
Memikirkan semua pertanyaan yang ada dipikirannya saat ini,Ricard merasakan kalau otaknya mau meledak.
"Huft....Benar kata Sistem,aku terlalu gampang untuk percaya dengan wanita......."
"Seharusnya aku tidak boleh asal menjadikan seseorang wanitaku,aku harus melihat ia tulus atau tidak denganku........."
"Mungkin aku harus berhenti untuk menambah wanita,yang sekarang sudah cukup dulu........"
"Aku juga harus secepatnya mencari siapa yang tidak tulus menyukaiku"Pikir Ricard panjang lebar dalam hatinya.
Tapi disatu sisi,Qin Sheila yang melihat tuannya terbengong sambil menatap keluar jendela selama beberapa menit akhirnya memanggilnya.
"Tuan apa yang sedang anda lihat"Tanya Sheila kepada Ricard dengan bingung.
Mendengar suara Sheila,Ricard pun tersadar dari lamunannya.
"Tidak ada,cepat pulang kevilla"jawab Ricard dengan wajah datarnya.
Qin Sheila pun tak bertanya lagi,ia hanya mengangguk sambil melajukan mobil Ricard dengan santai.
"Mungkin aku juga harus menyuruh wanitaku yang lainnya untuk tinggal divilla bersama sama.Agar aku biaa mengetahui apa saja yang mereka lakukan"pikir Ricard.
"Jam 09:30 malam,besok aku harus mengatakannya kesemua wanitaku"pikir Ricard lagi.
Ricard sepertinya tidak mau lagi merasa kecewa,jadi ia menyuruh semua wanitanya untuk tinggal bersama dirinya.
Bahkan ia juga menghapus kontak dan beberapa fotonya bersama Clara dihandphonya.
Setelah itu,Ricard pun menyenderkan kepalanya dikursi mobil sambil memejamkan matanya.Ia begitu lelah hanya memikirkan kejadian yang baru saja ia alami ini.
Namun saat Ricard baru saja memejamkan matanya,teleponnya berbunyi.
Dring!
Dring!
Dring!
Ricard pun menggurutu dengan sedikit kekesalan sambil mengambil teleponnya dalam saku celananya.
"Siall.....siapa sih yang menelepon malam malam begini.Aku hanya ingin tidur sebentar"ucap Ricard dengan kesal.
Sedangkan Qin Sheila yang melihat wajah tampan Ricard yang lagi kesal pun tersenyum tipis.
"Hihi.....Melihat wajah tampan Tuan yang lagi kesal saja aku bisa tersenyum begini"Pikir Sheila dalam hatinya dengan sedikit mengeleng gelengkan kepalanya.
"Hallo Paman,ada apa malam malam begini menelepon"ucap Ricard yang mengetahui Kalau Paman Fei sedang meneleponnya.
"Selamat malam Tuan Muda,ini saya ingin melaporkan penyelidikan tentang Begal Line selaku pemilik perusahaan milfed yang saat ini sedang bekerja sama dengan Perusahaan Hotela Com milik Tuan Muda"ucap Paman Fei.
Mendengar itu,Ricard pun hampir kelupaan,kalau 5 hari lalu setelah ia menyelesaikan Rapat tentang bekerja sama dengan dua Perusahaan Besar.
__ADS_1
Ia menyuruh paman Fei untuk menyelidikan asal usul salah satu seseorang yang sedang bekerja sama dengannya yaitu Pak Begal Linu,pemilik Perusahaan Milfed.
Karena hanya dia yang tidak bisa diketahui informasi Pribadi miliknya.
bahkan ia seperti tidak terdaftar secara resmi diprovinsi tempat ia tinggal.jadi Ricard sedikit menaruh kecurigaan dengannya.
Ditambah lagi waktu pertemuan rapat,ia merasakan sedikit tipis aura Qi dari tubuh Pak Begal Linu.
"Informasi apa yang kau dapat Paman"tanya Ricard.
"Sangat sulit untuk menjelaskannya Tuan Muda,bagaimana kalau Tuan Muda kesini saja besok.Sekalian saya ingin menunjukkan kotak Misterius yang saya temui ini Tuan Muda"ucap Paman Fei.
Mendengar ucapan Paman Fei,Ricard pun bingung dibuatnya.Kenapa tidak diatas ke villa saja.Itulah yang Ricard pikirkan.
"Emang dimana sekarang paman"tanya Ricard.
"Apakah Tuan muda lupa,anda waktu itu menyuruh saya berangkat ke beijing untuk menyelidiki Begal Linu"jawab Paman Fei.
