Sang Pemandu

Sang Pemandu
Perbincangan Ayah dan Anak


__ADS_3

Tapi Ayah Ricard atau Rimark Stive langsung mengkerutkan keningnya sambil cemberut.


"kenapa harus aku yang pergi kalau orang itu datang lagi"Tanya Rimark Stive.


Mary Card langsung menatap tajam kearah suaminya itu.


"Kau ayahnya,kenapa kau tidak mau berkorban untuk anakmu Hah"Ucap Mary Card dengan kesal.


Rimark pun tak tau harus menjawab dengan apa,sedangkan Ricard pura pura tidak tau dengan pentengkaran kedua orang tuanya.Ia hanya berpura pura sedang menonton tv.


"Iya...Kalau orang misterius itu datang lagi,maka aku akan menghadapinya"ucap Rimark dengan pasrah.


"Bagus,itu lah gunanya seorang ayah"Ucap Mary Card dengan tersenyum.


Sementara Ling'er dan Mei'er berjalan menuju kearah Ricard yang lagi menonton televisi.


"Apa perlu kami berdua menyelidiki orang itu Tuan"Tanya Ling'er,dan Mei'er juga mengangguk setuju.


Ricard pun melihat kearah mereka berdua.


"Tidak perlu,lagi pula ia sudah aku buat kontrak budak.Jadi aku bisa terus mengawasi dirinya dari jauh"Jawab Ricard dengan santai.


Ling'er dan Mei'er pun mengangguk dengan paham.


"Tapi apa ia tidak memberikan informasi apa apa kepada Tuan"Tanya Mei'er.


Mendengar pertanyaan dari kedua gadisnya,Ricard pun mulai menjelaskan apa saja yang ia tanyakan tadi.


"Situa bangka itu berasal dari dunia kultivator alam menengah,lebih tepatnya dunia paman begal Linu berasal...."


"Ia juga sebenarnya musuh paman Begal Linu yang tidak sengaja mengikutinya lewat gerbang teleportasinya yang belum sepenuhnya tertutup waktu itu..."


"Tapi aku juga kelupaan menanyakan seberapa kuat pemimpin mereka......"


"Walau begitu,tapi aku sedikit yakin kalau pemimpin mereka cukup kuat,dan ia juga memiliki 10 bawahan yang hebat......"


"Kelima dari sepuluh bawahannya itu menyebar keseluruh penjuru dunia untuk mencari Paman Begal Linu.Salah satunya situa bangka yang mengawasi mansion kita tadi"ucap Ricard dengan menjelaskan dengan santai.


"Lalu apa tujuan Tua bangka itu mengawasi Mansion ini Tuan"Tanya Ling'er.


"Yahh....itu masalahku dengannya,aku kemarin membantai 1 keluarga dan 1 Mafia yang ternyata adalah anak buah situa bangka itu....."


"Ia pun tak terima dan berniat untuk menghabisiku"Jawab Ricard dengan santai


"Bajingan itu berani sekali"ucap Mei'er dengan marah.


"Sudahlah....Lagi pula ia hanyalah orang lemah yang bisa dibunuh kapan saja,aku membuat kontrak jiwa untuk selalu memata matai pergerakan dari pemimpin mereka"Ucap Ricard.

__ADS_1


Ling'er dan Mei'er pun sedikit mengerutkan keningnya.


"Kenapa harus dimata matai Tuan,kenapa tidak langsung saja kita serang mereka Tuan"Tanya Ling'er.


"Ya benar Tuan,kenapa tidak langsung bantai saja mereka"Ucap Mei'er dengan semangat.


"Huft.....Kalian harus ingat,bagaimana pun bentuk musuh,kita tetap tak boleh meremehkannya...."


"Aku menyuruh situa bangka itu untuk menjadi mata mata,karena aku ingin melihat pergerakan dirinya beserta kartu Trufnya.Aku sangat yakin kalau pemimpin mereka pasti memiliki kekuatan yang tidak lemah"ucap Ricard dengan yakin.


"Lalu apa Tuan juga sudah menanyakan dimana saja keempat teman mereka yang tersebar itu Tuan"Tanya Mei'er.


Ricard pun hanya tersenyum kecut mendengar itu.


"Hehehe itu juga tadi aku kelupaan menanyakan tentang itu"Jawab Ricard sambil menggaruk kepalanya.


