
Wan Chai pun terdiam mendengar ucapan Ricard,ia menyadari kalau Ricard juga telah mencari informasi tentang dirinya selama ini.
"Memang benar,kalau pemuda ini cukup Misterius,seperti yang dirumorkan"Pikir Wan Chai dengan serius.
"Sebenarnya apa tujuanmu mendekati putriku"Tanya Wan Chai dengan menatap tajam kearah Ricard.
Sedangkan Istri Wan Chai,Shu may.Ia sedikit bingung dengan pembicaraan Suaminya dan kekasih putrinya ini.
Tapi ia tetap diam dan mencoba mencerna ucapan mereka berdua.
"Tidak ada,paman tau kalau aku ini sangat tampan.Makanya putri paman itu sangat menyukai ku"ucap Ricard dengan narsis.
Wan Chai pun menjadi kesal karena Ricard menjawab pertanyaannya dengan bercanda,ia pun sangat ingin memukul kepala Ricard saat ini juga.
Namun,putrinya tiba tiba saja muncul dengan membawa 1 gelas yang berisi teh dan menawarkan Ricard untuk minum.
"Ricard kau munum dulu"Ucap Merry sambil menyodorkan tehnya dan duduk disamping Ricard,sedangkan Ricard mengangguk sambil meminum teh pemberian dari Merry.
Mendapat perlakuan istimewa dari putrinya,Wan Chai lagi lagi bertambah kesal karena putrinya hanya membawa teh untuk Ricard saja.
"Putriku,apa kau tidak tau asal usul Ricard ini"Tanya Wan Chai sambil menahan kesal.
"Emm....Itu aku tidak tau"Jawab Merry dengan malu,ia saja baru bertemu Ricard satu jam yang lalu.
"Dia berasal dari Provinsi Ngadiang dan pemilik Perusahaan terbesar No 10 Dichina ini"ucap Wan Chai dengan tenang.
Karena ucapan Wan Chai,istri dan anaknya pun sangat terkejut.Mereka berdua tak menyangka kalau Ricard adalah seorang pebisnis yang handal.
Apa lagi Merry,ia merasa sangat ditipu oleh Ricard.
"Kau membohongiku lagi,katanya kau hanya seorang pengangguran.Rupanya kau juga salah satu orang kaya"ucap Merry dengan cemberut kearah Ricard.
Ricard pun tersenyum kecut mendapat omelan dari Merry.Tapi,suara Wan Chai terdengar lagi ditelinganya.
"Ricard,kau jawab dulu pertanyaanku yang tadi.Apa tujuanmu mendekati putriku"Tanya Wan Chai yang masih menatap tajam kearah Ricard.
Ia belum sepenuhnya percaya terhadap Ricard.Dirinya sudah menekuni dunia bisnis ini selama bertahun tahun.
Ia paham,kalau banyak orang yang tak sejalan akan melakukan hal hal buruk termasuk juga keluarga orang lain.
Dan ia juga yakin kalau Ricard pasti ada tujuan untuk mendekati putrinya ini.
Tapi Ricard tersenyum,ia memang ada tujuan lain.Tapi itu bukan mengarah kekeluarga Chai.Ia ingin sedikit bermain dengan keluarga Thod.
__ADS_1
"Coba paman tanya putri paman ini,siapa yang mendekati siapa"Jawab Ricard dengan santai.
Tentu saja Merry dan ibunya memahami ketegangan antara Wan Chai dan Ricard.
"Suamiku,mereka ini saling menyukai,dan aku yakin kalau nak Ricard ini tak punya niat buruk terhadap keluarga kita"Ucap Shu may dengan lembut.
"Itu benar ayah,kami berdua saling menyukai"Ucap Merry dengan membela Ricard.
Tapi Ricard merasa ingin mutah setelah mendengar ucapan ibunya Merry dan anaknya.
"Apanya yang saling menyukai,anakmu ini bukan tipeku bodoh,ya kali tipe aku gadis dada datar"pikir Ricard dengan cemberut.
Tapi ia mencoba untuk tetap tersenyum cerah,ia ingin memanfaatkan Merry untuk membuat Tuan Muda keluarga Thod stres berat.
Perbincangan demi perbincangan pun mereka lakukan hingga 2 jam,kini Wan Chai paham maksud dari semua perkataan Ricard.