Mendengar itu,Ricard pun malu setengah mati.Ia lupa kalau Begal Linu tinggal disana dan menyuruh Paman Fei menyusulnya untuk menyelidikinya.
"oh iya....aku lupa Paman,baiklah besok aku akan berangkat jam 10 pagi,jadi mungkin aku akan tiba jam 11:30 dibandara beijing"ucap Ricard.
"Baiklah kalau begitu Tuan Muda,saya permisi dulu"ucap Paman Fei.
"Baik Paman...."setelah mangatakan itu, Ricard pun mematikan teleponnya.
Tuttt!!
"Semoga saja barang yang didapat paman Fei sesuatu yang istimewa"ucap Ricard dalam hatinya.
"Sheila besok kita akan pergi bersama ke bejing jam 10 pagi,tapi kita akan mampir dulu kesalah satu perusahaan ku"ucap Ricard sambil melihat kearah Sheila.
"Baik Tuan Muda"ucap Sheila dengan wajah datar.
Walaupun Sheila menjawab dengan wajah datar,ia tetap bahagia didalam hatinya karena di ajak Ricard pergi.
"Aku harus bisa tampil dengan sempurna dihadapan Tuan,supaya Tuan tidak kecewa lagi denganku seperti tadi"ucap Sheila dalam hatinya.
Ternyata Qin Sheila masih memikirkan Ricard yang pura pura marah tadi kepadanya.
Setelah memakan waktu yang tak lama,mereka berdua pun akhirnya tiba divillanya.
Ricard turun dari mobil bersama Sheila,tapi saat ia melihat kearah jendela.Ricard melihat kalau televisinya masih menyala.
"Padahal udah jam 10 malam,kenapa masih ada yang begadang"pikir Ricard dalam hatinya.
Ia pun membuka pintu sambil menyuruh Sheila untuk memilih tempat tidur dimana pun yang ia mau.
"Kau bebas tidur dimana saja Sheila"ucap Ricard.
"Apa Saya boleh tidur bersama Tuan"tanya Sheila polos tapi dengan wajah yang datar.
__ADS_1
Mendengar itu,tongkat Ricard pun langsung berdiri dibalik celananya.
Walaupun hasrat Ricard bangkit,tapi ia sudah lelah dengan pikirannya.
"Kenapa wanita datar ini ingin tidur denganku,apa wajahku sudah terlalu tampan......."Pikir Ricard dengan narsis
"Huft..Aku juga ingin melakukan itu,tapi aku juga ingin tidur sambil mengistirahatkan otakku "Pikir Ricard lagi.
"Sekarang aku lagi lelah,mungkin besok kau bisa tidur bersamaku dikamar"ucap Ricard kepada Sheila.
Sheila yang mendengar itu pun sedikit merasa kecewa dengan dirinya,tapi ia tetap mengangguk.
"Baik Tuan"ucap Sheila lalu pergi kesalah satu pintu Kamar dan menutupnya.
Dikamar sheila,ia masih termenung dengan ucapan Ricard tadi.
"Apa Tuan masih marah denganku ya"Pikir Sheila dengan sedih.
"Tapi tak,besok kata Tuan aku boleh tidur dengannya"pikir Sheila lagi lalu tidur.
Sedangkan Ricard,saat ini ia sedang melihat kalau Mita dan Bella berpelukan sambil menonton televisi,bahkan kelopak mata mereka sudah naik turun yang menandakan kalau mereka sudah mengantuk.
"Kenapa kalian berdua belum tidur"tanya Ricard yang langsung menghampiri mereka.
Bella dan Mita yang mendengar suara Ricard pun langsung saja berdiri dan memeluknya.
Setelah itu mereka berdua menarik Ricard kesofa sambil memeluk kedua tangan Ricard.
"Kami menunggumu pulang,ada yang ingin kami bahas dengannmu"ucap Mita sambil memeluk lengan kanan Ricard.
Sedangkan Bella ia memejam matanya dengan sedikit tersenyum sambil memeluk lengan kiri Ricard.
"Apa yang ingin kalian bahas sampai sampai membuat Bella merasa malu begini"tanya Ricard dengan sedikit melirik kearah Bella.
Mendengar ucapan Ricard,Bella pun bertambah malu dan memeluk lengan Ricard dengan kuat.
"Kapan kita akan menikah..."Tanya Mita sambil menatap kearah Ricard.
~
~
( Bersambung )
~
~
~
**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
__ADS_1
Dukungan kalian semangatkuš**