"Huft...Tuan ada ada saja"ucap Mei'er.


Saat sedang asik berbincang,ayah Ricard pun menghampiri mereka.


"Ricard,ayah ingin berbicara denganmu dulu,ini mengenai sesuatu yang cukup penting"Ucap Rimark Stive dengan wajah serius.


Melihat wajah serius ayahnya,Ricard pun memberikan kode untuk Ling'er dan Mei'er pergi dulu.


Setelah kedua gadis itu pergi,Ricard langsung melihat kearah ayahnya.


"Apa orang yang mengawasi mansion ini tadi memiliki lambang Segitiga didada mereka"Tanya Rimark Stive.


Ricard pun mulai mengingat kembali awal pertemuan dan pertarungan dirinya dengan pria paruh baya itu.


Tapi sekuat apapun ia mengingat,tetap saja Ricard lupa dengan apa saja yang dikenakan pria paruh baya itu.


"Aku tak mengingatnya ayah,tapi yang jelas mereka itu adalah musuh Paman Begal Linu"Ucap Ricard.


Rimark pun mengangguk.


"Itu artinya musuh yang kau hadapi besar kemungkinan adalah musuh yang pernah ayah dan Begal Linu hadapi dulu"Ucap Rimark Stive.


Ricard pun sedikit terkejut,ia tak menyangka kalau ayahnya pernah bertemu musuh paman begal Linu.


"Kapan ayah bertemu mereka"Tanya Ricard dengan penasaran.


"Huft....Itu sekitar 3 tahun yang lalu,saat itu ayah dan begal linu sedang dalam perjalanan untuk pulang ke Beijing dari provinsi Tianjin...."


"Mobil kami dicegat oleh dirinya sendirian waktu ditengah hutan,kami berdua melawannya hingga ia tewas.Tapi kekuatan orang itu sangat besar dan membuat kami sangat kesulitan......."


"Hingga akhirnya Begal Linu mengeluarkan energe aneh dari tubuhnya dan membuat orang itu tewas......"

__ADS_1


"Awal pertemuan dengan kami,orang itu juga mengatakan kalau ia sudah sangat lama tidak bertemu Begal Linu,dan sekarang ia ingin membunuh begal Linu ucapnya waktu itu.........."


"Tapi yang aku bingungkan,kalau orang itu adalah dari kelompok yang sama,kenapa mereka mengawasi mansion ini"Tanya Rimark dengan bingung.


Ricard pun mengangguk mendengar cerita ayahnya itu.


"Aku kemarin melenyapkan Mafia kertas putih,yang ternyata adalah bawahan orang itu....Tapi ayah tenang saja,orang yang mengawasi mansion ini sudah kubuat menjadi bawahanku....."


"Dan aku menjamin 100% kalau ia tak akan berkhianat kepadaku"Ucap Ricard.


Ia tak menyebutkan kontrak budak,karena Ricard yakin kalau ayahnya tak akan percaya.


Rimark sedikit menghela nafas berat,ia belum sepenuhnya percaya kalau orang itu setia kepada putranya.


Tapi ia tetap mempercayai putranya,kalau ia sangat cerdas.Pasti Ricard mempunyai sebuah rencana agar masalah ini cepat selesai.


Apa lagi ia juga tau kalau kemampuan beladiri putranya sangat hebat.


"Ayah hanya bisa mempercayaimu saja,tapi jika kau ada masalah yang tak bisa kau selesaikan.Jangan ragu untuk berbicara kepada ayah"ucap Rimark Stive.


Ricard pun tersenyum lebar mendengar itu.


"Tentu saja,lagi pula aku sangat yakin kalau aku ini adalah yang terkuat,jadi tak akan ada yang bisa mengalahkanku"Ucap Ricard dengan sombong.


"Ummm..Jangan terlalu menyombongkan dirimu,ingat diatas langit ada langit"Ucap Rimark Stive.


"Hehehe.....Aku akan selalu mengingat nasehat ayah"ucap Ricard.


"Oh iya satu lagi,apa kau tak berencana untuk ikut pertemuan 10 pemimpin perusahaan besar,itu akan dilakukan seminggu dari sekarang......"


"Kami berencana membahas untuk bekerja sama dalam merancang sebuah teknologi canggih yang bisa disuplai keseluruh dunia nanti"Ucap Rimark Stive.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2