
Mei'er pun sedikit mengeleng gelengkan kepalanya.
"Tentu saja itu pasti ulah Tuan"Ucap Mei'er dengan santai.
"Ya itu pasti....Tapi apa kau tak menyadari sesuatu"Tanya Ling'er tapi tatapannya tak pernah lepas dari layar televisi.
Mei'er pun sedikit memiringkan kepalanya dengan bingung.
"Apa maksudmu Saudari Ling'er,jujur saja aku belum paham maksud dari perkataan mu itu"Tanya Mei'er dengan bingung.
"Ternyata kau ini masih bodoh ya"Ucap Ling'er dengan sedikit mengejek.
Mei'er pun cemberut mendengar ejekan dari Ling'er.
"Aku akui kalau diriku ini tak sepintar dirimu itu,tapi kau tak perlu mengejek aku juga"ucap Mei'er dengan menampilkan wajah masamnya.
Tapi Ling'er malah terkekeh.
"Hihihi...Kau tau siapa yang membesarkan Siao May itu"Tanya Ling'er lagi.
"Ya aku tau,keluarga Thod lah yang sudah merawat dan mendidiknya.Tidak hanya itu saja,ia juga dilatih beladiri oleh mereka"Jawab Mei'er cepat.
"Itu memang benar.Tapi ada satu hal yang perlu kau ingat baik baik Mei'er"ucap Ling'er serius.
"Apa itu?"Tanya Mei'er dengan sedikit penasaran.
"Jika kau dirawat oleh seseorang hingga besar,dan orang yang merawatmu dibunuh dengan kejam.Apa yang akan kau lakukan?"Tanya Ling'er dengan menoleh kearah Mei'er sambil tersenyum.
Mei'er pun memikirkan perkataan Ling'er.
Hingga beberapa detik kemudian,ia pun membulatkan matanya.
"Apa Siao May mencoba mencelakai Tuan,lagi pula orang yang merawat dirinya telah dibunuh oleh Tuan"Tanya Mei'er dengan terkejut.
Tapi Ling'er lagi lagi tersenyum mendengar ucapan Mei'er.
"Kau ini memang bodoh ya,tentu saja ia tidak akan melakukan itu"Jawab Ling'er.
Mei'er pun menjadi jengkel karena ia dari tadi merasa dibodohi oleh Ling'er.
"Kau jangan berbelit belit lagi,aku sudah pusing mendengar ucapan tak jelas kau dari tadi"Ucap Mei'er sambil melipat tangannya dibuah kenyalnya.
"Kembali kepertanyaanku yang tadi,jika itu memang terjadi.Pasti kau mencari penyebabnya dulu,baru kau bertindak...."
"Dan saat kau telah menemukan penyebabnya,pasti kau akan mencoba sekuat tenaga untuk membalasnya bukan....."
"Kembali ke Siao May,apa ia sudah tau penyebab Tuan membunuh orang yang telah merawatnya.Jika ia sudah tau apa yang akan ia lakukan"Tanya Ling'er dengan wajah seriusnya.
Mei'er pun akhirnya mengangguk paham.
__ADS_1
"Karena ia sangat mencintai Tuan,tentu ia tidak akan mencelakai Tuan,ia akan membalasnya ke penyebab Tuan melakukan itu...."
"Dan Tuan melakukan itu demi Sara,karena Keluarga Thod waktu itu membunuh ibu dan adik Sara.Dia pasti mencoba membalasnya ke Sara"Ucap Mei'er dengan serius juga.
Tapi sebuah telapak tangan langsung menepuk jidatnya.
Plukk....
Mei'er pun sedikit meringis sakit.
"Kenapa kau menepuk jidatku sih"Tanya Mei'er dengan kesal kearah Ling'er.
"Kebodohanmu itu sudah mendarah daging,dan itu pasti syuulitttt untuk diubah"ucap Ling'er.
"Terserah kau sajalah"ucap Mei'er dengan cemberut becampur kesal.
"Huft....Siao May tentu tidak tau kejadian itu,yang ia taunya Tuan menolong Merry karena disitu Tuan berpura pura sebagai pacar Merry....."
