Sang Pemandu

Sang Pemandu
Tuan Muda Bravo Thod


__ADS_3

Disaat Pintu dibuka oleh Bravo Thod,ia benar benar marah saat ini.Wanita yang dicintainya sekarang duduk diatas pangkuan Pria lain.


Apa lagi ia melihat kalau Merry sangat bergairah dan bahagia.Otaknya pun telah dipenuhi niat membunuh terhadap Ricard.


"Merry apa maksudnya ini,kita telah dijodohkan tapi kau malah selingkuh dengan Pria lain.Bahkan kau membawa Baji.ngan ini kerestoran keluargaku"Ucap Bravo Thod dengan marah.


Merry langsung saja berdiri dan menatap Bravo Thod dengan marah,sedangkan Ricard tersenyum sambil melihat kearah Bravo.


"Permainan akan segera dimulai"ucap Ricard dalam hatinya.


"Bravo apa kau sudah gila Hah!kapan aku menerima perjodohan bodoh itu"ucap Merry sambil menatap Bravo dengan tajam.


Mendengar ucapan Merry,Bravo Thod sudah diambang batas kesabarannya.Ia marah dan sakit hati karena pujaan hatinya tidak menerima perjodohan itu bahkan sampai membentaknya.


"Bagus-bagus.....Karena kau berani melawanku,maka Pria ini akan kubunuh didepanmu"Ucap Bravo dengan marah.


"Kalian Bertiga,patahkan kaki dan tangan Pria itu....Dan aku akan menikmatimu sekarang Merry"ucap Bravo sambil menunjuk Ricard yang sedang duduk dan tersenyum cabul kearah Merry.


Tentu saja Merry sedikit panik,ia saat ini baru menyadari kalau ia tak membawa satu orang pun pengawal.Ia tau kalau Bravo adalah Pria nekat yang tak kenal takut.


Tapi kepanikannya sedikit hilang disaat Ricard telah berdiri disampingnya.


"Apa kalian memiliki kemampuan?"Tanya Ricard dengan tersenyum sinis.


Bravo pun mengertakkan giginya dengan kemarahan yang besar.


"Apa yang kalian tunggu,cepat patahkan kaki dan tangan Baji.ngan ini bodoh"ucap Bravo dengan membentak ketiga pengawalnya.


Ketiga pengawal itu pun sedikit marah dan tak senang dengan Tuan Muda mereka yang terkesan semena mena,tapi mereka juga tak bisa berbuat apa apa.


Mereka hanyalah orang dari keluarga miskin yang dingkat menjadi pengawal Keluarga Thod,walaupun mereka dibuat menjadi sapi perah.Mereka menuruti karena butuh uang untuk keluarga mereka juga.


Lagi pula mereka juga tak akan bisa melawan Keluarga kuat ini.Jadi mereka hanya bisa menuruti kemauan Tuan Muda mereka.


Mereka bertiga pun maju kedepan Ricard dan hendak menyerangnya.Tapi,baru tiba didepan Ricard,Mereka langsung ditendang mundur olehnya.


Buk...


Buk...


Buk....


Ketiga pengawal Keluarga Bravo pun mengerang kesakitan dan terbaring dengan lemas dilantai.


Bravo dan yang lainnya tak menyangka kalau Ricard adalah seorang ahli beladiri juga.


"Ketiga orang bodoh ini berada tingkat 5,jika mereka terpukul mundur.Itu artinya ia berada ditingkat 7,yang setara dengan ayah dan 5 pasukan tetua"ucap Bravo dalam hati sambil ketakutan.

__ADS_1


Ia bukan orang bodoh,tak mungkin ia melawan Ricard saat ini.Jadi satu satu cara,ia harus membiarkan Ricard pergi dan membalas dendam dikemudian hari.


"Karena aku sedang baik hati saat ini,aku akan membiarkan mu pergi saat ini"Ucap Bravo dengan lembut.


Tentu saja Ricard tertawa dengan keras,ia tak menyangka kalau Bravo Thod,Tuan Muda Keluarga Thod akan sebodoh dan sekonyol ini.


"Hahaha.......Tak hanya bodoh,bahkan kau juga tak tau malu...."Ucap Ricard dengan tertawa terbahak bahak.


Bravo pun lagi lagi menggertakan giginya karena marah,tapi ia tak bisa berbuat apa apa sekarang.


Disaat Bravo sedang melamun,Ricard pun perlahan berjalan kearahnya.Saat tiba didepannya,ia langsung memukul perut Bravo dengan cukup kuat.


Bruk....


