Sang Pemandu

Sang Pemandu
Penghianat???


__ADS_3

Ricard benar benar pusing mendengar ucapan gadis muda itu.Lagi pula,dari mana media tau kalau ia memiliki banyak kekasih.


Sementara dirinya belum pernah tampil dihadapan Media.Ricard pun terlihat berfikir sebentar,tapi ia langsung tau jawabannya.


"Sepertinya Bella dan Mita mengatakan kalau mereka berdua adalah kekasihnya dihadapan konferensi Pers.....Mereka ini ada ada saja"ucap Ricard dalam hatinya.


Cintya yang melihat Ricard melamun pun memanggilnya dengan lembut.


"Apa yang sedang kakak pikirkan"Tanya Cintya.


Ricard pun langsung tersadar dari lamunannya saat mendengar suara lembut Cintya.


"Tidak ada......Oh iya,bisa kau antar aku ke Perusahaan Hotela Com"Tanya Ricard.


"Untuk apa kakak kesana?Apa kakak ingin melamar pekerjaan?"Tanya Cintya.


"Apanya yang melamar pekerjaan,itu Perusahaanku gadis kecil"ucap Ricard dalam hatinya.


Tapi ia juga tak mau memberi tau siapa dirinya kepada Cintya.


"Benar,aku ingin melamar Pekerjaan disana.Manatau aku bisa diterima"Jawab Ricard sambil tersenyum.


Cintya pun langsung terpana saat melihat Ricard tersenyum.


"Kakak benar benar sangat Tampan.....aku beruntung bisa menjadi kekasih kakak"ucap Cintya dengan senyum malu malu.


Ricard pun hanya tersenyum kecut,ia memang mengakui kalau gadis ini sangat cantik.


Tapi ia masihlah abg,menurut perkiraan kasarnya,gadis muda ini seperti berumur 17 tahun.Tidak mungkin ia menjadikan gadis muda ini kekasihnya.


Ricard memiliki selera yang cukup baik,ia harus memiliki kekasih minimal seumuran dengannya,maksimalnya ya Milf cantik.


Tapi ia juga tadi tak tega melihat gadis muda ini menangis.


Lagi pula,salah dirinya tadi yang penasaran dengan selang.kangannya kenapa bisa datar,makanya Ricard elus untuk menghilangkan rasa penasarannya.


Tapi siapa sangka ternyata ia seorang wanita.Melihat tadi gadis muda ini menangis.Ricard pun akhirnya menyetujui permintaanya untuk bertanggung jawab.


"Terima kasih pujiannya,tapi bisakah kau antar diriku dulu.Sekarang sudah jam 04:30 sore"Ucap Ricard.


"Ayo kak,kenapa tidak bilang dari tadi kalau ingin berangkat kesana"ucap Cintya yang langsug berdiri.


Ricard pun merasa ingin sekali memukul kepala gadis muda ini.


"Bukankah kau yang menahanku disini"ucap Ricard dalam hatinya.


Tapi ia tak menjawab ucapan gadis muda itu,ia berdiri dan membantu Cintya menegakkan motor Maticnya.


Mereka berdua pun berangkat menuju Perusahaan Hotela Com.


Karena jaraknya ke Prusahaan Hotela Com tak terlalu jauh,mereka berdua pun akhirnya tiba ditempat tujuan Ricard.


Ricard pun turun dari motor Cintya dan ingin pemit kepadanya.

__ADS_1


"Aku masuk dulu ya..."ucap Ricard dengan tersenyum.


"Kakak kalau sudah pulang,jangan lupa telpon aku ya"ucap Cintya dengan tersenyum juga.


"Itu pasti dah..."Jawab Ricard.


Ricard pun masuk kedalam Perusahaan nya,sebenarnya satpam yang menjaga Perusahaannya sedikit bingung.Kenapa orang sekaya Ricard diantar dengan motir Matic.


Tapi Ricard tak memperdulikan Sisatpam itu,ia terus berjalan kearah ruangannya.


Saat telah tiba diruangannya,Ricard duduk dan mengambil teleponnya.


"Hallo Ling'er....Bawa dia keruanganku"ucap Ricard dengan dingin.


"Baik Tuan Muda....."Jawab Ling'er.


Sambil menunggu kedatangan Ling'er keruangannya,Ricard memesan kopi ke salah satu pegawai kantornya.


Karena sekarang masih jam 04:50,masih ada beberapa pegawai Perusahaan Ricard yang disini


10 MENIT BERLALU......


Tok...


Tok....


Tok....


"Masuk saja langsung,pintu tidak dikunci"ucap Ricard.


"Kau keluarlah dulu Ling'er"ucap Ricard dengan dingin sambil menatap gadis yang dibawa Ling'er.


"Baik Tuan Muda......"Jawab Ling'er,ia pun berjalan keluar dan menutup pintu.


Melihat Ling'er telah keluar,Ricard menyesap kopinya sebentar lalu menatap gadis ini.


"Sara Mikela....Aku akan bertanya satu pertanyaan"Ucap Ricard dengan dingin.


Ternyata gadis yang dibawa Ling'er tadi adalah Sara Mikela.Seorang Asisten Bella dan salah satu kekasih Ricard.


Disisi Sara,ia juga sedikit bingung saat ini.Ia tak tau kenapa Ricard sangat dingin kepadanya.


"Apa Tuan mengetahui kalau aku berkhianat"Pikir Sara dengan sedikit takut.


"Apa maksudmu menjadi mata mata dan siapa yang memerintahkanmu"Tanya Ricard dengan menatap tajam kearah Sara.


"Jawabanmu menentukan hidupmu"ucap Ricard lagi sambil menyesap kopinya.


Ricard sudah mengetahui penghiatan Sara Mikela dari Mei'er.Itulah sebabnya ia ingin cepat cepat membereskan masalah ini.


Ia benar benar kecewa dengan Sara,Ricard juga sudah menganggap Sara sebagai salah satu kekasihnya.Apa lagi Ricard juga sudah mengambil keperawanannya.


Tapi Ricard juga tak bisa mengampuni seorang Penghianat.

__ADS_1


Makanya ia bertanya dulu apa alasan Sara berkhianat dengan cara memberikan beberapa data penting Perusahaan kepada salah satu Perusahaann lain.


Sara Mikela juga langsung terkejut mendengar ucapan Ricard.Ia sedikit bimbang untuk saat ini.


"Apa yang harus aku lakukan,aku takut jika Tuan menjadi membenciku.Tapi disatu sisi aku telah berkhianat kepadanya"ucap Sara dalam hatinya.


Ricard pun menjadi marah saat melihat Sara melamun.Ia pun memukul meja dengan tangannya.


Brakk...


Ricard hanya mengeluarkan sedikit kekuatannya,tapi hasilnya meja itu langsung hancur menjadi dua bagian.


Sara sudah benar benar ketakutan saat ini,ia hanyalah manusia biasa.Meliihat bagaimana Ricard memukul meja hingga hancur,ia pun ketakutan setengah mati.


Meja itu juga terbuat dari kayu yang terbaik di China ini.Hancur dengan sekali pukul,membuat Sara gemetar ketakutan.


"Aku hanya menyuruhmu untuk menjawab pertanyaanku"ucap Ricard sambil duduk kearah sofa.


Ricard pun menjadi teringat disaat pertemuan pertama kalinya dengan sara.


Ia bertemu dengan sara diruangannya saat ini dan berakhir disofa tempat Ricard duduk saat ini.Mereka berdua menghabiskan keringat dengan bersama sama.


Tapi saat ia mengingat tentang penghianatan Sara,ia melupakan itu dulu.


Perasaan Sara benar benar dilanda kepanikan.Ia takut dicampur bimbang,takut dengan kekuatan Ricard dan bimbang apa ia harus mengungkapkan yang sebenarnya.


Lama berfikir,Sara akhirnya berlutut didepan Ricard sambil menangis,tapi ia belum bersuara juga.


Ricard pun sedikit mengkerutkan keningnya,ia belum menjawab pertanyaannya,tapi malah langsung berlutut sambil menangis.


"Apa itu tandanya kau siap untuk kehilangan Nyawamu"ucap Ricard berdiri sambil mengeluarkan Sebuah pedang dari Cang'yi.


Sara pun mengangkat kepala dan melihat kearah Ricard.Matanya benar benar telah sembab.


Tapi saat ia melihat berdiri dan ditangan Ricard ada sebuah pedang yang sangat tajam,apa lagi wajah Ricard sangat datar tanpa ekspresi.Itu membuatnya sangat ketakutan lagi.


Ia pun akhrinya berniat untuk memberi tau tentang kebenarannya dan alasan kenapa ia berkhianat.


"Hiks..Hiks...Tuan Hiks...sebenarnya aku..."


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2