
Setelah menghilang dari taman,Ricard langsung muncul dihadapan Cang'yi yang sedang bermeditasi dikamarnya.
Cang'yi belum menyadari akan kehadiran Ricard dihadapannya.Ia masih terfokus untuk meditasi.
Tapi saat Cang'yi masih fokus meditasi dikamarnya,Ricard langsung mengangkat tubuhnya lalu membaringkan tubuhnya diatas kasur.
Cang'yi sedikit kaget saat tubuhnya diangkat.
"Aaaa..Tuan apa yang anda lakukan"Tanya Cang'yi dengan kaget.
Posisi ia saat ini sedang terbaring tengkurap diatas kasur,sedangkan kedua tangannya dipegang Ricard dibelakang pinggangnya.
"Kau tadi mengejekku,sudah saatnya kau mendapatkan hukuman"Ucap Ricard dengan tersenyum cabul.
Cang'yi sedikit panik,ia belum selesai dari meditasinya malah mau dient*t.
"Tuan tadi aku hanya bercanda"Ucap Cang'yi dengan menunjukkan wajah yang memelas.
Tapi Ricard tak mendengarkan ucapan Cang'yi.
Ia menahan kedua tangan cang'yi dibalik punggungnya dengan tangan kiri dan tangan kanannya langsung merobek gaunnya yang berada disekitar pantat Cang'yi.
Bentuk robekan itu seperti garis dengan panjang dari jempol hingga kekelingking.
Tapi itu sudah cukup untuk tongkat Ricard masuk nanti.Robekannya juga tak tanggung tangung,ia merobek hingga 3 lapis kain sekaligus.
Sungguh jari yang amat kuat.
Ricard yang sudah melihat celah lembah sempit cang,yi tanpa berlama lama ia bergegas melepas ikat pinggangnya dan siap memasukkannya.
Cang'yi langsung panik saat ia menoleh kebelakang,ternyata Ricard sudah merobek gaun disela pantatnya.
Tidak hanya itu saja,Ricard juga sudah membuka celananya dan menunjukkan tongkat panjang dan tebalnya yang ternyata sudah berdiri dengan keras.
Sebenarnya,tubuh Cang'yi masih lelah karena ia tadi mengeluarkan Qi yang cukup banyak kepada Ricard saat pemasangan kontrak budak tadi.
Ia pun bermeditasi untuk memulihkan tubuhnya,tapi ia tak menyangka kalau Ricard datang dan berniat untuk menghukumnya.
"Tuan saya masih lelahh....ahhhh.."ucapan Cang'yi pun terhenti karena ia sudah merasakan tongkat Ricard yang tebal dan panjang itu menembus lembah sempitnya dengan dalam.
Matanya juga menghadap keatas karena merasakan nikmat yang tiada tara itu.
Seketika saja tubuhnya menginginkan lebih,yang tadi awalnya sangat lelah pun berganti menjadi cacing kepanasan
"Ahh....Tuann.....iya....ahhh"erang Cang'yi.
Ricard pun sedikit melebarkan kaki cang'yi dan tangannya ia lipat didada Cang'yi.
Ricard memeluk tubuh Cang'yi yang sedang terbaring telentang sambil ia genj0t dengan keras.
Plup....Plup.....plup....
Suara benturan daging pun terdengar dengan merdu.
"Ahhh...Tuan....jangan terlalu keras Tuan ahhh...."erang Cang'yi.
__ADS_1
"Kau sepertinya menikmati hukuman ini ya Cang'yi"Ucap Ricard sambil mengenj0t lembah sempitnya.
"Ahhhh.....hukuman anda sangat nikmat Tuann...emmm..ahhh"ucap Cang'yi sambil mengerang.
"Lembahmu sepertinya bertambah sempit sayang,itu bahkan sangat menjepit tongkat ku dengan ketat"ucap Ricard.
"Ahhh....iya....Aku menjaga tubuhku untuk Tuannnn...Ahhh..."Jawab Cang'yi sambil mengerang dengan keras.
"Pantas saja sangat sempit,ini sangat nikmat"ucap Ricard sambil menjilat leher Cang'yi.
Karena sudah lama Ricard tidak merasakan kesempitan Lembah cang'yi,ia pun merasakan kalau lembahnya sangat rapat dan menjepit.
Ricard berfikir mungkin karena Cang'yi seorang kultivator kuat,makanya lembah sempitnya bisa merapat kembali.
