gemasnya.....Kalau kau mau seperti itu,ibu akan mengizinkannya gadis kecil,dan juga berikan ibu cucu yang imut imut ya gadis kecil"ucap Mary Card dengan mencubit pelan pipi Sheila dengan gemas.


Qin Sheila pun langsung bahagia mendengar ucapan Mary card.


"Tentu saja Nyo......"


"Panggil ibu saja gadis kecil"ucap Mary Card yang langsung memotong ucapan Sheila.


lagi lagi Sheila sangat bahagia dibuat Mary Card.


"Tentu saja ibu....."Sheila pun melirik ke Ricard.


"Tuan Ayo...."ucap Sheila kearah Ricard.


Mendengar ajakan Sheila,Ricard pun bingung dibuatnya.


"Kemana?."Tanya Ricard.


"Tentu saja membuat Cucu yang imut untuk ibu Tuan"Jawab Sheila tanpa beban dan dosa.


Mereka semua tak tau mau bertindak gimana lagi,sedangkan Ricard hanya terdiam dengan ucapan Qin Sheila itu.


Tapi Mary Card langsung menarik tangan Sheila.


"Sekarang bukan waktunya gadis kecil,nanti dimasa depan...Lebih baik temanin Ibu saja jalan jalan bersama Carissa,kakak perempuan Ricard"ucap Mary Card.


Awalnya Qin Sheila kecewa mendengar itu,tapi setelah ia mendengar dimasa depan bisa melakukannya.Sheila pun bahagia,sekarang ia pun pergi bersama Mary Card dan Carissa dengan suasana hati yang bahagia.


mereka bertiga berjalan jalan disekitar Hotel SuiteFull itu.Sekarang diruangan itu hanya tinggal Rimark Stive,Begal Linu dan Ricard.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🥰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2