
Yin Shi pun mulai menggerakkan tengannya untuk menyentuh tongkat Ricard.
Ia benar benar kaget saat menyentuhnya tongkat Ricard,ia merasakan kalau tongkat Ricard perlahan berdenyut dan sangat hangat.
Yin Shi pun secara perlahan mengaduk keatas dan kebawah sambil memasukkan tongkat Ricard kedalam mulutnya.
Tapi itu hanya bisa masuk setengah saja.Walaupun begitu,Yin Shi tetap pelan pelan menjilatinya sambil menyedotnya.
"Ini sangat besar dan hangat dimulutku"pikir Yin Shi dengan tak percaya.
Ricard juga mulai menikmatinya permainan lidah Yin Shi ditongkatnya.Ia menuntun tangannya untuk mengayunkan kepala Yin Shi.
"Teruskan sayang,ini sangat enak"ucap Ricard dengan mengelus kepala Yin Shi lalu mengayunkannya kembali.
Yin Shi tentu saja merasa bahagia mendengar ucapan Ricard,ia pun bertambah semangat menyepong tongkat Ricard.
Setelah 10 menit Yin Shi menyepong tongkat Ricard,Yin Shi merasakan kalau tongkat Ricard bertambah hangat.
Ia pun semakin cepat menyepongnya,dan juga Ricard mulai mengayun kepala Yin Shi dengan kuat supaya lebih dalam ia melahapnya.
"Sedot terus sayang ini akan keluar"ucap Ricard,tapi ia terus mengayun kepala Yin Shi sambil menjambak rambutnya.
Tak lama kemudian,Ricard pun mulai menekan Kepala Yin Shi dengan erat dan memegang rambutnya dengan kuat.
******......
Croottttt.......
Ricard pun merasa lega saat ia melakukan pelepasan dimulut Yin Shi,Ricard perlahan mulai melepas cengkraman tangannya dari rambut Yin Shi.
Uhuuk.....
Uhukk.....
Yin Shi sedikit terbatuk saat mulutnya mulai terlepas dari tongkat Ricard,tapi tetap ia menelan habis cairan hangat dan kental milik Ricard.
"Ini sangat hangat ditenggorokanku dan juga nikmat"Ucap Yin Shi dalam hatinya.
Setelah itu,Ricard menuntun Yin Shi untuk duduk dipahanya.Yin Shi juga sedikit gugup karena tongkat Ricard tepat didepan lembah surga dan perutnya.
Ricard juga tak terlalu terburu buru,ia mulai mengarahkan mulutnya ke Buah kenyal Yin Shi.
Ia perlahan menggigit dan menyedot buah kenyalnya,tapi bukan air susu yang keluar malahan keringatnya yang keluar.
Itu dikarenakan Yin Shi masih perawan dan belum pernah melahirkan,wajar ia belum bisa mengeluarkan air susu.
Berbeda dengan Chika Lauren,ia memang memiliki kelebihan hormon dipayu.dara makanya ia bisa mengeluarkan air susu walaupun masih perawan.
Ricard juga tak mempermasalahkan itu,ia tetap dengan rakus menggigit dan menyedot buah kenyal Yin shi.
"Emmm...ahhh...Tuan geli....."
"Emnnm....ahhh...."erangan Yin Shi pun terdengar keras saat Ricard memainkan Buah kenyalnya.
__ADS_1
Ricard secara perlahan mulai memperlebar sedikit kakinya,itu dilakukan agar tangan kirinya bisa lebih leluasa mengelus Lembah Surga Yin shi.
Yin Shi pun mulai merasa seperti tersengat listrik saat Ricard mengelus lembah surganya.
Setelah menghabiskan waktu 5 menit,Yin Shi mulai merasa ada sesuatu yang akan keluar dari dalam dirinya.
"Emmm......ahhh....."
"Tu.....annn....ahhhh......."
"emmm......aku mau pipis Tuann...."ucap Yin Shi dengan mengerang tak karuan.
Setelah mengucapkan kata itu,Yin Shi pun mulai menyemburkan Cairan beningnya dijari Ricard.
Tak tinggal diam,Ricard langsung mendudukkan Yin Shi ditoilet dan melebarkan kakinya.
Padahal disitu Yin Shi baru pelepasan dan masih mengejang tak karuan.
Ricard mulai mengarahkan tongkatnya didepan lembah Surga Yin Shi,dalam sekali hentakan Ricard berhasil menerobos selaput darah milik Yin Shi.
"Ahh......sakit Tuan...."teriak Yin Shi dengan mata yang berkaca kaca,terlihat juga kalau darah keperawanan Yin Shi menetes kelantai kamar mandi.