"Tentu saja Siao May mengincar Merry,tapi itu hanya asumsi ku saja.Kau hanya perlu untuk mengawasi Siao May dan Merry"ucap Ling'er sedikit belum yakin akan asumsinya itu.
"Ya aku mengerti"Jawab Mei'er sambil mengangguk.
"Tapi jujur saja aku masih belum yakin jika Siao May menginginkan mencelakai Mery nantinya"Ucap Mei'er lagi.
"Siapapun bisa menjadi apapun"ucap Ling'er dengan santai.
"Tapi jika itu terjadi,apa yang akan kau lakukan"Tanya Mei'er kearah Ling'er.
"Dan kau,apa yang kau lakukan juga"Tanya Ling'er dengan main main.
"Kau selalu saja membuat diriku kesal"ucap Mei'er dengan cemberut.
Ia pun tak mau bertanya lagi,Mei'er sekarang hanya fokus menonton berita dengan duduk disamping Ling'er.
Karena hari sudah menunjukkan pukul 08:00 malam,Ricard dan semua gadisnya pun berniat untuk tidur.
Tapi Ricard tidur sendirian,ia tak berani mengajak salah satu gadisnya untuk tidur bersama saat ibunya ada dimansionnya.
Didalam kamar Ricard,ia sedang terbaring dengan telentang diatas kasur.
"Besok aku harus kekampus,aku sudah 2 kali tidak masuk"Pikir Ricard.
Karena Ricard waktu itu pergi keprovinsi Shanghai,ia pun mau tak mau harus absen 2 kali kekampus.
Namun,pintu kamarnya tiba tiba terbuka secara perlahan,ia menoleh kearah pintu untuk melihat siapa yang masuk.
Tak lama kemudian Sheila masuk dengan mengendap endap seperti maling kekamarnya.
Ricard pun tersenyum cabul melihat tingkah Sheila.
__ADS_1
"Kau masuk kekandang harimau lapar Sheila"Pikir Ricard dengan senyumannya.
Saat telah masuk,Sheila lalu menutup kembali pintu kamar Ricard dan menguncinya.
Ia pun berjalan kearah kasur,tapi anehnya Sheila tak menemukan Ricard.
"Dimana Tuan....."Pikir Sheila dengan kebingungan,ia menoleh kekiri dan kekanan,tapi ia tetap tak menemukan Ricard.
Namun saat hendak berbalik,tiba tiba saja ada sebuah tangan kekar yang memeluk pinggangnya dari belakang.
Sheila sedikit panik,tapi kepanikannya hilang saat mendengar suara lembut Ricard tepat ditelinganya.
"Kenapa kau masuk kekamarku"Ucap Ricard sambil memeluk Sheila dari belakang.
Sheila pun sedikit gugup dengan posisinya saat ini.
"Ituu.....Aku hanya ingin tidur bersama Tuan saja"ucap Sheila dengan malu malu.
Ricard pun mengendong Sheila lalu menaruhnya diatas tempat tidurnya dengan pelan,setelah itu ia menindih tubuhnya sambil membelai wajah Sheila.
Tentu saja Sheila mendadak salah tingkah akan posisinya ini,tapi disisi lain ia bahagia dengan perlakuan lembut dari Ricard.
"A..paa.....Yang ingin Tuan lakukan"Tanya Sheila dengan wajah yang sudah memerah.
"Menurutmu apa yang harus aku lakukan saat ini"Tanya balik Ricard,tapi masih tetap membelai wajah Sheila.
Sheila pun bertambah gugup,ia tak tau apa yang harus ia lakukan saat ini.
Apa lagi ia juga sudah merasakan ada benda besar yang mengganjal ditengah tengah lembah sempitnya.
Ia tak tau benda apa itu,tapi ia yakin kalau ukuran benda itu sangat panjang dan tebal.
Perkiraan kasarnya,ia mengira kalau ukuran benda itu sepanjang pergelangan tangan hingga lutut tangan,belum lagi kepala sucinya.
Panjang,tebal dan tahan lama.Itulah menara pisa yang ada di Italia.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
__ADS_1
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš