
Xiao Ting benar benar tak tau Elemen apa yang ada didalam Dantian Ricard.
Tak ada penjelasan apa apa tentang Elemen Abu Abu itu,bahkan ia baru pertama kali melihat Bola Elemen yang seperti itu didalam Dantian Ricard.
"Guru tak tau Elemen apa itu,mungkin saja itu Elemen yang baru muncul"ucap Xiao Ting yang tak tau menjelaskan apa tentang kondisinya.
Mendengar itu,Ricard pun menjadi senang dan gembira,ia mengira kalau dirinya adalah seorang jenius yang bisa membuat Elemen baru.
"Itu artinya aku seorang jenius Guru,lihat aku bahkan menciptakan Elemen baru heheh....."Ucap Ricard sambil terkekeh bangga.
Xiao Ting hanya mengeleng gelengkan kepalanya melihat sifat narsis Ricard.
"Walaupun kau bisa menguasai semua Elemen,tetap saja kau harus mengasah kemampuan setiap Elemennya....."
"Jika kau jenius,gunakan otakmu dengan baik baik untuk menyatukan setiap Elemen dalam menyerang,apa kau paham"Tanya Xiao Ting dengan tegas.
Ricard mengangguk dengan cepat.
"Aku paham guru,tapi apa Guru telah melupakan sesuatu"Tanya Ricard dengan tersenyum lebar.
Xiao Ting sedikit berfikir,tapi ia memang tak mengingat apa apa saat ini.
"Aku tak mengingat apa apa,emang apa yang guru lupakan"Tanya Xiao Ting dengan bingung.
Ricard pun langsung mengarahkan jari telunjuknya kearah bibirnya.Melihat tanda jari Ricard,Xiao Ting langsung paham apa yang telah dijanjikannya.
Hatinya sangat gugup dan berdegug dengan kencang,tapi ia masih bisa mempertahankan wajah datarnya.
"Baiklah,ini adalah ciuman pertama Guru kau cukup beruntung bisa merasakannya saat ini,tapi kau harus menutup matamu kalau mau mendapatkannya"ucap Xiao Ting dengan datar,tapi hatinya sangat tersipu malu.
Ricard tentu saja senang karena dia akan menjadi ciuman pertama gurunya,ia tanpa berlama lama menutup kedua matanya.
"Guru aku telah siap,ayo cepat lakukan sekarang"ucap Ricard dengan tak sabar merasakan bibir lembut dari Xiao Ting.
Melihat Ricard yang telah menutup matanya,Xiao Ting mulai mengatur nafasnya yang gugup.
"Ini hanya sebentar saja....."Pikir Xiao Ting dengan tersipu malu.
Ia pun mulai memajukan kepalanya,saat bibir lembut merah mudanya menyentuh bibir Ricard yang bau karena tak pernah menggosok giginya selama sebulan.
Ia merasakan kalau tangan kanan Ricard menahan bagian belakang kepalanya.
Dirinya sedikit terlena dan menikmati sesi ciuman itu.Tapi itu hanya bertahan 5 detik saja,ia mulai sadar saat dirinya merasakan Lidah Ricard hendak masuk kedalam mulutnya.
Ia pun langsung melesatkan sebuah pukulan kearah perut Ricard.
Bukk.....
__ADS_1
Ricard pun terpental kebelakang dan mengerang kesakitan.
"Aduhhh.....ini sakit Guru,kenapa kau memukulku"ucap Ricard sambil menahan sakit diperutnya.
Xiao Ting tak menghiraukan ucapan Ricard itu,dengan wajah yang kesal ia berjalan kearah Ricard.
"Kau cukup berani Bocah menahan kepala gurumu ini yaa"Ucap Xiao Ting sambil memainkan pedang ditangannya.
Ricard tentu saja langsung panik,ia pun bergegas berlutut dan memeluk kedua kaki Xiao Ting sambil menunjukkan wajah yang memelas.
"Guru aku tak sengaja tadi,lagian bibir guru sangat manis,itu membuatku sangat telena akan kenikmatan....Lagi pula itukan hanya sebuah ciuman saja......"
"Ciuman itu menandakan sebuah kasih sayang kepada seseorang.Jadi saat aku mencium guru,itu tandanya aku sangat menyayangi Guru"ucap Ricard dengan wajah yang sangat memelas.
Xiao Ting pun termakan bualan Ricard,ia tersipu malu karena Ricard mengatakan kalau dia menyayanginya.
"Baiklah kali ini kau kumaafkan tapi jika kau masih mengulanginya,aku tak akan memaafkanmu dan langsung memotong tongkatmu"ucap Xiao Ting dengan hati yang berdegug kencang.
"Terima kasih Guru,kau memang yang terbaik"ucap Ricard.
"Hari ini dimaafkan,besok kumanfaatkan hehehe......Lagi pula aku masih tak sabar untuk merasakan Buah Kenyal yang besar itu"ucap Ricard dalam hatinya dengan terkekeh cabul.
Tak lama kemudian,suara Xiao Ting terdengar kembali.
"Pelajari teknik itu sekarang,besok pagi aku ingin melihat perkembanganmu"ucap Xiao Ting sambil menempelkan jarinya kedahi Ricard.
Ricard bermeditasi sebentar untuk menyerap teknik itu dalam ingatannya.
Tak lama kemudian,ia mulai membuka kedua matanya dengan sangat terkejut.
"Tehknik Berpedang kelas Sempurna ini benar benar hebat,aku harus cepat cepat mempelajari ini dan meminta hadiah kepada guru lagi"ucap Ricard dengan bahagia,ia masih menginginkan ciuman dari Xiao Ting.
Tingkatan Teknik Budidaya dibagi menjadi beberapa Kelas......
- Rendah
- Menengah
- Tinggi
- Sempurna
- Madiun
Karena waktu masih menunjukkan tengah hari,Ricard tak mau membuang waktu dan mulai mempelajari teknik itu.
Sedangkan disisi lain,saat ini Xiao Ting sedang berdiri tak jauh dari Ricard berlatih berpedang.
__ADS_1
Ia menyembunyikan hawa keberadaanya supaya tidak diketahui oleh Ricard.
Dia terus mengawasi Ricard sambil tersenyum dengan sangat bahagia.
Entah kenapa ia terus memikirkan ucapan Ricard yang mengatakan kalau ia menyayanginya masih terngiang dengan jelas dipikirannya saat ini.
Hatinya sangat senang saat berdekatan dengan Ricard,bahkan ia merasa nyaman dengannnya.
"Aku tak tau perasaan apa ini,tapi yang jelas aku mau merasakan perasaan ini selamanya bersamamu"ucap Xiao Ting sambil tersenyum.
Sedikit lama ia mengawasi Ricard,ia pun kagum akan kejeniusan Ricard dan pemahamannya tentang berpedang.
Saat ini Ricard hampir menyempurnakan teknik yang dia berikan dalam waktu setengah hari saja.
"Padahal dulu aku mempelajari teknik ini dalam waktu 1 tahun penuh.Tapi dia hanya butuh setengah hari saja,aku tak tau apa kau masih bisa disebut jenius atau Monster......."
"Tapi dengan bakatmu ini,aku takut jika ada orang orang kuat dalam dunia atas mengetahuinya dan mengambilmu dariku untuk dijadikan murid"Pikir Xiao Ting dengan sedih.
Walaupun Xiao Ting masuk jajaran orang terkuat dalam dunia menengah ini,bukan berarti tidak ada orang orang kuat dari dunia Atas.
Ia hanya takut kalau orang dari dari dunia Atas tertarik dengan bakat Ricard dan mengambil darinya.
Apa lagi ia juga kerap mengetahui kalau orang dari dunia Atas sangat suka menyogok seorang jenius dengan Uang Kekuasaan ataupun dengan wanita.
Ia takut jika Ricard tergiur kesalah satu penawaran itu.
"Apa lagi dia masih muda dan berumur 19 tahun,bocah ini pasti akan tergiur dengan kecantikan"Pikir Xiao Ting dengan cemberut.
Memikirkan Ricard akan tergiur oleh kecantikan,entah kenapa Xiao Ting sedikit kesal dan cemberut.
Padahal itu belum tentu dilakukan oleh Ricard,tak tau kalau untuk gurunya yang montoknya ini.
~
~
~
Bersambung
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1