Ia ingin mengincar Keluarga Thod melalui Putrinya Merry.Wan Chai juga tak mempermasalahkan itu,asal Ricard tetap mau bertanggung jawab dengan putrinya nanti.
Ricard juga mengatakan kalau Genk Mafia Kertas Putih telah ia musnakan sampai keakar akarnya.
Awalnya Wan Chai tidak percaya,tapi saat Ricard menunjukkan beberapa Foto yang diambil oleh bawahannya.Wan Chai pun akkhirnya percaya.
Itu pun membuat Wan Chai senang dan gembira karena bisa terlepas dari Mafia itu.
Ia bisa saja melawan,tapi bagaimana nasib keluarganya kalau ia melawan.Tidak mungkin nanti mereka tidak mengincar keluarganya,itulah yang dipikirkan oleh Wan Chai.
Dan menurut semua cerita Ricard,ia juga memiliki beberapa kekasih divilanya,dan mereka semua akur tanpa ada sedikit pun yang memiliki keirian.
Ia juga paham kalau orang hebat dan tampan seperti Ricard pasti banyak disukai para gadis,bahkan putrinya juga tak masalah kalau Ricard memiliki banyak kekasih asal ia tetap adil terhadap mereka semua.
~Pukul 12:00 siang.....
Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 12 siang,Ricard pun izin pamit untuk pulang dulu.Tapi Merry langsung menahannya untuk disini saja.
Ia ingin menghabiskan waktu bersama Ricard agar saling mengenal lebih dalam lagi,Ricard pun mengangguk pasrah saja.
"Kenapa aku dapat gadis dada datar,kalau saja ia agak montok sedikit.Pasti sudah kubawa kekamar agar bisa berolahraga siang"pikir Ricard dengan lesu.
"Hihihi......Tuan tenang saja,Cang'yi cantik ini punya Pil pembesar Buah kenyal kok"ucap Cang'yi dipikiran Ricard secara tiba tiba.
Ricard pun sedikit terkejut dibuatnya.
"Kebiasaan kalau muncul tiba tiba lalu menghilang lagi.......Tapi apa ucapan mu itu benar"Tanya Ricard dalam pikirannya dengan sedikit berharap.
__ADS_1
"Tentu saja,apa Tuanku yang tampan ini telah meragukan Cang'yi"Tanya Cang'yi dengan cemberut.
Suasana hati Ricard pun langsung berubah cerah.
"Aku percaya Sistem,kalau begitu berikan aku 1 pil sekarang"Ucap Ricard dengan semangat.
Tentu saja Ricard semangat,kalau nanti ia sedang melakukan kegiatan panas dengan Merry kan ada yang ia sedot.
"Walaupun yang disedot keluarnya air keringat,tapi tak apa apa"Pikir Ricard dengan semangat.
"Sayang kita jalan jalan yuk"ucap Merry dengan manja terhadap Ricard,mereka hanya berdua saja diruang tamu sekarang.Sedangkan orang tua Merry telah pergi kekamar,ntah mau ngapain.
Karena Ricard dalam suasana hati yang bahagia,ia pun mengangguk dengan tersenyum ceria.
"Ayo,nanti aku juga akan memberikanmu sedikit hadiah.Tapi kau harus memberikan aku hadiah juga"ucap Ricard dengan tersenyum cabul.
"Hadiah apa yang kau berikan nanti,aku juga akan memberikanmu hadiah,kau sebut aja apa yang kau mau nanti"Tanya Merry dengan kesenangan.
"Hadiah yang kuberikan rahasia,tapi kita harus melakukan ini👉👌"ucap Ricard sambil menunjukkan jarinya seperti itu.
Merry tentu saja paham akan kode itu,ia pun menjadi malu malu dan salah tingkah.
"Kau cabul......."ucap Merry dengan malu malu sambil mencubit perut Ricard,ia tak menyangka kalau Ricard akan meminta yang seperti itu.
Tapi karena cubitan Merry itu,tongkat Ricad langsung berdiri dengan menantang dibalik celananya.
Mungkin sangking semangatnya Merry akan punya buah kenyal,itu membuat tongkat Ricard langsung mendeteksi akan adanya kenikmatan.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🥰
__ADS_1
Dukungan kalian semangatku😘