"Arrggg........Sialan,apa kau tak tau kalau aku ini adalah Tuan Muda Keluarga Thod.Hah!"ucap Bravo marah sambil kesakitan dilantai.


Ia tak menyangka kalau Ricard akan menyerangnya tanpa berfikir dua kali.


Ricard pun berjongkok didepan Bravo.


"Apa peduliku bodoh....."Ucap Ricard lalu ia berdiri dan menginjak lengan Bravo.


Setelah itu,ia pun mematahkan kedua tangan dan kaki Bravo,ia melakukan itu agar Bravo nanti berbaring dirumahnya.


"Ini adalah awal"ucap Ricard dengan tersenyum.


Barvo pun hanya diam tak menjawab ucapan Ricard.Ia sudah kesakitan setengah mati akibat tangan dan kakinya dibuat patah oleh Ricard.


Ntah apa yang akan terjadi nanti malam,itu hanya Ricard lah yang tau.


Ricard pun menarik tangan Merry yang sedang linglung agar pergi dari tempat itu,ia bahkan tak membayar makanan mereka.


Sudah tangan dan kaki Bravo Thod patah,makanan pun tak dibayar Ricard.


Saat tiba didepan mobil,Ricard pun mengambil kunci mobil dari Merry dan pergi dari sana.


"Kenapa kau mematahkan tangan dan kakinya"ucap Merry dengan sangat panik.


Tentu ia panik,ia takut kalau Keluarga Thod tak akan melepaskan Ricard dan membunuhnya.


Tapi,jawaban Ricard membuatnya sedikit jengkel.


"Hahaha.....Tak perlu ditakutkan darinya"ucap Ricard dengan santai.


"Iya iya.....Kau yang paling hebat dan kuat,tak ada yang bisa menandingi dirimu"Ucap Merry dengan kesal,tapi ia tetap khawatir akan keadaan Ricard nantinya.


Setelah itu,mereka berdua pun pergi kesalah satu Mal terbesar diprovinsi Shanghai.

__ADS_1


Mereka berjalan jalan dan mengabiskan waktu untuk berbelanja saja.Terlihat kalau Belajaan mereka sudah mencapai 5 tas,dan itu dibawa oleh Ricard sekaligus.


Terkadang juga Merry akan meminta Ricard bermain semua permainan.Ricard pun menuruti keinganannya,walaupun sangat membosankan.


-DIKEDIAMAN KELUARGA BRAVO........


Saat ini Bravo Thod sedang terbaring ditempat tidur dalam keadaan pingsan.Disitu juga ada Ayah dan ibu Bravo beserta seorang dokter 3 pengawal tadi yang menyerang Ricard.


Ketiga pengawal tadi berdiri sambil menundukkan kepala mereka,walaupun dalam keadaan badan yang sakit.Tapi mereka tahan karena saat ini ayah Bravo atau Ken Thod sedang marah besar.


"Siapa yang melakukan ini semua"Tanya Ken Thod dengan kemarahannya.


Salah satu pengawal yang menyerang Ricard tadi pun mengangkat kepala.


"Yang menyerang Tuan Muda adalah pacar Nona Merry Tuan Besar"ucap Pengawal 1 itu dengan ketakutan.


"Baji.ngan itu berani menyerang putraku hingga seperti ini,lalu kalian ngapain sialan"Ucap Ken Thod yang sudah marah besar.


"Tentu saja kami melawannya sialan,memang kau pikir kami disana bercocok tanam tai"ucap pengawal 2 dalam hatinya.


Ia sangat kesal dengan pemikiran Ken Thod itu.


"Kemampuannya sangat kuat Tuan Besar,kami bertiga bahkan dipukul dengan sekali pukulan....Walaupun sekali pukul,tapi itu sudah membuat kami bertiga kesusahan berdiri Tuan"ucap Pengawal 1.


Sedangkan Ken Thod memikirkan ucapan Pengawal putranya itu.


"Pengawal putraku ini seorang yang kemampuannya berada ditingkat 5,itu dipukul hingga tak berdaya.Dia pasti berada ditingkat 7......"


"Tapi bagaimana bisa?ia masih muda tak mungkin secepat itu ia berada ditingkat 7,sedangkan aku harus menghabiskan waktu hingga 25 tahun lamanya,baru bisa berada ditingkat 7"Pikir Ken Thod dengan bingung.


Lama ia melamun,ia pun menyuruh ketiga Pengawal putranya itu untuk memanggil tetua kelima.


Tetua kelima memiliki kemampuan seperti seorang Assasin,jadi ia pun menyuruhnya untuk menyelidiki dan memata matain Ricard.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2