Tapi,setelah tongkat Ricard mulai keluar masuk beberapa kali,Yin Shi mulai merasakan kenikmatan duniawi.
"ahhhhnnn....."
"Ahhnnn...emmm......"
"Lebih....cepat Tuan.....ahhnnnnn......"
"Apa kau mau suara mu terdengar oleh semua orang dipesawat ini"Bisik Ricard dengan merdu.
Tapi Yin Shi langsung menutup mulutnya dengan tangan kanannya.Ia baru menyadari kalau ia berteriak dengan keras karena kenikmatan.
Tapi,suara mereka memang sudah terdengar oleh seorang wanita,dia adalah Qin Sheila.Karena Sheila seorang Kultivator Kuat,tentu ia bisa mendengar suara dalam jarak jauh.
"Bukankah itu suara Saudari Yin Shi,kenapa ia mengeluarkan suara aneh ya...Emang sedang apa ia"Pikir Sheila dengan Polos.
Tapi ia tak menghampiri Yin Shi,ia hanya berfikir kalau Yin Shi mungkin sedang buang air besar.
Ricard terus mengempur lembah surga Yin Shi dengan cepat,bahkan ia sesekali menjilati dan menyedot buah kenyal Yin Shi dengan rakus.
Setelah menghabiskan waktu 1 jam penuh,Ricard berniat untuk meyudahi kegiatan mereka.
Ricard pun semakin mempercepat lajunya sambil meremas buah kenyal Yin Shi.
"Iya...aahhhnnn....."
"Tuann.....Ahhhhh......"
"aku tak kuat lagi Tuan....Ahhhh emm.....ehhhh"erang Yin Shi dengan lelah.
Ia sudah tak mampu mengimbangi tongkat Ricard yang panjang dan tebal itu.Lembah surganya serasa ingin sobek karena digempur habis habisan.
__ADS_1
Apa lagi ia merasakan kalau Ricard sangat perkasa.Itu terbukti karena tongkat Ricard sudah menyemburkan cairan hangat dan kentalnya didalam Rahimnya berkali kali.
Tak lama kemudian,Ricard langsung menyemburkan cairan hangatnya lagi didalam rahim Yin Shi.
"Hahh.....Haahh....Tuan aku tak kuat lagi,kita lanjutkan nanti saja lagi"ucap Yin Shi dengan tersengal.
Ricard pun mengangguk,ia pun mengangkat tubuh Yin Shi kedalam bak mandi.Mereka berdua berendam didalam bak mandi sambil membersihkah tubuh mereka.
"Tak ada ButhRoom untuk berendam,bak mandi pun jadi"Pikir Ricard.
Tapi Yin Shi tak terlalu memikirkan itu,ia bodo amat dengan bak mandi orang.Yang penting berendam dengan Ricard,itulah yang ia pikirkan.
Mereka berdua berendam sambil saling membersihkan tubuh dan punggung secara bergantian.
Setelah Selesai membersihkan tubuh mereka berdua.Ricard dan Yin Shi langsung memakai baju,lalu kembali ketempat duduk mereka.
Qin Sheila yang melihat Ricard dan Yin Shi berjalan berdua pun sedikit bingung.Apa lagi ia melihat cara berjalan Yin Shi yang tertatih seperti sedang menahan sakit.
"Tuan Saudari Yin Shi kenapa"Tanya Sheila saat Ricard dan Yin Shi telah duduk.
Yin Shi memang sudah terlihat gugup saat ia duduk,ia bingung mau menjawab apa pertanyaan dari Sheila itu.
"Dia tadi terpeleset dikamar mandi,aku juga gak sengaja ingin kekamar mandi dan melihat Yin Shi sudah terpeleset saja"ucap Ricard dengan santai.
Sedangkan Yin Shi hanya menunduk dengan bodoh.
"Apakah itu benar Saudari Yin Shi,mana lukanya biar kulihat.Mana tau aku bisa menyembuhkannya"Ucap Sheila yang percaya saja kalau Yin Shi terpeleset dikamar mandi.
Ricard dan Yin Shi pun membulatkan mata mereka masing masing.
"Saudariku kau begitu polos sekali"ucap Yin Shi yang serasa ingin menangis darah.
"Tak apa apa Sheila,lukanya telah aku sembuhkan.Mungkin Yin Shi hanya sedikit saja merasa sakit"Ucap Ricard dengan cepat.
"Itu benar Saudari Shela,kau tak perlu cemas kok"Ucap Yin Shi.
Qin Sheila pun tak bertanya lagi,ia lagi lagi langsung percaya dengan ucapan mereka berdua.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
~
__ADS_1
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan Kalian semangatkuš