
Diperjalanan menuju Ruang Bisnis A.01,Resepsionis tersebut mengantar Ricard dengan sedikit ketakutan dan gugup.
Pemilik Hotel SuiteFull juga terkenal akan ketegasannya,itulah kenapa ia tampak sangat takut kehilangan pekerjaannya.
Ricard juga menyadari ketakutan Resepsionis tersebut,tetapi ia tidak tau apa yang ditakutinya.
"Kenapa kau begitu ketakutan"Tanya Ricard dengan sedikit melihatnya kesamping.
Resepsionis itu juga mendengar pertanyaan Ricard,tapi ia tak berani mengungkapkan keluhan hatinya.
"Tidak ada Tuan Muda,saya hanya....."
"Jawab saja pertanyaanku"ucap Ricard yang langsung memotong ucapan Resepsionis tersebut dengan dingin.
Mendengar perkataan Ricard yang dingin,Resepsionis tersebut tak tau lagi mau apa.Ia sepertinya sudah pasrah akan konsekuensi yang akan ia hadapi.
"Saya hanya takut kehilangan pekerjaan saja Tuan,karena saya tadi menahan tamu penting Pak Rimark Stive"ucap Resepsionis tersebut dengan menunduk.
"Huft...kukira kau takut dengan wajahku,ternyata hanya itu....."
"Kau tenang saja,aku akan menyuruh situa itu untuk tidak akan memecatmu"ucap Ricard dengan santai.
Resepsionis itu tampak semangat setelah mendengar perkataan Ricard.
"Terima kasih Tuan"ucap Resepsionis tersebut dengan senang.
Ricard pun hanya mengangguk setelah mendengar ucapan Resepsionis tersebut.
"Dan kenapa aku juga harus takut dengan wajah Tuan,wajah Tuan saja sangat tampan"ucap Resepsionis itu dalam hatinya dengan terkekeh geli saat mendengar ucapan Ricard tadi.
Setelah itu,akhirnya mereka tiba disebuah Ruangan dengan dekorasi mewah.
"Tuan Rimark Stive berada didalam Tuan,saya hanya bisa mengantar sampai disini saja.Saya permisi dulu Tuan"Ucap Resepsionis tersebut.
"Tuan aku jalan jalan sambil berbelanja boleh"Tanya Sheila dengan penuh harap.
"Baiklah,tapi kau perginya bersama resepsionis ini"ucap Ricard sambil menyodorkan kartu rekeningnya ke Sheila.
Sheila pun menerimanya dan pergi bersama Resepsionis itu.
Ricard pun masuk kedalam Ruangan itu sendirian.
Didalam Ruangan,sudah terlihat Paman Begal Linu bersama Rimark Stive dan istrinya Mary Card.Disebelah mereka juga ada seorang gadis yang sedang terbaring disebuah keranjang Sofa yang indah.
Gadis tersebut ialah Putri dari Rimark Stive dan Mary Card bernama Carissa Stive.
Penampilan Begal Linu dan Rimark Stive juga terlihat sangat berwibawa dengan jas dan badan tegapnya.
Sedangkan Mary Card,walaupun wajahnya sangat cantik.Tapi itu tidak menutupi wajahnya yang tampak sangat sedih.Mungkin ia sangat sedih dengan keadaan putrinya itu.
Keadaan putrinya cukup memprihatinkan, kedua matanya sudah memutih yang menandakan kalau ia mengalami kebutaan permanen.
__ADS_1
Kaki kananya juga sedikit bengkok dibagian tulang keringnya.
Sebenarnya,ia adalah sosok gadis dengan kecantikan yang sangat alami dan natural,tapi keadaannya sekarang sudah sangat menyedihkan.
"Selamat siang paman begal Linu, paman, bibi"ucap Ricard dengan menyapa mereka satu satu.
"Siang nak Ricard..Mari duduk"ucap Rimark Stive,dan begal linu pun mengangguk senang akan kesopanan Ricard.
Tapi Rimark Stive tiba tiba saja merasakan kalau mata Ricard dan Istrinya sangat mirip.
"Matanya sangat mirip dengan istriku"Pikir Rimark dalam hatinya.
Sedangkan Mary Card ntah kenapa ia merasakan perasaan aneh saat melihat Ricard.
Ia merasakan sedikit kontak batin saat melihat Ricard.Bahkan tanpa sadar matanya sudah sedikit berkaca kaca.
"Kenapa wajahnya sangat mirip dengan suamiku.....Bahkan namanya juga sama dengan nama anakku yang hilang 17 tahun yang lalu"ucap Mary Card dalam hatinya dengan sedih.
Rimark Stive yang melihat Istrinya hanya diam dan tampak bersedih pun memanggilnya.
"Sayang,kenapa kau tampak bersedih"tanya Rimark dengan berbisik.
Mendengar suara suaminya,Mary Card pun langsung sadar.
"Oh maaf.....Tidak ada,aku tidak apa apa"jawab Mary Card dengan suara pelan sambil mengusap matanya.
Rimark Stive juga menyadari kesedihan Itrinya itu.Ia pun mengangguk saja saat mendengar jawaban Istrinya itu.
Sedangkan Begal Linu yang melihat belum ada yang memulai pembicaraan.Ia pun berinisiatif untuk bertanya ke Ricard.
"emm...Nah Ricard,apa kau bisa menyembuhkan keponakanku yang sedang terbaring ini"Tanya Begal Linu dengan basa basi.
Semua orang pun tersadar setelah mendengar suara Begal Linu.
"Oh ya paman maaf........Aku bisa menyembuhkan Nona Carissa dengan mudah"ucap Ricard tapi sedikit gugup.
"Kenapa aku malah gugup begini"pikir Ricard dalam hatinya.Ia bingung,ntah kenapa ia bisa segugup ini.Padahal kalau ia bertemu atau ingin mengobati seseorang,ia tidak pernah seperti ini.
"Apa yakin nak Ricard.....Jika kau berhasil menyembuhkan putriku.Aku akan membayar dan memberikanmu apapun yang kau mau"ucap Rimark dengan bahagia setelah mendengar ucapan Ricard.
Ia langsung percaya saja dengan ucapan Ricard karena mendengar perkataan sahabatnya atau Begal Linu,yang mengatakan kalau Putrinya sudah bisa berbicara lagi.Itu semua juga berkat Ricard.
Mary Card juga bahagia setelah mendengar perkataan Ricard.Ia juga ntah kenapa saat mendengar suara Ricard,itu membuat hatinya sangat nyaman.
"Hahaha.......Aku yakin 100% kalau Keponakanku Carissa tak lama lagi bisa melihat dan berjalan seperti sedia kala..."
"Baiklah Ricard....Langsung saja mulai pengobatannya"ucap Begal Linu dengan semangat.
Rimark Stive pun hanya mengeleng gelengkan kepalanya saat melihat Begal Linu yang semangat.
"Baiklah paman......Tolong bantu aku mendudukkannya"ucap Ricard ke Rimark Stive,dan ia juga dengan cepat mengangguk.
__ADS_1
Ricard juga dengan cepat mengeluarkan satu Pil Pembentuk Tubuh dan satu Pil Penyegar Tubuh.
"Sayang kau duduk dulu ya.....Ayah yakin sebentar lagi kau akan sembuh"ucap Rimark keputrinya itu,Carissa juga hanya mengangguk saja tanpa berbicara sedikit pun.
Ia sebenarnya mendengar pembicaraan mereka semua.Tapi ia tidak percaya kalau ada seorang pemuda yang bisa menyembuhkannya.
Melihat Putri Rimark telah duduk,ia langsung saja menghampirinya dan memberikan kedua Pil itu kearah tangannya,Lalu Ricard menyuruhnya untuk menelan kedua Pil tersebut.
Carissa juga hanya mengangguk saja dan dengan cepat ia menelan kedua Pil itu.
Melihat Carissa sudah menelan kedua Pil itu,Ricard langsung saja menempelkan tangan kanannya kepunggung Carissa.Ia melakukan itu untuk membantu Carissa menyerap Khasiat kedua Pil itu.
Carissa pun langsung memejamkan matanya,ia merasakan seluruh tubuhnya terasa hangat dan sangat nyaman.Terlihat juga matanya sedikit bersinar dengan lumayan terang.
Setelah 10 menit berlalu,Ricard melepaskan tangan kanannya dari punggung Carissa.
Carissa juga langsung membuka matanya.Tapi,baru saja matanya terbuka,semua orang langsung terkejut dengan perubahan Carissa.
Matanya sudah menghitam kembali,dan wajahnya juga bertambah cantik.
Bahkan Carissa juga terkejut,ia sudah bisa melihat lagi,ia pun tanpa sadar menarik celana tidurnya keatas paha dan menggoyangkan sedikit.Melihat kakinya bisa bergerak dan semua lukanya sembuh total,ia pun menjadi bahagia.
Mereka semua bahkan bertambah terkejut dibuatnya,Rimark Stive dan Mary Card pun langsung memeluk putri mereka dengan tangis haru.
"Hiks....Ayah...Ibu...aku bisa melihat dan berjalan lagi hiks....hiks....."tangis bahagia Carissa.
"Ayah dan ibumu juga senang nak kau bisa sembuh lagi"ucap Rimark dengan bahagia,sedangkan Mary Card terus terusan memeluk putrinya dengan tangis haru.
Sedangkan Begal Linu juga menintikkan sedikit air matanya saat melihat momen haru mereka.
Setelah mereka bertiga puas berpelukan,mereka semua pun melepaskan pelukannya dan melihat kearah Ricard.
Tapi saat mereka melihat kearah Ricard,mereka bertiga termasuk begal Linu terkejut saat melihat Ricard yang tertidur disofa.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1