Bosan dengan gaya belakang,Ricard pun langsung membalikkan tubuh Cang'yi untuk melihat wajahnya.
Ricard tersenyum tipis dengan posisi seperti ini,ia bisa melihat wajah cabul Cang'yi saat ia genj0t.
Ricard pun langsung memasukkan kembali tongkatnya.
"Ahhh.....lebih dalam Tuan.....Ini sangat nikmat"erang Cang'yi.
Mendengar itu,Ricard pun menambah tempo genj0tannya hingga ujung tongkatnya menembus rahim Cang'yi.
"Ahhh.....Tu....annn.....ahhh....emmmm Tuan cium aku"ucap Cang'yi dengan wajah cabulnya.
Ricard pun menuruti permintaannya,ia langsung mencium dan melahap lidah Cang'yi dengan rakus.
Tak butuh waktu lama,hanya setengah jam Ricard langsung merasakan kalau cairan kentalnya akan segera keluar.
"Sayang aku akan keluar"ucap Ricard sambil meremas buah kenyal Cang'yi dengan kuat.
Ricard pun menambah temponya dengan sangat cepat hingga akhirnya Ricard langsung Cr00t didalam lembah Cang'yi.
Bersamaan juga dengan Cang'yi yang melakukan pelepasan pertamanya.
Ricard pun memeluk tubuh Cang'yi dengan erat,tapi tongkatnya masih berdiri didalam lembah sempitnya.
"Hah..hah....hah....Tuan aku sudah sangat kelelahan"ucap Cang'yi dengan lelah.
Tapi Ricard masih belum puas saat ini,ia sudah sangat lama belum menikmati tubuh Cang'yi.Jadi ia berniat untuk memuaskan hasratnya yang terpendam.
"Tambah satu jam lagi ya sayang"ucap Ricard.
Cang'yi pun mengangguk dengan pasrah,walaupun ia lelah tapi dirinya tetap merasakan kenikmatan duniawi dari Ricard.
Ricard pun berdiri dan membalikkan tubuh Cang'yi.
Ia ingin melakukan posisi dogi setail.
Ricard pun memasukkan tongkatnya dengan perlahan sambil menepuk pantat putih yang montok itu dengan sedikit keras.
Plakk....
Plakk....
__ADS_1
"Aahhh.....Tu...annn emmm iyaa.."erang Cang'yi.
Ricard pun menambah laju temponya sambil memukul pantat cang'yi.
Ricard melakukan kegiatan panas itu hingga satu jam lamanya.
SATU JAM KEMUDIAAN....
**Setelah melakukan kegiatan yang penuh nikmat selama 2 jam didunia jiwa,Ricard berjalan kembali kemansionnya.
Walaupun didunia jiwa ja menghabiskan waktu 2 jam,tapi dibumi itu masih 2 menit terlewat.
Saat telah tiba didepan pintu mansion,ia masuk kedalam dan melihat semua kekasihnya dan kedua orang tuanya sedang duduk dalam keadaan panik.
Semua orang pun langsung bergegas menghampiri Ricard yang berdiri dipintu.
Tapi Ricard langsung ditarik kehadapan ibunya oleh Mei'er yang sedang tersenyum cerah kedirinya.
Ia seketika merasakan keanehan saat melihat ibunya tersenyum seperti itu.
Benar dugaan Ricard,saat tiba dihadapan ibunya.Mary Card menunjukkan sebuah rotan kecil.
Ricard tentu saja tau apa kegunaan Rotan kecil itu.
"I..bu...untuk apa rotan kecil itu"Tanya Ricard dengan gugup.
"Hehehe coba kau pikirkan untuk apa rotan ini putraku"Tanya Mary Card.
"Umm mungkin itu berguna untuk mengorek upil"Jawab Ricard dengan sedikit bercanda.
Tapi Mary Card langsung menatap tajam kearah Ricard.
"Kenapa kau tadi menemui orang misterius itu sendirian,dan kemana orang itu"Tanya Mary Card.
Ricard pun seketika menelan ludahnya dengan kasar.
"Ibu,kekuatan orang itu tadi cukup kuat,jadi aku berniat pergi sendiri dan tak ingin kalian semua kenapa napa"jawab Ricard dengan tersenyum.
Mary Card pun memeluk Ricard dengan erat.
"Jangan kau lakukan lagi,biar ayahmu saja yang pergi sendirian kalau ada orang kuat lagi ya"Ucap Mary Card,dan Ricard pun dengan cepat mengangguk.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
__ADS_1
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš