
Ricard yang langsung bergegas pergi dari jalan tadi pun melihat jam ditangannya.
"Huft...jam 18:00 pas...Telat sedikit tak apalah.....Aku juga yang menjadi pemilik perusahaan itu"ucap Ricard dengan menghela nafas ringan.
[Ding!Misi telah selesai.Hadiah telah diberikan ke Tuan,Silakan cek Distatus Tuan].
"Hemm....Nanti sajalah,sekarang aku harus cepat sampai"pikir Ricard.
Setelah perjalanan yang menempuh waktu 30 menit,Ricard akhirnya sampai di sebuah Perusahaan Pencitra Skin.
Perusahaan tersebut memang lumayan cukup besar untuk sekelas Perusahaan menengah.
Ricard pun langsung memarkirkan Lamborghininya disebuah parkiran khusus.Ia turun dari mobilnya dan langsung menuju pintu perusahaan.
"Hallo selamat malam Tuan.Mohon maaf perusahaan telah tutup karena sekarang sudah pukul 18:30.Perusahaan buka dari jam 08:00 pagi hingga 17:00 sore.Jika ada kebutuhan,kembalilah esok pagi Tuan"ucap Resepsionis dengan sopan saat ia melihat ada seorang pemuda yang memasuki perusahaan.
"Ya aku tau....Tapi aku sudah ada janji dengan Pak Anton Lholo"ucap Ricard dengan tersenyum.
Resepsionis yang melihat senyuman Ricard pun terpana akan ketampanannya, ia juga memandangi wajah Ricard tanpa berkedip bahkan sampai melupakan ucapan Ricard yang baru ia ucapkan.
Ricard pun langsung mengkerutkan keningnya saat Resepsionis tersebut tidak menanggapi ucapannya,ia malah memandangi wajahanya tanpa berkedip.
"Ehemm....Saya Ricard Stive dan saya juga sudah ada janji dengan Pak Anton Lholo"ucap Ricard sambil terbatuk singkat.
Resepsionis tersebut pun langsung tersadar dari pandangannya.
"Em..itu...Maaf Tuan,anda sudah ditunggu oleh pak Anton diruangannya.Mari saya antar"ucap Resepsionis itu dengan gugup saat ia kedapatan sedang memandangi wajah Ricard.
Ricard hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya.Mereka akhirnya berjalan menuju sebuah Ruangan mewah dengan menaiki lift.
Tok!
Tok!
Tok!
"Pak,Tuan Ricard sudah tiba disini"ucap Resepsionis tersebut.
Baru saja ucapannya selesai,pintu tersebut pun terbuka dan menampilkan seorang Pria paruh baya yang berusia 40 tahun.Dia adalah Anton yang pernah menghubungi Ricard tadi sore.
"Maaf Tuan Muda tidak menyambut anda dengan baik.Mari masuk"ucap Anton dan mempersilakan Ricard untuk masuk.
Setelah Ricard masuk,ia menyuruh Resepsionis tersebut untuk pergi ke mejanya.
"Sekali lagi saya meminta maaf karena tidak menyambut anda dengan Tuan muda"ucap Anton.
"Tak masalah Paman,mari kita langsung bicarakan tentang Berkas berkasnya dulu"ucap Ricard sambil duduk disebuah sofa.
"Tuan muda panggil saja sa...."
"Saya akan tetap memanggil anda dengan sebutan Paman"ucap Ricard yang langsung memotong ucapan Anton.
Mendengar itu Anton hanya mengangguk saja tanda mengerti,ia pun juga langsung duduk disofa sambil berhadapan dengan Ricard.
__ADS_1
{Ruangan Pribadi Anton}.
Ricard yang melihat bagaimana bentuk Ruangan Pribadi Anton pun lumayan kagum dengan desain Ruangan tersebut.
"Untuk orang setua Anton,ini lumayan bagus"pikir Ricard dalam hatinya.
"Paman anda memang memiliki Selera yang sangat baik untuk desain ruangan ini"ucap Ricard basa basi.
"Hahaha.....Anda bisa saja Tuan Muda"ucap Anton dengan tertawa canggung.
Tak berselang lama muncullah seorang wanita milf dengan menggunakan kacamata sambil membawa beberapa map ditangannya.
Ricard bahkan sedikit terpana dengan keindahan wanita tersebut.
Bodi yang indah dan buah kenyal yang cukup besar,mungkin sebesar genggaman tangan.Wajah yang cantik serta kulit putih halus dan jangan lupa juga tentang pantat besar kenyalnya.
Walaupun ia memakai baju yang besar bahkan menutupi semua Asetnya.Tetap saja Ricard bisa melihat itu semua dengan bantuan Skil Mata Cahayanya.
Bahkan saat ia berjalan,pantat besarnya itu bergelombang kanan kiri seperti pantulan bola basket.
"Maaf terlambat,ini adalah berkas yang harus ditanda tangani oleh Tuan Muda"ucap Wanita itu sambil menaruh beberapa berkas dimeja tersebut.
"Sial....Bahkan suaranya sangat indah dan merdu"ucap Ricard dalam hatinya.
"Sayang kau harus memperkanalkan dirimu dulu"ucap Anton kepada milf tersebut.
"Oh maaf....Tuan Muda perkenalkan saya adalah Citra kong.Istri dari Anton"ucap Citra kong
"Tak masalah Bibi...Aku akan memanggil anda dengan sebutan bibi sama dengan paman Anton"ucap Ricard dengan menjelaskan.
Citra kong yang mendengar sebutan Ricard kepada dirinya pun mulai kagum dengan Ricard.
"Tidak hanya tampan,ia juga berbeda dari Tuan muda lainnya yang terkesan sombong dan angkuh...huft andai saja...."
"Astaga apa yang aku pikirkan,aku sudah bersuami dan memiliki anak.Tidak mungkin aku memiliki pikiran seperti iti"ucap Citra Kong dengan bergelut dipikirannya.
"Baiklah paman,bibi kita akan langsung saja menandatangani berkasnya"ucap Ricard.
Citra kong pun langsung menyerahkan berkasnya dan memberi tau yang mana saja harua ditandatangi.
"Baiklah disini yang harus tuan muda tanda tangani...."
"Lalu disini....Disini.....Disini....."
"Dan yang terakhir disini..."ucap Citra Kong.
"Selamat Tuan muda anda sekarang resmi menjadi pemilik sah perusahaan ini"ucap Anton sambil memberikan uluran tangannya.
"Terima kasih Paman Anton"ucap Ricard sambil menerima uluran tangan Anton.
Tapi saat ia menerima uluran tangan dari Citra Kong,ia pun merasakan kehalusan kulit Citra kong.
__ADS_1
"Sangat Halus....."Pikir Ricard dan Citra kong secara bersamaan.
"Astaga otak ku sudah rusak.....Astaga Astaga....."ucap Citra kong yang mulai bergelut lagi dengan dipikirannya.
"Oh iya paman bibi,aku akan mempekerjakan kalian berdua diperusahaan ini.Paman Anton akan menjabat sebagai Manager Utama dan Bibi Citra akan menjabat sebagai wakil Manager Utamanya,dan untuk wakil direktur atau wakilku diperusahaan ini ada temanku nanti yang akan mengisinya"ucap Ricard.
Anton dan Citra yang mendengar ucapan Ricard pun langsung senang karena mereka saat ini sedang membutuhkan pekerjaan.
"Kebetulan sekali saya sedang membutuhkan pekerjaan,terima kasih Tuan muda.Saya pasti tidak akan mengecewakan anda"ucap Anton gembira begitu juga dengan Citra.
"Sudalah Paman bibi,bagaimana kalau kita bersulang untuk merayakannya"ucap Ricard dengan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu....Istriku tolong kau ambil beberapa botol wine dilemari"ucap Anton kepada Citra kong.
"Baik,tunggu sebentar"ucap Citra kong yang langsung pergi ke arah lemari botol wine.
"Hehehe setelah Paman Anton mabuk,aku akan segera menikmati milf mu yang indah itu paman"ucap Ricard dalam hatinya dengan cabul.
Citra kong pun kembali dengan membawa nampan berisi 3 botol wine anggur yang mahal.
Citra kong pun mulai membuka tutup botolnya dan menuangkan ke gelas mereka masing masing.
"Mari bersulang....."ucap mereka bersama sambil membenturkan gelas mereka.
Cisss!!!
"Glukk...Glukk..Gluk...Ahh ini enak...."ucap Anton dengan mata yang lumayan kabur disertai sedikit pusing.
"Tak biasanya aku langsung pusing"Pikir Anton.
Tapi Anton tak memikirkan terlalu jauh,ia hanya merasakan kalau itu adalah hal biasa.
"Cepatlah tertidur paman,supaya aku bisa secepatnya menusuk lembah surga milf mu hehehe"pikir Ricard dengan cabul.
Ricard ternyata sudah menaburkan sedikit bubuk bius dengan skil langkah bayangannya.Sehingga mereka berdua yang manusia biasa tidak akan bisa menyadari pergerakan Ricard.
Bubuk itu juga akan membuat Anton merasa mengantuk dan akan tertidur selama 3 jam penuh.
~
~
(bersambung)
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan like dan vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1