Sang Pemandu

Sang Pemandu
Kekesalan Ricard langsung hilang


__ADS_3

Ricard pun dengan agresif mencium bibir Carissa,ia juga sesekali meremas buah kenyal kakaknya itu.


Tapi anehnya,Carissa seperti ingin menolak perlakuan Ricard.Ia sekuat tenaga ingin mendorong Ricard,tapi karena kalah tenaga.Ia pun hanya bisa pasrah akan tindakan Ricard itu.


Ricard yang tidak mendapat balasan dari ciumannya pun mulai menggigit bibir bawah Carissa.


Carissa pun langsung membuka mulutnya saat dirinya merasakan Ricard mengigit bibirnya,saat mulutnya terbuka.Lidah Ricard secara paksa langsung masuk dan melilit lidah Carissa.


Carissa lagi lagi ingin menolak perlakuan Ricard itu,tapi ia tak bisa.


"Ini tak boleh berlanjut Adik....Aku masih kakakmu.....Lepasin kumohon"ucap Carissa dalam hatinya.


Carissa memang teran.sang saat ia melihat tubuh dan mencium aroma Ricard.Tapi setelah ia pelepasan,ia mulai sadar kalau tindakan dirinya itu salah.


Ia sangat ingin memberontak,tapi karena tubuh Ricard terlalu kuat.Ia pun hanya bisa pasrah dan bersedih.


Saat waktu sudah berjalan 5 menit,Ricard mulai melepaskan bibirnya dari bibir Carissa.


Ia memandangin wajah Carissa dan mengelusnya.Terlihat juga kalau nafas Carissa sudah tersengal,tapi ia juga menunjukkan wajah kesedihannya.


"Kakak kenapa?"tanya Ricard sambil mengelus wajah Carissa.


"Kita tidak boleh melanjutkan ini,kita ini masih saudara"Ucap Carissa dengan sedih,matanya juga sudah berkaca kaca.


Tapi Ricard sedikit kesal dan jengkel setelah mendengar ucapan Carissa.


"Kakak sudah menggodaku,aku pun langsung teran.sang,dan kakak ingin berhenti sekarang"ucap Ricard dengan kesal.


Carissa juga tau itu,ia menyesal karena sudah membuat Ricard teran.sang.


"Maafkan Kakak,Kakak menyesal sudah membuatmu terang.sang,tapi kita juga tidak boleh melanjutkan ini"ucap Carissa dengan sedih.


Ricard pun bertambah kesal dibuat kakaknya itu,ia bangkit berdiri dan memakai bajunya.


Ia keluar dari kamar dan mengambil Mobil ayahnya untuk pergi keluar.


Carissa yang masih didalam kamar Ricard pun hanya menangis sedih sambil melihat punggung Ricard yang sudah pergi menjauh.


"Hiks......Kenapa aku tadi begitu bodoh....Aku membuatnya teransang,tapi aku juga yang menyuruhnya berhenti......."


"Ia pasti sangat marah padaku karena sudah mempermainkannya......"


"Tapi jika aku tidak menghentikannnya pasti kami bisa melakukan yang tidak tidak......Sementara kami masih adik kakak"Ucap Carissa sambil menyalahkan kebodohannya itu.


Setelah meratapi kesedihannya,Carissa pun bangkit berdiri dan mengambil bajunya,ia memakainya dan pergi dari kamar Ricard.


~

__ADS_1


Disisi Ricard saat ini,ia sedang mengendarai mobil milik ayahnya dengan perasaan yang sangat kesal.


"Dia tau kalau aku masih adiknya,tapi kenapa dia tetap menggodaku....."


"Lebih baik aku kemassion Paman Fei,disitu juga masih ada Meysa.Sekarang juga masih pukul 09:00 pagi"ucap Ricard.


ia pun mengendarai mobilnya kemassion Paman Fei.


Setelah tiba Dimassion,Ricard turun dari mobil dan masuk kedalam.


Didalam Massion,Ricard hanya melihat Meysa sedang duduk disofa sambil menonton Televisi dirang tamu.


Ricard juga merasakan kalau Dimaasion benar benar tidak ada orang.


"Sepertinya Paman Fei dan 2 yang lainnya sedang pergi keluar,bukankah itu bagus.Tidak ada orang selain Aku dan Meysa"Pikir Ricard dengan sedikit tersenyum.


Ricard pun berjalan dengan pelan menghampiri Meysa.Sedangkan Meysa,ia belum menyadari kehadiran Ricard.


Ia masih terfokus menonton televisi acara kesukaanya.Tapi saat ia sedang fokus menonton,tiba tiba ada tangan kekar yang langsung meremas Buah kenyalnya dari belakang.


Ia pun langsung marah,ia menggenggam tangan itu dan melepaskannya dari buah kenyalnya.Meysa berdiri dan berbalik untuk melihat siapa pemilik tangan itu,ia juga masih menggenggam tangan itu dengan kuat.


Tapi saat ia berbalik,ia melihat Ricard sedang menatapnya sambil tersenyum.


Kemarahannya pun langsung hilang dan berganti senyum malu malu.Ia menjadi salah tingkah karena mengingat Ricard mengenggam Buah kenyalnya tadi.


"A...pa...yang tu...annn lakukan"ucap Meysa dengan malu malu,ia juga memegang tangan Ricard dengan lembut.


Ricard yang awalnya kesal dengan kakaknya pun langsung senang melihat Meysa yang sepertinya tidak menolak dirinya.Ia pun langsung duduk disofa sambil menduduki Meysa dipangkuannya dengan menghadapnya.


Meysa juga sudah gugup dan malu dengan posisi mereka saat ini.Apalagi Meysa juga merasakan kalau tongkat Ricard sudah berdenyut didekat lembah surganya.


Padahal tongkat Ricard dan lembah surganya sedang dibatasi dengan kain tebal.Tapi Meysa tetap merasakan denyutan Tongkat Ricard.


Pipinya pun langsung memerah karena memikirkan yang tidak tidak dengan Ricard.


"Apa Tuan mau itu denganku ya"Pikir Meysa dengan kepala yang menunduk.Wajahnya pun juga menunjukkan senyum yang bahagia.


Ricard juga sedikit gemes dengan tingkah Meysa saat ini,ia pun mencubit pipinya dengan pelan.


"Apa dimassion ini tidak ada orang selain kita"Ucap Ricard ssmbil tersenyum.


Meysa pun bertambah memerah dan malu,tapi ia sedikit kecewa karena mengingat kalau Paman Fei akan segera pulang kemassion.


"Tuan,Paman Fei pergi sebentar keluar,ia akan segera pulang"ucap Meysa dengan sedikit lesu.


Ricard juga yang mendengar itu pun mengangguk saja.

__ADS_1


"Apa kau mau jalan jalan saja"ucap Ricard,dan Meysa pun langsung senang mendengar ucapannya


"Mau Tuan.....Lagi pula kemarin Tuan berjanji akan membawa ku jalan jalan"Ucap Meysa dengan gembiri,ia juga menatap Ricard dengan meta yang bebinar.


"Tapi harus ada kecupan disini"ucap Ricard sambil menunjuk kearah bibirnya.


Meysa pun dengan cepat langsung mencium bibir Ricard,tapi saat ia ingin menarik bibirnya lagi.Ricard sudah menahan kepalanya.


Ia juga merasakan lidah Ricard sedang menjilati bibirnya,Meysa pun secara naluri membuka mulutnya dan mengeluarkan lidahnya.


Saat lidah sudah diluar mulutnya,Ricard langsung menyambar lidahnya dengan lidah Ricard.


Mereka berdua pun mulai saling melilit.Tapi karena ini pengalaman pertamanya dan belum mengetahui apa apa tentang berciuman.Meysa hanya secara neluri mengikuti lidah Ricard.


Setelah 5 menit Berciuman,Ricard pun menyudahinya,ia juga melihat kalau Meysa sudah kehabisan nafas.


"Hah.hah.hah..Tu...ann...Kalau ma..sihh ingin,kita bisa melajutkannya"ucap Meysa dengan malu malu kucing,bahkan nafasnya terdengar sudah tersengal.


Ricard juga hanya tersenyum mendengar ucapan Meysa.


"Lain kali saja dulu,tak enak melakukannya disini"Ucap Ricard sambil mengelus kepala Meysa.


Meysa juga membalas ucapan Ricard dengan mengangguk sambil tersenyum lesu.


Mereka berdua pun berdiri dan pergi kekamar sebentar.


Karena Ricard sudah berjanji akan membawanya jalan jalan,Meysa pun langsung merapikan dirinya untuk tetap cantik didepan Ricard nanti.


Setelah dirinya sudah rapi,ia keluar dan menemui Ricard yang sudah berada disamping mobil.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2